
"Kau datang ke sini, bukan nya perjodohan mu dengan cucu ku tidak jadi," tanya Alam.
"Dengan cucu Anda." Riga kembali terkejut setelah mendengar fakta ini.
"Iya dengan Alfi, kau tidak memiliki perasaan dengan...
"Aku mempunyai perasaan dengan nya, itu sebabnya aku datang," potong Riga.
"Hahaha kau menjilat ludah mu sendiri, kata kakek mu kau tidak mempunyai perasaan pada nya, tapi sekarang kau mempunyai perasaan pada nya. Kau tau dia cucu kesayangan ku, siapa yang berani mempermainkan perasaan nya," kata Alam.
"Saat itu aku hanya tidak sadar tuan, saat ini aku baru sadar jika aku sudah punya perasaan pada nya, aku ingin menikah dengan nya, tapi dia tidak mau menikah dengan ku. Aku malu mengatakan jika aku memiliki perasaan lebih pada Alfi."
"Hahaha bagus, aku suka jika ada yang mencintai cucu ku lebih dahulu, kau tidak perlu mengatakan perasaan mu padanya, tetap menjadi diri mu sendiri, aku yakin dia bisa menerima mu apa adanya. Pernikahan kalian tetap akan di laksanakan, meskipun awalnya perjodohan kalian sudah batal," ucap Alam yang membuat Riga sangat senang.
"Terimakasih tuan, jadi anda dan kakek ku, bersahabat," tanya Riga.
"Ya begitu lah, kalian sudah lama kami jodohkan," jawab Alam.
Dalam waktu satu hari Riga sudah mendapatkan banyak restu, hal ini membuat nya yakin jika ia akan segera menikah dengan Alfi. Ntah sejak kapan ia mulai tergila-gila dengan pernikahan, padahal awal nya Riga tidak peduli dengan pernikahan. Dalam sesaat juga Riga melupakan wanita masa kecil nya, ia jadi tidak mengingat wanita itu karena hanya ada Alfi di otak nya sekarang.
Alfi berjalan menuju ruang makan, di saja juga sudah ada Alam dan yang lainnya. Melihat kedekatan Riga dan Alam ia yakin Riga sudah mengatakan semua nya. Awal nya Alfi berharap jika Alam bisa membatalkan pernikahan ini, hanya Alam harapan terakhir nya, tetapi harapan itu sudah pupus.
__ADS_1
"Selamat pagi," kata Alfi.
"Pagi," saut mereka semua.
"Sejak kapan kakek datang," tanya Alfi.
"Sejak tadi pagi dan langsung bertemu dengan calon suami mu, kenapa kau tidak memberitahu ku jika Riga datang untuk melanjutkan perjodohan ini," tanya Alam.
"Kakek perjodohan nya sudah batal, aku menikah dengan orang lain saja ya, aku bisa mencari suami untuk ku sendiri," jawab Alfi.
"Tidak Alfi, kau menikah dengan Riga nanti sore, Maaf untuk pesta pernikahan belum bisa di gelar, pesta akan aku gelar saat kalian sudah mempunyai anak saja."
"Ah kakek....
"Alfi jangan membuat kakek mu marah," kata Ryan.
"Ayah, ah terserah lah. Aku ingin bertemu dengan mamah." Alfi pergi meninggalkan ruang makan itu. Riga pun ikut bangkit untuk menyusul Alfi.
"Jangan mengikuti ku," kata Alfi.
"Kakek mu yang meminta ku untuk mengikuti mu," ucap Riga.
__ADS_1
Alfi masuk ke dalam lift rumah nya di ikuti oleh Riga yang berdiri di samping nya. Riga masih cool seperti biasa nya, ia tidak mau terlihat seperti mengejar ngejar Alfi. Walaupun nyata nya ia sudah terlihat seperti itu.
"Mau kemana," tanya Riga.
"Bertemu dengan mamah ku," jawab Alfi.
"Jadi tadi itu bukan mamah mu, tapi dia dekat dengan ayah mu," kata Riga.
"Dia mamah tiri ku, aku tida dekat dengan nya. Aku tidak suka dengan nya."
Riga hanya mengganggu kan kepala nya, satu persatu fakta tentang Alfi mulai terlihat. Dengan demikian ia bisa memahami Alfi saat sudah menjadi istri nya nanti.
Alfi dan Riga masuk ke dalam ruang kamar yang cukup gelap. Di sana terlihat seseorang wanita tengah tertidur dengan pulas. Wanita itu mamah Alfi sudah sangat lama ia tidak bangun dari tidur nya. Mamah Alfi terjebak dalam koma sudah bertahun-tahun lama nya.
"Dia mamah kamu," tanya Riga.
"Iya," jawab Alfi.
"Kenapa tidak di bawa ke rumah sakit," tanya Riga.
"Sudah pernah, tapi akhirnya di rawat di rumah, sudah tidak ada harapan," jawab Alfi
__ADS_1