Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 154 S2


__ADS_3

Melanie pulang dengan terburu buru, ia sangat takut Alvaro marah padanya karena ia lupa meminta izin untuk keluar rumah. Karena terlalu senang bertemu dengan keluarga nya, Melanie sampai lupa waktu dan lupa meminta izin pada Alvaro. Ia masuk ke dalam apartemen yang sudah tidak di kunci, pertanda Alvaro sudah berada di dalam sana.


"Sayang." Melanie masuk ke dalam apartemen dengan langka kaki yang terasa berat. Ia benar-benar sangat takut Alvaro mengamuk pada nya, ia sudah merasakan bagaimana seram nya Alvaro jika mengamuk.


"Alvaro," ucap Melanie.


Saat masuk ke dalam kamar Melanie terdiam melihat Alvaro menggenggam pil kb milik nya. Tatapan tajam Alvaro membuat Melanie benar-benar sangat ketakutan. Ia yakin Alvaro sudah tau semuanya.


Alvaro melemparkan botol pil itu ke tembok yang tidak jauh dari diri nya. Pecahan botol itu menimbulkan suara yang sangat kuat.


"Ahkkk." Teriak Melanie sambil menutup wajahnya dengan tangan.


"Apa itu," tanya Alvaro sambil berjalan mendekati Melanie.


"A.. aku bisa menjelaskan semuanya Al," ucap Melanie dengan suara yang bergetar.

__ADS_1


"Menjelaskan apa ha!!!!."


"MENJELASKAN APA!!!!."


Alvaro memukul tembok di samping tubuh Melanie.


"Maa.. aafff al." Melanie semakin gemetaran melihat kemarahan Alvaro.


"Kau tidak ingin mempunyai anak dari ku. TATAP MATA MU MELANIE."


"A.. aku sudah lama tidak meminumnya al, aku ingin mempunyai anak dari mu," ucap Melanie.


Alvaro menarik Melanie dengan kasar dan membandingkan ke atas kasur.


"Melanie katakan dengan jujur!!!"

__ADS_1


"Aku mengatakan nya dengan jujur al, aku tidak berbohong," ucap Melanie.


"Aku tau kau pasti kecewa, tapi kau juga harus tau apa alasan ku melakukan ini. Aku takut kau hanya menikmati tubuh ku. Aku takut jika aku hamil kau pergi meninggalkan ku, menelantarkan ku dan anak ku. Pria melakukan nya dengan hanya nafsu berbeda dengan ku karena perasaan Al."


"Semenjak kau mengatakan ingin serius dengan ku, aku sudah tidak meminumnya lagi. Aku tau aku salah tapi apa pantas kau memperlakukan ku seperti ini tanpa mendengar penjelasan dari ku."


"Dari mana pikiran bodoh mu itu Melanie. Kau bodoh bodoh. Aku tidak mungkin melakukan nya tanpa perasaan, jika hanya karena nafsu banyak wanita yang sudah aku tiduri. Aku benar-benar sangat kecewa pada mu. Terserah aku sudah tidak peduli dengan mu. Kau minum itu semua bukan urusan ku." Alvaro pergi meninggalkan Melanie.


"Alvaro Al, jangan pergi al." Melanie berlari mengejar Alvaro.


"Ahkkk." Langka kaki nya terhenti karena kakinya menginjak sesuatu yang menyakitkan.


Alvaro sudah terlanjur marah pada Melanie. Tanpa melihat ke arah belakang Alvaro pergi meninggalkan Melanie begitu saja.


Melanie berusaha berjalan ke kamar mandi, ia membersihkan luka di kaki nya menggunakan air mengalir. Cukup terasa sakit tetap pikiran nya tetap berada pada Alvaro. Ia takut Alvaro berbuat yang tidak tidak tentang pernikahan nya.

__ADS_1


Alvaro masuk ke dalam rumah nya dengan perasaan yang campur aduk. Ia hanya pergi ke rumah nya untuk menenangkan perasaan nya. Ia malas datang ke klub malam karena bukan menyelesaikan masalah tetapi menambah masalah baru.


"Dimana pikiran nya, aku sangat marah pada nya. Kalau dia tidak bisa hamil bagaimana," ucap Alvaro.


__ADS_2