Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 49 S2


__ADS_3

"Tahan sayang, rileks," ucap Roger sambil menatap mata Tiffany, sudah terlihat wajah Tiffany merah menahan sakit. Ia tidak menangis karena ia sangat membenci tangisan.


"Sakit Roger tidak kuat," kata Tiffany.


"Kamu pilih mana, rasakan sakit malam ini, yang sudah terlanjur sakit atau, besok yang pasti rasa sakit nya akan berkali-kali lipat" tanya Roger.


"Sekarang saja," ucap Tiffany.


Sambil mendorong ke depan. Roger mencium bibir Tiffany, semua itu ia lakukan agar Tiffany tidak terlalu merasakan sakit di bagian intinya.


Baru beberapa cm masuk, Roger sudah merasakan sesuatu yang membatasi pergerakan nya. Dengan sekali dorongan kuat akhirnya Roger dapat membenamkan semua nya.


"Hmmmm." Tiffany tidak bisa berteriak karena bibir nya Tersumpal dengan bibir Roger. Rasa nya benar-benar sangat sakit sekali, ia seperti mendapatkan tembakan yang begitu besar.


Roger merasakan sesuatu mengalir di bawa sana. Ia melepaskan ciuman itu dan melihat di bagian bawa sana.


Begitu juga dengan Tiffany, ia melihat bagian bawa saja. Ia cukup terkejut melihat milik nya sudah terbuka dengan lebar, menyesuaikan dengan milik Roger yang memang ukuran nya di atas rata rata.


"Terimakasih telah menjaga nya untuk ku." Roger sedikit menggoyangkan punggung nya untuk membuat Tiffany sedikit nyaman.


"Pelan sakit Roger, aku tidak tahan." Tiffany mencengkram tangan Roger dengan kuat.


Awal nya memang terasa sangat sakit untuk Tiffany, ia seperti tegang merasakan setiap gerakan yang Roger timbul kan. Tetapi pada akhirnya Tiffany merasa lemas dan ia mulai merasakan kenikmatan yang Alfi katakan.


"Hmmm perlahan." Tiffany benar-benar menikmati setiap gerakan yang Roger lakukan. Semua nya benar-benar terasa sangat nikmat.


Dan pada akhirnya mereka berdua menikmati Malam indah itu bersama. Menggapai surga dunia itu bersama sama.


Setelah Satu jam bertempur. Mereka berdua sampai di pada titik ******* mereka. Tiffany merasakan benih Roger yang begitu kuat menyembur di dalam sana, bukan hanya kuat tetapi juga sangat banyak sekali.


"Terimakasih." Roger membaringkan tubuh nya di samping tubuh Tiffany.


Roger menarik Tiffany ke atas pelukan nya, ini adalah hal yang sangat ia inginkan selama ini. Dan ia benar-benar puas bisa melakukan hal ini dengan istri nya.


"Perih," ucap Tiffany saat Roger semakin memeluk nya dengan erat.

__ADS_1


"Maaf ya, aku berlebihan," kata Roger.


"Tapi itu sudah menjadi kewajiban ku, terimakasih mau mengerti diri ku," ucap Tiffany


"Janji mulai menerima diri ku sebagai suami mu," tanya Roger.


"Iya janji, aku berjanji akan mulai menerima mu, tapi kau jangan membuat ku kesal," jawab Tiffany.


"Hahaha tidak mungkin lah, sudah malam ayo tidur, atau aku akan menggempur mu lagi ni," kata Roger.


"Tidak mau." Tiffany langsung memejamkan mata nya.


Di kamar lain.


"Bagaimana ya mereka berdua," tanya Riga yang baru selesai bertempur juga."


"Tidak tau sayang, mungkin mereka sudah selesai, kan dari beberapa jam tadi. Aku yakin Tiffany seperti mau mati, bagaimana tidak? aku sempat melihat itu nya Roger, lebih besar dari mu."


"Iya memang, aku sudah pernah melihat nya langsung, dengan seperti ini saja kamu sudah merengek dan menangis apalagi lebih besar, bisa semakin menjadi jadi. Apalagi dengan Tiffany, mati dalam satu malam dia," kata Riga.


"Hahaha iya iya kamu benar. Tapi sayang aku rasa Tiffany memiliki perasaan lebih pada Roger Aku bisa menjelaskannya, dari cara Tiffany menatap Roger, dari Tiffany yang tidak pernah menolak ajak kan Roger meskipun ya harus ngomel dulu, tapi itu benar-benar sangat berbeda dengan Tiffany, itu bukan Tiffany yang aku kenal sayang."


"Hahaha sudah tidur, malam membicarakan orang lain," ucap Alfi


"Aku hanya penasaran sayang," kata Riga.


Di kamar lain seperti biasa nya dua orang insan sedang berpacaran. Siapa lagi jika bukan Varo dah Jolie. Dua pasangan tetapi berbeda generasi.


"Sayang kamu dan istri mu bagaimana," tanya Jolie.


"Bagaimana apa nya," tanya balik Varo.


"Tidak berpisah kan karena aku," tanya Jolie.


"Tidak lah, mereka tidak sekanak kanak itu, lagi pula mereka mengizinkan ku kok, jadi untuk apa mereka meminta pisah pisah pada ku, itu hal yang sangat aneh jika terjadi. Sayang mereka tau jika aku ingin punya anak, jadi mereka pasti mengerti semuanya."

__ADS_1


"Kamu tidak berbohong kan," tanya Jolie.


"Jika kamu tidak percaya, kita bisa video call mereka sekarang juga."


.


"Boleh," ucap Jolie.


Jolie juga ingin melihat bagaimana bentuk istri nya Varo. Apakah Varo memiliki selera yang bagus atau tidak.


"Tetapi sebelum nya kamu harus tau, aku menikah dengan mereka bukan karena aku cinta walaupun sekarang sudah cinta,aku menikah dengan mereka karena aku ingin membantu mereka," kata Varo.


"Iya sayang," ucap Jolie.


Malam ini Jolie berkenalan dengan istri Varo yang lainnya. Mereka bertiga sangat baik pada Jolie hal itu membuat Jolie sangat tenang. Meskipun ia belum bisa percaya 100%.


"Sudah ya mas dan Jolie, ada yang sedang kami kerjakan."


"Malam malam begini," tanya Varo.


"Mas beda waktu, di sana malam di sini siang."


"Ya sudah kami istirahat, kalian hati hati di sana, cepat selesai kan semuanya. Aku sudah sangat merindukan kalian semua. Segera kembali ke rumah agar kita bisa berkumpul bersama sama lagi."


"Jika kami datang ganggu mas dan Jolie dong."


"Tidak ada kata ganggu, jangan memikirkan hal itu, aku yakin kita dapat hidup dengan bahagia bersama sama," ucap Varo.


Mereka memutuskan sambungan telepon itu. Varo benar-benar sangat merindukan para istri nya. Ia tidak pernah menyangka bisa menikah lagi, untung saja para istri nya memberikan nya restu malahan mendukung pernikahan nya.


"Bagaimana kamu puas kan," tanya Varo.


"Sangat puas lah," jawab Jolie.


"Puaskan, mereka sangat baik. Menerima mu apa adanya," kata Varo.

__ADS_1


"Iya sayang, kamu memiliki selera yang sangat tinggi, aku sangat senang berkenalan dengan mereka," ucap Jolie.


"Sudah sekarang kita istirahat, jangan pikirkan apapun lagi, semua nya pasti akan baik baik saja, sesuai dengan apa yang kita harapkan," kata Varo.


__ADS_2