Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 148 S2


__ADS_3

Riga mendatangkan dokter untuk memeriksa Alfi. Ia ingin mendengar dengan jelas jika Alfi benar-benar sedang hamil. Jika benar-benar hamil, pasti Riga akan lebih fokus pada istri nya. Ia tidak akan mengambil pekerjaan ke luar negeri ataupun keluar kota dalam waktu dekat.


"Selamat tuan Riga, anak kedua akan melengkapi keluarga anda," ucap Dokter.


"Sayang kamu hamil, aku benar-benar sangat senang," kata Riga.


"Hehehe iya iya." Berbeda dengan Riga, Alfi tampak bingung dengan semuanya. Ia beranjak dari atas kasur dan mengambil pil kb yang ia minum.


"Dok, apa pil ini sudah tidak bagus," tanya Alfi.


Dokter mengambil pil itu dan memeriksa nya. Ia hanya tersenyum kecil sambil melihat ke arah Riga.


"Ini Vitamin bukan pil kb, seperti nya ada kucing nakal yang menukar nya," kata Dokter.


Dengan cepat Alfi langsung menatap Riga, tersangka utama adalah Riga, siapa lagi yang melakukan ini jika bukan Riga sendiri. Ia sudah curiga sejak satu bulan lalu saat Riga tidak memakai apapun saat meminta jatah.


"Saya permisi. Tuan Riga jaga istri dan calon anak nya dengan baik. Rencana anda sangat berhasil." Dokter pergi meninggalkan Riga dan Alfi.


"Riga......"


"Hehehe maaf sayang, aku kesepian karena Alvaro sudah menikah. Lebih baik aku mempunyai anak lagi, ini semua karena Alvaro yang memberikan ku ide untuk mengganti pil kb dengan Vitamin.

__ADS_1


"Memang ya kalian, kau tidak malu mas, anak kita akan seumuran dengan anak nya Alvaro," kata Alfi.


"Untuk apa malu. Ivan saja dengan Alvaro seumuran dan mereka berdua baik baik saja, jangan overthinking sayang. Nikmati saja kehamilan ini," kata Riga.


"Oke kalau begitu, aku ingin makan buah kedondong," ucap Alfi.


"Sayang ini sudah malam, besok saja ya," kata Riga.


"Tidak mau, aku mau sekarang, kamu tau kalau ngidam itu tidak boleh di tunda tunda. Aku mau sekarang..."


"Iya iya, aku pergi." Hal yang paling mengesalkan untuk Riga saat istri nya hamil adalah ngidam. Riga harus menuruti semua kemauan aneh istri nya. Ntah itu benar atau tidak ia pasti harus mencari nya.


"Van," ucap Riga.


"Iya bang."


"Ikut aku yok," ucap Riga.


"Kemana? malas ah hari ini aku malas kemana-mana," kata Ivan.


"Ayolah, kakak ipar mu sedang ngidam," ucap Riga.

__ADS_1


"Kakak ipar hamil," tanya Ivan dengan sangat terkejut.


"Iya, ayo bantu abang. Nanti aku kasih uang bulanan lebih," kata Riga


"Janji dua kali lipat."


"Hey aku tidak banyak duit, ayo lah seberapa saja kau Terima."


"Malas, buang buang waktu," tolak Ivan.


"Iya ayo dua kali lipat," ucap Riga.


"Nah begitu dong," kata Ivan dengan sangat semangat.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan rumah, Riga sudah mengerti jika ia harus mencari buah yang Alfi minta di desa, mana mungkin buah aneh itu terjual di minimarket. Ia sudah pernah mencari nya saat Alfi ngidam dulu.


"Kemana bang," tanya Ivan.


"Desa sebrang, mungkin ada buah kedondong di sana, dulu saat kakak ipar mu hamil Alvaro, aku cari di sana," jawab Riga.


"Bang, kau tidak pernah mendengar kisah seram di sana, ada yang baru meninggal," kata Ivan.

__ADS_1


__ADS_2