
Setelah mengirimkan lamaran pekerjaan lewat email, hari ini Valen memenuhi panggilan untuk intervew di ruangan HRD perusahaan VA coorporation. Valen berpikir acaranya akan memakan waktu lama tapi sungguh di luar dugaannya, Ia langsung di terima menjadi sekretaris CEO Perusahaan ini tanpa tes ini dan itu.
" Selamat Nona Valentina Adriana, Anda di terima di Perusahaan kami, selamat bergabung dengan perusahaan kami dan kami menunggu dedikasi kerja keras anda untuk memajukan perusahaan ini." Ucap Kepala HRD.
" Apa? Semudah dan secepat ini? Kok bisa? Apa aku terlihat genius hingga membuat kalian langsung menerimaku begitu saja?" Tanya Valen membuat Kepala HRD tersenyum.
" Iya Nona, anda akan mulai bekerja esok hari." Sahut Kepala HRD.
" Ah maaf Pak atas ketidaksopanan saya, saya hanya kaget saja karna langsung di terima di perusahaan ini tanpa menjalani tes." Ucap Valen merutuki kebodohannya.
" Tidak masalah Nona, kami sudah melihat dari prestasi anda yang anda kirimkan kepada kami, Kami melihat jika anda sangat kompeten dalam jabatan sekretaris ini, dan menurut saya anda memang genius karna mampu mendapat gelar S2 lebih cepat dari waktu yang di tentukan." Ujar Kepala HRD.
" Baiklah Pak saya ucapkan terima kasih, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk perusahaan ini dan saya mohon bimbingannya, kalau begitu saya permisi." Ucap Valen.
" Sama sama Nona, silahkan." Sahut Kepala HRD.
Valen keluar ruangan, Ia berjalan hendak menuju lobby bawah sambil mengedarkan pandangan menghafal letak ruangan ruangan yang ada di sana.
" Aku yakin ada campur tangan Papa di sini, hah.... aku tidak akan pernah bisa jadi diriku sensiri jika semua itu benar." Monolog Valen sambil terus berjalan. Tiba tiba....
Brugh....
Tubuh Valen terpental ke belakang, Seseorang menopang tubuhnya dari belakang. Mata mereka saling adu pandang untuk beberapa saat hingga suara seseorang menyadarkan mereka.
" Ah maaf Nona, maafkan saya, saya tidak sengaja." Ucap Dika.
Nathan membantu Valen berdiri, Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah mencoba menghilangkan kegugupannya.
" Tidak pa pa Tuan....." Ucap Valen mendongak menatap wajah pria yang menabraknya.
" Valen."
" Mas Dika."
Pekik keduanya bersamaan.
Buat yang udah jodohin Author sama Mas Dika makasih ya.... Lumayan dapat yang bening... uhuy...
" Aku tidak menyangka kita bisa bertemu di sini Valen." Ucap Dika.
" Iya Mas aku juga, Gimana kabarmu Mas?" Tanya Valen.
" Baik baik, kamu sendiri baik kan? Maaf ya aku tidak sengaja menabrakmu." Ujar Dika.
" Its OK, oh ya Mas apa Naren sudah pulang?" Tanya Valen.
" Kaya'nya lusa deh, besok main ya kalau Naren udah pulang." Sahut Dika.
__ADS_1
" Siap Mas." Sahut Valen.
Mahardika Giorgio adalah Kakak dari sahabat dekat Valen yang bernama Narendra Giorgio. Naren dan Valen sahabat yang begitu dekat. Valen tidak suka berteman dengan sesama jenis. Bukan karna Valen kelainan ya tapi menurutnya lebih nyaman berteman dengan anak cowok dari pada anak cewek. Teman teman cewek biasanya hanya suka mencari muka di depan aja dan yang lebih menyakitkan mereka bisa tega menusuk dari belakang. Berbeda dengan teman cowok, Ia merasa terlindungi seperti Naren yang selalu menjaga dan melindunginya. Pikir Valen
Ehm ehm....
Deheman Nathan menyadarkan mereka jika masih ada orang lain.
" Eh maaf Than, Valen kenalin ini Vernathan CEO perusahaan ini." Ucap Dika.
" Pagi Pak saya Valen, sekretaris baru anda." Ucap Valen mengulurkan tangannya.
" Nathan." Sahut Nathan menjabat tangan Valen.
" Senang bertemu dengan anda Pak, sebagai sekretaris baru saya mohon bimbingan dari Bapak supaya saya bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaan ini." Ujar Valen.
" Kau akan belajar dengan Dika." Ujar Nathan.
" Baik Pak terima kasih, kalau begitu saya permisi, sampai bertemu besok pagi Pak." Sahut Valen undur diri. Ia berjalan meninggalkan Nathan dan Dika.
" Valen." Panggil Dika menghentikan langkah Valen. Ia menoleh ke belakang.
" Ya." Sahut Valen.
" Aku tunggu kedatanganmu besok di kantor ini." Ucap Dika.
" Siap Pak Dika." Sahut Valen memberi hormat kepada Dika.
" Kenapa? Terpesona dengannya?" Tanya Dika menatap Nathan.
" Tidak." Kilah Nathan.
Nathan kembali ke ruangannya di ikuti Dika di belakangnya.
" Jangankan kamu Than, aku saja terpikat dengannya." Ujar Dika duduk di sofa.
" Kau menyukainya?" Tanya Nathan menatap Dika.
" Iya aku menyukainya, tapi sayang sepertinya adikku juga menyukainya maka dari itu aku lebih memilih untuk memendam perasaan ini sendiri." Ujar Dika.
" Dia teman Naren?" Nathan bertanya lagi.
" Iya dia sahabat dekat Naren dan aku bisa menilai jika Naren mencintainya, aku melihat bagaimana dia memberikan perhatian untuk Valen tapi sayangnya Naren tidak berani mengatakannya sampai sekarang, mungkin dia merasa tidak percaya diri karna Valen lebih pintar darinya." Jelas Dika.
" Ha ha aku tidak menyangkau kau mengalah demi adikmu, Bagaimana jika dia tidak menerima salah satu dari kalian berdua?" Tanya Nathan.
" Setidaknya aku tidak membuat adikku kecewa karna kami mencintai satu wanita yang sama." Jawab Dika.
" Apa kau tahu dia berasal dari keluarga mana?" Tanya Nathan.
__ADS_1
" Tidak, hanya Naren yang tahu dan dia sepertinya menyembunyikan identitas Valen dari keluarga kami." Sahut Dika.
" Aku yakin kau pasti tertarik dengannya, kau tidak bisa mengelak lagi, aku bisa melihat dari matamu." Ujar Dika.
" Ya... Entah mengapa hatiku merasa dekat dengannya padahal aku baru bertemu dengannya bukan?" Ujar Nathan.
" Semua orang akan jatuh hati pada pandangan pertama kepadanya." Ucap Dika.
" Hmm mungkin kau benar." Gumam Nathan.
" Ada apa dengan hatiku? Kenapa sepertinya aku sudah terikat lama dengannya? Apa kami pernah bertemu sebelumnya? Siapa sebenarnya dia?" Tanya Nathan dalam hatinya.
Brak.....
Dengan lancangnya Kavia membuka pintu dengan kasar, Ia menghampiri Nathan dan Dika yang sedang duduk di sofa.
" Nathan apa maksudmu menghindariku dan membiarkan adikmu mendekatiku?" Tanya Kavia tidak terima.
Ya... Sejak saat itu Gama mulai mendekati Kavia. Ia bahkan sering mengantar Kavia pulang dengan alasan di suruh oleh Nathan. Bahkan Gama tidak segan segan menunjukkan sikap ketertarikannya dengan Kavia. Awalnya Kavia mendekati Nathan untuk memanfaatkannya tapi seiring kedekatan mereka Kavia benar benar menaruh hati pada Nathan. Siapa yang bisa menolak pesona seorang Nathan. Bahkan author sendiri juga tidak bisa.
" Aku sibuk lagian sudah ada Gama kan? Dia yang akan menggantikan aku menjadi temanmu, untuk saat ini berhenti menemuiku di ruanganku Kavia, aku tidak mau semua karyawan salah paham dengan hubungan kita." Sahut Nathan mencoba mengontrol perasaannya.
" Tapi aku tidak suka Than, Aku lebih nyaman dekat denganmu." Ucap Kavia tanpa sungkan dengan Dika.
" Maafkan aku Kavia, sepertinya Gama menyukaimu jadi aku harus menjaga jarak denganmu." Ucap Nathan.
" Tapi aku hanya menyukaimu Nathan." Sahut Kavia.
" Pekerjaanku banyak sekali Kavia, ku mohon pergilah sekarang kita akan membicarakannya nanti." Ucap Nathan.
" Baiklah aku pergi dulu." Sahut Kavia meninggalkan ruangan Nathan.
" Apa benar kau tidak memiliki perasaan apa apa dengannya?" Tanya Dika setelah kepergian Kavia.
" Enahlah aku tidak bisa memahami perasaanku sendiri, aku ingin menjadi pelindungnya dengan menikahinya, tapi hatiku ingin memiliki gadis pemilik kalung itu, Tapi apapun nama perasaanku yang jelas sekarang aku harus menjauhinya karna Gama menginginkannya." Ucap Nathan.
"Mungkin kau hanya mengasihani Kavia saja, dan itu tidak bisa di sebut dengan cinta, Aku yakin suatu saat nanti kamu akan mendapatkan gadis yang baik sebaik dirimu." Ucap Dika.
" Makasih Dik, aku berharap bisa menemukan gadis pemilik kalung itu, Ayo kita lanjutkan pekerjaannya." Ucap Nathan.
" Ayo." Sahut Dika.
Keduanya melanjutkan pekerjaan masing masing.
Tbc.....
Jangan lupa tetap semangat walau puasa ya...
Author tunggu like dan komentnya....
__ADS_1
Makasih buat yang udah selalu suport author semoga sehat selalu...
Miss U All