
"Tidak si, kau emang tidak masalah mempunyai adik lagi," tanya Melanie.
"Siap saja, kenapa tidak."
Melanie merasa aneh jika Alvaro seperti ini, biasanya Alvaro selalu ngegas pada nya. Tetapi kali ini ia seperti tobat seketika.
"Apa dia akan seperti ini selama nya, atau dia hanya akting saja. Pria seperti nya pasti mempunyai banyak rencana," batin Melanie.
Riga kembali masuk ke dalam kamar Alvaro untuk mengajak mereka berdua sarapan bersama.
"Al ayo makan," ucap Riga.
"Ini aku sedang makan, Melanie sana makan bersama keluarga ku, aku malas turun ke bawa kaki ku belum terlalu enak di buat jalan," kata Alvaro.
"Melanie ayo, nanti kamu bawakan makanan Alvaro ke atas," ucap Riga.
"Saya sudah makan paman. Kalau mengambil makanan pertamanya untuk nya, saya bisa mengambil nya," kata Melanie.
"Oh ya sudah kalau kalian tidak ingin makan. Tidak Melanie nanti saja paman yang akan membawa nya. Kalian habiskan waktu berdua saja, asal kan jangan sampai kebablasan ya," ucap Riga.
Sambil memberikan senyuman penuh arti pada Alvaro. Riga pergi meninggalkan kamar itu. Seperti nya Alvaro sudah mulai menjaga sikap nya pada Melanie. Mungkin ini salah satu cara nya agar Melanie baper pada nya.
"Semoga saja dengan Melanie baper pada Alvaro, membuat Alvaro tertarik pada Melanie, dan mereka berdua saling mencintai," batin Riga.
Alvaro menarik Melanie duduk di depan nya. Ia menyuapi Melanie bubur itu. Melanie terdiam sesaat, ia sangat terkejut dengan Alvaro yang tiba-tiba menyuapi nya.
"Eh kenapa," tanya Melanie.
"Ayo makan, kau pasti belum mencoba nya kan, ini dari mamah mu, ya kali kamu tidak memakan nya," jawab Alvaro.
"Gila dia seperti ini manis sekali. Wajahnya sangat teduh dan tampan," batin Melanie sambil membuka mulut nya.
"Akan kau baper dengan sikap baik ku ini, manfaatkan dengan baik karena hanya sampai besok. Setelah itu aku akan seperti semula. Mana tau dengan itu kau baper dengan ku, dan aku bisa berbuat semena mena pada mu," batin Alvaro.
"Kata daddy ku, wajah ku itu komersil sekali. Aku pernah di tawarkan menjadi bintang iklan," ucap Alvaro.
"Ha? kenapa tiba-tiba berkata seperti itu," tanya Melanie.
"Ya karena tatapan mu itu pada ku berbeda, seperti nya kau sedang mengagumi ku," jawab Alvaro.
"Hahaha kau sangat percaya diri ya. Iklan apa? emang ada produk yang mau kau jadi bintang iklan nya," tanya Melanie.
"Iklan produk ****** *****."
__ADS_1
"Hahaha itu mah tidak perlu wajah tampan. Asalkan memiliki bentuk tubuh yang indah saja sudah cukup."
"Dan bentuk tubuh ku indah bukan. Tapi aku menolak nya, ya kali tubuh ku di pamerkan dimana mana. Burung ku juga terbentuk, ah malas aku malu," ucap Alvaro.
"Hahaha kau ada ada saja ya."
"Bubur nya enak ya," ucap Alvaro.
"Resep mamah ku, memang sangat enak. Aku bisa memasak ya karena nya juga," kata Melanie.
"Jadi ingin ketemu ibu mertua."
"Hahaha kau yakin dengan ucapan nya. Ibu mertua, sumpah kau seperti ini aneh sekali ya," ucap Melanie.
"Lah apa salah, besok kita menikah, jadi dia ibu mertua ku," kata Alvaro.
"Iya lah kau benar, kau benar benar ingin bertemu. Sebenarnya mamah ku ingin bertemu dengan mu, tapi aku melarang nya nanti mulut pedas mu merusak hati nya."
"Tidak mungkin lah aku melakukan nya, aku memiliki perasaan juga, ya kali aku mengatakan hal yang tidak tidak pada orang tua," kata Alvaro.
"Ya sudah nanti malam kau ke rumah ku," ucap Melanie.
"Ayah mu bagaimana? sudah di bebaskan kakek ku," tanya Alvaro.
"Kenapa ayah mu bisa masuk penjara," tanya Alvaro.
"Kenapa tebak," tanya balik Melanie.
"Mencuri?"
"Hahaha benar, ayah ku mencuri uang untuk berobat adik ku yang terkena kanker. Sudah 3 tahun yang lalu si."
"Kenapa tidak meminta bantuan saja pada kakek ku," tanya Alvaro.
"Alvaro tidak semua nya bisa meminta bantuan orang lain. Sekarang aku benar-benar sangat senang, adik ku mendapatkan pengobatan, ayah ku bebas. Keluarga ku bisa berkumpul lagi meskipun tanpa diri ku."
"Kalau itu mah tenang saja, kan kita menikah juga tidak lama. Setelah kita berpisah kalian bisa berkumpul lagi. Berjuang sejenak untuk orang sekitar kita, itu sangat menyenangkan."
"Kau benar, aku jadi sangat bangga pada diri ku, aku bisa melakukan nya. Ini benar-benar impian ku, membuat keluarga ku berkumpul dan hidup bahagia," ucap Melanie.
"Aku juga mempunyai impian, membuat mamah dan daddy ku bangga pada diri ku. Tapi yang aku lakukan hanya membuat mereka kesal, tapi aku tidak merasa bersalah, hahaha itu sudah resiko mempunyai anak seperti ku," kata Alvaro.
"Ada saja kau ya. Al kau seperti ini aneh. Tapi jauh lebih baik, vibe mu jadi mirip mantan ku," ucap Melanie.
__ADS_1
"Enak saja, ya tampan aku lah. Aku itu tidak ada tandingan nya, ketampanan ku itu sangat luar biasa."
"Hahahaha tapi benar kau memang tampan, tapi sifat mu dulu membuat ketampanan mu itu menghilang. Orang keburu ilfil pada mu, jika sifat mu seperti itu, banyak nilai plus pada diri mu. Tidak heran jika ada banyak orang yang akan suka pada mu."
"Termasuk diri mu?"
"Ha aku? hahaha ya tidak lah," ucap Melanie.
"Kenapa tidak, hayo jangan sampai kau malah jatuh hati pada ku," kata Alvaro.
"Itu tidak mungkin terjadi. Meskipun aku sudah putus dengan nya, rasa cinta ku pada nya benar-benar masih besar. Aku ingin selalu dengan nya. Tapi ya mau bagaimana lagi kami tidak berjodoh.
"Sabar pasti ada pria yang menerima mu, pasti ada seorang pria yang jauh lebih baik yang akan mendampingi mu," ucap Alvaro.
"Ah kayak benar saja apa yang kau katakan," kata Melanie.
"Lah tidak percaya pada ku, aku berkata serius."
"Baru kali ini aku mendengar mu berbicara serius tanpa marah marah."
Alvaro meletakkan makanan yang sudah habis itu ke atas meja. Setelah itu ia mendekati Melanie yang kebingungan dengan apa yang di lakukan Riga.
"Apa yang ingin kau lakukan," tanya Melanie.
"Hahaha tidak ada. Aku hanya ingin melihat mata mu lebih dekat, kenapa indah sekali," jawab Melanie.
Jantung Melanie tidak karuan saat Alvaro mendekati nya begitu dekat. Wajah Alvaro sudah tepat di depan wajahnya saat ini. Melanie benar-benar kebingungan kenapa bisa Alvaro memperlakukan seperti ini. Ini seperti mustahil sekali.
"Kau kenapa si," tanya Melanie.
"Apa ada yang salah dari ku," tanya Alvaro.
"Kau sangat aneh, benar-benar sangat aneh," jawab Melanie.
"Kan sudah aku katakan Melanie aku ingin berubah."
Alvaro mendekati bibir Melanie dan mengecupnya dengan lembut. Hal itu membuat Melanie terdiam sesaat, waktu seperti berhenti sejenak.
"Kau." Melanie menutup mulut nya.
Alvaro kembali mendekati bibir Melanie, dan mencium nya dengan sangat liar. Ia memang tidak pernah berciuman ia hanya mengikuti instingnya saja.
Ciuman itu sampai membuat mereka berdua terjatuh ke atas ranjang. Alvaro berada di atas tubuh Melanie, Melanie tidak bisa melakukan apapun. Ia ingin menolak tetapi juga tidak bisa.
__ADS_1