Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 6


__ADS_3

Alfi menatap Riga dengan bingung, ia masih belum mengerti ucap dari Riga. Setelah beberapa saat terdiam Alfi baru menyadari jika Riga mengira dirinya menyukai Daniel. Padahal ia sama sekali tidak memiliki perasaan apapun pada Daniel, ia melakukan itu hanya spontanitas karena dulu ia pernah melakukan hal itu pada Daniel saat di kampung.


“Kamu mengira saya suka dengan Daniel,” tanya Alfi.


“Menurut mu,” jawab Riga.


“Kamu salah paham, saya tidak suka dengan nya, saya melakukan hal itu karena spontanitas saja, saya tidak memiliki perasaan apapun pada nya. Dulu saat bersama nya saya pernah melakukan hal itu, tadi juga sebagai permintaan terimakasih saya pada nya karena dia sudah menunggu saya sampai sore,” kata Alfi.


“Aku tidak ingin mendengar hal apapun dari mulut mu, kau pikir aku peduli, aku tidak peduli dengan hal itu,” ucap Riga.


“Jika kamu tidak peduli dengan hal itu, kenapa kamu bertanya?”


“Kenapa kau banyak sekali berbicara aku tidak suka dengan wanita yang banyak bicara, dengan ini aku yakin aku tidak mungkin menyukai wanita seperti mu, wanita seperti mu tidak pantas untuk di cintai dan mencintai, sudah memiliki pasangan masih dekat-dekat dengan pria lain.” Riga membalik badan nya dan pergi meninggalkan Alfi.


Ucapan Riga cukup membuat Alfi sakit hati, tetapi hal itu tidak lama karena Alfi langsung membuang nya begitu saja, Alfi juga langsung menyusul Riga yang telah pergi meninggalkan nya terlebih dahulu. Alfi juga merasa aneh dengan sikap Riga yang selalu berubah-ubah.


Dari pergi dari restoran sampai turun dari dalam mobil kedua orang itu tidak lagi saling berbicara. Riga masih merasa kesal pada Alfi dan Alfi yang masih kebingungan dengan sikap Riga yang terasa sangat aneh.


Kepulangan mereka berdua secara bersama menjadi tanda tanya besar bagi Sarah dan Selena, sebelum nya mereka berdua tidak tau jika Alfi bekerja bersama dengan Riga di perusahaan. Selena memperhatikan raut wajah Riga yang sangat buruk, ia yakin kakak sepupu nya itu sedang memiliki perasaan yang tidak enak.


“Sejak tadi mereka berdua bersama,” kata Sarah.


“Mungkin, tetapi terlihat dari Ekspresi nya kak Riga sedang tidak baik-baik saja,” ucap Selena.

__ADS_1


“Ya kau benar, aku yakin wanita itu membuat masalah yang membuat Riga marah pada nya.”


Di malam hari, Riga tidak bisa tidur seperti biasanya. Sejak diculik dan dikurung di ruangan


Tertutup saat usia 13 tahun, Riga mengalami insomnia. Namun malam ini otak Riga


Terus terisi dengan Alfi, ia teringat akan kejadian kemarin malam dan dirinya sedikit


Bernostalgia saat dirinya tertidur sambil memeluk Alfi.


Riga melirik ke arah Alfi yang tidur di sofa besar kamar itu, terlihat Alfi sudah tidur dengan nyenyak. Berbeda dengan Riga yang masih tidak bisa tidur sedikit pun, Riga merasa otak nya sedikit aneh karena terus mengingat kejadian kemarin malam. Saat ini Riga masih enggan tidur satu kasur dengan Alfi, ia tidak mau kejadian kemarin malam terjadi kembali.


Beberapa hari kemudian, hari ini adalah hari yang spesial bagi keluarga Riga, karena hari ini hari perayaan anniversary perusahaan. Acara perayaan perusahaan dirayakan dengan megah dan mewah. Dari luar saja sudah banyak kiriman bunga selamat dari rekan bisnis maupun perusahaan lainnya. Dari sepanjang jalan masuk sampai ke dalam dekorasi perusahaan terlihat sangat mewah dengan didominasi warna putih. Acara perayaan di laksanakan di aula perusahaan, dekorasi di sana terlihat lebih mewah dari tempat lainnya. Sama dengan tempat lainnya, dekorasi di sana juga di dominasi warna putih. Bukan hanya dekorasi semua orang yang hadir di sana wajib menggunakan pakaian berwarna putih karena memang sudah peraturan perusahaan sejak dulu.


Di acara ini Alfi dan Riga selalu bersama, sebenarnya Alfi dan Riga sangat risih jika harus terus bersama, apalagi hubungan mereka berdua sedang tidak baik karena masalah beberapa hari lalu. Mereka tidak bisa berpisah sedikitpun karena Warsa mengawasi mereka berdua.


“Maaf tuan, saya juga tidak ingin dekat dengan anda, tetapi kakek anda selalu merantau kita berdua,” ucap Alfi.


Alfi merasa perut nya sedang tidak enak, ada hal yang harus ia keluar kan saat ini. Alfi masih berusaha menahannya karena malas untuk ke toilet.


“Kau kenapa,” tanya Riga.


“Saya ingin ke toilet,” jawab Alfi.

__ADS_1


“Ya sudah sana, untuk apa kau di sini,” tanya Riga.


“Saya malas ke toilet, pasti toilet nya jauh dari sini,” jawab Alfi.


“Buang yang seharusnya kau buang, jangan sampai membuat ku malu dekat dengan mu saja sudah membuat ku malu,” ucap Riga.


“Iya tuan saya paham, saya pergi ke toilet dulu, permisi tuan.” Alfi memutuskan pergi ke toilet ia tidak mau hal tak terduga terjadi pada nya.


Saat ini Alfi menggunakan gaun yang sangat cantik dan cukup tertutup. Gaun ini sesuai dengan permintaan Alfi sendiri, ia tidak mau memakai pakaian yang terlalu terbuka. Gaun ini juga membuat Alfi cukup kesulitan saat membuang air kecil.


Setelah selesai membuang air kecil, Alfi keluar dari kamar kecil. Tiba-tiba di depan nya muncul seorang gadis cantik dengan menggunakan gaun berwarna putih yang cukup seksi, kalung berlian yang cukup besar dan beberapa cincin di jari tangan nya, wanita itu terlihat seperti wanita kelas atas. Wanita itu adalah Kalina sahabat kecil dari Riga.


Kalina mengeluarkan kartu bank yang di dalamnya terdapat uang sebanyak 20 miliar, ia ingin meminta Alfi untuk mengumumkan di acara malam


Ini bahwa pertunangannya dengan Riga telah dibatalkan. Ia sudah tau jika Riga dan Alfi sedang menjalin hubungan khusus.


“Apa ini,” tanya Alfi.


“Kartu ini berisi uang sebanyak 20 miliar, kau bisa mengambil uang itu asalkan malam ini kau umumkan jika pertunangan mu dengan Riga di batalkan. Setelah itu pergi dan bawa kartu ini untuk bersenang-senang,” jawab Kalina.


Alfi hanya tersenyum mendengar hal itu, wanita di depan nya ini tidak tau dari mana ia berasal. Uang 20 miliar bukan lah hal yang mengagetkan untuk nya. Alfi sudah biasa dengan wanita seperti Kalina, ia sudah terbiasa di pandang rendah oleh orang lain.


“Maaf aku tidak bisa melakukan nya.” Alfi tersenyum dingin lalu Alfi pergi meninggalkan Kalina begitu saja.

__ADS_1


Melihat sikap Alfi, dia tahu jika Alfi tidak akan melakukan hal yang ia mau, raut wajah Kalina langsung menjadi muram. Ia sangat kesal pada Alfi yang menolak nya begitu saja. Perasaan dendam dan marah terukir di dalam hati nya.


“Awas kau wanita kampung, kau salah berurusan dengan ku,” ucap Kalina.


__ADS_2