Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 49


__ADS_3

Riga melihat ke bagian bawa, ia tidak Terima jika milik nya di katakan pisang kecil yang tengah tertidur. Memang milik nya sedang tidur tetapi tidak bisa di katakan kecil juga. Ia tidak tau bagaimana Alfi bisa mengatakan hal itu, padahal menurutnya Alfi tidak pernah melihat senjata laras panjang nya.


"Kau tau dari mana Alfi, sini kau bisa melihat nya sendiri," kata Riga yang sangat merasa tertantang.


"Kau yakin berani, nanti kau langsung lari," ucap Alfi.


"Hahaha untuk apa aku lari, sudah sini sini, aku perlihatkan," kata Riga.


Alfi langsung ciut saat Riga menantang nya, ia tidak mungkin melakukan hal itu, itu hal yang sangat cabul untuk ia lakukan. Jika ia melakukan hal itu bisa bisa Riga langsung mengunboxing nya di dalam kamar mandi ini.


"Oke aku yang ke sana, aku sudah selesai," ucap Riga.


"Riga." Alfi mulai panik, seperti nya masa gadis akan hilang hari ini juga.


"Ayo Alfi jangan malu jangan ragu, kau pasti suka," kata Riga.


Riga berjalan mendekati Alfi, tangan nya sudah berada di kaca yang membatasi mereka berdua, ia tidak benar-benar ingin melakukan nya, ia hanya menakuti Alfi, lagi pula kalau ia bisa melihat semuanya, itu akan menjadi bonus besar untuk nya.

__ADS_1


"Riga jangan." Alfi menarik handuk untuk menutupi tubuh nya.


"Masuk saja lah, Hitung-hitung untuk menakuti nya agar ia tidak berani lagi pada ku," batin Riga sambil masuk ke dalam.


"Hay," ucap Riga.


Alfi melihat Riga masih memakai pakaian yang lengkap Berbeda dengan hanya yang hanya menggunakan handuk sebatas lutut saja.


"Riga keluar sana." Alfi menutup leher dan bagian dada atas nya dengan tangan.


"Kulit mu cukup bagus, tidak putih maupun coklat, aku suka bisa aku lihat semua nya," tanya Riga.


"Aku mau Alfi," rengek Riga yang terlihat sekali mengejek Alfi.


Riga mencium aroma wangi khas tubuh Alfi, ia sama sekali tidak tau kenapa ia bisa luluh dengan aroma wangi itu. Walaupun sudah mandi aroma parfum yang Alfi pakai masih menempel di tubuhnya, apalagi Alfi menyemprotkan parfum itu di kulit nya langsung.


Riga semakin mendekati Alfi, tangan nya bergerak memegang tubuh Alfi agar Alfi tidak banyak bergerak. Kepala nya mendekati leher dan bagian atas dada Alfi, ia ingin sekali merasakan aroma itu dari dekat.

__ADS_1


"Kau mau apa Riga," tanya Alfi yang sangat ketakutan, meskipun dengan suami sendiri ia masih sangat takut jika Riga melakukan hal itu pada nya.


Riga hanya mencium aroma tubuh Alfi dari dekat, hidung nya bergerak melewati setiap inci tubuh Alfi yang terekspos. Alfi hanya merasakan hembusan nafas Riga yang terasa hangat, Alfi wanita normal, ia cukup merasakan sesuatu yang mulai naik di tubuh nya.


"Kau kenapa, nafas mu malah tidak beraturan seperti itu," tanya Riga.


"Aku takut." Alfi malah ambruk. Dengan sigap Riga menangkap tubuh Alfi.


"Aneh." Riga membawa Alfi ke atas ranjang, ia tidak tau jika melakukan hal itu saja bisa membuat Alfi ambruk.


"Kau ada trauma Alfi, kenapa kau seperti ketakutan seperti itu," tanya Riga.


"Tidak, aku hanya akting agar kau berhenti mencium aroma tubuh ku seperti tadi," jawab Alfi sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.


"Alfi," teriak Riga yang merasa sangat kesal karena telah di bodohi Alfi.


Di depan sana sudah ada Nathan yang berkunjung orang rumah Riga, ia datang tanpa memberitahu Riga. Nathan berjalan masuk ke dalam rumah Riga, ia sudah pernah ke rumah ini jadi ia sudah tau dimana kamar Riga berada. Saat sudah berada di depan pintu kamar Riga, Nathan mengetuk pintu kamar itu.

__ADS_1


"Riga aku datang, aku masuk ya."


__ADS_2