
Kok padha Unfav si? Udah pada bosen sama alur ceritanya? Maafin author yang belum bisa menciptakan karya yang selalu menarik di hati readers ya....
Author ucapin terima kasih untuk para readers yang selalu dukung author dari awal hingga akhir, Author hanya bisa mendoakan semoga di lancarkan rejekinya dan Di sehatkan badannya Amien...
Sekali lagi Author beharap jangan lupa like, Koment vote dan hadiahnya ya...
Salam Sehat Selalu....
Miss U All...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah makan malam Farhan datang ke kamar Nathan. Ia menghampiri Nathan yang sudah bersiap untuk tidur. Di sampingnya Gama sudah tertidur lelap.
" Sayang." Panggil Farhan duduk di tepi ranjabg di sebelah Nathan.
" Iya Pi, Ada yang Papi inginkan?" Tanya Nathan.
" Papi mau minta maaf karna sudah berbuat kasar sama kamu hingga membuat tanganmu sakit, Papi sangat menyesal sayang." Ucap Farhan penuh penyesalan.
" Apa Mami udah maafin Papi?" Bukannya menjawab Nathan justru kembali bertanya.
Farhan menghela nafasnya. Ia tahu kalau Nathan akan mengikuti Nesha. Beruntung tadi Nesha sudah memaafkannya.
" Mami sudah memaafkan Papi sayang, Apa kamu juga mau memaafkan Papi?" Tanya Farhan.
" Iya Pi, Abang sudah memaafkan Papi seperti Mami memaafkan Papi." Ujar Nathan.
" Sayang emang seberapa rasa sayang kamu sama Mami? Kenapa kamu selalu memikirkan perasaan Mamimu?" Tanya Farhan penasaran.
" Sebesar Mami menyayangi Abang Pi, Karna bagi Abang Mami adalah segalanya, Mami cinta pertamaku dan Abang akan selalu mencintai Mami selamanya." Sahut Nathan seperti orang dewasa.
Farhan terharu mendengar ucapan Nathan. Terkadang Ia merasa cinta Nathan lebih besar daripada cintanya kepada Nesha. Tapi Farhan bahagia setidaknya jika dia tiada Nathan akan menjadi perisai untuk Maminya.
" Sayang seandainya nih ya.... Seandainya Mami bukan Mamimu gimana?" Tanya Farhan begitu ingin tahu jawaban Nathan.
" Siapapun Mami Abang tapi bagi Abang Mami Nesha adalah Mami Abang Pi, Tidak ada yang lain dan rasa sayang Abang tidak akan pernah berubah." Sahut Nathan.
Benar benar pemikiran yang dewasa, Begitu menurut Farhan. Dan semoga semua yang di ucapkan Nathan hari ini akan Ia jaga hingga Ia dewasa nanti.
" Terima kasih sayang atas jawabanmu, Selalu jadi perisai dan pelindung untuk Mami dan adik adikmu ya, Papi bangga padamu, Sekarang tidurlah." Ujar Farhan menyelimuti Nathan.
" Good night sayang, Mimpi indah ya." Ucap Farhan mencium kening Nathan. Ia juga mencium pipi gembul Gama sebelum meninggalkan kamar kedua putranya.
Farhan masuk ke dalam kamarnya. Ia melangkah pelan mendekati Nesha yang sedang berdiri di depan jendela menatap keluar.
Grep
Farhan memeluk Nesha dari belakang. Ia menyandarkan dagunya di bahu Nesha.
" Ada apa Mas? Apa Nathan tidak mau memaafkanmu?" Tanya Nesha.
__ADS_1
" Dia akan mengikuti Maminya, Kalau Maminya mau memaafkan Papinya maka dia juga akan memaafkan aku sayang, Dia begitu mencintai dan menyayangimu bahkan aku merasa tersaingi karna cintanya lebih besar dari cintaku padamu." Ujar Farhan.
" Ya kau benar, Kalau dia sudah dewasa aku pasti akan lebih memilihnya dari pada memilih pria tua sepertimu." Sahut Nesha.
" Kamu melukai harga diriku sayang, Pria tua ini mampu membuatmu hamil berkali kali." Seloroh Farhan.
" Ih ngomongnya kok gitu sih Mas, Aku nggak suka ah minggir." Ujar Nesha.
" Ya lagian kamu suka banget ngatain Mas pria tua, Umur kita hanya terpaut sekitar dua belas tahun kan? Jadi aku tidak terlalu tua untukmu sayang." Ucap Farhan mendusel ke leher Nesha .
" Mas geli ih." Ujar Nesha.
" Biarin biar terangsang." Sahut Farhan.
" Omongan kamu gitu banget sih Mas, Piktor kamu ya." Ujar Nesha.
" Iya.. Mas pengin sayang." Ucap Farhan.
" Kamu mau apa?" Tanya Nesha membalikkan badannya menatap Farhan.
" Mau kamu, Mau ya kita lakukan dengan pelan." Ujar Farhan.
" Baiklah Mas, Apapun untukmu." Sahut Nesha.
Farhan menggiring Nesha menuju ranjangnya. Farhan memulai permainan dari ciuman di bibir, Leher dan terus ke bawah hingga akhirnya cinta mereka benar benar menyatu. Mereka saling menumpahkan cinta masing masing melalui kegiatan panas yang mereka lakukan. Suara erangan memenuhi kamar mereka. Farhan benar benar seperti singa kelaparan. Ia bahkan melakukannya hingga berkali kali dengan lembut tentunya. Ia juga memikirkan kedua calon anaknya di dalam perut Nesha.
" Makasih sayang." Ucap Farhan setelah permainannya selesai.
" Mas aku capek banget biarkan besok aku bangun kesiangan ya." Lirih Nesha sambil memejamkan matanya.
" Hmm." Sahut Nesha.
Farhan menyelimuti Nesha. Ia berbaring di samping Nesha sambil memeluknya. Keduanya masuk ke dalam alam mimpi bersama sama.
Pagi hari Nesha mengerjapkan matanya, Ia mengedarkan pandangannya. Sinar matahari sudah terasa sedikit panas itu tandanya hari sudah menjelang siang. Nesha menatap jam dinding yang menunjukkan sepuluh pagi.
" Astaga! Jam sepuluh pagi." Pekik Nesha.
Ia menyibak selimut dan mendapati dirinya sudah memakai piyama. Nesha tersenyum.
" Ini pasti kerjaan Mas Farhan, Dia tidak ingin aku kedinginan." Monolog Nesha.
Nesha masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi besar. Setengah jam dia menyelesaikan ritualnya, Ia keluar dari kamar mandi menuju meja rias. Ia merias dirinya senatural mungkin. Setelah selesai, Nesha keluar kamar menuju kamar putranya.
Kosong...
Nesha mencari Mbak Nadia di ruang laundry.
" Mbak, Tuan Farhan sama anak anak kemana ya?" Tanya Nesha.
" Nggak mungkin kan ke sekolah orang hari ini Nathan libur." Sambung Nesha.
__ADS_1
" Tuan Farhan mengajak Aden kecil ke kantornya Non, Katanya biar Non Nesha bisa istirahat seharian." Jawab Mbak Nadia.
" Ya ampun Mas Farhan ada ada aja deh." Gumam Nesha yang masih bisa di dengar Mbak Nadia. Mbk Nadia hanya tersenyum saja.
" Non sarapannya sudah saya siapkan di meja makan, Perlu di panaskan nggak Non?" Tanya Mbak Nadia.
" Enggak usah Mbak makasih, Mbak Nad udah sarapan? Kalau belum ayo sarapan sama saya." Ujar Nesha.
" Udah Non." Sahut Mbak Nadia.
" Baiklah Mbak saya makan dulu." Ucap Nesha.
" Silahkan Non." Sahut Mbak Nadia.
Nesha berjalan menuju dapur, Ia memakan sarapannya yang sudah sangat jauh waktunya. Selesai makan Nesha mengambil ponsel lalu melakukan panggilan video kepada Farhan.
" Halo sayang, Udah bangun? Udah sarapan belum?" Tanya Farhan di depan kamera.
" Udah Mas, Mana Nathan sama Gama Mas?" Tanya Nesha.
"Tuh mereka." Farhan mengarahkan kameranya ke arah Gama dan Nathan yang sedang makan.
" Lhoh baru jam sebelas kok udah makan Mas, Apa mereka tadi melewatkan sarapannya?." Ujar Nesha.
" Mereka tadi ikut pegawai Mas jalan jalan, Dan sekarang mereka kelaparan minta makan sayang, Tenanglah jangan khawatir mereka tadi sudah sarapan kok." Terang Farhan mengarahkan kameranya ke dirinya kembali.
" Duh kasihannya anak anak Mami, Nathan nggak tahu kalau aku vc Mas? Biasanya dia akan meninggalkan apapun yang dia lakukan kalau mendengar suaraku." Ucap Nesha.
" Iya... Dia masih asyik sama adiknya jadi nggak tahu kalau kamu yang vc." Sahut Farhan.
" Mau pulang jam berapa?" Tanya Nesha.
" Nathan mau mampir dulu ke taman kota, Mungkin sore jam empat lah kami sampai rumah, Hari ini kamu banyakin istirahat saja biar mereka sama Mas." Ujar Farhan.
" Baiklah Mas sering seringlah ajak mereka bersamamu biar aku bisa bersantai ria di dalam rumah." Ucap Nesha.
" Halah kamu ini, Kalau kamu tahu aku bawa mereka pasti kamu melarangnya, Ini aja kamu nggak tahu kalau aku culik mereka." Ujar Farhan.
" He he.. Aku kesepian Mas kalau kamu culik mereka, Udah ah aku mau nyusul ke sana nanti kita ke taman kotanya bareng aja." Ucap Nesha.
" Apa perlu Mas jemput? Atau Mas suruh orang aja kali ya soalnya pekerjaan Mas banyak banget hari ini sayang." Ucap Farhan.
" Nggak usah Mas, Aku mau naik taksi aja." Sahut Nesha.
" Baiklah hati hati, Mas tunggu di sini, Bye sayang... I Love U." Ucap Farhan.
" Love U Too Mas." Sahut Nesha mengakhiri panggilannya.
TBC....
Hai readers doakan novel ini berhasil naik level ya bisr bisa segera tamat.
__ADS_1
Ada yang mau membaca cerita Nathan dewasa nggak sih? Kalau ada nanti author pikirkan ya..
Miss U All...