Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
52. Rumah Sakit


__ADS_3

Davian berjalan mondar mandir di depan ruang IGD, seorang Dokter sedang memeriksa kondisi Ria di dalam sana.


" Hei kau berhentilah mondar mandir seperti itu, aku pusing melihatnya." Ucap Cia yang duduk di kursi tunggu.


" Bagaimana aku tidak khawatir? Istriku berada di dalam sana sedang melawan maut." Sahut Davian.


" Halah sok peduli, aku yakin Ria seperti ini pasti gara gara kamu." Cebik Cia membuat hati Davian tertohok.


Tap tap tap


Terdengar beberapa langkah menghampiri mereka, Cia dan Davian menatap ke arah lorong rumah sakit.


Nathan, Valen, Gama dan Papi Maminya berlari kecil menghampiri keduanya.


" Apa yang terjadi pada Ria sayang?" Tanya Mami Nesha kepada Cia.


" Aku tidak tahu Mi, tadi kami menemukannya tergeletak di dalam kamar dengan luka sayatan di tangannya." Ucap Cia.


Valen menghampiri Davian, Ia menatapnya dengan nyalang.


Plak....


Tamparan keras mendarat di pipi Davian dari Valen.


" Kamu apakan lagi adikku? Belum puas selama dua bulan ini kau menyiksanya dengan alasan balas dendammu?" Bentak Valen membuat semua orang terkejut.


" Sayang apa maksudmu?" Tanya Papi Farhan.


Valen menatap semua orang yang sedang menatapnya meminta penjelasannya.


" Biar pria brengsek ini yang berbicara." Sahut Valen menunjuk wajah Davian. Davian tidak bergeming, Ia justru menundukkan kepalanya.


" Kenapa kau diam saja? Tatap aku." Ucap Valen membuat Davian mengangkat kepalanya menatap Valen.


" Kau sudah puas kan membuat Ria mengakhiri hidupnya? Kau sudah puas menukar nyawa ibumu dengan nyawa adikku? Jika sampai terjadi hal fatal kepada adikku kau akan menanggung akibatnya dan nyawa adikmu sebagai gantinya." Bentak Valen.


"Setelah ini kau harus meninggalkannya." Sambung Valen.


" Tidak.. Aku tidak akan pernah meninggalkannya, aku mencintainya Kakak ipar." Ucap Davian.


" Bullshit dengan kata cinta yang kau ucapkan Davian." Ucap Valen.


Valen menghampiri Cia lalu Ia menarik tangan Cia menghadap Davian.


" Perkenalkan... Ini Valecia, wanita yang dulu kau cintai dan targetmu yang sesungguhnya Davian Bagaskara." Tegas Valen.


" Tidak... Aku tidak mencintainya tapi aku mencintai istriku." Sahut Davian.


" Davian... Valen sebenarnya ada apa ini? Katakan apa yang terjadi sebenarnya." Ucap Papi Farhan.


" Davian jelaskan." Titah Valen.


" Davian jelaskan semuanya, dimana keberanianmu sekarang hah?" Bentak Valen.


" Sayang jangan berteriak! Kasihan calon anak kita sayang." Ucap Nathan menyentuh pundak Valen. Valen menghela nafas dalam dalam.


" Laki laki ini." Ucap Valen menunjuk wajah Davian.


" Laki laki brengsek ini sengaja menikahi Ria hanya untuk balas dendam." Ucap Valen.


" Balas dendam? Balas dendam kenapa? Apa yang Ria lakukan padanya Valen?" Tanya Mami Nesha.

__ADS_1


" Dia menyalahkan Ria yang menyebabkan ibunya meninggal tanpa tahu jika Ria punya kembaran Mi.. Harusnya bukan Ria yang di sana Mi." Ucap Valen.


" Jadi sebenarnya yang kau inginkan adalah aku? Tapi kau salah sasaran hingga adikku yang harus menanggung beban ini sendirian?" Tanya Cia menatap Davian.


" Kenapa diam? Jawab Davian." Ucap Valen.


" Maafkan aku." Hanya kata itu yang mampu Davian ucapkan.


" Dan apa kalian semua tahu? Davian memperlakukan Ria seperti budak... Dia menyiksa Ria lahir dan batinnya hingga membuat Ria berakhir di sini... Aku tidak mampu menceritakannya pada kalian karna itu sangat menyakitkan dan menodai martabat kami sebagai wanita." Terang Valen.


Nathan menghampiri Davian dan...


" Brengsek." Umpat Nathan.


Bugh Bugh Bugh


Nathan menghajar Davian membabi buta hingga Davian tersungkur ke lantai. Nathan tidak melepasnya Ia terus memberikan bogemannya kepada Davian. Ia tidak terima adiknya di perlakukan kasar oleh orang lain. Ia terus memukuli wajah Davian hingga babak belur.


" Nathan hentikan sayang." Cegah Papi Farhan.


" Mas sudah Mas, dia bisa mati Mas." Ucap Valen menyentuh lengan Nathan.


Nathan menjauh dari Davian, Ia menatap Valen dengan tatapan kecewanya.


" Kenapa kamu tidak memberitahuku tentang semua ini selama ini? Kenapa kamu menutupi kejadian ini dariku sampai berbulan bulan lamanya Valen?" Tanya Nathan. Valen memejamkan matanya jika Nathan sudah memanggil namanya itu berarti Nathan sedang marah padanya.


" Maafkan aku Mas, tapi ini kemauan Ria Mas, dia melarangku untuk mengatakannya kepada kalian semua, dia tidak mau kalau Davian mengetahui yang sebenarnya jika dia bukan Cia, dia takut nyawa Cia akan dalam bahaya." Sahut Valen.


" Tapi seharusnya kamu mengatakannya padaku Valen, aku kecewa sama kamu, sangat kecewa... Dia adikku Valen, apapun yang terjadi dengannya aku harus mengetahuinya, apalagi masalah sebesar ini... Adikku menderita di sana Valen, tapi kau dengan sengaja menutupinya." Ucap Nathan dengan suara meninggi.


" Dia juga adikku Mas jika kamu masih menganggapku sebagai istrimu, dan satu lagi... Kalau kamu peduli pada adikmu kenapa bukan kamu saja yang mencari tahu semuanya? Padahal kau tahu betul jika Ria dalam keadaan tidak baik baik saja." Ucap Valen menjauh dari Nathan.


Deg...


Valen menghampiri Davian dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya.


" Tanda tangani ini." Ucap Valen menyodorkan kertas dan ballpoint ke arah Davian.


" Apa ini?" Tanya Davian.


" Surat perpisahan kalian." Sahut Valen.


" Apa apaan kau Kakak ipar? Aku tidak akan menceraikan Ria, aku akan meminta maaf padanya dan meminta kesempatan kedua kepadanya." Ucap Davian.


" Tapi ini semua Ria menginginkannya." Ucap Valen.


" Walaupun dia menginginkannya tapi aku tidak akan mengabulkannya... Ingat kalian semua aku tidak akan menceraikan Ria sampai kapanpun karna aku mencintainya." Sahut Davian merobek kertas itu.


" Mau berapa kali pun kamu merobeknya, itu tidak akan mengubah keadaan Davian, Ria menyuruhku memberikan ini padamu... Hatinya sudah banyak menanggung luka jadi untuk apa dia bertahan hidup dengan lelaki sepertimu?." Ucap Valen.


" Aku setuju dengan Valen, aku tidak akan membiarkan adikku jatuh ke tanganmu lagi, kau harus menceraikannya dan menjauh dari hidupnya, aku tidak sudi memiliki adik ipar brengsek sepertimu." Ucap Gama.


Bugh....


Gama menghadiahi bogeman untuk pipi kanan Davian. Wajah Davian saat ini sama persis seperti zombie. Muka yang di penuhi lebam dan sedikit darah yang mengalir dari bibir, pelipis dan pipinya. Tidak ada yang mempedulikan keadaannya saat ini karna dia pantas mendapatkannya.


Ceklek....


Pintu terbuka menampakkan seorang Dokter keluar dari sana. Keluarga Ardiansyah segera menghampirinya.


" Bagaimana keadaan anak kami Dok?" Tanya Papi Farhan.

__ADS_1


" Keadaannya kritis Tuan karna pasien banyak kehilangan darah apalagi saat ini pasien sedang mengandung." Jelas Dokter.


Jeduar.....


Bagai di sambar petir di siang hari. Keluarga Ardiansyah sangat terkejut dengan berita ini. Davian menyunggingkan senyumnya mendengar ucapan Dokter. Ia berharap dengan hadirnya anak di antara mereka mampu memperkuat hubungan keduanya.


" Apa? Ria hamil Dok?" Tanya Mami Nesha memastikan.


" Iya Nyonya, usia kehamilannya masih sangat muda karna baru memasuki empat minggu, beruntung janinnya kuat hingga dia masih bisa bertahan, pasien juga mengalami stres dan kelelahan Nyonya, doakan saja semoga pasien segera sadar karna kalau tidak sadar juga saya khawatir pasien akan mengalami koma." Terang Dokter.


" Ya Tuhan... Dosa apa yang sudah aku perbuat hingga membuat anakku mendapat karmanya... Ria... Hiks...." Isak Mami Nesha menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Ibu mana yang tega melihat anaknya menghadapi masalah sebesar ini sendirian.


" Aku merasa gagal menjadi Maminya Pi.... Aku gagal menjaga putriku sendiri, aku bahkan tidak tahu jika putriku mengalami hal yang teramat buruk dalam hidupnya Hiks..." Mami Nesha terus menangis mengeluarkan sesak di dadanya.


Davian berlutut di depan ibu mertuanya. Ia bersimpuh di kaki Mami Nesha.


" Mami maafkan aku, aku menyesal telah melakukan semua ini kepada Ria Mi, maafkan aku." Ucap Davian dengan air mata yang mengalir deras di pipinya.


" Valen benar Davian, segera ceraikan Ria dan pergi menjauhlah dari kehidupan kami, anggap saja kau tidak pernah punya istri bernama Ria dan anggap bayi yang di kandung oleh Ria bukan anakmu bukan darah dagingmu." Ucap Mami Nesha.


" Tidak Mi... Jangan lakukan itu, aku salah Mi, pukul aku, tampar aku seperti yang mereka lakukan, tapi aku mohon jangan pisahkan aku dengan anak dan istriku Mi, aku mencintai Ria Mi, percayalah aku sangat mencintainya." Ujar Davian menggenggam tangan Mami Nesha.


" Cintamu membuat putriku menderita Davian, sekarang bawa pergi cintamu itu dan biarkan putriku bahagia bersama yang lainnya karna sampai matipun aku tidak akan menyerahkan putriku padamu lagi, sekarang pergilah menjauh dari kakiku." Ucap Mami Nesha.


" Mami ku mohon...


" Pergilah! Aku bilang pergi ya harus pergi... Aku tidak sudi memaafkanmu." Bentak Mami Nesha.


Davian berdiri sambil menghapus air matanya. Ia mendekati Papi Farhan.


" Pergilah." Ucap Papi Farhan.


Davian beralih ke Nathan.


" Pergilah! Jangan pernah tampakkan wajahmu di depan keluargaku lagi." Ucap Nathan.


Davian beralih ke Gama berharap Gama mau menahannya.


" Pergilah! Jangan sampai aku menghabisimu di sini." Ujar Gama.


Pupus sudah harapan Davian untuk meminta dukungan. Ia beralih mendekati Valen.


" Pergilah... Ria yang kritis di dalam sana tapi bagi kami kaulah yang mati." Ketus Valen tanpa perasaan. Hati Davian sakit beribu ribu sakit mendengar penolakan dari mereka semua. Ia melangkah gontai meninggalkan mereka semua.


" Aku sudah bilang padamu, jika sampai ada luka lain di tubuh adikku, maka kau akan menanggung akibatnya, Adikmu ada bersamaku." Ucap Valen.


" Apa maksudmu?" Tanya Davian membalikkan badannya menatap Valen.


" Kau menyiksa adikku bukan? Hal yang sama akan terjadi pada adikmu juga." Ucap Valen.


Jeduarrrr....


Hai hai kira kira apa ya yang akan di lakuin Valen kepada adiknya Davian????


Tunggu jawabannya di bab selanjutnya ya...


Kasih hadiah dan vote donk buat author... Udah double up nih...


Jangan lupa like dan komentnya....


Miss U All...

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2