
"Tapi aku sudah hidup lama dengan mereka, aku tidak ingin berpisah dengan mereka. Jika semua nya menjadi seperti ini, aku tidak akan menikah lagi," ucap Varo.
"Jadi kamu menyesal menikah dengan ku. Oke kalau begitu, aku pergi dari sini, kamu kejar mereka." Jolie beranjak dari tempat nya.
"Jolie jangan aneh aneh," ucap Varo.
"Itu yang kamu mau." Jolie tetap ingin pergi meninggalkan Varo.
"JOLIE..." Varo menggunakan suara yang tinggi pada Jolie, kesabaran nya sudah habis dengan tingkah kekanak-kanakan Jolie.
Jolie langsung terdiam. Ia tidak pernah dibentak seperti ini oleh Varo. Air mata nya langsung menetes dengan deras membasahi wajahnya. Ia menangis sambil menutup wajahnya. Ia sedang hamil perasaan nya sedang sangat sensitif.
Varo langsung berjalan mendekati Jolie. Ia kelepasan memarahi Jolie, rasanya ia sangat menyesal telah membuat Jolie menangis seperti ini.
"Sudah jangan menangis, maafkan aku, aku salah membentak mu," ucap Varo.
"Kamu jahat, jika seperti ini untuk apa kamu menikahi ku," kata Jolie.
"Aku salah, aku minta Maaf. Aku hanya tidak suka dengan sikap kekanak-kanakan mu. Ya aku tidak akan pergi, aku tetap disini. Kamu sedang hamil anakku dan Riga sedang sakit, mana mungkin aku pergi meninggalkan kalian berdua. Aku akan mengurus ini semua melalui seseorang saja," ucap Varo ia memeluk sambil mengecup wajah istri nya.
Jolie memang sangat menjengkelkan saat ini tetapi tidak seharusnya ia membentak Jolie seperti ini. Jolie sedang hamil, sudah pasti perasaan nya sedang sensitif.
__ADS_1
Di tempat lain.
"Bagaimana dengan kondisi nya," tanya Alam.
"Masih seperti sebelumnya lam, aku benar-benar bingung," jawab Warsa.
"Dia kuat, jangan khawatir mengkhawatirkan nya, doakan saja dia agar cepat bangun dari tidur panjang nya."
"Oh iya dokter nya akan berkunjung setiap hari kan," tanya Alam.
"Iya lam, mereka datang setiap hari. Mereka selalu mengecek kondisi Riga," jawab Warsa.
"Warsa, kau juga harus memperhatikan Alfi. Dia sedang hamil, perasaan nya sedang tidak menentu. Kalau Riga kan sudah ada dokter yang jauh lebih paham dari kita. Kalau perasaan seseorang itu, hanya orang orang dekat yang bisa memahami nya. Jangan sampai Alfi stres," ucap Alam.
"Hmmm aku dengar Varo sudah menikah lagi, apa mereka berdua tidak dekat," tanya Alam.
"Istri Varo sama sekali tidak dekat dengan Alfi. Siapa ya... Tiffany," jawab Warsa.
"Tiffany... Oh iya anak bram, aku telepon dulu dia" ucap Alam.
Roger dan Tiffany sedang bersama. Mereka berdua baru mau ke rumah Riga untuk melihat keadaan Riga nya. Saat sedang bersiap-siap tiba-tiba Handphone Tiffany berbunyi.
__ADS_1
"Kakek Alam," ucap Tiffany.
"Siapa dia sayang," tanya Roger.
"Dia kakek kandung nya Alfi," jawab Tiffany sambil mengangkat panggilan telepon itu.
"Hallo kek," ucap Tiffany.
"Hallo cucu kakek, kamu sedang sibuk dengan suami kamu," tanya Alam.
"Tidak kek," jawab Tiffany.
"Nah kakek punya permintaan untuk kamu dan suami mu. Kalian kan dekat dengan Alfi dah Riga. Untuk sementara waktu bisa kalian menginap di rumah Riga untuk menemani Alfi," tanya Alam.
"Tiffany si bisa saja kek, hmmm Tiffany tanya suami Tiffany dulu kek."
"Ada apa sayang ku," tanya Roger.
"Roger jangan seperti itu aku malu. Begini kakek meminta kita untuk menginap di rumah Riga untuk sementara waktu, kamu mau tidak," tanya Tiffany.
"Hmmm boleh lah, aku setuju, kita sekalian beberes saja," jawab Roger.
__ADS_1
"Oke deal ya."