
" Mas Erald dimana? Kemana Erald Mas? Kalau Erlad di culik bagaimana? " Tanya Valen mengusap air matanya.
" Tenanglah sayang, kita akan cari Erald lagi, kita belum ke kamar Mami kan? Siapa tahu Erald di sana." Sahut Nathan.
" Ma.... Mi...." Ucap Erald membuat Nathan dan Valen menoleh ke belakang.
" Sayang." Pekik Valen mengambil alih gendongan Erald dari Mami Nesha.
" Mami kenapa nggak bilang kalau bawa Erald?" Tanya Nathan menatap Mami Nesha.
" Mami mau bilang gimana? Emang kalau Mami ngomong kalian bakal dengerin? Orang kalian berdua masih asyik berciuman gitu." Sahut Mami Nesha menatap Valen.
Blush....
Pipi Valen memerah menahan malu. Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk menghindari tatapan mata Mami Nesha.
" Jadi Mami lihat kami...?" Tanya Nathan.
" Ya lihat lah... Kalian yang nggak lihat kalau Erald keluar kan? Untung ada Mami lewat coba kalau tidak pasti Erald sudah jatuh dari tangga menggelinding kaya' bola, makanya lain kali di kunci pintunya jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi." Ujar Mami Nesha.
" Iya maaf Mi, makasih ya Mi udah jagain Erald." Sahut Valen.
" Sama sama sayang." Sahut Mami Nesha.
" Uluh anak Mami sayang, kirain Mami kamu hilang sayang, Mami udah khawatir banget sama kamu sayang, mami hampir nangis tahu nggak." Ucap Valen menciumi pipi Erald.
" Mam... Mam...." Celoteh Erald.
" Erald udah makan kan? sekarang kita bobok aja gimana?" Tanya Valen.
Erald menggelengkan kepalanya.
" Ajak main dulu aja Yank." Ujar Nathan.
" Iya Mas, ayo sayang kita bermain dulu." Ujar Valen membawa Erald masuk ke dalam kamarnya.
" Abang masuk kamar ya Mi." Ucap Nathan.
" Iya sayang, jangan lupa kunci pintunya." Sahut Mami Nesha sambil terkekeh meninggalkan Nathan kembali ke kamarnya.
Nathan masuk ke dalam kamarnya mengampiri Valen dan Erald yang sedang bermain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini adalah hari pernikahan Narendra Giorgino dan Anli Zahwa Permana yang di laksanakan di rumah keluarga Permana. Valen sudah bersiap menuju kediaman keluarga Naren untuk ikut iring iringan pengantin pria.
" Sayang kamu sudah siap?" Tanya Nathan menghampiri Valen yang sedang menggendong Erald.
__ADS_1
" Sudah Mas." Sahut Valen.
" Ya udah ayo, Papi sama Mami udah nungguin." Ujar Nathan.
" Ayo." Sahut Valen.
Valen dan Nathan berjalan menuruni anak tangga menghampiri Papi Farhan dan Mami Nesha di ruang tamu.
" Maaf ya Mi lama." Ucap Valen.
" Tidak apa sayang, kalau begitu ayo kita berangkat sekarang." Sahut Mami Nesha.
" Ayo Mi." Sahut Valen.
Valen, Nathan, Mami Nesha dan Papi Farhan berjalan menuju mobilnya Nathan. Keempatnya masuk ke dalam mobil dengan posisi Mami Papi duduk di belakang. Sedangkan Valen duduk di samping kemudi dan si Erald duduk di pangku oleh Nathan sambil nyetir.
" Mas apa Erald nggak ganggu kamu nyetir kalau dia duduk di pangku sama kamu gitu?" Tanya Valen.
Ya semenjak Erald bisa duduk sendiri, setiap pergi naik mobil Ia selalu duduk di pangku Nathan sambil menyetir. Erald akan sangat senang daripada duduk di pangku oleh Valen.
Nathan melajukan mobilnya menuju kediaman Naren. Sesampainya di sana mobil rombongan iring iringan pengantin pria sudah berjajar rapi, tanpa menunggu waktu lebih lama lagi semua mobil mulai melaju menuju rumah Anli.
Tiga puluh menit kemudian mobil iring iringan pengantin sampai di depan rumah utama keluarga Permana. Karangan bunga ucapan selamat dari beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan Zip Group berjajar rapi di pinggir jalan mulai dari pintu gerbang sampai pintu masuk rumah membuat suasana semakin indah dan meriah.
Valen dan Nathan turun dari mobil bersamaan dengan Naren dan kedua orang tuanya.
" Iya Om." Sahut Valen.
Pihak dari Naren berjalan masuk ke dalam rumah. Mereka di sambut oleh keluarga Permana di depan pintu.
" Selamat datang Tuan dan Nyonya Toni." Ucap Tuan Andre.
" Terima kasih Tuan." Sahut Pak Toni.
Mereka saling berjabat tangan satu sama lain. Tiba saat Valen dan Nathan berjabat tangan dengan Bryan.
" Selamat datang Nona Valentina Alexander, saya tidak menyangka bisa bertemu dengan orang penting seperti anda di sini." Ucap Bryan menjabat tangan Valen.
" Saya juga tidak menyangka bisa bertemu dengan pekerja keras dan sangat kompeten seperti anda Tuan Bryan, anda mampu memimpin Zip grup dengan sangat baik." Sahut Valen.
" Terima kasih atas pujian anda Nona." Ucap Bryan yang di balas senyuman oleh Valen.
" Selamat datang Tuan Nathan, senang bertemu dengan anda." Ucap Bryan beralih menjabat tangan Nathan.
" Terima kasih Tuan Bryan, senang bertemu dengan anda." Sahut Nathan.
" Oh ya kenalin Tuan dan Nona Vernathan, ini istri saya Devanka." Ucap Bryan.
__ADS_1
" Halo Nona Devanka, saya Valentina." Ucap Valen mengulurkan tangannya.
" Hai Nona, senang bertemu dengan anda." Sahut Vanka membalas uluran tangan Valen.
Keluarga Permana mempersilahkan rombongan pengantin untuk masuk ke dalam duduk di tempat yang sudah di persiapkan. Tak lama mc dari wedding organizer mempersilahkan Pak penghulu, wali dari mempelai wanita dan kedua saksi menempati meja ijab qobul.
Setelah itu kedua mempelai di persilahkan menempati kursi khusus pengantin pria dan wanita. Naren menatap wajah Anli yang nampak begitu cantik dengan riasan naturalnya. Dengan di balut kebaya putih membuat Anli nampak begitu anggun.
" Menatapnya nanti saja Nak Narendra, sekarang kita mulai dulu acara ijab qobulnya."
Acara ijab qobul segera di mulai setelah Pak penghulu mengucapkan doa doa ijab qobul.
" Saudara Narendra Giorgino." Ucap Pak penghulu menjabat tangan Naren.
" Saya." Sahut Naren.
" Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan ananda Anli Zahwa Permana yang mana kewaliannya sudah di serahkan kepada saya dengan mas kawin satu unit rumah dan berlian seberat lima ratus gram di bayar tunai." Ucap Pak penghulu.
" Saya terima nikah dan kawinnya Anli Zahwa Permana binti Andre Permana dengan mas kawin tersebut tunai." Sahut Naren lantang.
" Bagaimana saksi?" Tanya Pak penghulu.
" Sah." Sahut kedua saksi bersamaan.
" Alhamdulillah." Ucap Pak penghulu melanjutkan doa doa setelah akad nikah.
" Alhamdulillah sekarang kalian berdua sudah menjadi sepasang suami istri, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warohmah." Ucap Pak penghulu.
" Amin." Sahut para tamu undangan dan kedua mempelai bersamaan.
" Sekarang pasangkan cincinnya sayang." Ucap Mama Esti memberikan sekotak cincin kepada Naren.
Naren menyematkan cincin di jari manis Anli begitupun sebaliknya. Anli mencium punggung tangan Naren sedangkan Naren mencium pucuk kepala Anli. Suara tepuk tangan mengiringi kebahagiaan mereka.
" Terima kasih sayang telah menerimaku sebagai imammu." Ucap Naren.
" Terima kasih juga karena kau mengijinkan aku menjadi makmummu." Sahut Anli tersenyum manis.
Kebahagiaan menghampiri tiga keluarga hari ini. Keluarga Permana, keluarga Giorgino dan keluarga Ardiansyah berkumpul bersama dalam moment kebahagiaan.
TBC.....
*Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya....
Terima kasih untuk para readers yang selalu mensupport author
Miss U All*....
__ADS_1