Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
94. Berkumpul dengan Keluarga


__ADS_3

Malam ini keluarga Ardiansyah menggelar acara makan malam bersama di rumah utama. Anak anak dan para menantu Mami Nesha berkumpul di meja makan, ada Dika dan juga Azza juga di sana. Para istri melayani suaminya dengan mengambil makanan kesukaan masing masing. Setelah itu mereka mengambil makanan untuk diri mereka sendiri. Semua anggota keluarga makan dengan khidmat tanpa ada yang berbicara.


Setelah selesai makan, mereka semua berkumpul di ruang keluarga untuk bercengkrama.


" Mi, Pi aku membawa kabar baik untuk kalian semua." Ucp Gama menggenggam tangan Luci.


" Apa itu sayang? Mama sudah tidak sabar untuk mendengarnya." Ujar Mami Nesha.


" Luci hamil." Ucap Gama.


" Apa? Luci hamil?" Pekik Mami Nesha.


" Iya Mi, Luci telah mengandung delapan minggu Mi." Ungkap Gama.


" Alhamdulillah." Ucap Mereka serempak.


" Selamat kalau begitu sayang, semoga sehat dan lancar sampai kelahiran calon anak kalian." Ucap Mami Nesha.


" Terima kasih Mi." Sahut Gama dan Luci bersamaan.


" Selamat Luci, selalu jaga kesehatan terus ya, aku doakan selamat sampai lahiran nanti." Ucap Valen.


" Iya Kak makasih." Sahut Luci.


Ria, Davian, Nathan, Irvan, Dika, Azza dan Cia bergantian memberikan doa dan selamat kepada Luci dan calon buah hatinya. Mereka semua ikut berbahagia atas kebahagiaan Luci dan Gama.


" Kelak rumah ini akan semakin ramai kalau anak anak kalian sudah lahir." Ujar Papi Farhan.


" Iya Pi." Sahut Ria.


Cia menggenggam tangan Irvan membuat Irvan menatapnya. Irvan dapat melihat kesedihan di mata Cia.


" Bersabarlah sayang semua akan indah pada waktunya, lagian kasihan Mami entar repot gendong cucunya kalau cucunya hampir sama semua usianya, malah enak lhoh Yank kalau anak kita lahir tidak ada barengannya, jadi kasih sayang Mami nanti tidak akan terbagi kan." Ujar Irvan menghibur Cia.


" Iya Mas, aku akan selalu bersabar menanti waktu itu tiba." Sahut Cia.


" Oh ya Za, kamu tidak menunda kehamilanmu kan? Jangan sampai ya nanti kamu tidak hamil hamil lagi." Ujar Valen menatap Azza.


" Tidak Kak, saat ini kami masih menikmati masa masa pacaran setelah menikah, kalau soal momongan kami pasrah pada yang Maha Kuasa kapan Dia akan menitipkan amanah itu kepada kami." Sahut Azza. Ia tidak mungkin mengatakan kalau Ia dan dika baru melakukannya. Bisa bisa akan timbul banyak pertanyaan dari saudaranya itu.


" Ya walaupun Mas Dika sudah pengin banget sih punya momongan." Sambung Azza.

__ADS_1


" Iya Len, aku udah pengin banget sih sebenarnya tapi aku berpikiran sama dengan Azza, kami pasrah pada Allah kapan Dia akan memberikan rezeki itu pada kami." Sabut Dika.


" Ya sudah nikmati saja dulu masa masa pacaran kalian, nanti juga akan tiba waktu giliran kamu yang hamil." Ujar Valen.


" Kalau keponakanku gimana Kak? Sehat kan?" Tanya Azza.


" Alhamdulillah sehat, tinggal nunggu sebentar lagi kamu bisa menggendongnya." Sahut Valen.


" Apa Kak Valen akan menggunakan jasa babby sister untuk mengasuh si babby?" Tanya Ria.


" Enggak lah, kemarin aja bu Laras meminta Kakakmu untuk menjadikannya babby sister bayi kami Kakakmu menolaknya dengan alasan ingin merawat bayinya sendiri." Terang Nathan.


Ya kemarin bu Laras mengajukan permintaan kepada Valen untuk ikut merawat calon bayinya. Namun Valen menolaknya karena Valen ingin mengurus bayinya dengan tangannya sendiri. Bu Laras pun menerimanya walau hatinya sedikit sedih.


" Bagus itu sayang, tapi kalau kamu repot cari babby sister juga nggak pa pa, hanya untuk sekedar membantumu saja." Ujar Mami Nesha.


" Insyaallah aku bisa menghandlenya Mi, aku akan belajar dengan Mami." Sahut Valen.


" Eh dulu Mami di bantu sama Mbak Nadia lhoh enggak sendiri, kalau enggak Mami akan repot sayang mengurus Nathan dan Gama." Ujar Mami Nesha .


" Tapi nyatanya Mami bisa." Ucap Nathan.


" Mi dulu Mas Nathan gimana waktu kecilnya?" Tanya Valen penasaran.


" Yei.. Kan aku penasaran Mas, siapa tahu nanti anak kita nurunin sifat kamu." Ujar Valen.


" Abang dari dulu anaknya penyayang, Abang sangat menyayangi Mami, bahkan Abang tidak pernah mau jauh dari Mami lhoh waktu kecilnya, sampai ada Gama Abang sangat menyayangi Gama, apapun yang dia minta pasti akan Abang kasih sampai Abang bertemu denganmu dan meminta Mami untuk melamarmu." Terang Mami Nesha menerawang ke beberapa tahun silam.


" Iya Mi sampai sampai Mas Nathan mengabaikan kebahagiaannya sendiri karna lebih memilih kebahagiaan orang lain." Sahut Valen.


" Ya begitulah suamimu." Ucap Mami Nesha.


Mereka melanjutkan obrolan sampai jam sepuluh malam. Setelah itu anak anak Mami Nesha pamit pulang kecuali Nathan dan Valen yang memang tinggal di sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dika menghampiri Azza yang sedang duduk bersandar di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.


" Apa ada yang Mas perlukan?" Tanya Azza meletakkan ponselnya di atas nakas, lalu Ia menatap Dika.


" Mas selalu membutuhkan cinta dan kasih sayangmu sayang." Sahut Dika mengelus pipi Azza.

__ADS_1


" Aku akan selalu menjaga dan memberikannya untukmu Mas." Ujar Dika.


" Terima kasih sayang kamu sudah menjadi wanita terbaik untukku." Ucap Dika menarik tubuh Azza ke dalam rangkulannya.


Azza memeluk perut Dika.


" Apapun untukmu Mas selama Mas menjadi suamiku." Sahut Azza.


" Kenapa begitu? Apa kamu tidak mau selalu bersamaku sampai tua nanti? Sampai ajal memisahkan kita? Apa kamu mau meminta pisah dariku?" Tanya Dika mengelus rambut Azza.


" Bukan begitu Mas, kita kan tidak pernah tahu akan takdir kita ke depannya, aku selalu berdoa kalau kita akan bersama selamanya sampai ajal sendiri yang memisahkan kita, tapi kita hanya manusia Mas, manusia hanya bisa merencanakan tapi Tuhanlah yang menentukan." Sahut Azza.


" Contohnya seperti Mas dengan Cia, aku yakin kalau Mas pernah menjanjikan hal yang sama dengan Cia waktu itu." Sambung Azza.


Deg....


Jantung Dika berdebar kencang.


" Kamu benar sayang, maafkan aku yang pernah menjanjikan hal ini pada orang lain, aku tidak tahu jika ternyata kaulah jodohku, kau jodoh terbaik yang di kirimkan Tuhan untukku." Ucap Dika.


" Tidak masalah Mas itu hanya masa lalu dan aku harap Mas tidak akan membawanya ke masa depan." Ujar Azza.


" Tentu sayang." Sahut Dika mencium kepala Azza.


" Saat ini Mas menginginkanmu sayang, Mas sangat berharap usaha kita akan membuahkan hasil yang sempurna, Mas ingin akan cepat hadir Dika junior di sini." Ujar Dika mengusap perut Azza.


" Semoga Mas, semoga akan ada yang melengkapi kebahagiaan kita, seorang bayi mungil yang hadir di tengah tengah kita." Sahut Azza.


Dika minindih tubuh Azza. Ia mencecap bibir Azza dengan lembut. Azza membalas ciuman Dika membuat keduanya saling membelitkan lidahnya. Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka. Ciuman Dika turun ke leher Azza. Ia membuat tanda kepemilikan di sana.


" Shh Mas." Desis Azza membuat jiwa kelakian Dika memuncak.


Malam ini Dika dan Azza saling mencurahkan cinta mereka melalui sentuhan sentuhan lembut yang membuat keduanya terbang menuju nirwana. Keduanya berharap akan hadir Dika kecil di dalam rahim Azza.


Setelah Valen dan Ria melahirkan mau tamat apa lanjut nih?


Tulis di kolom komentar ya...


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya....


Terima kasih untuk readers yang selalu mensupport author, semoga sehat selalu....

__ADS_1


Miss U All....


TBC.....


__ADS_2