
Ada reader yang udah bosan dan nyuruh author namatin ceritanya aja.... Udah author bilang kalau cerita ini masih mengejar level ongoing ya.. Jadi belum bisa tamat sampai awal bulan depan...
Yang masih berkenan membaca ayo donk like dan koment di setiap babnya biar authornya semangat empat lima... Tanpa kalian semua author bukan apa apa...
Makasih untuk semua readers yang udah dukung dan menemani author selama ini...
Miss U All....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini Sifa kembali mual mual tanpa henti. Usia kehamilannya kini memasuki bulan ke empat tapi masa ngidamnya belum berakhir. Sekarang Ia justru suka makan yang asam asam padahal lambungnya sering bermasalah. Jordan bahkan tidak tega melihat Sifa yang tersiksa seperti ini. Ia terus merasa bersalah karena telah membuat Sifa mengalami kesusahan saat masa kehamilannya.
" Mas pengin makan asem jawa." Ucap Sifa yang sedang berbaring di atas ranjang.
Brrrr....
Mendengar kata asem jawa saja sudah membuat Jordan ngilu sendiri apalagi memakannya.
" Jangan sayang masih pagi, Sudahi makan makanan asamnya nanti asam lambungmu naik lagi, Aku tidak tega melihatmu terus muntah bahkan sekarang kamu terlihat begitu pucat Yank." Ujar Jordan.
" Tapi aku pengin Mas." Ujar Sifa.
" Ku mohon menurutlah, Kita cari makanan yang lain aja ya, Bakso, Mie ayam, Soto, Chicken, Rendang, Steak, Spagetthi atau mau yang lainnya?" Tanya Jordan sudah seperti pelayan resto saja.
" Nggak mau aku lagi pengin makan asam jawa" Sifa menggelengkan kepalanya.
" Itu nggak bakal bikin kamu kenyang Yank, Kamu butuh asupan gizi untuk pertumbuhan anak kita di dalam sana, Jadi coba mengertilah." Ucap Jordan sedikit meninggi.
"Kita cari makan.. Apa ya???? Aku juga bingung Yank, Yang jelas jangan lagi makan yang asam asam." Ucap Jordan.
" Baiklah aku tidak akan makan apapun." Ancam Sifa.
" Itu lebih baik." Habis sudah kesabaran Jordan dalam menghadapi sikap sifa yang bandel, Sifa selalu saja seperti itu entah karena dasarnya atau karena hormon kehamilannya. Jordan pergi dari kamar menuju ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang sudah menumpuk. Ia takut lepas kendali jika menghadapi sikap Sifa yang super keras kepala.
Di rumah Farhan, Ia sedang memasak untuk sarapan mereka. Ia memasak rendang, Sop ayam, Ayam goreng, Tahu, Tahu, Tempe juga di goreng dan ada hati ayam yang Ia semur.
Setelah semuanya matang, Farhan menatanya di meja makan. Ia memanggil istri dan anak anaknya untuk makan bersama.
" Sayang sarapannya udah siap, Kita sarapan gih." Ucap Farhan di depan pintu kamarnya.
" Iya Mas, Ayo sayang kita sarapan." Ajak Nesha kepada anak anaknya.
" Iya Mi." Sahut Nathan.
Nathan baru kemarin pulang dari rumah sakit, Ia sudah terlihat lebih sehat dari sebelumnya.
" Duduk sini sayang." Ucap Farhan menggelar karpet bulu untuk duduk Nathan dan Gama.
" Maem maem maem." Celoteh Gama yang berusia sepuluh bulan.
" Dek Gam udah lapar ya, Bentar ya nunggu Mami ambilin maem dulu." Ujar Nathan mengelus kepala Gama.
" Ma... Ma... Ma..." Gama berceloteh ria.
__ADS_1
" Sayang Nathan mau di suapi apa mau makan sendiri?" Tanya Nesha.
" Makan sendiri Mi, Bang Athan udah besar." Sahut Nathan.
" Pinter, Ini Mami ambilkan pakai sop sama Tahu tempe, Mau yang lain?" Tanya Nesha.
" Nanti aja lagi Mi." Ujar Nathan.
" Baiklah makan yang banyak biar sehat, Setelah makan Abang minum obat ya." Ucap Nesha yang di jawab anggukkan kepala oleh Nathan.
Nesha membuat nasi *****, Lalu menambahkan lauk pauk dan sayurannya. Setelah itu Ia menyuapi Gama. Sedangkan Farhan memakan makanannya di samping Nesha.
" A' Dek Gam juga harus makan biar cepat besar seperti Abang." Ucap Nesha.
" Mami juga harus makan donk." Ujar Farhan menyuapi Nesha. Nesha menatap Farhan lalu tersenyum padanya. Nesha menerima suapan dari Farhan.
" Papi... Bolehkah Bang Athan yang menyuapi Mami?" Tanya Nathan.
" Nathan makan aja ya biar Papi yang nyuapi Mami ya... Nanti Nathan nggak kenyang." Jawab Farhan.
" Mami ndak mau ya kalau Bang Athan yang nyuapi?" Lirih Nathan.
" Eh kata siapa? Abang mau menyuapi Mami?" Tanya Nesha.
" Iya Mi." Sahut Nathan mengangguk.
" Baiklah.. A' ." Nesha membuka mulutnya di depan Nathan.
Dengan senang hati Nathan menyodorkan sendok makanannya ke depan mulut Nesha. Nesha mengunyah makanan dari suapan Nathan.
" Kenapa Mi?" Tanya Nathan.
" Lebih enak suapan Abang dari pada Papi." Ujar Nesha.
" Benarkah?" Tanya Nathan dengan mata berbinar.
" Iya benar." Sahut Nesha.
" Kalau begitu Bang Athan akan menyuapi Mami terus." Ucap Nathan.
" Ok... Sekarang Mami udah kenyang, Abang terusin makannya ya.." Ujar Nesha.
" Iya Mi." Sahut Nathan.
Farhan tersenyum melihat istrinya begitu mudah membuat Nathan senang. Ia erasa bangga dengan gadis kecil yang mampu bersikap dewasa seperti Nesha.
Malam harinya Farhan baru saja pulang dari kantor, Hari ini banyak rapat yang Ia lakukan hingga Ia pulang malam. Farhan berjalan menuju kamarnya yang berada di dekat ruang kerjanya. Sejak kejadian Nesha jatuh dari tangga Ia belum kembali ke kamar utama, Apa lagi sekarang ada Gama yang masih rusuh rusuhnya. Ia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada kedua putranya.
Ceklekkkk
Melihat Farhan yang membuka pintu Nesha segera menghampirinya.
" Kamu sudah pulang Mas, Capek banget ya." Ucap Nesha mencium punggung tangan Farhan.
__ADS_1
" Iya sayang." Sahut Farhan mencium kening Nesha.
" Aku siapkan air hangatnya dulu Mas, Terus Mas mandi." Ujar Nesha hendak menuju kamar mandi.
" Nanti aja sayang." Ujar Farhan mencekal tangan Nesha.
Farhan menarik pelan tubuh Nesha ke dalam pelukannya. Nesha membalas pelukan Farhan dan mengelus punggung suaminya.
" Apa ada masalah?" Tanya Nesha.
" Iya." Sahut Farhan mengganggukkan kepala.
" Masalah apa?" Nesha bertanya kembali.
" Masalah ini." Sahut Farhan menuntun tangan Nesha menuju itu.
Blushhh Pipi Nesha memerah menyadari kemesuman suaminya.
" Mesum kamu Mas." Kekeh Nesha.
" Kamu sekarang begitu sibuk dengan anak anak, Kalau malam kamu udah capek jadi nggak ada waktu buat ngurus aku." Gerutu Farhan.
Nesha melepas pelukannya, Ia sedikit mendongak menatap wajah tampan suaminya.
" Ya kan kamu nggak bilang Mas, Kamu juga nggak minta aku ya nggak tahu lah." Ujar Nesha.
" Aku kasihan sama kamu karna kamu udah capek sayang." Sahut Farhan.
" Secapek apapun aku kalau kamu mau pasti aku akan memberinya Mas, Itu juga kewajiban yang harus aku jalani bukan? Pahala surga." Ucap Nesha.
" Baiklah kalau begitu, Aku mau sekarang." Sahut Farhan mulai membuka kemejanya.
" Nggak mau mandi dulu?" Tanya Nesha.
" Nanti aja mandinya aku juga masih wangi kok." Sahut Farhan.
" Baiklah... Kali ini aku akan memberikan yang special untukmu." Ucap Nesha membuang kemeja Farhan ke sembarang arah.
Nesha mendirong pelan tubuh Farhan ke ranjang. Ia berada di atas tubuh suaminya sambil mengagumi body sang suami yang aduhai menurutnya.
Nesha mulai mencium bibir Farhan, Ia mencecap bibir suaminya. Farhan membuka sedikit mulutnya supaya Nesha leluasa mengekspos semua inchinya. Puas di bibir suaminya, Ciuman Nesha turun ke belakang telinga suaminya, Ia memainkan lidahnya di sana membuat tubuh Farhan memanas seketika. Nesha membuat stempel kepemilikan tepat di bagian dada suaminya. Membuat Farhan mendesis.
Entah siapa yang mulai kini mereka sudh menyatu dalam permainan yag membuat keduanya terbang melayang ke nirwana. Suara erang*n dan des**** memenuhi ruang kamar mereka. Nesha begitu lihai memimpin permainn memabukkan ini. Dunia terasa milik berdua tanpa ada yang lainnya. Hingga dua jama lamanya setelah berganti kepemimpinan akhirnya mereka berdua menyudahi permainannya. Tubuh Farhan tumbang di samping tubuh Nesha.
" Makasih sayang... Malam ini benar benar terasa spesial buatku." Ucap Farhan memeluk tubuh Nesha.
Keduanya terlelap menuju alam mimpi bahkan Farhan melupakan acara mandinya.
TBC......
*Kurang panas? Panasin sendiri aja ya takut gak lolos review....
Makasih buat readers yang selalu dukung author kalau ada yang mau kasih ide tulus di kolom komentar entar akan author pikirkan ok
__ADS_1
Mis U All*....