
Alfi memapah Riga masuk ke dalam kamar, beruntung di rumah ini memiliki lift sehingga Alfi tidak kesulitan membawa Riga naik ke lantai atas. Ia tidak tau apa yang terjadi pada Riga, yang pasti ada perban di kaki Riga dan bagian kepala.
Saat ini Riga masih belum sadar sepenuhnya. Sehingga Alfi bingung harus berbuat apa, membuka pakaian Riga sudah pasti tidak sopan karena mereka berdua belum menikah. Jika Riga tau pasti Riga akan marah.
"Kamu di sini baik baik ya, saya akan mengambil sesuatu," kata Alfi.
Sebelum Alfi bangkit dari atas kasur Riga sudah menarik Alfi terlebih dahulu. Riga menarik Alfi dengan cukup kuat dan memeluk nya dengan erat. Tubuh nya bergetar dan wajahnya terlihat cemas seperti nya ada sesuatu yang membuat nya sangat cemas.
"Jangan pergi aku mohon, aku takut." Rintihan terdengar dari suara Riga.
"Saya tidak akan pergi." Alfi membalas pelukan dari Riga. Ia tidak bisa bergerak pergi meninggalkan Riga karena Riga benar-benar memeluk nya dengan sangat erat.
Kepala Riga bergerak mendekati rambut Alfi, ia mengusel seperti anak kecil, aroma tubuh Alfi yang membuat Riga seperti ini. Aroma tubuh Alfi membuat Riga sangat nyaman. Tak butuh waktu lama Riga pun tenang dan tertidur dengan sangat pulas.
Begitu juga dengan Alfi, ia ikut tertidur sambil memeluk pria kekar itu, pria yang terkadang sangat menyebabkan terkadang juga sangat menyedihkan. Masa lalu nya yang buruk lah yang membuat Riga sampai seperti ini.
Pagi hari telah tiba. Riga bangun lebih dulu dari Alfi, ia sangat sadar jika saat ini ia sedang memeluk Alfi tetapi ia enggan melepaskan pelukan hangat itu. Riga melakukan hal itu hanya satu alasan yaitu aroma tubuh Alfi, ia masih sangat yakin jika aroma tubuh Alfi sangat sama dengan wanita yang ia cari selama ini.
__ADS_1
Riga merasakan kaki nya cukup terasa sakit. Ia baru sadar dengan apa yang terjadi dengan nya kemarin. Ia keserempet mobil karena tiba tiba berlari tanpa arah. Setelah itu ia tidak ingat apa yang terjadi dengan diri nya. Ia terbangun dengan kondisi yang sangat lemas pada malam hari di rumah seseorang, seseorang itu meminta alamat nya dan langsung mengantarkan nya pulang ke rumah.
"Aku sangat ceroboh, untung saja hari ini Weekend," batin Riga.
Alfi menggerakkan sedikit tubuh nya, sekarang kepala nya sudah berada di antara dua dada bilang Riga. Riga yang dada nya jadi tumpuan Alfi mendadak diam seketika, ia bingung harus berbuat apa.
"Alfi," ucap Riga sambil menggoyangkan tubuh Alfi.
Alfi langsung sadar saat Riga menggoyangkan tubuh nya, tetapi hal itu tidak membuat Alfi membuka mata nya, ia masih sangat nyaman berada di posisi itu.
"Hmmmm," gumam Alfi.
Dengan cepat Alfi membuka mata nya, ia tau apa yang Riga maksud.
"Maaf," ucap Alfi.
"Tidak papa," kata Riga seperti tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
"Kamu kenapa pulang terlambat dan kamu kenapa sampai terluka," tanya Alfi.
"Aku keserempet, jangan membahas nya, siapkan air untuk ku mandi," jawab Riga.
"Kamu jangan mandi, kaki mu di perban, nanti tidak kering jika terkena air," kata Alfi.
"Tidak papa, ini hanya luka kecil," ucap Riga.
Alfi bangkit dari atas ranjang dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mempersiapkan air hangat. Setelah selesai ia kembali mendekati ranjang untuk membantu Riga.
"Aku bisa sendiri," kata Riga.
"Kami tidak bisa, biar saya bantu," ucap Alfi.
"Tidak aku bisa sendiri, siapkan pakaian ku," kata Riga dengan nada yang cukup tinggi.
Hal itu membuat Alfi terdiam seketika, ia bingung kenapa Riga malah memarahinya, padahal ia ha ya berniat membantu Riga yang sedang kesulitan.
__ADS_1
Segara perlahan Riga masuk ke dalam kamar mandi, ia tidak ingin Alfi masuk ke dalam kamar mandi bersama dengan nya, hal itu yang membuat Riga melarang Alfi ikut masuk ke dalam kamar mandi. Seperti yang Riga katakan, Alfi langsung menyiapkan pakaian Riga, ia cukup bingung pakaian apa yang akan Riga kenakan.
"Besar sekali celana d*lam nya, apa yang membuat nya memiliki celana d*lam sebesar ini," kata Alfi.