Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 79 S2


__ADS_3

"Sayang dia diam nya," ucap Riga.


"Ya mana aku tau, dari tadi aku tepuk tepuk, aku beri susu, aku gendong tidak mau diam. Anak daddy memang seperti ini, sudah kamu saja lah yang mengurus nya," kata Alfi.


"Hahaha berarti dia memang tak akan bisa tidur tanpa aku, sayang kamu memang anak daddy. Walaupun daddy sedikit menyesal kita memiliki wajah yang sama tidak papa, sekarang rasa itu sudah hilang kok."


"Itu lah, semakin kamu menolak nya semakin kuat pulak ikatan kalian berdua, dari wajah, sifat sampai sekarang tidur pun harus dekat dengan daddy nya."


"Sekarang aku bisa tidur dengan tenang, kamu jaga dia, jangan sampai menangis lagi." Dengan seperti ini Alfi jadi tida perlu terbangun jika Al menangis, ada Riga yang sudah siap tersedia.


"Menjaga nya saja tidak bisa, aku pastikan malam ini dia tak akan menangis," ucap Riga.


"Lakukan lah jika bisa, dia akan diam beberapa jam saja, kamu tida memiliki apa yang wanita miliki," kata Alfi.


Riga membawa Al ke ranjang dan menidurkan Al di samping tubuh nya. Ia benar-benar yakin Alf tidak akan bangun lagi dari tidur nya.


Sementara itu di kamar lain, dua insan sedang bercinta melepaskan rasa rindu yang sangat mendalam. Setiap gerakan yang terjadi membuat perasaan cinta di antara mereka berdua semakin kuat pula. Hanya saja satu di antara insan ini belum memiliki keberanian untuk mengatakan nya.


"Sakit Roger," ucap Tiffany.


"Aku tau itu, tapi mau bagaimana lagi, tahan ya sayang," kata Roger.


Roger tidak tega jika Tiffany sudah mencengkram pundak nya dengan amat keras, ia yakin Tiffany seperti merasakan malam pertama nya kembali. Bagaimana tidak, mereka berdua sudah berpuasa begitu lama, sejak keguguran nya Tiffany di kapal tidak ada lagi pembuahan yang terjadi sampai saat ini.


Setelah beberapa jam akhirnya Tiffany mendapatkan benih yang akan tumbuh dari rahim nya. Benih yang benar-benar sangat banyak yang pasti akan segera menjadi janin yang sangat mereka tunggu kedatangan nya.


"Sayang apa yang kamu lakukan hari," ucap Tiffany.


Tiffany bingung kenapa Roger mengangkat kaki Tiffany tinggi-tinggi.


"Diam sayang, biar dia masuk semua nya, kata ayah mu agar kamu segera hamil," ucap Roger.


Setelah beberapa menit Roger kembali menurunkan kaki Tiffany dan memeluk Tiffany dengan erat. Akhirnya apa yang ia inginkan selama beberapa bulan sudah tercapai juga.

__ADS_1


"Aku sangat mencintai mu," ucap Roger.


"Hmmm aku tau itu," kata Tiffany.


"Ayo katakan aku juga mencintai mu sayang," ucap Roger.


"Jangan berharap lebih pada ku, hahaha aku setia pada mu saja sudah syukur," kata Tiffany.


"Sayang, kamu benar-benar sangat payah," ucap Roger.


"Sudah tidur lah aku lelah, dan kamu pasti juga lelah."


"Tidak untuk ku, bahkan dua ronde untuk ku masih sanggup," kata Roger.


"Tidak." Tiffany mempererat pelukan nya dan memejamkan mata nya. Memeluk Roger seperti ini benar-benar membuat nya merasa aman dan nyaman.


"Uwek... uwekk.. uwek..." Terdengar suara tangisan Al yang sangat keras.


"Rasakan sayang, kamu pikir enak mengurus anak," batin Alfi.


"Sayang, kamu terbangun ada apa al," ucap Riga sambil menepuk nepuk pantat Al.


"Hmmm kamu pup ya, ahhh malam malam begini." Riga ingin membangunkan Alfi tetapi ia teringat dengan janji nya pada Alfi.


"Kenapa pup dimalam hari, daddy kan jadi repot."


Dengan mata yang terasa berat. Riga membersihkan dan mengganti popok anak nya. Ia cukup terpaksa melakukan nya karena memang Riga sangat jijik dengan pup anak nya sendiri.


"Untuk kamu anak ku, jika tidak sudah aku buang."


Alfi menahan tawa nya mendengar rometan seorang Riga. Ini baru sekali, karena biasanya Al akan bangun setiap beberapa jam sekali pada malam hari.


"Rasakan baru pertama, kamu akan merasakan berat nya sebagai seorang mamah," batin Alfi.

__ADS_1


Suasana kembali senyap. Mereka kembali tertidur dengan nyenyak. Sebelum tidur Riga yakin pasti Al tidak akan bangun dari tidur nya lagi dan ia bisa tidur dengan nyenyak sampai besok pagi.


Tetapi semua itu hanyalah harapan Riga saja. Karena beberapa jam setelah itu Al kembali terbangun dan menangis. Riga juga langsung terbangun dan berusaha menidurkan Al.


"Sayang kenapa kamu tidak kunjung diam," ucap Riga.


"Sayang dia pasti haus. Kamu panaskan susu nya yang ada di kulkas, pilih yang belum lebih dari 6 jam," ucap Alfi.


"Sayang kamu susui saja lah," kata Riga.


"Hadeh." Alfi membalik tubuh nya dan langsung memberikan asi pada Al. Dan benar saja Al langsung meminumnya dengan sangat lahap.


"Lihat dia sangat mirip dengan mu, cara nya menyusu nya sangat ganas seperti mu," ucap Alfi.


"Hahaha nama nya juga anak ku," kata Riga dengan sangat bangga.


Riga tertidur lagi dengan cepat, ia masih mengantuk dan menyerahkan Al pada istri nya untuk sementara waktu. Ia tidak mempunyai susu untuk memberikan Al susu, hanya seorang istri yang bisa melakukan nya.


Riga pikir ini terakhir kali nya Al menangis dan terbangun. Riga merasa baru Memejamkan mata nya beberapa saat tetapi ia sudah mendengar sembarangan suara tangisan Al kembali.


"Sayang," ucap Riga dengan suara yang sangat kesal.


Riga melirik ke arah jam dinding tepat pukul 3 pagi. Ia berusaha menenangkan Al dengan menepuk nepuk nya dengan pelan. Al memang menjadi tenang dan tidak menangis lagi, tetapi Al tidak kunjung tidur.


"Kenapa kamu tidak tidur lagi sayang," tanya Riga.


Al malah tersenyum di ajak bicara daddy nya. Hal itu membuat Riga tertawa sendiri. Pagi itu ia malah bermain dengan Al. Riga hanya bisa bermain setengah jam saja, ia sudah sangat mengantuk.


"Sudah jam segini kenapa tidak tidur lagi," ucap Riga.


Riga tertidur sesaat karena ia sudah tidak bisa menahan kantuk nya. Dan seperti yang diharapakan Al kembali menangis karena tangan Riga berhenti menepuk nepuk nya.


"Ahhh apa aku harus melakukan nya sampai pagi," ucap Riga.

__ADS_1


__ADS_2