Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 101 S2


__ADS_3

"Alvaro." Melanie mendorong Alvaro dengan sekali dorongan kuat.


"Ada apa," tanya Alvaro tanya masih di atas tubuh Melanie.


"Apa yang kau lakukan," ucap Melanie.


"Aku mencium mu, apa salah?"


"Salah, kau tidak meminta izin pada ku," kata Melanie.


"Pacar mu saja boleh mencium mu, tapi aku tidak boleh dan harus meminta izin mu. Melanie ayolah kau calon istri ku. Ternyata ciuman itu sangat enak," ucap Alvaro.


"Jangan gila al, aku tidak ingin hamil anak mu," kata Melanie.


"Lah emang ciuman membuat mu hamil, tidak kan? kenapa kau takut," ucap Alvaro.


"Aku tida takut, kau itu aneh. Sebelum kau berkata tidak ingin serius dalam pernikahan ini, tidak ingin melakukan nya dengan ku. Tapi sekarang kenapa kau seperti ini?"


"Hahaha jangan begitu." Alvaro berbaring di atas kasur dan menarik Melanie ke dalam pelukan nya.


"Alvaro apaan si," ucap Melanie.


"Diam atau aku akan melakukan nya, dia sudah bangun," kata Alvaro.


"Al sekarang katakan dengan jujur. Kau serius tidak dengan pernikahan ini. Tadi kau berkata tidak serius sekarang kau seperti serius begitu."


"Aku tidak tau dan aku malas memikirkan. Nanti semua akan terjawab dengan berjalan nya waktu, jika aku merasa cocok dengan mu di kedepannya mungkin aku bisa serius dengan mu," kata Alvaro.


Perkataan Alvaro membuat Melanie pusing, jika Alvaro serius mungkin ia akan serius juga. Mempermainkan pernikahan bukan hal yang bagus tetapi jika Alvaro hanya main main, iya juga akan main main juga. Ia tidak akan kau hanya serius sendiri tetapi Alvaro tidak.


"Tidur lah, nanti kita ke rumah orang tua mu," ucap Alvaro.


"Tapi aku tida mengantuk."


"Tidur atau aku akan memakan mu," ucap Alvaro.


Alvaro jadi senang memeluk wanita seperti ini. Tubuh harum dan lembut Melanie seperti sesuatu yang membuat candu untuk nya.


Dan pada akhirnya mereka berdua tidur sambil berpelukan. Jika seperti ini mereka berdua sudah seperti sepasang suami-istri yang bahagia.


Sore hari nya. Alvaro dan Melanie sudah siap untuk bertemu dengan ibu nya Melanie. Alvaro masih di kamar nya, ia sedang menunggu Melanie yang bersiap siap di kamar Alfi.


"Alvaro benar-benar tidak terpaksa kan sayang, takut nya dia malah memberikan kesan buruk lagi pada orang tua mu," ucap Alfi.


"Dia mau langsung tan. Dah seperti nya dia sudah mulai menahan semuanya nya kok. Tadi saja dia tidak ada berkata kasar pada ku," kata Melanie.


"Ha apa benar sayang, dia bisa berubah seperti itu," tanya Alfi.

__ADS_1


"Iya tan, kata dia ayah nya yang menyuruh nya, dia juga sangat membingungkan tan. Aku sangat bingung dengan sikap baru nya," jawab Melanie.


"Mungkin dia sedang berusaha untuk berubah menjadi lebih baik, jangan takut pada nya."


Di kamar lain. Riga mendekati Alvaro yang sedang berbaring menunggu Melanie.


"Al bagaimana," tanya Riga.


"Ya begitu dad, aku sudah mengubah sikap ku pada nya," jawab Alvaro.


"Lalu apa tanggapan nya," tanya Riga.


"Dia sangat bingung, hahaha aku juga mencium nya," jawab Alvaro.


"Mencium atau mengecup nya," tanya Riga.


"Mencium nya dad, kan pakai lidah. Enak sekali dad, aku ingin mencium nya lagi tapi dia malah marah pada ku," jawab Alvaro.


"Hahaha kau pun ada ada saja, berubah dulu menjadi lebih baik, nanti kalau dia sudah nyaman baru kau bisa mencium nya langsung, lah ini belum apa apa langsung gas pol, ya dia marah," ucap Riga.


"Dia aneh, aku melepaskan ciuman pertama lu Dia sudah pernah berciuman sebelum nya dengan pacar nya tapi tidak melakukan apapun. Dia tidak seru," kata Alvaro.


"Hahaha sabar, pertahanan sikap mu yang ini, dia pasti akan mulai ada perasaan pada mu jika kau konsisten."


"Siap dad, nanti aku akan mencium nya lagi. Eh memperlakukan nya dengan lembut," ucap Alvaro.


Alfi ikut masuk ke dalam kamar Alvaro, ia ingin meminta Alvaro mendatangi Melanie.


"Bagaimana dad," tanya Alvaro.


"Sayang calon istri mu sudah menunggu mu," ucap Alfi.


"Kau lihat ini ya." Riga menarik Melanie dan mencium leher Alfi dengan hisapan kuat.


"Ahh sayang," teriak Alfi.


"Daddy jangan hisap darah mamah," kata Alvaro.


"Sayang apa yang kamu lakukan, kamu tidak malu dengan anak mu," ucap Alfi.


"Hahaha anak mu ingin tau bagaimana cara membuat tanda sayang," kata Alvaro.


"Aku tidak mengisap darah nya, memang seperti ini bodoh," ucap Riga.


"Apa itu, kenapa mamah sampai mendesah seperti itu," tanya Alvaro.


"Tanda kepemilikan. Kau bisa melakukan hal ini pada calon istri mu," jawab Riga.

__ADS_1


"Ha apa benar dad," tanya Alvaro.


"Ya benar, sana pergi lah. Daddy akan membuat adik baru untuk mu," jawab Riga.


"Oke." Alvaro langsung pergi dari sana. Ia tidak mau menganggu orang tua nya.


Alvaro berjalan masuk ke dalam kamar Alfi. Ia melihat Melanie sedang duduk menunggu diri nya.


"Dia cantik juga ya, kenapa aku baru sadar dengan kecantikan nya," batin Alvaro.


"Melanie ayo, kau malah menunggu ku seperti itu," ucap Alvaro.


"Kau lama sekali," kata Melanie sambil mendekati Alvaro.


"Mamah mu sudah tau aku akan datang," tanya Alvaro.


"Sudah tadi aku memberitahu nya. Ya sudah ayo," jawab Melanie.


Melanie dan Alvaro turun dari lantai atas. Karena Alvaro belum bisa menyetir mobil Melanie lah yang menggantikan nya menyetir. Alvaro cukup takut di setir oleh Melanie, ia takut Melanie menabrak sesuatu seperti nya.


"Jangan cepat cepat aku takut. Kau benar benar bisa membawa mobil kan," tanya Alvaro.


"Ya bisa lah, sudah jangan takut. Aku pasti berhati hati," kata Melanie.


Sesampainya di rumah Melanie. Alvaro terpaku dengan rumah Melanie yang biasa saja. Ia pikir Melanie berasal dari keluarga yang lebih cukup, ternyata tidak sama sekali.


"Kenapa," tanya Melanie.


"Tidak ada, kau bisa naik mobil. Dari mana belajar nya?"


"Dari orang, sudah ayo masuk," ucap Melanie.


"Turun dulu dari dalam mobil baru bisa masuk ke dalam rumah mu," kata Alvaro.


"Oh iya."


Melanie dan Alvaro pun turun dari dalam mobil. Mereka berjalan berdampingan masuk kedalam rumah itu. Laksmi ibu Melanie terkejut dengan calon menantu nya yang benar-benar sangat tampan, tinggi putih dan memiliki senyuman yang manis.


"Dia Alvaro," tanya Laksmi.


"Iya dia calon menantu mu," jawab Melanie.


"Halo ibu, aku Alvaro salam kenal," ucap nya


sambil tersenyum manis.


Di kamar Alvaro.

__ADS_1


"Sayang tidak pakai," tanya Alfi.


"Tidak ada aku sudah tidak tahan, tidak usah pakai ya," jawab Riga.


__ADS_2