
Setelah selesai mandi Alvaro kembali ke ranjang dengan keadaan yang lebih segar. Ia memakai kimono kamar mandi jadi tidak perlu repot meminta Melanie menutup mata nya.
"Sudah siang ini tugas ku selesai, nanti sore aku datang lagi," ucap Melanie.
"Sana kau pergi tidak datang pun tidak papa," kata Alvaro.
"Aku pegang kata-kata, jika aku tak datang jangan katakan pada kakek mu jika itu keinginan ku. Kau yang meminta ku untuk tidak datang," ucap Melanie dan pergi meninggalkan Alvaro.
Melanie merasa senang akhirnya tugas nya di siang hari telah selesai. Mengurus Alvaro memang memerlukan energi dan kesabaran yang sangat besar.
Melanie pergi dari rumah Alvaro dan langsung pergi ke suatu tempat. Ia akan bertemu dengan seseorang alias pacar nya sendiri.
"Maaf aku terlambat," ucap Melanie.
"Hahaha tidak papa, kamu dari mana si, seperti nya pekerjaan mu sangat melelahkan," tanya Pactrik.
"Ada orang yang membuat ku merasa lelah walau aku tida mengerjakan banyak hal. Orang itu sangat menjengkelkan," jawab Melanie.
"Hahaha jangan begitu dong sayang. Aku sudah jauh jauh ke sini dan kamu malah memasang wajah seperti ini. Ayo tersenyum nanti cantik nya hilang loh."
"Kamu ya bisa saja, tumben datang ke sini secara mendadak. Kamu menginap dimana," tanya Melanie.
"Nanti si seperti nya aku menginap di rumah teman aku, tapi kalau jadi ya. Atau aku langsung pulang ke rumah. Aku tidak bisa lama, aku sebenarnya tidak berniat ke sini, tapi karena ayah ku ada pekerjaan sekitar sini aku ikut deh."
"LDR memang sangat tidak mengenakan," ucap Melanie.
"Hahaha sabar sayang, memang begitu. Aku janji setelah aku lulus S2 ku, aku akan menikahi mu saj membawa ku ke kota," kata Pactrik.
"Yakin? aku apa bisa masuk kekeluargaan mu, kamu kan bukan dari keluarga seperti ku."
"Kamu bagaimana si, ayah dan mamah ku sudah bertemu dengan mu kan? bagaimana dia ada komentar tentang keluarga mu, tidak kan?"
"Ya tidak si, mereka benar-benar sangat baik pada ku," ucap Melanie.
"Nah itu, sudah jangan kamu pikirkan, mereka tidak pernah memandang rendah siapapun sayang."
Melanie benar-benar sangat bersyukur, karena pacar nya menerima diri nya apa ada nya. Pertemuan nya dengan Pactrik tidak pernah terduga. Pertemuan yang sangat luar biasa yang mampu mengubah kehidupan nya ke arah lebih baik lagi.
Sore hari nya, dengan berat hati ia harus berpisah kembali dengan Pactrik. Rasa nya ia tidak rela harus kembali LDR. Rasa rindu nya pada Pactrik masih sangat besar.
__ADS_1
"Sayang," ucap Melanie.
"Kenapa kamu sayang, kamu tidak ingin berpisah dengan ku?"
"Aku masih merindukan mu." Melanie memeluk Pactrik dengan erat.
"Aku juga masih sangat merindukan mu. Aku janji minggu depan aku kembali ke sini, kamu jaga diri baik-baik sayang. Jangan sampai ada pria masuk ke dalam hati mu," ucap Pactrik.
Sebelum berpisah Pactrik mencium wajah Melanie, sebenarnya ia juga tidak rela harus berpisah dengan pacar tersayang nya. Tetapi mau bagaimana lagi, ayah nya sudah meminta nya untuk kembali.
Setelah berpisah Melanie ingin bersiap siap untuk kembali ke rumah Alvaro. Sudah saat nya ia mengurus Alvaro kembali. Tetapi ia mendapatkan pesan dari Ryan jika Melanie tidak perlu datang.
"Yes aku sangat bersyukur, malam ini aku tidak perlu bertemu dengan nya," ucap Melanie.
Melanie tidak perlu datang ke rumah karena Pactrik dan Roger akan menginap di rumah Alvaro malam ini. Jadi Alvaro sudah ada yang mengurus nya.
"Apa kabar kek," tanya Pactrik.
"Sangat baik, bagaimana dengan mu?"
"Aku juga sangat baik, aku dengar Alvaro di sini," tanya Pactrik.
"Ya dia di sini, dia sedang tidak bisa apa apa di kamar."
"Siapa lagi jika bukan Alvaro dalang nya," jawab Ryan.
Pactrik langsung berlari ke kamar Alvaro. Hubungan mereka berdua tidak buruk. Mereka memang jarang bertemu tetapi tidak merusak hubungan mereka berdua. Hanya saja Alvaro memang tidak suka jika diri nya di bandingkan dengan orang lain.
"Al," ucap Pactrik.
"Masuk," teriak Alvaro.
Pactrik hampir tertawa melihat Alvaro yang tidak bisa apa apa. Kenakalan Alvaro memang sudah sangat terkenal dimana-mana. Ia tau bagaimana Alvaro bergaul.
"Hahaha kau mau mati, sumpah aku baru pertama kali melihat Alvaro seperti ini, Alvaro KO," ucap Pactrik.
"Jika kau datang hanya untuk mengejek ku, untuk apa!! pergi lah," kata Alvaro.
"Hahaha jangan ngambek lah, kau begitu saja ngambek," ucap Pactrik.
__ADS_1
"Siapa yang ngambek. Ngomong ngomong kenapa kau bisa sampai sini," tanya Alvaro.
"Bisa lah, apa yang tidak bisa aku lakukan. Ayah ku ada kerjaan di sini, dan aku sekalian ikut," jawab Pactrik.
"Oh begitu. Pactrik bantu aku memakai pakaian," ucap Alvaro.
"Kau belum memakai pakaian, ya ampun kasihan sekali."
"Mau bagaimana lagi, tapi nyaman seperti ini si."
"Ya sudah begitu saja, kau sudah makan?"
"Belum, belum ada yang mengantarkan ku makanan," ucap Alvaro.
"Kasihan nya, sabar tadi aku lihat paman sedang menyiapkan makanan untuk mu."
"Pactrik kau di sini saja lah, jangan pergi dulu. Bantu merawat ku. Aku malas di rawat dengan seorang wanita yang kejam, tidak berakhlak dan pemarah," ucap Alvaro.
"Maaf Al, jika hanya sampai besok aku bisa. Tetapi jika sampai beberapa hari tidak bisa. Bukan nya aku tidak mau, aku sedang sibuk dengan S2 ku," kata Pactrik.
"Ah kau bukan sepupu yang baik."
"Lagi pula kan enak di rawat wanita, mana tau dia jodoh mu," ucap Pactrik.
"Enak bagaimana? wanita kejam dan tidak berakhlak seperti itu. Aku benar-benar merasa sial berada di sini," kata Alvaro.
"Terus kenapa tidak pulang saja? di sana kan ada ayah mu yang sangat memanjakan mu," ucap Pactrik.
"Tidak mau, mereka tidak sayang lagi pada ku, mereka sudah membenci ku," kata Alvaro.
"Mana mungkin, mereka saja sangat memanjakan mu."
"Mereka sudah tidak tahan dengan sikap kau lagi, jadi mereka merencanakan sesuatu yang tidak aku suka. Lebih baik aku di sini saja lah, aku bisa bebas" ucap Alvaro.
"Kau hanya memikirkan kebebasan, bagaimana orang tua mu tidak bingung. Jika menurut mu di sini lebih baik, di sini saja lah," kata Pactrik.
"Tapi aku sangat bosan, kau tidak ada koneksi di sini," tanya Alvaro.
"Tidak ada pacar ku memang orang sini, tapi aku tida kenal banyak orang di sini," jawab Pactrik.
__ADS_1
Saat sedang asik mengobrol Ryan datang membawa makan sore untuk Alvaro.
"Makan dulu kau," ucap Ryan.