Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Cemas


__ADS_3

Hari ini Nathan mulai masuk ke sekolah, Nesha sudah mendandaninya dengan rapi. Memakai seragam lengkap dengan segala atributnya.


" Sayang di sini dulu ya, Mami mau bantu Papi bersiap dulu." Ucap Nesha mendudukkan Nathan di tepi ranjangnya.


" Iya Mi." Sahut Nathan yang sedang sibuk dengan gadgetnya.


Nesha berjalan menuju kamarnya, Ia menghampiri Nathan yang sedang kesusahan memasang dasinya.


" Mas sini aku pakein." Ucap Nesha mengambil dasi di tangan Farhan.


Nesha memasang dasi dengan terampil, Farhan menatap wajah cantik istrinya tanpa berkedip.


" Udah." Ucap Nesha setelah selesai memasangkan dasi.


Farhan menarik pinggang Nesha membuat tubuh mereka berhimpitan. Farhan menundukkan wajahnya mencium bibir istrinya. Ia mencecap lembut bibir manis Nesha membuat Nesha memejamkan matanya. Farhan terus me***** lembut bibir Nesha. Keduanya saling menikmati manisnya bibir masing masing. Setelah pasokan oksigen menipis Farhan melepas pagutannya. Ia mengusap lembut bibir Nesha dengan jempolnya.


" Makasih." Ucap Farhan mencium kening Nesha.


" Hmm." Gumam Nesha.


" Ayo." Ajak Farhan.


Mereka keluar menuju kamar Nathan. Nathan masih dalam posisi yang sama.


" Sayang ayo sarapan dulu, Nanti baru berangkat sekolah." Ucap Nesha mengambil tas Nathan.


" Ayo gendong Papi." Ujar Farhan.


" No... Athan udah besal Pi." Sahut Nathan.


" Baiklah kalau begitu gandeng Papi sama Mami saja." Ujar Nesha.


Farhan dan Nesha mengandeng tangan Nathan bersisihan. Mereka menuruni anak tangga dengan hati hati takut Nathan terjatuh. Setelah sampai di meja makan, Seperti biasa Nesha segera mengambilkan makanan untuk kedua orang yang di cintainya.


" Pinter anak Mami, Makanannya udah habis sekarang minum dulu." Ucap Nesha membantu Nathan minum dengan gelasnya.


" Ayo kita berangkat sayang." Ajak Farhan.


" Mami nggak ikut nih?" Tanya Nesha.


" Ndak usah Athan sama Papi aja, Mami di lumah istilahat." Sahut Nathan.


" Baiklah anak Mami yang hebat, Hati hati di jalan ya." Ucap Nesha mencubit pelan pipi Nathan.


" Baik Mi... Accalamu'alaikum." Ucap Nathan sambil menyalami tangan Nesha dengan takzim.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Nesha.


" Mas berangkat dulu Yank." Ucap Farhan. Nesha mencium punggung tangan Farhan.


" Assalamu'alaikum." Ucap Farhan setelah mencium kening Nesha.


" Wa'alaikumsallam Mas, Hati hati." Sahut Nesha.


Nesha mengantar Farhan dan Nathan sampai teras depan, Setelah mobil Farhan tak terlihat Nesha segera masuk ke dalam rumahnya. Ia berjalan menuju kamarnya untuk mengambil ponselnya, Barang kali ada yang telepon atau hanya sekedar mengirim pesan.

__ADS_1


Saat Nesha membuka aplikasi hijau, Nampaklah sebuah pesan dari nomor baru. Nesha segera membacanya. Deg.... Jantung Nesha berdetak begitu kencang setelah membacanya.


📲 08xxxxxxxxxx


Kamu sudah mengacaukan rencanaku... Sekarang tunggu balasan dariku... Kamu akan segera kehilangan putra kesayanganmu


Nesha mencoba menyimpan nomor itu berharap bisa melihat foto profilnya, Tapi sepertinya pengirim tidak memasang foto di sana. Nesha merasa gelisah memikirkan bagaimana jika semua itu terjadi? Ia tidak mau sampai kehilangan putra tersayangnya. Nesha mencoba menghubungi Farhan tetapi tidak di angkatnya.


" Mas angkat donk.. Aku takut terjadi sesuatu dengan putra kita, Siapa sih orang yang berniat mencelakai Nathan.... Ya Allah lindungilah putraku dari hal hal yang tidak hamba inginkan." Monolog Nesha sambil berjalan mondar mandir.


Nesha segera menelepon Sifa, Sambungan terhubung tapi Sifa tidak mengangkatnya.


" Ckkk pada kemana sih semua orang di telepon tidak ada yang mengangkat." Kesal Nesha.


" Aku harus ke sekolah Nathan untuk memantaunya dari dekat, Tapi.... Orang tua tidak boleh berada di lingkungan sekolah saat jam pelajaran berlangsung." Gumam Nesha.


" Hah tenang Nesha, Tarik nafas dalam dalam lalu hembuskan, Baiklah tunggu sampai jam pulang saja, Aku yakin tidak akan terjadi sesuatu dengan Nathan, Allah selalu memberikan perlindungan untuknya." Ujar Nesha mencoba menenangkan dirinya sendiri. Nesha mencoba melakukan pekerjaan rumah agar pikiran buruknya teralihkan.


Tak terasa jam sudah menunjukkan setengah sepuluh, Nesha mulai bersiap menjemput Nathan karna jam pulang tinggal setengah jam lagi. Nesha melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Di tengah perjalanan terjadi kemacetan panjang. Nesha melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


" Kurang sepuluh menit lagi, Gimana ini? Kok belum maju maju juga sih." Gerutu Nesha.


" Pak... Pak.." Panggil Nesha kepada seseorang yang lewat.


" Iya Mbak." Jawab Bapak tersebut.


" Ini kenapa bisa macet gini ya pak? Ada apa di depan sana Pak?" Tanya Nesha.


" Ada kecelakaan Mbak, Jadi nunggu korban di evakuasi dulu, Mending putar balik cari jalan lainnya Mbak soalnya bakal makan waktu lama, Korbannya terjepit badan mobil." Jawab Bapak tadi.


Nesha melihat ke samping kanan ingin memutar balik mobilnya, Tapi sayang mobil mobil di belakangnya memakan badan jalan sebelah kanan hingga membuatnya tidak bisa memutar mobilnya.


" Ya Allah apa yang sedang Engkau rencanakan kepadaku?" Gumam Nesha.


Nesha segera mengambil ponsel di dalam tasnya, Ia menelpon Sifa. Setelah beberapa lama akhirnya penggilan terhubung.


" Halo." Sapa Sifa di sebrang sana


" Sif tolong jemput Nathan sekarang juga, Aku takut terjadi sesuatu dengannya, Tadi aku mendapat pesan teror dari seseorang." Cerocos Nesha.


" Kamu ada di mana sekarang?" Tanya Sifa.


" Aku terjebak macet di jalan xx, Ada kecelakaan di sini, Aku juga nggak bisa putar balik Sif, Buruan ya jarak dari kantormu kan hanya sebentar jadi keburulah kalau jemput Nathan." Ucap Nesha.


" OK OK tenanglah aku segera otw." Sahut Sifa.


" Thanks ya." Ucap Nesha mematikan sambungan teleponnya.


Nesha menelepon satpam yang berjaga di depan rumahnya untuk memintanya mengambil mobilnya. Lalu Nesha segera memesan go c*r lewat apikasi di ponselnya, Ia turun dari mobil berjalan meninggalkan mobilnya menuju jalan yang tadi sempat di laluinya. Dengan sedikit lelah Ia berjalan menghampiri taksi online yang sempat di pesannya tadi.


" Mbak Nesha." Ucap driver memastikan.


" Iya Mas." Sahut Nesha.


" Sesuai yang ada di aplikasi ya." Ujar Driver.

__ADS_1


" Iya." Sahut Nesha.


Nesha segera masuk ke dalam taksi menuju sekolah Nathan.


Drt....Drt...


Ponsel Nesha berdering tanda panggilan masuk, Ia segera mengangkatnya setelah melihat ID pemanggil yang tak lain adalah Sifa.


" Halo... Gimana Sif?" Tanya Nesha to the point.


" Gue udah sampai di sekolah Nathan, Tapi kata gurunya dia udah di jemput sama Tantenya." Ucap Sifa.


Deg... Jantung Nesha berdetak cepat, Pikirannya kacau kala mendengar Nathan sudah di jemput orang lain.


" Nes...Nes..." Panggil Sifa di sebrang sana.


" I..Iya.. Tantenya siapa?" Tanya Nesha.


" Aku nggak tahu karna gurunya cuma bilang adik dari Mamanya gitu." Jelas Sifa.


" Adik dari Mamanya, Berarti Claudia Sif... Ya ampunnn gimana ini Sif jangan sampai terjadi sesuatu dengan Nathan, Mas Farhan pasti akan sangat marah Sif..." Ucap Nesha cemas.


" Tenang dulu Nes, Semoga Nathan baik baik saja, Maaf ya aku terlambat sampai sini, Padahal aku udah ngebut lho tapi tetep nggak keburu." Ujar Sifa.


" Ya udah nggak pa pa Aif makasih." Lirih Nesha.


Nesha mematikan sambungan teleponnya, Pikirannya kacau, Hatinya cemas..


" Dimana kamu sayang..." Lirih Nesha.


Nesha menatap keluar jendela, Taksi trrs berjalan dengan kecepatan sedang, Tiba tiba matanya menatap seseorang anak kecil yang berdiri di pinggir jalan.


" Nathan..." Gumam Nesha.


" Pak berhenti Pak... Berhenti." Pekik Nesha kepada Driver. Sang Driver pun segera menghentikan mobilnya.


Nesha turun dari taksi setelah membayar ongkosnya, Ia segera berlari untuk menghampiri Nathan di sebrang jalan sana. Nesha tampak menoleh ke kanan dan ke kiri saat akan menyebrang jalan, Tiba tiba dari arah berlawanan melaju mobil dengan kecepatan tinggi mengarah ke arah Nathan yang sedang berdiri. Nesha segera berlari menghampiri Nathan lalu Ia menarik Nathan ke dalam pelukannya. Tiba tiba....


Brakkkkk....


TBC......


Hari ini Author udah doble up ya... Makasih atas suport yang kalian berikan... Maaf jika ada readers yang merasa cerita ini membosankan... Tidak mudah menulis cerita karna beda orang beda pandangannya ya...


MISS U All...


**Kasih hadiah Mawar donk biar Authornya semangat...


Baca dan dukung juga cerita author yang lainnya**...




Author tunggu di sana ya...

__ADS_1


__ADS_2