Menikah Dalam Perjodohan

Menikah Dalam Perjodohan
Episode 30


__ADS_3

Alfi terkejut saat melihat Nathan sudah di depan rumah ini, ia tidak ada memberitahu Nathan jika ia akan pergi dari rumah ini.


"Nathan kamu di sini, sejak kapan?" Alfi berjalan mendekati Nathan.


"Sejak tadi, sudah siap untuk pergi," tanya Nathan.


"Sudah, aku sudah sangat siap untuk pergi. Tapi kamu tau dari mana kalau aku akan pergi, aku tidak ada memberitahu mu."


"Hahaha aku tau lah, kan aku memperhatikan mu secara diam diam, sudah ayo kita pergi," kata Nathan.


"Kau jadi sangat menakutkan Nathan," ucap Alfi.


"Sudah jangan takut, ayo masuk ke dalam mobil." Nathan membuka pintu mobil nya.


Alfi tersenyum pada Nathan dan masuk ke dalam mobil, jika dengan Nathan pasti ia di perlukan spesial.


"Alfi kenapa kau pergi si, aku masih ingin mengenal mu," kata Nathan.


"Hahaha aku sudah harus pergi, aku sangat merindukan keluarga ku, nanti aku akan memberikan alamat rumah ku, jangan lupa berkunjung ke sana," ucap Alfi.


"Jadi kau belum mempunyai perasaan pada Riga?"


Alfi tersenyum sejenak, pertanyaan ini seperti apa yang di tanyakan pada Warsa pada nya.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak mempunyai perasaan apapun pada nya, dan seperti nya dia juga seperti itu pada ku," kata Alfi.


"Tidak, Riga punya perasaan lebih pada mu, aku tau itu, aku yakin tak lama dia akan menyusul mu," ucap Nathan.


Alfi memalingkan wajah nya ke arah Nathan, apa yang di katakan Nathan benar-benar cukup mengejutkan nya.


"Tidak mungkin," ucap Alfi.


Sesampainya di Stasiun Alfi yang sudah memesan tiket langsung menuju ke kereta yang akan segera pergi. Begitu juga dengan Nathan yang mengikuti Alfi sampai Alfi benar-benar pergi meninggalkan Stasiun.


"Mana alamat mu," tanya Nathan.


"Aku kirim di WA, aku pergi dulu, terimakasih untuk semua nya Nathan, kau sangat baik pada ku, aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan mu. Jangan melupakan ku, kita pasti akan bertemu lagi. Oh iya katakan pada nya, jangan terlalu sering marah marah nanti tidak ada wanita yang mau dengan nya."


Sejenak Alfi membalas pelukan itu, Nathan benar-benar sangat baik pada nya. Ia sangat senang bisa mengenal Nathan. Sebenarnya ada satu orang lagi yang sangat baik dan ingin ia temui, tetapi orang itu sedang syuting dan tidak bisa Alfi ganggu.


"Aku pergi dulu," kata Alfi.


"Iya pergi lah, jika sampai langsung kabari aku ua," ucap Nathan.


Setelah hampir tiga bulan lama nya Alfi pergi meninggalkan kota itu, banyak kenangan yang berharga bagi nya, ia tidak pernah menyesal pernah berada di kota itu. Alfi berjalan masuk ke dalam kereta, ia melambaikan tangan pada Nathan yang masih setia menunggu nya pergi.


"Hati-hati," ucap Nathan.

__ADS_1


Kereta yang di tumpangi Alfi sudah pergi, dengan berat hati Nathan pun pergi meninggalkan tempat itu. Jujur sebenarnya ia sudah mempunyai perasaan lebih pada Alfi, jika tidak karena Riga ia pasti akan mengejar Alfi sampai mendapatkan Alfi. Nathan tau sebenarnya Riga merasakan hal yang sama dengan yang ia rasakan saat ini.


Satu hari setelah kepergian Alfi. Kepergian Riga ke. luar kota mengalami beberapa kendala, hal itu membuat nya harus kembali ke rumah. Sebenarnya bukan hanya masalah eksternal tetapi juga masalah internal di dalam tubuh Riga. Riga terlihat sangat tidak bersemangat, ia seperti kehilangan semangat nya tidak seperti biasa nya yang selalu semangat dalam bekerja.


Sesampainya di rumah ia langsung di sambut oleh Sarah dan Selena, mereka berdua terlihat senang melihat Riga pulang.


"Sayang kamu sudah pulang, kamu mau makan," tanya Sarah.


"Tidak mah," jawab Riga sambil pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua.


"Tante bagaimana bisa tante menjodohkan kakak kalau kakak seperti ini," kata Selena.


"Sudah diam lah, aku akan mencari cara nya."


Saat membuka pintu kamar Riga merasakan keheningan seperti beberapa bulan lalu. Tidak ada hal yang membuat nya marah, tidak ada yang menemani nya saat ia sedang susah tidur. Terkadang memang orang yang kita tidak harapkan bisa berubah menjadi orang yang sangat di rindukan.


"Ah sudah lah, aku hanya harus terbiasa," kata Riga.


Riga berjalan masuk ke dalam kamar mandi, karena sudah terbiasa membawa pakaian ke dalam kamar mandi saat sedang sendiri pun Riga melakukan nya Padahal ia sama sekali tidak perlu melakukan hal itu.


Saat sedang kembali ke ranjang Riga melihat pita rambut seorang wanita, Riga langsung teringat jika pita rambut itu milik Alfi.


"Ah kenapa kau meninggalkan barang mu, aku jadi semakin memikirkan mu," kata Riga.

__ADS_1


__ADS_2