Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 60 S2


__ADS_3

"Jangan terlalu ganas sayang, kamu tidak malu," ucap Varo.


"Untuk apa malu, buat seakan akan kita tidak melakukan apapun," kata Jolie.


"Sayang, jangan ah, di kamar saja," ucap Varo.


"Aku tidak mau, sekarang saja sayang," kata Jolie.


"Jangan aneh aneh, sudah nanti saja di kamar." Varo tida mungkin melakukan itu, memang tempat ini sangat bebas, di dominasi bangsa barat tetapi tetap saja ia tidak bisa melakukan nya.


"Lihat itu, diam diam mereka melakukan nya, kamu tidak ingin sayang," tanya Jolie.


"Tidak sayang, kamu tau dari mana mereka melakukan nya," tanya Varo. Varo saja tidak tau kalau seseorang yang tidak jauh dari mereka berdua melakukan hal itu.


"Hahaha apa yang tidak aku tau sayang, sudah ayo." Jolie kembali mencium bibir Varo, tangan nya bergerak di atas tubuh Varo, hal itu membuat gairah Varo naik seketika.


"Jangan." Varo melepaskan ciuman itu.


"Ayo sayang," ucap Jolie.


Jolie kembali mencium Varo, dan pada Akhirnya Varo kalah, mereka melakukan nya di dalam kolam renang bersama dengan orang banyak. Mereka melakukan nya dengan sangat perlahan sampai tidak ada orang yang tau.


Di tempat lain, pria yang bertengkar dengan Riga tadi berkumpul dengan teman teman nya. Ia tidak Terima di pukul habis habisan oleh Riga. Wajah bonyok nya sebagai bukti jika Riga benar-benar menghabisi nya.


"Bajingan aku tidak tau jika dia memiliki suami seperti pria itu," ucap Roy.


"Kau pun aneh, wanita hamil seperti nya kau incar," kata Jackie.


"Aku tertarik dengan nya, wajahnya sangat tidak asing bagi ku. Lagi pula tadi aku hanya bermain main dengan nya."


"Jadi selanjutnya bagaimana? sebagai mafia harga diri mu sudah di injak-injak oleh nya," kata Jackie.


"Aku tidak Terima, aku akan membalas semua nya, siapa dia berani melakukan hal ini ke pada ku, aku seorang Mafia, aku tidak Terima diperlukan seperti ini."


"Apapun yang kau lakukan kami mendukung mu, jangan melakukan apapun sendiri, seperti nya dia cukup berbahaya," kata Jackie.


"Siapa yang berbahaya, keluarga Vins saja pernah aku lawan. Ya walaupun aku kalah tetap saja aku sudah berani melawan seseorang yang sangat kuat, Jika hanya dia aku pasti bisa membuat nya MATI..."


"Hahaha aku suka itu," ucap Jackie.


Malam hari nya. Roger dan Tiffany membawa makanan untuk Riga dan Alfi. Mereka berdua sebisa mungkin tidak keluar kamar sampai semuanya baik baik saja.

__ADS_1


"Maaf telah membuat kalian repot, seharusnya kalian liburan tidak mengurus kami seperti ini," kata Alfi.


"Tidak papa Alfi, aku di sini juga karena ayah nya Riga. Lagi pula liburan kami nanti tengah malam," ucap Roger sambil mengedipkan mata pada Tiffany. Memang malam ini jatah Roger mendapatkan jatah dari Tiffany setelah insiden robek.


"Iya aku paham," ucap Tiffany.


"Dimana suami mu," tanya Roger.


"Sedang di balkon, pemandangan dari balkon kamar memang sangat indah," jawab Alfi.


Alfi membawa Roger dan Tiffany ke balkon. Roger bergabung dengan Riga sedangkan Tiffany dan Alfi menyiapkan makanan yang mereka berdua bawa tadi.


"Ya aku sangat lapar," ucap Alfi.


"Hahaha aku juga sangat lapar, aku belum makan," kata Tiffany.


"Bagaimana malam ini," tanya Alfi.


"Ya sudah menjadi kewajiban ku," jawab Tiffany.


"Hahaha rasakan lah, aku saja sudah malas semenjak hamil ini," kata Alfi.


"Tapi bagaimana kalau Riga minta," tanya Tiffany.


"Hahaha benar juga, suami mu kasihan sekali," ucap Tiffany.


"Memang sangat kasihan tapi ya bagaimana lagi, dia seperti itu karena membela ku dan mempertahankan harga diri nya."


"Bagus dong berarti dia bertanggung jawab," ucap Tiffany.


"Alfi, tanda tanda kalau kita hamil bagaimana ya," tanya Tiffany. Seperti nya ia merasakan sesuatu aneh di dalam diri nya.


"Hmmm aku juga kurang tau, yang aku rasakan mual, perasaan tidak enak, pusing dan tidak selera makan. Tapi kalau ingin sesuatu tetapi harus di turuti. Satu lagi aku malah membenci Riga tapi hanya sebentar, setelah itu aku malah sangat sayang pada nya."


"Oh begitu, seperti nya aku belum merasakan nya, berarti tidak ya. Masa baru beberapa minggu menikah sudah langsung hamil, kan tidak mungkin," ucap Tiffany.


"Mungkin saja, coba saja kau periksakan, mana tau kau hamil, setiap orang memiliki tanda tanda dan rasa yang berbeda."


"Tidak ah, aku baru dua kali menerima benih nya, seperti nya belum sama sekali. Nanti saja jika susah pulang ke rumah baru aku aja dia periksa. Aku juga tidak ingin memberikan harapan palsu pada ayah dan suami ku."


"Ya sudah jika itu keputusan mu, yakin saja lah.* Alfi mengusap punggung Tiffany.

__ADS_1


Di balkon Riga dan Roger sedang membahas pria tadi. Mereka berdua membahas semua kemungkinan yang akan terjadi.


"Hmmm sudah lah, semua nya sudah terlalu jauh. Aku yakin dia tidak mungkin melakukan hal buruk lagi, lagi pula dia sudah tau kalau kau sangat menjaga istri mu."


"Tidak dia tidak mungkin seperti itu, aku yakin dia mempunyai dendam pada ku, apalagi kata Aldy tadi dia seperti sangat membenci ku," ucap Riga.


"Jadi mau bagaimana? apa kita akhiri liburan ini dan pergi ke negera tempat kapal ini berhenti," tanya Roger.


"Tidak jangan begitu, itu akan menganggu bulan madu ayah ku, aku akan memikirkan bagaimana cara agar istri ku terlindungi dari mereka. Jika mereka membenci ku istri ku juga pasti dalam bahaya," ucap Riga.


"Ya sudah kami pasti akan membantu mu, jangan pernah melupakan kami. Kau dan istri mu pasti selalu kami jaga," kata Roger.


"Terimakasih Roger," ucap Riga.


Para istri datang sambal membawa makanan. Riga yang sangat lapar langsung tersenyum melihat berbagai macam makanan yang sangat menggugah selera nya.


"Wah aku sangat lapar, terimakasih Tiffany," ucap Riga.


"Hanya pada istri ku, dengan ku tidak," tanya Roger.


"Hahahaha tadi kan sudah, tidak bosan aku beri terimakasih terus," jawab Riga.


Mereka berempat makan dengan sangat lahap. Malam ini mereka berempat habis kan dengan makan malam bersama.


Setelah selesai makan dan hari sudah sangat larut Tiffany dan Roger kembali ke kamar mereka. Lagi pula sudah waktunya Roger mendapatkan jatah nya.


"Sayang." Roger langsung mencium bibir Tiffany dengan lembut nya.


Awal Tiffany tidak masalah tetapi tiba tiba Tiffany merasakan mual yang teramat dalam. Tiffany mendorong Roger dan langsung berlari ke kamat mandi.


"Sayang kamu kenapa? apa mulut ku bauk," ucap Roger.


Roger berlari menyusul istri nya. Ia memijat tengkuk leher Tiffany agar Tiffany merasa lega.


"Kamu masuk angin," tanya Roger.


"Tidak sayang, aku hanya mual jangan cium aku ya, seperti nya aku tidak bisa berciuman," jawab Tiffany.


"Jadi kamu malam ini tidak bisa lagi, jika tidak bisa juga tidak papa kok, aku besok aja," kata Roger.


"Bisa tapi jangan ciuman, masih banyak cara lain," ucap Tiffany.

__ADS_1


Tiffany tidak mungkin menolak Roger lagi, Roger sudah menunggu lama, ia tidak mau membuat suami nya menunggu lebih lama lagi. Ian yakin masih banyak cara lain untuk melakukan nya tanpa rasa mual seperti ini.


__ADS_2