
"Siapa itu," tanya Alfi dengan nada penuh dengan kecurigaan.
"Aku tak tau, sebentar ya," jawab Riga sambil berjalan mendekati wanita itu.
"Siapa kau," tanya Riga.
"Maaf tuan, saya tadi lancang, saya di minta oleh tuan Nathan untuk memanggil Anda."
"Oh iya pergi lah, nanti aku ke sana," kata Riga.
"Kamu dengar kan sayang dia bukan bukan siapa siapa, jangan cemburu seperti itu dong. Riga hanya milik kamu seorang."
"Apa kamu bisa aku percaya, nanti kamu sama saja seperti diri nya," kata Alfi.
"Sama saja bagaimana?"
"Kerja sama dengan selingkuhan mu itu."
"Sayang aku tidak selingkuh, sudah ya aku akan menemui Nathan, kalau kamu sudah enakan bersiap siap lah, lusa kita akan pergi."
__ADS_1
"Kemana," tanya Alfi.
"Kamu tadi tidak mendengar ku, kita akan pergi ke hawai, sudah jangan banyak tanya ya sayang. Bawa baju dinas kamu, yang banyak dan berwarna hitam, aku sangat suka kamu pakai itu." Riga mematikan sambungan telepon itu, baru beberapa kali melangkah ia menghentikan langkah kaki nya karena tidak tau Nathan berada dimana.
Beberapa hari telah berlalu, seperti yang sudah di rencanakan mereka bertiga akan pergi ke hawai untuk bertemu dengan ayah Riga. Riga izin pada kakek nya hanya pergi liburan biasa, tidak mengatakan jika ia akan bertemu dengan ayah nya.
"Mau kemana sayang," tanya Sarah.
"Liburan," jawab Riga.
Sarah memeluk Riga dan mengusap wajah tampan anak nya, seburuk apapun hubungan mereka berdua ikatan anak dan mamah pasti tetap ada. Riga juga tidak berani mendorong atau menolak pelukan dari mamah nya. Rasa benci memang masih ada, tapi mau bagaimana lagi jika tidak dari mamah nya mungkin ia tidak ada di Dunia ini.
"Kamu semakin tampan saja, mamah yakin kamu akan menjadi orang yang sangat tampan seperti....
Sarah hanya diam saja, jika membahas tentang ayah Riga, ia merasa bersalah. Karena diri nya ia berpisah dengan seseorang yang sangat susah ia dapatkan. Ia sampai melakukan hal gila untuk mendapatkan ayah Riga, tetapi karena kebodohan nya apa yang ia lakukan dulu sia sia.
"Sudah aku ingin pergi istri ku sudah menunggu di dalam mobil," kata Riga.
"Cup." Sarah mencium wajah Riga dan mengusap punggung Riga sebelum Riga pergi meninggalkan nya.
__ADS_1
"Riga kenapa kau mengingat ku pada nya, bodoh kenapa aku bisa sampai selingkuh dari nya," ucap Sarah. Kebodohan nya itu sampai saat ini menjadi penyesalan terbesar untuk diri nya.
Nathan sudah berada di depan jet pribadi nya. Ia sudah benar-benar seperti pemimpin dari keluarga Vins. Awal nya Nathan ingin pergi sendiri tetapi keponakan kesayangan nya malah ikut dengan nya. Untuk membawa Marcel ia harus berdebat dulu dengan Calvin, hubungan mereka berdua yang kurang baik membuat Calvin Ragu mengizinkan Marcel ikut dengan Nathan.
"Kau tunggu di dalam," kata Nathan.
Usia Marcel masih 2 tahun 10 bulan, ia belum genap tiga tahun tetapi sudah sering berpergian keluar negeri, hal itu sudah membuat nya terbiasa. Nathan juga tidak perlu takut jika Marcel rewel, anak satu itu jarang sekali rewel bersama dengan nya.
"Wajah mu mirip kali dengan Calvin, kadang membuat ku jengkel," kata Nathan.
Riga dan Alfi sudah sampai di tempat itu, mereka berdua langsung berjalan mendekati Nathan yang sedari tadi sudah menunggu. Saat melihat Alfi masih saja ada rasa suka di hati Nathan, tetapi Nathan berusaha menepis nya, ia tidak mau karena perasaan itu hubungan nya dengan Riga menjadi rusak.
"Jomblo sendiri terus kemana-mana," kata Riga.
"Eh kata siapa, aku mengajak teman," ucap Nathan.
"Aku tidak percaya, siapa wanita itu?"
"Ayo masuk." Nathan membawa mereka berdua masuk ke dalam.
__ADS_1
"Itu dia," kata Nathan.
"Anak itu," ucap Riga, ia memiliki kenangan buruk bersama dengan Marcel.