
"Apa maksud mu, jangan berpikir yang tidak tidak, aku tidak memiliki perasaan apapun pada Alfi," kata Riga.
"Hahaha jangan bohong, sudah akui saja, aku tau kau sudah punya perasaan pada Alfi, kenapa kau sulit sekali mengakui hal itu," ucap Nathan.
"Hey kau jangan mengatakan hal itu, jika Alfi dengar bagaimana, aku tidak mau ya dia memikirkan hal yang tidak tidak," kata Riga.
"Hahaha kau menjadi sangat sensi seperti ini ya, sabar Riga sabar, kau tidak akan mendapatkan istri jika terus marah marah seperti ini," ucap Nathan.
Sementara itu Alfi terus berjalan tanpa tujuan, ia sangat bingung bagaimana cara agar Kalina tidak masuk ke dalam kamar Riga, ia sangat tau jika Riga tidak suka pada Kalina, begitu juga dengan diri nya. Menurut Alfi Kalina wanita yang sangat licik dan tida tau diri.
Kalina yang di bawa Alfi tanpa tujuan merasa sangat kesal, waktu nya benar-benar terbuang sia sia. Ia merasa lebih baik di kamar Riga untuk menghabiskan waktu dengan Riga. Bahkan memandang wajah Riga yang tampan sudah cukup untuk nya. Kalina berjalan lebih cepat dan memegang pundak Alfi agar Alfi berhenti berjalan.
"Mau kemana si," tanya Kalina.
"Tidak tau, saya tidak tau mau kemana," jawab Alfi.
"Terus kenapa kau membawa ku pergi? kau benar-benar membuang waktu berharga ku." Wajah kesal Kalina semakin terlihat sangat jelas. Jujur hal itu cukup menghibur Alfi.
"Hahaha maaf ya, saya membawa mu pergi karena Riga yang meminta, saya tidak tau harus membawa mu pergi kemana agar tidak menganggu calon suami saya."
"Lancang kau ya, dia bukan calon suami mu, dia calon suami ku. Dan tidak mungkin Riga yang meminta mu untuk membawa ku pergi, aku dan Riga sudah lama berteman, dia sahabat kecil ku, tida mungkin dia melakukan hal itu pada ku."
__ADS_1
Alfi tertawa terbahak-bahak, wanita di depan nya ini, benar-benar bermental baja, ia tidak habis pikir bagaimana mungkin Kalina tidak peka selama ini, padahal sifat Riga pada Kalina benar-benar sangat buruk.
"Kenapa kau tertawa, ada yang lucu, kau gadis kampung sudah berani pada ku ya," ucap Kalina.
"Maaf tadi ada hal yang membuat perut saya terasa geli."
"Dasar wanita gila, mana mungkin Riga mau dengan mu." Tatapan mata Kalina pada Alfi benar-benar terlihat sangat sinis.
Alfi sama sekali tidak marah atau baper di katakan seperti itu, ia sadar wanita di depan nya lebih gila dari nya. Lagi pula tida mungkin ia membuat semua orang suka dengan nya, pasti ada beberapa orang yang membenci nya termasuk Kalina.
"Ehemm gadis yang kamu katakan KAMPUNGAN dan GILA ini, yang akan menjadi ibu dari anak-anak nya Riga." Alfi memberikan penekanan beberapa ucapan nya, ia melakukan hal itu agar Kalina semakin kesal pada nya.
"Jangan mimpi, Riga milik ku dan selama nya akan menjadi milik ku," kata Kalina.
"Kau pikir aku panas, mendengar omong kosong mu. Tidak Alfi, tidak panas sama sekali." Kalina membalik tubuh nya dan pergi meninggalkan Alfi.
Alfi tersenyum melihat Kalina pergi meninggalkan nya, ia tida pernah berpikir sampai sejauh ini berurusan dengan Kalina, padahal awal nya ia tidak peduli dengan Kalina yang gencar mendekati Riga. Tetapi karena kasihan melihat Riga yang seperti tertekan, ia jadi ikut dalam drama percintaan ini.
Alfi kembali berjalan menuju kamar Riga, ia ingin mengistirahatkan tubuh nya yang mulai terasa lelah, meladeni Kalina memang membuang banyak waktu. Riga melihat Alfi masuk ke dalam kamar tanpa Kalina, ia sangat senang karena Alfi bisa membuat Kalina pergi dari rumah ini.
"Dimana dia," tanya Riga.
__ADS_1
"Pergi, saya pikir kembali ke sini, ternyata tidak," jawab Alfi.
"Alfi nanti malam ada waktu," tanya Nathan.
"Waktu saya sangat banyak," jawab Alfi.
"Hmmm aku pergi dengan ku tidak," tanya Nathan.
"Mau kemana? saya si mau saja, saya bosan dirumah."
"Nonton film bagaimana? aku ada rekomendasi film bagus," kata Nathan.
Alfi menatap ke arah Riga. Riga yang sadar akan hal itu langsung memberikan kode mata agar Alfi menolak ajakan Nathan.
"Saya mau, nanti malam jam 7," kata Alfi.
"Oke aku tida pulang, nanti kita langsung pergi," ucap Nathan sambil melirik ke arah Riga.
"Riga boleh meminjam pakaian mu?"
"Tidak akan pas, aku pulang lah dulu," kata Riga.
__ADS_1
"Tidak Riga, aku yakin pas kok, boleh ya," bujuk Nathan.
"Kau cari saja lah sendiri," ucap Riga dengan wajah yang pias.