
" Apa syaratnya?" Tanya Nesha menatap Jordan. Jordan tersenyum mendengar pertanyaan dari Nesha, Ia menatap wajah Nesha membuat Nesha mengalihkan pandangannya.
" Menikahlah denganku." Jawab Jordan.
" Apa?" Pekik Nesha membulatkan matanya dengan mulut sedikit menganga.
" Ya...Menikahlah denganku, Dengan begitu kau akan menjadi ibu dari Nathan." Jawab Jordan.
" Kenapa harus menikah denganmu? Bukankah hak asuh Nathan akan jatuh kepada kedua orang tuamu Tuan Jordan?" Nesha menatap tajam ke arah Jordan membuat Jordan semakin tertarik dengannya.
" Kamu salah Nona...." Jordan bangkit dan berjalan mendekati Nesha. Ia membungkukkan badannya mengukung Nesha dengan tangan berada di samping kanan dan kiri kepala Nesha. Jantung Nesha berdetak dengan kencang. Ia memejamkan matanya takut Jordan berbuat hal yang tidak di inginkannya.
Jordan memandang wajah cantik Nesha, Pipi mulus, Bulu mata lentik dan bibir merah yang begitu menggoda imannya, Ingin sekali rasanya Jordan mengecup bibir itu.
" Tu..Tuan..Menyingkirlah." Ucap Nesha gugup masih memejamkan matanya. Ia tidak mau melihat wajah orang kurang ajar seperti Jordan.
" Kenapa? Aku masih mau memandang wajah cantik calon istriku." Sahut Jordan.
" Jangan ke PDan Tuan, Segera menyingkirlah." Pinta Nesha.
" Kalau aku nggak mau?" Tanya Jordan.
"Jangan salahkan aku jika aku berbuat kasar padamu." Ancam Nesha.
" Aku justru suka wanita yang kasar sepertimu." Sahut Jordan yang tetap pada posisinya. Sebenarnya Ia bukan laki laki bejat pada umumnya, Ia hanya menggoda Nesha saja, Entah mengapa Jordan suka melihat wajah Nesha yang ketakutan seperti ini.
"Ya Tuhan... Ternyata aku salah masuk kandang, Harusnya aku masuk ke kandang kelinci yang imut imut kenapa aku palah masuk ke kandang buaya? Buaya darat lagi yang nggak punya pawang." Batin Nesha.
" Aku suka wajah ketakutanmu." Jordan berjalan kembali duduk ke kursinya. Nesha bisa bernafas lega, Ia membuka matanya menatap Jordan yang sudah duduk di tempat semula.
" Bagaimana dengan tawaranku?" Tanya Jordan, Nesha memicingkan matanya.
" Katakan alasannya kenapa aku harus menikah denganmu?" Nesha balik bertanya.
" Karna kedua orang tuaku menyerahkan hak asuh Nathan sepenuhnya kepadaku, Aku yang akan menjadi orang tuanya setelah aku memenangkan kasus ini, Dan kamu pasti tahu bukan? Kemenangan akan berpihak pada siapa?" Jordan menatap Nesha membuat Nesha gugup kembali.
" Apa menyerahkan hak asuh kepada Tuan Jordan? Ah aku harus baik baik dengannya, Ayo Nesha berbuat baiklah di depannya." Ujar Nesha dalam hatinya.
" Aku mohon padamu Tuan jangan ambil Nathan dari kami, Dia putra kami, Kami yang sudah membesarkannya dan memberikannya kasih sayang selama ini." Ujar Nesha.
__ADS_1
" Aku juga akan memberikan segala yang pernah kau berikan kepadanya termasuk kasih sayangmu padanya, Sudahlah jangan buang waktuku, Kau tidak akan mendapatkan apapun kalau merengek di sini." Ucap Jordan.
" Aku mohon cabutlah tuntutan itu, Aku akan merawatnya dengan baik seperti apa yangbaku lakukan selama ini, Jangan khawatir Tuan aku sudah menganggapnya sebagai putraku sendiri jadi aku tidak akan menyakitinya." Pinta Nesha.
" Tidak bisa... Jika kamu mau mengasuhnya maka menikahlah denganku, Jika tidak jangan harap kau bisa bertemu dengan Nathan lagi." Ucap Jordan membuat Nesha geram.
" Anda gila Tuan Jordan...Bagaimana bisa anda meminta saya untuk menikah dengan Anda? Saya sudah menikah, Jangan samakan dengan gadis di luar sana, Seenak jidat saja." Kesal Nesha.
" Ceraikan Farhan lalu menikah denganku, Kita akan hidup bahagia bertiga, Bagaimana?" Tanya Jordan.
"Anda benar Tuan Jordan...." Nesha mendekati Jordan yang sedang duduk sambil menatapnya. Nesha membungkuk menatap wajah Jordan. Tangannya bermain main di pipi Jordan membuat dada Jordan berdesir aneh.
" Anda benar jika saya sudah membuang buang waktu untuk meladeni orang gila seperti Anda." Ujar Nesha menginjak kaki Jordan dengan keras.
" Awh..." Pekik Jordan. Nesha segera berjalan keluar meninggalkan orang gila seperti Jordan.
" Hei Nona tunggu... Tanggung jawab." Teriak Jordan. Ia mengejar Nesha dengan tertatih.
" Nona tunggu kau harus bertanggung jawab kau sudah menginjakku, Kakiku sakit.." Teriak Jordan.
Nesha berlari masuk ke mobilnya lalu...
Nesha melajukan mobilnya dengan kencang.
" Benar benar menarik... Bagaimanapun caranya aku harus mendapatkanmu." Monolog Jordan. Jordan kembali masuk ke dalam rumah, Sampai di ruang tamu ia duduk di sana sambil memijat kakinya yang sakit akibat di injak Nesha.
" Bagaimana? Kau langsung tertarik dengannya bukan?" Tanya Claudia menghampiri Jordan.
" Iya...Aku jatuh cinta pada pandangan pertama, Dia sangat cantik dan menawan, Hanya merasakan sentuhan jarinya di pipiku saja membuat bagian bawahku tegang." Ucap Jordan membayangkan wajah Nesha.
" Ckkk Sial... Dia membuatku tersiksa." Cebik Jordan.
" Aku bisa menuntaskannya kalau kau mau?" Tawar Claudia.
" Cih Aku tidak sudi milikku di sentuh olehmu, Aku hanya akan memberikannya pada wanita terhormat yang akan menjadi istriku nanti... Vanesha Febiola." Ujar Jordan.
" Sialan Lo... Gini gini gue sering di pake Jonathan dulu." Cibir Claudia.
" Jo aja yang bego mau maunya celup sana sini, Makanya nggak panjang umur kan?" Sahut Jordan.
__ADS_1
" Ya memang udah takdir Jor..." Ucap Claudia.
" Jor jor jor.. Dan aja, Kaya' apa aja Jar Jor Jar Jor." Protes Jordan.
" Suka suka gue Jor, Gue balik ah mau nyusun rencana dulu biar berhasil." Claudia segera keluar dari rumah keluarga Jo. Ia akan menyusun rencana dengan matang agar berhasil mendapatkan Farhan, Orang yang dia sukai setelah Farhan menikahi Kakaknya.
Sedang di dalam mobil,
" Gila gila gila... Jordan Gilaaaaaaa." Kesal Nesha memukuli stirnya.
" Ini bukannya menyelesaikan masalah palah nambah masalah aja, Tahu gitu aku nggak ke rumahnya, Nyesel deh aku." Monolog Nesha.
Drt drt drt...
Ponsel Nesha berdering tanda panggilan masuk, Ia segera menepikan mobilnya untuk mengangkat telepon karna Ia tidak membawa Handfree.
" Hallo Assalamu'alaikum Mas." Sapa Nesha setelah mengangkat panggilannya.
" Wa'alaikumsallam sayang, Lagi di mana?" Tanya Farhan.
" Lagi di jalan Mas." Ucap Nesha.
" Jangan lupa beli kue ulang tahun ya, Terus nanti sore kita ke panti biasanya, Semalem dah aku kasih tahu kan?" Ucap Farhan.
" Ya ampunnn Mas maaf aku lupa, Maaf ya nanti aku sekalian mampir ke toko deh." Sahut Nesha.
" Iya nggak pa pa yang penting sekarang dah ingat, Aku akan segera pulang siang ini." Ujar Farhan.
" Ok.. Aku tunggu, Udah dulu ya Mas Da..." Ucap Nesha.
" Hati hati sayang, Assalamu'alaikum." Ucap Farhan.
" Wa'alaikumsallam." Sahut Nesha mematikan panggilannya.
" Ah payah payah... Aku ini ibu macam apa sampai lupa hari ulang tahun putranya, Maaf ya sayang Mami lagi banyak pikiran... Selamat ulang tahun semoga panjang umur dan sehat selalu." Ucap Nesha mencium foto Nathan pada ponselnya.
Nesha melajukan mobilnya kembali dengan kecepatan sedang, Ia mampir ke toko kue ternama untuk membeli kue ulang tahun Nathan. Walaupun Farhan orang berada tapi mereka tidak pernah merayakan ulang tahun seperti orang orang kaya biasanya. Nathan hanya memotong kue ulang tahun saja, Itupun tanpa tiup lilin. Lalu sorenya ke panti asuhan untuk menyumbang berbagai keperluan anak panti. Farhan menerapkan hidup hemat agar sisanya bisa bermanfaat bagi orang lain. Setelah memilih kue yang di rasa pas, Nesha segera melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya.
TBC....
__ADS_1
Makasih untuk para readers yang sudah mendukung karya author... Jangan lupa mampir juga ke karya author yang lainnya ya... Semoga menghibur..Miss U All