
Riga sudah sampai di kampung tempat Alfi tinggal. Ia rasa kampung ini tidak seperti kampung yang selama ia Riga pikirkan kampung ini. Masih cukup modern dengan banyak rumah rumah besar seperti di kota. Tetapi kampung ini tetap terasa sangat sejuk dengan pemandangan sewa dan Gunung yang sangat indah. Riga mencari rumah yang kakek nya katakan, rumah nomor 15 dengan gerbang berwarna putih emas.
"Apa itu rumah nya, tapi bagaimana mungkin. Rumah Alfi sebesar ini," batin Riga.
Riga sangat terkejut melihat rumah Alfi yang sangat besar dan mewah. Rumah ini hampir sama dengan ukuran rumah tempat ia tinggal sekarang dan Riga rasa rumah Alfi rumah terbesar di kampung ini. Setelah bertanya pada satpam untuk memastikan semua nya, Riga masuk ke dalam halaman rumah itu karena memang rumah itu milik Alfi.
Dengan gaya cool nya Riga berjalan masuk ke dalam rumah itu, ia kebingungan harus ke arah mana, rumah itu memiliki banyak sudut yang membingungkan.
"Kau siapa kau," tanya Ryan.
"Saya Riga paman," jawab nya sambil berjalan mendekati Ryan.
"Oh ya aku tau kau, ayo kita berbicara di dalam," kata Ryan.
Ryan baru ingat jika Riga adalah pria yang di jodohkan dengan anaknya, tetapi ia tidak tau apa maksud kedatangan Riga ke rumah nya, yang lantai perjodohan batal karena mereka berdua tidak saling mencintai.
"Ada apa Riga, kau ingin bertemu dengan Alfi," tanya Ryan.
"Iya paman, apa dia ada di rumah?"
"Tidak ada dia sedang pergi, tujuan mu ke sini hanya ingin bertemu dengan nya?"
"Apa Alfi sudah punya calon suami," tanya Riga.
"Belum, dia mau mengikuti perjodohan kalian berdua ya karena dia belum mempunyai calon suami," jawab Ryan.
"Oh kau mau menikah dengan nya?"
Riga menggaruk kepala nya sambil tersenyum, ayah nya Alfi tau saja tujuan nya datang ke sini.
__ADS_1
"Iya paman, aku ingin menikahi Alfi," kata Riga.
"Hahaha aku tau, anak muda aku juga pernah muda. Jadi kau benar-benar ingin menikahi anak paman, kau mencintai nya tidak?"
"Aku tidak tau, aku hanya ingin bersama dengan nya, aku merasa bingung kalau dia tidak ada di dekat ku"
"Sudah cukup, ya aku mengizinkan mu menikah dengan Alfi. Tetapi dengan satu syarat jangan sampai membuat nya menangis atau berbuat kasar pada nya, bertengkar dalam rumah tangga itu hal yang wajar tetapi jika sampai berlebihan aku sendiri yang akan membantai mu," kata Ryan.
Riga menelan air liur nya dengan kasar, ia tidak tau jika ayah Alfi sangat lah tegas. Selama ini ia tertipu oleh Alfi, Alfi memang berasal dari kampung tetapi bukan berarti Alfi orang tidak punya.
Alfi dan Daniel sedang bersenang-senang bersama, Daniel sangat senang Alfi datang mengunjungi nya. Sebenarnya memang setelah syuting selesai ia berniat main ke rumah Alfi.
"Kau langsung pulang setelah ini," tanya Alfi.
"Aku tidak pulang masih ada syuting besok," jawab Daniel.
"Di tenda lah, aku tidak suka di rumah warga," jawab Daniel.
"Sudah ikut dengan ku saja pulang, kau tidak ingin ke rumah ku lagi?"
"Apa boleh," tanya Daniel.
"Boleh lah, ada banyak kamar kosong, kau bisa memakainya," jawab Alfi.
"Hahaha Oke lah, terimakasih," kata Daniel.
Malam hari nya, Daniel dan Alfi sudah kembali pulang ke rumah. Mereka berdua masuk ke dalam rumah dengan saling bercanda. Dari balkon Riga melihat semua nya, rasa nya ia ingin membanting handphone di tangan nya, ia sangat tidak suka melihat orang yang ia cintai bersama dengan pria lain.
"Aku sangat membenci nya," kata Riga.
__ADS_1
Daniel dan Alfi berpapasan dengan mamah tiri nya Alfi, wanita itu sangat tidak suka dengan Alfi yang sangat di manja Ryan.
"Kau membawa pria pulang ke rumah," tanya Eli.
"Ada masalah dengan mu," tanya balik Alfi sambil menarik Daniel pergi.
"Kau tidak sopan dengan nya Alfi," kata Daniel.
"Dia memang tidak patut untuk aku sopani," ucap Alfi.
Daniel masuk ke dalam kamar yang di tunjukkan Alfi. Sedangkan Alfi masuk ke dalam kamar nya yang di dalam sudah ada Riga di dalam nya.
"Aku sangat lelah," Alfi merebahkan diri nya ke atas kasur.
Kamar nya memang ia setting menjadi gelap, jadi ia tidak tau jika Riga di dalam sana.
"Kau dari mana dengan Daniel," tanya Riga.
"Suara itu, suara itu, Riga," ucap Alfi.
"Iya aku di sini, di samping mu," kata Riga.
"Ahhkkk," teriak Alfi.
Riga menarik Alfi dan mendekap mulut Alfi dengan tangan nya.
"Diam lah, aku tidak suka ke berisik kan," kata Riga.
"Hmmmm lepas." Alfi melepaskan tangan Riga dari tangan nya.
__ADS_1