
" Apa??????" Pekik semua orang menatap Valen tidak percaya.
" Kenapa secepat itu sayang? Apa yang membuatmu langsung berubah pikiran begini?" Tanya Papa Alex mewakili pertanyaan mereka semua.
Valen menghela nafasnya. Ia menatap ke semua orang.
" Ini undangan pernikahan dari mantanku." Ucap Valen mengangkat undangan itu. Semua irang masih menatap Valen, apa hubungannya undangan itu dengan pernikahannya? Pikir orang orang tapi tidak dengan Nathan karna Ia sudah mengetahui sebelumnya.(ingatkan waktu di dalam mobil?)
" Mantanku mau menikah pada tanggal enam, aku harus memenuhi sumpahku jika aku akan menikah lebih dulu darinya, tapi kalian tenang saja kalau aku sudah berkotminmen maka aku akan menjaga komitmen itu dengan baik, aku akan berusaha untuk menjadi pasangan terbaik buat Pak Nathan, tapi satu hal yang harus kalian semua tahu kalau aku benci dengan pengkhianatan." Jelas Valen. Valen menatap ke arah Nathan yang juga sedang menatapnya.
" Jika sampai itu terjadi maka aku akan pergi jauh darimu Pak Vernathan." Sambung Valen menekan kata terakhirnya.
Mami Nesha dan Papi Farhan saling pandang. Mereka menghargai kejujuran Valen, Mereka semakin yakin jika Valen memang jodoh terbaik untuk putra mereka.
" Baiklah aku setuju dengan syaratmu." Ucap Nathan tegas.
" Baiklah Pak Nathan kau harus selalu mengingatnya, tidak ada pengkhianatan di antara hubungan kita, kau sanggup menjalaninya bukan?" Tanya Valen.
" Ya, aku berjanji padamu tidak akan ada pengkhianatan di antara hubungan kita, kecuali kalau kamu lebih dulu melakukannya." Ucap Nathan tegas.
" Terima kasih." Sahut Valen.
" Untuk Papa, Mami...." Valen menatap Papi Farhan.
" Papi." Ucap Papi Farhan tahu apa yang Valen pikirkan.
" Papi dan adik adik semua, aku minta doa restunya untuk memulai hubungan ini, doakan semoga kami mampu menjalani rumah tangga dengan bahagia dan mampu menghempaskan semua rintangan dan godaan yang ada." Ucap Valen.
" Amien." Ucap mereka serempak.
" Doa terbaik selalu menyertai langkah kalian sayang." Ucap Mami Nesha.
" Terima kasih Mi." Sahut Valen.
" Terima kasih Mi." Ucap Nathan.
" Baiklah karna lamaran sudah di terima sekarang kita mulai tukar cincinnya, sebelumnya Papi mau tanya pada kalian, apa kalian menginginkan pertunangan yang meriah?" Tanya Papi Farhan.
Valen dan Nathan saling pandang. Keduanya diam membisu.
" Kalau kalian mau acara pertunangan yang meriah maka hari ini kalian hanya lamaran saja, prosesi tukar cincinnya nanti saja saat acara pertunangan, bagaimana?" Saran Papi Farhan.
" Abang menurut saja Pi." Ucap Nathan.
" Bagini Tuan Farhan, berhubung Valen anak saya satu satunya maka saya menghendaki pesta pertunangan untuk mereka, tapi saya serahkan kembali kepada Valen maunya gimana." Ujar Papa Alex.
Valen berpikir sejenak, kalau Ia menyetujui acara pesta pertunangan otomatis semua orang pasti akan tahu karna pastinya Papanya mengundang semua koleganya. Padahal pernikahan mereka tinggal beberapa minggu saja, bisa bisa Arman tahu kalau Ia memang merencanakan pernikahan ini untuk membalas dirinya. Pikir Valen.
__ADS_1
" Gimana Valen?" Tanya Mami Nesha.
" E..... Karna waktu yang mepet dengan acara pernikahan, Valen rasa nggak perlu pesta pertunangan ya kan Pa, karna kita akan di sibukkan dengan acara pernikahan jadi nggak akan keburu waktunya, cukup pertemuan kali ini aja Mi, dan mulai besok kita sudah harus menyiapkan acara pernikahan." Ujar Valen.
" Baiklah kalau begitu, bagaimana menurut anda Tuan Alex?" Tanya Mami Nesha.
" Baiklah saya juga setuju, sekarang sekalian tukar cincin saja, saya akan menyewa WO profesional untuk acara pernikahannya nanti." Ucap Papa Alex.
" Baiklah Tuan Alex, sekarang pasangkan cincinnya di jari calon kalian." Ucap Mami Nesha.
Nathan mengambil cincin di kotak merah kecil, tangan satunya menarik pelan tangan Valen. Keduanya saling tatap, entah mengapa sentuhan Nathan membuat sesuatu di dalam hati mereka berdesir.
Nathan memasukkan cincin di jari manis Valen begitupun sebaliknya. Suara tepuk tangan menandakan keberhasilan mereka dalam mengikat satu sama lain. Tidak lupa si kembar mengabadikan momen ini dengan ponselnya.
" Alhamdulillah, sekarang kalian berdua resmi saling terikat dalam ikatan pertunangan, tinggal menunggu tiga minggu lagi kalian akan terikat dalam ikatan pernikahan, mulai sekarang kalian harus saling dekat, saling dukung, saling memahami dan tentunya saling mencintai, sukses untuk kalian berdua." Ucap Papa Alex.
" Terima kasih Pa."
" Terima kasih Om."
Jawab keduanya bersamaan.
" Panggil Papa juga donk kan mau jadi mantu saya." Ujar Papa Alex.
" Baiklah Pa." Sahut Nathan.
" Makasih Ria." Sahut Valen.
" Kak Valen...." Panggil Cia dengan muka sedih.
" Iya... Hei kenapa wajahmu murung begitu? Kamu tidak suka dengan pertunangan ini?" Tanya Valen menatap Cia membuat semua orang juga menatap ke arahnya.
" Walaupun Abangku jadi suami Kakak, tapi aku mohon jangan ambil kasih sayangnya untukku ya." Ucap Cia.
Valen menatap ke arah Nathan yang di balas senyuman olehnya.
" Kenapa? Kan masih ada Kak Gama?" Tanya Valen.
" Kak Gama orangnya nggak sesabar Abang, pokoknya Cia mohon sama Kakak ya ya ya, Abang is the best bagiku Kak, aku nggak bisa bayangin kalau kasih sayang Abang berpaling dariku." Ujar Cia.
" Cia apa apaan kamu ini Nak, Abangmu akan sibuk dengan keluarga barunya setelah menikah, Cinta dan kasih sayangnya akan Ia berikan pada istri dan anak anaknya nanti, makanya belajarlah jadi anak mandiri dari sekarang, jangan bergantung pada Abangmu terus." Ucap Papi Farhan.
" Tidak apa Pi, biarkan dia mengeluarkan apa yang menjadi ketakutannya, aku tidak ingin Cia membenciku karna berpikir aku merebut Abang tersayangnya darinya." Sahut Valen.
Semua orang di buat kagum dengan pemikiran Valen yang dewasa.
__ADS_1
" Cia... Abangmu akan menjadi suamiku kan? Jadi kasih sayangnya hanya......." Valen menjeda ucapannya sambil menatap raut muka Cia yang hampir manangis.
" Ha ha ha." Valen tertawa melihat wajah Cia. Semuanya menatap ke arah Valen sambil mengerutkan keningnya.
" Ih Kakak kok tertawa sih." Cebik Cia.
" Cia.... Walaupun Pak Nathan jadi suamiku tapi dia tetap Abangmu sayang, kasih sayangnya kepadamu tak akan pernah hilang sampai kapanpun, ya walaupun akan terbagi denganku tapi kau tenang saja dia pasti akan selalu menyayangimu walaupun nantinya kau sudah menikah, Abangmu akan selalu menyayangimu, tidak ada yang bisa merebut atau mengambil kasih sayangnya untukmu, bukankah begitu Mas Nathan?" Ujar Valen menatap Nathan. Hati Nathan seperti tersiram air es saat mendengar panggilan baru dari Valen.
" Abang." Panggil Cia.
" Ah iya." Sahut Nathan.
" Makasih Kak Valen kau memang Kakak ipar yang pengertian, aku beruntung mendapat Kakak ipar sepertimu." Ucap Cia memeluk Valen.
" Sama sama, aku juga beruntung bisa menjadi bagian dari keluarga kalian." Ucap Valen.
Gama menjadi goyah setelah melihat kebaikan Valen. Kenapa bukan dia yang menemukan gadis sebaik Valen duluan? Kenapa harus Abangnya? Gama terus menatap ke arah Valen dengan tatapan tertariknya. Nathan menyadari itu semua.
" Maaf Dek Gam kali ini Abang tidak akan mengalah, kau sudah memilih Kavia jadi jangan rebut milik Abang lagi." Batin Nathan.
Setelah itu mereka semua menuju meja makan untuk makan malam. Tadinya keluarga Farhan menolak tapi Papa Alex memaksanya dan mengatakan yang memasak semua menunya adalah Valen sendiri karna Bi Sari baru kembali dari mampung halamannya.
" Ini kamu yang masak Val?" Tanya Mami Nesha sambil mengunyah makanannya.
" Iya Mi, nggak enak ya? Maaf ya Mi jika tidak sesuai selera Mami." Ucap Valen.
" Bukan begitu sayang, ini justru sangat enak anak perempuan Mami bahkan tidak bisa memasak, padahal kalian seumuran kan dengannya, kamu memang menantu idaman." Sahut Mami Nesha.
" Jangan memujiku Mi karna Mami belum melihat sisi burukku." Ucap Valen.
" Mami yakin kamu anak yang baik." Ujar Mami Nesha.
" Wah Bang setelah menikah Abang harus sering sering olahraga." Ucap Cia.
" Kenapa?" Tanya Nathan.
" Karna kalau tidak badan Abang akan segemuk gajah." Seloroh Cia.
" Kamu ini bisa aja." Kekeh Nathan.
Tatapan Valen dan Nathan lagi lagi bertemu membuat jantung keduanya deg degan. Gama melihat semua itu entah mengapa hatinya rasanya kesal.
" Ada apa dengan hatiku sih, bukannya aku mencintai Kavia ya? Kenapa saat melihat Valen hatiku jadi condong ke arahnya? Ya Tuhan aku tidak boleh egois, aku harus mengontrol perasaanku, selama ini Abang selalu berusaha untuk membuatku bahagia maka kali ini aku juga harus melakukan itu.... sadar Gama, sadarlah dia calon Kakak iparmu." Gumam Gama berperang dalam hatinya.
TBC.....
Jangan lupa like dan koment di setiap babnya...
__ADS_1
Terima kasih banyak author ucapkan untuk para readers yang sudah dengan senang hati memberikan support kepada author recehan ini, apalah author tanpa kalian semua.
Miss U All semoga sehat selalu......