
"Mau membeli makanan dulu," tanya Alfi.
"Untuk apa, aku sudah menyiapkan semua nya, jadi kita tinggal berangkat saja," jawab Riga.
"Kau yang menyiapkan semua nya, bukan nya dari tadi kau berada di kamar."
"Diam lah, jangan banyak berkata, aku kan Riga, semua bisa aku lakukan," kata Alfi.
"Sombongnya." Alfi sadar semakin hari sikap Riga pada nya semakin berubah, begitu juga dengan nya, sikap iya pada Riga juga sudah mulai lembut. Ia mulai menerima Riga yang memang sangat menjengkelkan.
"Alfi, jika kau benar-benar hamil kau sudah siap," tanya Riga.
"Aku bisa minum pil kb, tapi tidak baik karena aku belum melahirkan, takut nya malah jadi tidak bisa punya anak."
"Tenang kau bisa punya anak kok, aku sudah mencari informasi jika anak harga anak, lumayan mahal," kata Riga.
"Riga, aku tidak mau anak ku kau jual, aku sudah susah payah mengandung dan melahirkan," ucap Alfi.
"Jadi kau sudah siap kan," tanya Riga.
"Siap tidak siap, toh benih mu sudah ada di dalam sana, ternyata malam pertama tidak seperti yang aku pikirkan," jawab Alfi.
__ADS_1
"Hahaha kau tidak tau Alfi," batin Riga sambil tersenyum jahat.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya mereka sampai di pinggir Danau, danau itu benar-benar sangat luas. Dan sudah ada sejenis kapal motor cukup besar berada di bibir Danau.
"Ah aku takut," kata Alfi.
"Untuk apa takut, itu sudah sangat cukup untuk kita, untuk pengamanan tenang saja, sudah ada orang suruhan ku di beberapa titik untuk menjaga kita, sudah ada sensor penting kalau ada sesuatu pada kapal kita," ucap Riga.
Mereka berdua turun dari dalam mobil. Riga menyerahkan kunci mobil nya pada anak buah nya. Kemudian ia menggandeng tangan Alfi sambil berjalan mendekati bibir Danau.
"Perlahan," ucap Riga.
"Ah." Alfi melompat ke tubuh Riga karena 8a benar-benar takut jatuh ke Danau.
"Kalau tuan muda sudah bucin susah ya."
"Hahaha iya kau benar, ini pertama kali nya tuan muda seperti ini."
Riga membawa Alfi ke dalam kapal. Kapal itu hanya ada satu ruangan yang menjadi satu kesatuan, dari ruang pengundi, dapur, kamar, sampai kamar mandi. Riga sengaja memesan kapal karena akan banyak bonus yang ia dapatkan.
"Sudah sana kau istirahat, aku akan membawa kapal ini berkeliling Danau," kata Riga.
__ADS_1
"Aik, kecil sekali tempat tidur nya."
"Cukup untuk kita berdua," kata Riga.
Alfi menatap heran ke arah Riga, ia rasa Riga sudah merencanakan ini matang matang. Ia tidak tau bagaimana mungkin Riga mempunyai pemikiran secepat ini.
Riga membawa kapal itu pergi meninggalkan bibir Danau, Alfi mendekati Riga dan memeluk Riga dengan erat, ia sangat takut karena Riga membawa kapal itu dengan kecepatan yang cukup kencang.
"Riga jangan terlalu kencang aku takut," kata Alfi.
"Bonus ke dua," batin Riga.
"Dada mu terasa besar," kata Riga.
"Riga bisa bisa nya kau berpikir seperti itu, aku sedang takut, sudah pelan kan sedikit," ucap Alfi.
"Hahaha iya iya, ini aku pelan kan," kata Riga sambil memperlambat kapal yang ia bawa.
Mereka sudah berada di tengah tengah Danau, Riga menghentikan kapal nya dan membawa Alfi ke atas ranjang.
"Saatnya Alfi, aku sudah siap," kata Riga....
__ADS_1
Note : Novel ini belum tamat, hanya sampulnya saja