Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
3. Pencarian


__ADS_3

Nathan duduk di kursi kebesarannya. Ia menatap ke arah Dika yang sedang duduk di sofa.


" Kenapa malah natap gue begitu? Ada apa Lo manggil gue ke sini Than? Buruan ngomong kerjaan gue banyak bet Bro." Ujar Dika asistent pribadi Nathan sekaligus sahabatnya.


" Gue ada tugas tambahan buat Lo." Ucap Nathan.


" Tugas? Tugas apa?" Tanya Dika mengerutkan keningnya.


" Lo cari pemilik kalung ini." Ucap Nathan menunjukkan kalung di tangannya.


" Siapa namanya? Dan dimana alamatnya?" Tanya Dika.


" Gue nggak tahu, Yang gue punya hanya kalung ini." Sahut Nathan.


" Apa? Lo gila ya? Bagaimana mungkin mencari seseorang tanpa tahu nama dan alamatnya? Paling tidak namanya lah kalau alamat bisa di cari setelah tahu namanya." Ujar Dika.


" Kalau gue tahu nama dan alamatnya gue nggak bakalan nyuruh Lo dodol, Gue akan samperin sendiri, Karna gue nggak tahu siapa dia makanya gue minta Lo yang mencarinya." Sahut Nathan.


" Yang jelas dia gadis yang sangat cantik." Ucap Nathan membayangkan wajah gadis itu.


" Bagaimana wajahnya? Coba bikin sketsanya." Ujar Dika.


" Gue nggak terlalu paham karna gue lihatnya hanya sekilas aja." Sahut Nathan enteng.


" Ckk... Gimana mau ketemu kalau cuma ngandelin kalung doank sedangkan yang punya kalung model begituan banyak di dunia ini Bro." Gerutu Dika.


" Sorri gue nggak bisa bantu." Sambung Dika.


" Apa gunanya gue memperkerjakan Lo kalau masalah gini aja Lo nggak bisa bantu gue." Ujar Nathan.


" Ya elah Bro kalau kerjaan kantor seberapa banyak pun pasti bakal gue kerjain, Gue kelarin sesuai kemauan Lo, Tapi ini pekerjaan sulit Bro.... Bahkan sangat sulit, Lo coba sewa detektif gih biar cepet kelar... Kalau gue yang nyari bisa satu tahun baru ketemu Than, Entar yang ada dia udah di embat orang duluan." Ujar Dika.


" Ya udah deh Lo sewa detektif mana terserah Lo yang jelas tugas ini gue limpahin ke Elo, Dan gue mau secepatnya" Ucap Nathan.


" Bushet Deh." Ujar Dika.


" Kalau tidak separo gaji Lo, Gue pot....


" Ok Ok.. Sekarang gue pamit dulu mau menyelesaikan pekerjaan dulu." Potong Dika. Ia pamit undur diri menuju ruangannya dengan menyelonong begitu saja. Dika paling anti dengan kata potong gaji. Gaji banyak aja nggak laku apalagi kalau gaji sedikit.


" Semoga aku bisa mendapatkanmu gadis manis, Jika ketemu aku akan mempersunting dirimu untuk menjadi istriku, Aku tidak peduli kau mau atau tidak yang jelas kau akan jadi milikku." Monolog Nathan mencium kalung itu.


Tok tok tok


Pintu di ketuk dari luar.


" Masuk." Ucap Nathan.

__ADS_1


Ceklek....


Seorang OG membuka pintu ruangan, Ia berjalan menghampiri meja Nathan sambil membawa nampan di tangannya.


" Maaf Pak, Pak Dika menyuruh saya untuk mengantar kopi buat Bapak." Ucap seorang OG yang bertage name Kavia.


" Ok silahkan taruh di meja itu saja." Sahut Nathan menunjuk meja.


" Baik Pak." Ucap Kavia meletakkan secangkir kopi di meja.


Kavia mencuri pandang ke arah Nathan.


" Behh ganteng banget.... Gue harus bisa mendapatkannya bagaimanapun caranya." Gumam Kavia dalam hatinya.


" Sudah selesai atau masih ada perlu lagi?" Tanya Nathan menatap Kavia yang malah berdiri sambil melamun.


" Ah iya maaf Pak, Kalau begitu saya permisi." Ujar Kavia keluar ruangan Nathan.


" Nggak pernah lihat cowok ganteng pasti." Gumam Nathan.


Nathan kembali menyelesaikan pekerjaannya. Ia ingin cepat pulang menemui Maminya.


Di tempat lain seorang gadis sedang mencari kalung peninggalan ibunya. Ia bahkan mengobrak abrik seluruh kamarnya hanya untuk mendapatkannya. Tapi nihil... Ia tidak menemukan apapun di sana.


" Aduh dimana kalungnya hiks... Mama kalung darimu hilang." Ucap Valen sambil mewek.


" Aku lagi nyari kalung dari Mama Pa." Sahut Valen.


" Memangnya kamu taruh dimana sayang? Bukankah kamu selalu memakainya?" Tanya Papa Alex.


" Memakai?" Ulang Valen sedikit berpikir.


" Ah iya kemarin saat berangkat ke Bandara aku masih memakainya, Lalu sekarang dimana? Apa mungkin jatuh ya Pa." Ujar Valen.


" Hah kamu ini, Ya udah besok Papa belikan lagi nggak usah mewek gitu." Ucap Papa Alex.


" Pa bukan masalah kalungnya, Tapi karna itu pemberian terakhir Mama Pa." Ujar Valen sedih.


" Ya udah jangan bersedih kan masih ada barang kenangan lainnya dari Mama sayang." Ujar Papa Alex memeluk putrinya.


" Iya Pa." Sahut Valen.


" Ya sudah jangan menangis lagi sekarang ayo kita ke bawah untuk makan siang." Ajak Papa Alex.


" Baik Pa." Sahut Valen.


Keduanya turun menuju meja makan. Valen dan Papanya makan dengan khidmat tanpa berkata sepatah katapun. Selesai makan keduanya menonton tv di ruang tamu.

__ADS_1


Valentina Adriana gadis manis berusia dua puluh tiga tahun. Ia putri dari Alexander Adriano satu satunya. Alex sendiri seorang CEO perusahaan ternama di kota ini. Kekayaannya di atas Farhan. Satu tahun yang lalu Valen kehilangan Mama tercintanya karna sakit kanker yang di deritanya. Kini Ia tinggal berdua dengan Papanya dan seorang art bernama Bi Susi. Sejak saat itu Ia menjadi gadis yang susah di atur dan sedikit keras kepala.


Valen bahkan tidak percaya dengan adanya cinta. Menjalin hubungan dengan Arman hanya untuk iseng iseng saja karna Ia sering di bully teman temannya dengan julukan Jones alias jomblo ngenes. Tapi siapa sangka Ia justru di khianati pacarnya.


" Bagaimana hubunganmu dengan Arman?" Tanya Papa Alex. Valen menoleh ke arah Papanya.


" Hubungan kami kandas Pa, Anggap saja begitu." Sahut Valen.


" Papa yakin dia pasti mengkhianatimu." Tebak Papa Alex.


" Tepat sekali Pa." Ucap Valen.


" Dari awal Papa sudah bilang padamu kalau dia tidak baik untukmu sayang, Lupakan dia dan carilah yang baik yang bisa menjagamu." Ucap Papa Alex.


" Nggak mau ah Pa, Aku udah nggak mau sakit hati lagi." Sahut Valen.


" Papa terserah kamu saja sayang, Yang jelas untuk urusan jodoh Papa serahkan padamu sepenuhnya, Ini hidupmu jadi Papa tidak mau ikut campur di dalamnya." Jelas Papa Alex.


" Makasih Pa, Kalau bisa milih aku akan memilih pria seperti Papa, Pria tampan, Penyayang dan begitu sabar menghadapi sikapku yang nggak ada akhlak ini." Ujar Valen.


" Kamu ini.... Papa yakin suatu saat nanti kamu pasti akan mendapatkannya." Sahut Papa Alex.


" Amien.. Makasih Pa." Ucap Valen.


" Tapi satu permintaan Papa sayang." Ujar Papa Alex.


" Apa itu Pa?" Tanya Valen.


" Carilah suami yang mau di ajak tinggal di sini, Karna Papa tidak mau di tinggalkan olehmu sayang." Pinta Papa Alex.


" Makanya Papa nikah lagi biar ada yang mengurus Papa di sini." Ujar Valen.


" Papa belum kepikiran tentang itu sayang, Tapi jika kelak suamimu membawamu pergi maka dengan terpaksa Papa akan mencari pendamping hidup lagi." Ucap Papa Alex.


" Papa tahu jika anak perempuan sudah menikah maka hak Papa terhadapmu terhapus sudah, Tapi jika suami meridhoinya itu tidak akan menjadikannya dosa sayang." Sambung Papa Alex.


" Akan Valen usahakan Pa, Doakan Valen mampu memberikan menantu sesuai keinginan Papa." Sahut Valen.


" Berbahagialah sayang." Ucap Papa Alex.


TBC.....


Jangan lupa like dan komentnya..


Terima kasih atas suport yang para readers berikan...


Miss U All

__ADS_1


__ADS_2