Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 41


__ADS_3

"Tidak begitu, jika aku tidak mau punya anak dulu, aku kan jadi aman," kata Alfi.


"Aman? aman kenapa, kau juga tidak mau punya anak dulu kan," tanya Riga.


"Ya begitu lah, aku ingin saja si, tapi aku hanya takut. Pertama kita tidak saling mencintai, apa bisa membuat anak tanpa cinta? ke dua kita saja tidak tau arah pernikahan kita ke mana."


Riga merasa sakit hati saat Alfi mengatakan itu, perasaan nya pada Alfi semakin besar saja hal itu membuat nya merasa tersinggung saat Alfi mengatakan jika mereka berdua tidak saling mencintai. Wajah nya tiba tiba berubah jadi pias seketika.


"Kau kenapa," tanya Alfi.


"Aku tidak papa, nanti jika sudah sampai rumah pasti mamah dan Selena akan menanyai kita," jawab Riga yang mengalihkan pembicaraan.


"Lalu kita menjawab apa?"


"Itu urusan ku," kata Riga.


"Jangan galak galak ya, jujur aku lebih suka dengan sikap mu yang seperti ini."


"Aku tidak percaya, kau sangat mudah berubah pikiran, kemarin kata mu, kau tidak suka dengan sikap ku, sekarang kau suka. Jadi aku harus apa."


"Hahaha sejak kapan seorang Riga seperti ini, jadi kau benar-benar sudah berubah dalam waktu dekat," kata Alfi.

__ADS_1


"Hmmmm, aku tidak berubah, aku hanya ingin menjadi lebih baik."


"Itu nama nya berubah Riga, sudah sudah jangan banyak berbicara dengan ku, nanti kau baper lagi pada ku," kata Alfi.


"Sudah pun."


"Apa!!! kau baper pada ku." Alfi langsung menatap ke arah Riga.


"Mana mungkin aku baper pada mu, bukan itu maksud ku," kata Riga.


Sesampainya di rumah mereka berdua masuk secara bersamaan. Saat sudah mendekati ruang keluarga secara tiba-tiba Riga menggandeng tangan Alfi. Hal itu benar-benar mengejutkan Alfi.


Warsa datang mendekat menyambut kedatangan mereka berdua, ia sangat senang melihat Alfi dan Riga bersama. Berbeda dengan Selena dan Sarah yang sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang mereka berdua liat.


"Kau Riga," kata Sarah.


"Mereka sudah menikah," ucap Warsa.


"Kakek sangat senang Riga, sebagai bonusnya kau bisa bebas tugas sesuka hati mu."


"Hahaha ini yang aku mau, terimakasih kek," kata Riga sambil melirik ke arah Alfi. Hal itu membuat Alfi yakin pernikahan nya hanya sebagian kesenangan Riga semata.

__ADS_1


"Jadi aku benar-benar di manfaatkan oleh nya," batin Alfi.


Alfi naik terlebih dahulu ke dalam kamar, ia meninggalkan Riga yang sedang asik berbincang dengan keluarga nya.


"Jadi kau benar-benar sudah menikah dengan wanita itu, bukan nya perjodohan mu sudah batal," tanya Sarah.


"Ya aku sudah menikah, aku menikah kata mencintai nya," jawab Riga.


"Kakak benar mencintai wanita itu, kakak sedang tidak bercanda kan," tanya Selena.


"Riga memang mencintai nya, dia sudah mengatakan nya pada ku, jadi jangan halangi dia ataupun menggangu mereka berdua, kalian akan berurusan dengan ku," saut Warsa.


"Jadi kau ingin langsung bukan madu kan," tanya Warsa.


"Tidak tau, aku lebih suka di kamar berduaan dengan nya, itu sangat menyenangkan." Riga mengatakan hal. itu sambil tersenyum.


Lagi dan lagi Sarah serta Selena terkejut akan hal itu, Riga yang mereka berdua kenal sudah berubah 180 derajat di depan mereka. Ini benar-benar seperti keajaiban yang luar biasa.


"Bagus di kamar terus dan buat cicit untuk ku," kata Warsa.


"Tidak mau, aku tidak ingin punya anak dulu. Kakek aku saja merasa diri ku sangat merepotkan, apalagi anak ku nanti, pasti dia akan sebelah dua belas dengan ku."

__ADS_1


__ADS_2