Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 89


__ADS_3

"Ayah, ayo ikut aku pulang ke rumah, ayah tidak merindukan kakek?"


"Kau pikir aku tidak pernah bertemu dengan kakek mu, beberapa kali aku bertemu dengan nya, tapi sudah cukup lama si tidak bertemu lagi," kata Varo.


"Ya sudah ikut saja dengan ku pulang ke rumah, ayah tidak ingin bertemu dengan mamah kan?"


"Kau tau kondisi ku seperti apa, aku sangat malas bertemu dengan mamah," jawab Varo.


"Kenapa malas, cuekin saja. Ayah kan sudah punya istri, apa perasaan ayah masih sama seperti dulu dengan mamah atau ayah takut jika melihat mamah ingat saat membuat ku dulu," tanya Riga.


"Kau banyak sekali pertanyaan, aku tidak mungkin melupakan bagaimana aku membuat mu dulu Riga, rasa nya ah mantap sekali Riga, kau benih pertama yang aku keluarkan."


"Hahaha aku takut anak ku nanti akan mirip dengan ku, semoga saja dia mirip dengan mamah nya lah," ucap Riga.


"Mana mungkin, kau lihat wajah mu betapa mirip nya dengan ku, aku yakin anak mu akan mirip dengan mu," kata Varo.


Riga membuang nafas dengan perlahan.


"Kau kenapa," tanya Varo.


"Tidak papa, aku hanya malas saja berurusan dengan anak yang mirip dengan ku," jawab Riga.

__ADS_1


"Hahaha kau ada ada saja, jadi mau mu gimana Riga, atau beri saja istri mu pada Nathan agar anak mu mirip dengan Nathan."


"Ayah aku tidak mungkin rela, istri ku di pandang orang lain saja aku tidak mau, apalagi di berikan pada orang lain," kata Riga.


"Hahaha kau cemburuan ya, ya sudah bilas sana kita bertemu lagi di ruang makan." Varo bangkit dari dalam kolam renang dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Ayah tidak punya malu, di depan anak nya naked seperti itu," kata Riga.


"Hahaha kau jangan lihat milik ku, itu yang membuat mamah mu berteriak," ucap Varo.


Riga kembali masuk ke dalam kamarnya. Di dalam kamar Alfi sudah berada di dalam sana, Alfi juga sudah selesai mandi dan sedang berdandan di depan cermin.


"Sayang." Riga mendekati Alfi dan memeluk nya.


"Sudah sayang, kamu cantik sekali," jawab Riga.


"Mas tadi mamah berkata kata nya kamu memiliki fantasi seperti ayah, fantasi seperti apa si?"


"Hahaha kamu ingin tau, aku ingin saat bercocok tanam kamu tidak diam saja, aku ingin kamu bergerak di atas ku, intinya kamu itu aktif seperti ku. Aku benar-benar ingin sekali, tapi aku tidak memaksa mu, kalau mau ya sudah kalau tidak mau ya tidak papa."


"Aku tidak paham mas, bagaimana cara nya? apa yang kamu katakan?"

__ADS_1


"Nanti malam kita praktikkan ya sayang," ucap Riga sambil mencium bibir Alfi.


Saat bibir nya sedang di nikmati oleh Riga, dengan iseng Alfi mengambil lipstik dan mencoret-coret ke wajah dan tubuh Riga. Alfi melakukan itu karena teringat pada suatu adegan film yang pernah ia tonton.


"Sayang," ucap Riga sambil melihat tubuh nya.


"Hahaha sangat cocok dengan tubuh mu, kamu putih dan lipstik nya merah, benar benar-benar sangat cocok," kata Alfi.


"Sudah aku mandi dulu." Riga berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Tak lama Riga keluar dengan wajah yang terlihat sangat kesal, lipstik di tubuh nya juga masih terlihat cukup jelas. Alfi tau kenapa wajah Riga menjadi kesal seperti itu.


"Sayang kenapa kamu pakai lipstik yang murah si, aku tidak mau bibir seksi kamu jadi rusak karena lipstik ini," kata Riga.


"Ha? maksud mu mas??


"Ini tidak bisa hilang pakai air," kata Riga.


"Hahaha karena tidak bisa hilang pakai air itu mahal, sudah sini aku bersihkan," ucap Alfi.


Riga mendekati Alfi dan membiarkan Alfi membersihkan tubuh nya. Ntah cairan apa yang Alfi gunakan sekali husap noda lipstik itu hilang.

__ADS_1


"Aku tidak tahan merasakan tubuh kekar nya." Terlihat dengan jelas jika Alfi merasa terangsang dengan apa yang ia lihat dan rasakan.


__ADS_2