Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 18


__ADS_3

"Terserah," ucap Riga.


"Ya kata mu terserah, tetapi wajah mu terlihat sangat kesal," kata Nathan.


"Kau mau main atau hanya menggoda ku, aku jadi tidak mood bermain."


"Ya ya ya, sudah aku katakan kau kesal," ucap Nathan.


Seketika otak Riga tidak kontestasi bermain. Beberapa bola yang ia pukul ntah terbang ke arah mana. Hal itu membuat Riga kesal, ia membanting Stick golf dan pergi mendekati Alfi. Nathan yang melihat hal itu hanya bisa menahan tawa nya. Ia rasa tidak mungkin Riga biasa saja setelah beberapa minggu tinggal bersama Alfi, pasti ada perubahan dengan nya, dan benar saja apa yang di katakan nya tadi membuat Riga berubah.


"Minum," ucap Riga.


"Ini." Alfi memberikan satu botol air mineral pada Riga.


"Sudah siap," tanya Alfi.


"Belum, dia membuat ku kesal," jawab Riga.


"Tumben dia menjawab pertanyaan ku dengan benar," batin Alfi.


"Riga." Teriak seseorang wanita dan berjalan mendekati mereka berdua.


"Kalina," kata Alfi.


"Kau hadapi dia, jangan sampai dia mendekati ku." Riga bangkit dari tempat nya dan berjalan kembali ke lapangan.


"Riga tunggu, kenapa dia pergi," ucap Kalina.


"Itu tanda nya dia tidak mau bertemu dengan mu," ujar Alfi sambil berjalan mendekati Kalina.


"Wanita kampung diam, tidak ada yang mengajak mu berbicara," kata Kalina.


"Oh ya sudah berbicara saja dengan Riga, kalau dia mau." Alfi semakin senang membuat Kalina kesal pada nya, ia masih ingat betul dengan dongengan yang Kalina ucapkan beberapa hari lalu.


"Kalina kamu masih berkontak dengan wanita yang di bicarakan tuan Jack kemarin," tanya Alfi.


"Masih minggu depan kami bertemu, sudah aku malas berbicara dengan mu. Aku ingin menemui Riga." Kalina berjalan mendekati Riga.


"Cih siapa yang mau berkontak dengan wanita seperti mu, dekati lah itu Riga, pria itu tidak akan mau dengan wanita seperti mu," kata Alfi dan kembali duduk.

__ADS_1


"Teman mu," ucap Nathan.


"Jika kau bisa membuat nya jauh dari ku, aku akan memberikan mu seratus juta," kata Riga.


"Kau lupa aku dari mana." Nathan tertawa mendengar hal itu.


"Riga kamu menghindari ku." Kalina sudah berada di antara mereka berdua.


"Kau tau aku tidak suka di ganggu, aku sedang olahraga," ucap Riga.


"Tapi dia kau bawa, jadi aku bisa ikut dengan mu, aku sudah ke rumah mu dan kata tante aku boleh pergi menemui mu."


"Dia tunangan ku, jadi aku membawa nya." Riga langsung diam setelah mengatakan hal itu. Ia tidak tau kenapa bisa mengatakan hal itu pada Kalina.


"Apa dia dengar," batin Riga.


"Oh tunangan mu," ujar Nathan sambil tersenyum.


"Nathan ya, wah kamu sangat tampan, tapi Riga jauh lebih tampan," kata Kalina.


"Kurang ngajar, kata orang aku lebih tampan dari nya, hanya saja aku lebih kurus dan tidak berotot seperti nya. Wanita ini minta aku sleding," batin Nathan.


"Aku tunggu di sana," ucap Kalina. Kalina kembali mendekati Alfi, ia ingin menunggu Riga selesai berolahraga.


"Kau jelek, tapi banyak yang mengejar ngejar mu," kata Nathan.


"Mata mu buta, aku jauh dari mu. Kau lebih kecil, gelap dan jelek dari ku, kurus lagi," ucap Riga jika sudah menghina dengan menggunakan paket komplit.


"Kurang ngajar, kau menghina ku."


"Hey bodoh, sudah ayo lanjut. Jika ingin bertengkar nanti di boxing," kata Riga.


Setelah selesai berolahraga. Nathan dan Riga berjalan mendekati Alfi dan Kalina. Riga meminta minum ke arah Alfi tetapi Alfi malah memberikan pada Nathan.


"Terimakasih," kata Nathan.


Dengan terpaksa Riga mengambil minum yang Kalina berikan.


"Ayo, aku sudah gerah," kata Nathan.

__ADS_1


Mereka pergi ke ruang ganti. Nathan dan Riga ingin mengganti pakaian olahraga mereka yang sudah basah dengan keringat.


"Mau ikut masuk Alfi, kau akan melihat yang spesial dari Riga," kata Nathan.


"Jangan aneh aneh." Riga membawa Nathan masuk ke dalam ruangan ganti.


"Hahaha dia kan tunangan mu," kata Nathan.


"Jangan mengada-ngada." Riga merasa menyesal telah mengatakan jika Alfi tunangan nya.


"Riga kau tidak tergoda dengan Alfi. Begini saja logikanya, kau dan Alfi satu kamar kan, kau tidak pernah melihat Alfi memakai pakaian terbuka, atau apa gitu," kata Nathan.


"Tidak," ucap Riga, karena memang Alfi tidak pernah memakai pakaian seksi di depan nya.


"Oh, jadi kau sudah tidak ada nafsu ya, kau impoten."


"Diam lah, jangan membuat hari ku semakin kesal, setelah ini kita mau kemana," tanya Riga.


"Ke rumah mu saja lah, aku dengar kau punya sepupu cantik," jawab Nathan.


"Tidak ada, kita pulang saja. Aku malas," ucap Riga.


Riga yakin jika Nathan ikut ke rumah nya, pasti Nathan akan lebih banyak berkomunikasi dengan Alfi.


Setelah selesai berganti pakaian Nathan dan Riga keluar dari ruang ganti. Riga terkejut sudah ada Daniel di sana, seperti nya Daniel juga sudah selesai bermain golf.


"Tuan, aku boleh meminjam Alfi," tanya Daniel.


Di depan banyak orang tidak mungkin Riga mengatakan tidak, ia yakin mereka akan berpikir yang tidak tidak.


"Jangan pulang terlalu malam," jawab Riga.


"Riga kau yakin," tanya Nathan.


"Hmmmm," gumam Riga dan pergi meninggalkan mereka semua.


"Riga tunggu aku," ucap Kalina.


"Jangan menganggu nya, kau pergi lah." Nathan mengusir Kalina, ia yakin mood Riga sedang tidak baik.

__ADS_1


__ADS_2