Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 20 S2


__ADS_3

Alfi kembali dengan membawa berbagai macam makanan untuk suami nya. Semua makanan yang ia buat ia bawa untuk Riga, bagaimana rasa nya ia tidak tau, yang penting ia membawa makanan untuk Riga. Biasa nya Riga tidak akan pernah menolak makanan yang ia masak.


"Sayang makanan untuk kamu," ucap Alfi.


"Wah banyak sekali, kamu masak sayang?"


"Iya, aku masak, aku masak sesuai dengan keinginan anak kita dan ini semua harus kamu makan, bagaimana pun rasa nya kamu harus memakannya dengan lahap," ucap Alfi.


"Hahaha iya iya sayang, makanan kamu mana pernah mengecewakan."


Riga mulai mencoba satu persatu makanan yang Alfi masak, rasanya membuat makanan yang ia makan tadi ingin keluar dari tempat nya. Ia tidak tau sejak kapan Alfi bisa memasak makanan seperti ini.


"Sayang bagaimana rasanya," tanya Alfi.


"Hmmm enak sayang," jawab Riga yang tidak mungkin mengatakan tidak enak.


Alfi tersenyum puas mendengar jawaban dari Riga, ia tau rasa makanannya aneh karena Roger sudah mencoba nya. Tetapi Riga mengatakan makanan nya enak, hal ini menunjukkan jika Riga benar-benar sangat bucin pada nya.


"Sayang, aku sudah kenyang," ucap Riga.


"Aku sudah membawa nya ke sini, naik turun tangga dan kamu tidak mau menghabiskan nya. Kamu tidak menghargai aku membuat makanan ini," kata Alfi.


"Ya ya ya aku akan menghabiskan, kamu jangan marah lagi. Semakin kamu marah akan semakin lama aku mendapatkan jatah," ucap Riga.


"Sayang, ini susah sangat malam loh," kata Alfi.


"Sudah mau pagi," ucap Riga.


"Hahaha iya, aku sudah tidur tadi, dengan Roger," kata Alfi.


"Sayang, jangan membuat ku marah," ucap Riga.


Setelah selesai makan Riga menarik Alfi ke dalam pelukan nya, ini sudah mau pagi dan mereka berdua harus beristirahat.


Pagi hari nya di sebuah apartemen sepasang kekasih masih tidur sambil berpelukan. Setelah pertempuran mereka tadi malam hubungan mereka berdua semakin dekat saja. Putri dan Aldy sudah seperti pasangan yang sangat bahagia.


"Bangun hey, kenapa kalau tidur kamu seperti orang pingsan," kata Aldy.


"Hmmmm sayang, aku mengantuk," ucap Putri.


"Hahaha iya sayang, bangun sebentar aku ingin memberikan sesuatu," kata Aldy.


"Hmmm apa sayang," tanya Putri.


"Pejamkan mata kamu." Aldy mengambil cincin yang ia sembunyikan di dalam celana nya, cincin yang seharusnya ia berikan kepada Karina bukan Putri.


Aldy memakaikan cincin itu di jari manis Putri, hal itu langsung membuat Putri membuka mata nya, ia sangat terkejut melihat tangan nya sudah tersemat cincin yang begitu indah.

__ADS_1


"Sayang ini untuk ku," tanya Putri.


"Yah benar, untuk kamu lah, untuk istri tercinta ku," jawab Aldy.


"Sekarang kamu Pakaikan aku cincin ini," kata Aldy.


"Oh cincin ini satu pasang." Putri mengambil cincin itu dan mulai memakaikan nya di jari manis Aldy.


"Ini cincin pernikahan kita sayang, jangan sampai kamu lepas ya," kata Aldy.


"Siap," ucap Putri.


"Sebenarnya ada satu lagi, tapi aku akan memberikan nya jika kamu memberikan ku kepuasan," kata Aldy.


"Maksudnya," tanya Putri.


"Memimpin pertandingan sayang, mau ya ya ya," jawab Aldy.


"Pertandingan apa? bola? atau apa?"


"Hadeh seperti nya langsung praktek saja, memberikan teori pada mu cukup sulit," kata Aldy.


"Ah sayang," teriak Putri saat Aldy menarik nya ke atas tubuh Aldy.


"Mau apa?"


"Tidak dulu, milik ku sangat sakit," ucap Putri.


Aldy lupa jika kemarin ia terlalu memaksakan Putri. Tadi malam memang Putri menangis karena milik nya terluka.


"Nanti sore ya," kata Aldy.


"Hmmmm," gumam Putri.


Aldy merasa sangat beruntung menikah dengan Putri, penurut, tidak banyak menuntut, apa saja yang ia minta pasti Putri lakukan. Jika pernikahan mereka berdua resmi Aldy sangat yakin mereka berdua akan hidup dengan sangat bahagia.


Di sebuah pulau terpencil Riga dan Alfi sudah terbangun dari tidur mereka. Mereka berdua turun ke lantai bawa untuk sarapan pagi. Alfi berharap pelayan di sini sudah memasakkan mereka berdua makanan, ia lagi malas memasak apapun hari ini.


"Sayang kata kamu di belakang Vila banyak buah buahan dan sayur sayuran," tanya Riga.


"Memang iya sayang, aku kemarin baru dari sana. Aku ingin rumah kita seperti itu, bisa tidak ya."


"Apa yang tidak bisa sayang, laut saja bisa aku surutkan untuk kamu, hahaha aku harus melihat nya dulu, baru aku rencanakan agar sesuai dengan keinginan kamu," kata Riga.


"Ke kebun nya sore saja, aku ingin ke pantai," kata Alfi.


"Lebih baik kita makan di sana saja," ucap Riga.

__ADS_1


"Hmmm iya boleh," kata Alfi.


Mereka berdua pergi meninggalkan Vila itu dengan menggunakan motor, Riga sudah lama tidak naik motor. Selagi ada motor menganggur ia pakai untuk pergi bersama dengan istri nya.


"Sayang," ucap Alfi.


"Hahaha jangan takut sayang, aku sudah profesional," kata Riga.


"Hati hati sayang, aku sangat takut," ucap Alfi.


Mereka berdua sampai di bibir pantai, di sana ada sebuah restoran cukup ramai. Mereka berdua memutuskan untuk makan di tempat itu.


"Ahh aku sangat lelah," ucap Sarah.


"Sayang cepat sana, antar pesanan mereka," kata Aldi, bukan Aldi suami Putri tetapi Aldi yang selingkuh dengan Sarah serta Selena.


"Tante itu, mereka berdua," ucap Selena.


"Riga dan Alfi." Sarah langsung berlari mendekati mereka berdua.


Tanpa aba aba Sarah langsung memeluk anak nya, hal ini cukup membuat Riga terkejut, ia pikir wanita asing yang memeluk nya.


"Hey kamu siapa? kenapa tiba-tiba memeluk ku?"


"Sayang ini mamah, kamu melupakan mamah mu," kata Sarah.


"Mamah." Tanpa dugaan Riga membalas pelukan itu, mau bagaimana pun mamah nya Riga tetap merindukan nya, ia cukup menyesal mengusir mamah nya dari rumah.


"Mamah apa kabar, maafkan aku mah."


"Mamah yang seharusnya meminta maaf pada mu sayang, maafkan mamah sayang," kata Sarah.


"Mah perut mamah mengecil, dimana anak mamah," tanya Riga.


"Mamah keguguran, usia mamah sudah tidak bisa hamil dengan kuat, banyak yang mamah kerjakan sampai mamah keguguran," jawab Sarah.


Selena dan Aldi juga mendekati mereka bertiga.


"Kau, sebagai pria tidak bertanggung jawab."


"Kau menyalahkan ku, seharusnya keluarga kalian berkaca, kalian yang membuat kami harus bekerja keras untuk hidup, ke dua istri ku keguguran karena hal itu," kata Aldi.


"Sayang dia ayah mu juga loh, jangan berkata kasar pada nya," ucap Alfi.


"Kau dengar, aku menikah dengan mamah mu, jadi aku ayah mu juga. Bersikap sopan pada ku," kata Aldi.


"Dengan mu, hahaha tidak akan, kau saja seperti itu," ucap Riga.

__ADS_1


__ADS_2