Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Bertemu Baby Tampan


__ADS_3

"Awasss......" Teriakan orang orang menggema di padatnya lalu lintas jalan raya.Tampak beberapa mobil menghindari seorang balita berusia dua tahun lebih yang berdiri di tengah tengah jalan raya. Pandangan Nesha bertemu dengan pandangan baby tampan yang menatapnya dengan tatapan aneh. Hatinya tergerak untuk segera menolongnya.


" Nak tolong, tolong selamatkan cucu saya." Ucap seorang wanita paruh baya di sela isakannya.


" Baiklah Bu, Ibu tenang saja aku akan menolongnya." Sahut Nesha.


Tanpa pikir panjang Nesha segera berlari mendekati Baby Tampan tersebut. Ia harus menghindari kendaraan lain terlebih dulu. Dengan sigap Nesha mendekap Baby Tampan itu ke dalam pelukannya, Nesha menghindari mobil yang sedang melaju kencang ke arahnya, karna kurang keseimbangan menyebabkan mereka jatuh terguling ke trotoar. Orang orang mulai mengerumuninya.


" Mbak.. Mbak baik baik saja?" Tanya para ibu ibu yang mengerumuni Nesha.


" Kami baik baik saja bu." Ujar Nesha yang masih ngos ngosan.


Nesha duduk menyandarkan tubuhnya pada tiang di belakangnya, dengan Baby tampan yang masih dalam dekapannya.


" Syukurlah Mbak kalau kalian baik baik saja." Ujar ibu ibu disana.


" Terima kasih Bu." Sahut Nesha.


Tampaklah wanita paruh baya tergopoh gopoh menghampiri mereka.


" Nathan.. Kamu baik baik saja Nak?" Tanya wanita yang tadi meminta bantuan Nesha. Babby tampan nampak tidak bergeming. Ia masih nyaman dalam pelukan Nesha.


" Terimakasih Nak kamu telah menyelamatkan cucu saya, saya berhutang budi padamu kalau tidak ada kamu entah bagaimana nasib cucu saya." Ucap Oma Nathan.


" Sama sama Bu, sudah menjadi kewajibanku menolong sesama." Sahut Nesha.


" Mami... Mami.. huaaa." Tangis Nathan pecah, Ia menatap Nesha dengan tatapan penuh kerinduan.


Nesha mengeryitkan dahinya, Ia bingung anak ini memanggil siapa. Ia mengedarkan pandangan ke sekitarnya mencoba mencari tahu siapa yang di panggil oleh Babby tampan dalam dekapannya ini.


" Mami... Mami... Janan tindalin Athan agi haa.." Isak Nathan mengeratkan pelukannya.


" Dia memanggil kamu Nak, Mungkin dia mengira kalau kamu Maminya." Jelas Omanya Nathan.


" Oh maaf saya tidak tahu saya kira di sini ada Maminya." Sahut Nesha.


" Sayang tenang ya Mami ada disini bersamamu." Ucap Nesha tanpa sadar sambil menepuk nepuk pantat Nathan. Tangis Nathan berhenti seketika. Ia memeluk erat tubuh Nesha.


" Ma bagaimana keadaan Nathan? Dimana dia sekarang?" Tanya seseorang yang baru saja tiba dengan nafas tersengal sengal.


" Itu." Mama menunjuk kearah Nathan dan Nesha.

__ADS_1


" Maafin Mama yang ceroboh Han, tadi Mama ketoilet, tidak tahu kalau Nathan keluar rumah, tiba tiba Nathan sudah berada di tengah jalan raya Han, Mama sangat panik takut terjadi apa apa sama Nathan, untung ada Gadis itu yang menyelamatkan Nathan, Kalau tidak... Mama tidak tahu apa yang akan terjadi padanya." Terang Mama Rena sambil menangis.


" Sudah lah Ma jangan menangis yang penting Nathan baik baik saja, sekarang Mama pulanglah, Biar Nathan pulang sama aku." Ujar Farhan.


Mama Rena segera pulang setelah mengucapkan terima kasih kepada Nesha yang hanya diangguki kepala olehnya. Nesha masih sibuk mendekap Nathan, ia tidak fokus jika ada orang lain di sana, Nesha mengelus punggung Nathan berharap Nathan lebih tenang karna sepertinya Nathan masih merasa ketakutan.


" Nathan... ayo kita pulang." Ucap Farhan membuat Nesha mendongak menatap kearah suara.


" Pak Farhan." pekik Nesha.


" Hm." Gumam Farhan.


" Ih sombong amat." gerutu Nesha dalam hati.


" Nathan.. ayo kita pulang." Ajak Farhan lagi


" Ndak mau, Athan mau cama Mami, Athan tatut kalo Mami pegi agi." Sahut Nathan.


Nesha dan Farhan melongo mendengar kata yang di ucapkan Nathan. Mami? Nathan memanggil wanita asing dengan sebutan Mami? Pikir Farhan.


" Ayo Nathan kita pulang sayang, dia buka Mami kamu." Bujuk Farhan.


" Ndak mau, mau cama Mami aja." Nathan mengeratkan pelukannya.


" Lo sih sok sokan jadi pahlawan kesorean, jadi bungsut gini kan lo, Lagian tuh Bonyok bocah kemana sih, gak mikir apa ngebiarin bocil keluyuran sendiri di jalan raya lagi, kalau gue jadi lo gue liatin aja biar tahu rasa tuh bonyoknya liat anaknya klepek klepek ketabrak mobil di tengah jalan." Cerocos Sifa sahabat dari Nesha tanpa mempedulikan Farhan yang sedang berdiri di sana.


" Sifa... jangan keterlaluan deh, nggak baik tahu nggak ngomong kaya' gitu, gini gini nih bocil malaikat kecil tau gak lo, kualat loe nanti sama nih bocil gak bisa punya anak baru tahu rasa loe." Ucap Nesha dengan suara Meninggi.


" Eh.. ogeb ngapain lo mikirin tuh bocil, Bonyoknya aja santai, pasti nih Bocil di tinggal cari uang terus dia di asuh sama pembantunya, bonyok zaman sekarang itu lebih mikirin Uang ketimbang mikirin anaknya." Sifa masih nyerocos sampai tidak sadar ada seseorang yang sedari tadi mendengar cerocosannya.


Hati Farhan mencelos mendengar hujatan Sifa. Memang benar Ia lebih mementingkan uang, tapi demi siapa? Demi anaknya juga kan?


" Ehm.. ehmm." Dehem Farhan.


Mendengar seseorang berdehem membuat Sifa menoleh kebelakang dan..


" Eh pak Farhan, sore pak." Sapa Sifa sambil cengar cengir. Sifa menatap Nesha sambil menaik turunkan alisnya seolah meminta penjelasan kepada Nesha.


" Pak Farhan ayah dari anak ini." Ucap Nesha.


Sifa memejamkan matanya.

__ADS_1


" Gawat bisa di pecat gue udah ngejelek jelekin Pak Farhan." Batin Sifa.


" Kenapa lo nggak bilang dari tadi kalau nih bocil ada bokapnya." Bisik Sifa ke telingan Nesha.


" Lo nya aja yang nggak mau lihat sekitar, kalau udah nyerocos ngegas mulu." Sahut Nesha enteng.


" Nathan ayo kita pulang, tidak baik kamu dekat dekat sama orang yang suka ngehujat orang lain." Sindir farhan.


" Aku mau cama Mami..." Sahut Nathan.


Farhan segera mengambil Nathan dari dekapan Nesha dengan paksa membuat Nathan meronta.


" Ndak au... Athan mau cama Mami." Teriak Nathan.


Farhan tidak menghiraukan teriakan Nathan. Ia berusaha memisahkan Nathan dari Nesha.


" Pak jangan kasar donk, kasian dianya." Ucap Nesha.


" Dia putraku, aku tahu mana yang baik dan tidak untuknya, jadi kau tidak perlu sok khawatir." Ketus Farhan.


Farhan segera membawa Nathan yang terus menangis dalam gendongannya berjalan meninggalkan Nesha.


" Mami.... Mami... Athan mau cama Mami." Rengek Nathan membuat hati Nesha trenyuh tapi Ia tidak bisa berbuat apa apa. Ia tidak punya hak atas anak itu. Nesha menatap kepergian Nathan dengan perasaan sedih.


" Rese' banget tuh bos galak, udah di tolongin bukannya terima kasih palah kaya' gitu, harusnya lo biarin aja tadi." Sungut Sifa.


" Lo keterlaluan sih ngomongnya jadi marah kan dia, kasihan sih Nathan jadi nangis kaya' gitu." Kesal Nesha.


" Udahlah Nes, jangan mikirin tuh Bocil, pasti dia aman kok sama bapaknya, sekarang kita pulang kita obati luka lo dulu." Ucap Sifa.


Sifa memapah Nesha menuju mobilnya. Ia melajukan mobil menuju rumah Nesha. Sifa tinggal bersama Nesha dan ibunya. Sifa merupakan tetangga di kampung Nesha dulu, Ia merantau dan kebetulan satu kantor sama Nesha, jadi dari pada ngekost mending numpang aja hhhh itung itung menghemat pengeluaran. Mereka berdua bekerja di Bank Swasta di kota ini. Nesha sebagai Teller sedangkan Sifa sebagai Customer Servis. Dan Farhanlah yang jadi Bos mereka.


Visual Nesha dan Farhan



Jangan lupa tekan like dan komentnya ya....


Terima kasih untuk para reader yang sudah mensuport author, semoga sehat selalu....


Miss U All

__ADS_1


TBC....


__ADS_2