Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 84


__ADS_3

"Jadi kau sudah punya anak belum, burung mu bisa berfungsi dengan baik kan, kau bisa memuaskan nya kan?"


"Ayah iya aku bisa memuaskan nya lah, burung ku tidak seperti dulu masih kecil, sekarang sudah tumbuh dengan besar. Untuk hamil bagaimana dia mau hamil baru malam pertama doang, setelah nya langsung datang bulan," kata Riga.


"Hahaha iya iya, aku suka dengan Riga yang seperti ini, aku dengar kau sangat dingin dan tidak seperti ini, nyata nya tidak, kau sudah baik baik saja kan Riga? kau sudah melupakan penculikan itu?"


"Sudah yah, aku sudah sangat baik. Memang sebelum nya aku seperti itu, itu semua karena mu pergi begitu saja meninggalkan ku. Lalu bagaimana dengan mu, apa kau mempunyai anak lagi?"


"Tidak, aku belum mempunyai anak dan mungkin tidak akan, istri pertama ayah tidak subur ayah sudah tau sejak sebelum menikah, istri ke dua dan kita tidak bisa punya anak karena perbudakan yang mereka alami dulu. Ayah juga sudah tidak ingin punya anak, melihat mu yang benar-benar begitu nyata di hadapan ayah sudah lebih dari cukup untuk ayah."


"Ayah hanya memerlukan cucu dari mu sayang," kata Varo.


"Aku ikut dengan ayah, aku tidak mau kembali pulang me rumah," kata Riga.


Nathan menyingkir dari sana, ia merasa harus pergi dari sana membiarkan Riga melepaskan rasa rindu nya pada ayah nya, memberikan mereka berdua waktu adalah yang terbaik untuk saat ini.

__ADS_1


"Tidak Riga, kau ikut dengan kakek mu," tolak Varo.


Riga meletakkan kepala nya di atas paha Varo, ia menatap wajah Varo yang memang cukup mirip dengan nya, sewaktu muda dulu memang Varo sangat tampan seperti diri nya sekarang. Jika bisa memilih Riga ingin tinggal bersama ayah nya, tetapi rasa nya memang tidak mungkin karena ia sendiri pewaris utama perusahaan kakek nya.


"Kau hebat Riga, kau sudah membantu kakek membuat perusahaan itu sangat besar," kata Varo.


"Hahaha aku kan pintar seperti mu."


"Apa mamah mu sudah menikah lagi," tanya Varo.


"Kau tidak boleh begitu, aku berasal dari rahim nya, dia berjuang melahirkan mu saat usia nya masih sangat muda, dia sendiri pasti takut dengan mu, sudah terlihat sangat jelas watak mu keras sekali."


"Tapi semua masalah berawal dari nya, aku sangat kesal dengan nya," kata Riga.


"Sekesal apapun kau pada nya kau tidak boleh sampai membenci nya, sudah lupakan masalah itu, jangan membuat semua nya semakin terasa sulit, hidup dengan bahagia seperti ayah."

__ADS_1


"Iya aku paham, ayah cepat minta jatah sana, aku ingin mengintip bagaimana cara bermain bertiga, tadi kalian berciuman dengan sangat dahsyat."


"Anak ini ya, kau ingin mengintip ayah mu sendiri, kau punya istri nanti kau jadi ingin memiliki tiga istri lagi," ucap Varo.


"Tidak mungkin Alfi sudah yang terbaik untuk ku, aku cinta mati pada nya, wanita lain tidak menarik di hadapan ku, dia pilihan terbaik ku," kata Riga.


"Bagus sayang, jadi lah suami yang setia pada istri mu, jangan bermain main dengan perselingkuhan itu benar-benar sangat bahaya. Sudah istirahat lah ini sudah sangat malam, atau mau tidur dengan ku bersama para istri ku."


"Mau," ucap Riga.


"Tidak ada, sana masuk kamar, minta jatah pada istri mu."


Di dalam kamar Alfi baru selesai mandi karena datang bulan nya sudah selesai, ia sangat heran datang bulan hanya berlangsung selama kurang dari 4 hari. Tetapi memang darah yang di keluarkan lebih deras dari biasanya.


"Mungkin ini karena suami ku, junior nya sangat besar sampai mempercepat nya. Tapi arti nya jatah akan mulai jalan, aku akan merasakan nuklir itu lagi," batin Alfi, ia antara sedih atau senang, senang nya Riga benar-benar tau cara membuat nya terbang melayang tetapi permainan Riga cukup kasar yang terkadang terasa sakit untuk nya.

__ADS_1


__ADS_2