Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Perdebatan


__ADS_3

Farhan membopong tubuh Nesha menuju kamarnya, Ia merebahkan tubuh Nesha dengan begitu hati hati di atas ranjangnya.


" Sayang bangunlah." Ucap Farhan menggosok telapak tangan Nesha dengan telapak tangannya.


" Sayang bangun jangan membuatku khawatir, Aku tidak akan membiarkan Jordan dan Sifa mengambil Nathan dari kita sayang... Bangunlah katakan apa yang sebenarnya terjadi." Ujar Farhan.


Nesha tidak bergeming, Farhan terus menggosokkan telapak tangannya pada telapak tangan Nesha. Di dalam hatinya Ia juga berdoa semoga tidak terjadi apa apa dengan istrinya.


" Engh..." Lenguh Nesha membuka pelan matanya.


" Sayang." Ucap Farhan.


Farhan mengambil segelas air putih di atas nakas lalu memberikannya kepada Nesha.


" Minum dulu sayang." Ujar Farhan membantu Nesha duduk bersandar tumpukan bantal.


" Makasih Mas." Ucap Nesha setelah meminum airnya.


Wajah Nesha tampak murung. Farhan menatapnya dengan tatapan sendu. Ia tidak rela jika ada yang membuat istrinya sedih.


" Jangan bersedih lagi, Maukah kamu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi padaku?" Tanya Farhan.


" Mas akan membantumu sayang." Sambung Farhan.


" Arsya Mas.." Ucap Nesha.


" Ada apa dengan Arsya?" Tanya Farhan.


" Arsya terkena penyakit dan membutuhkan donor sumsum tulang belakang, Kak Jordan menginginkan Nathan menjadi pendonornya karena biasanya jika masih punya hubungan darah tingkat kecocokkannya sembilan puluh persen Mas, Aku tidak rela sesuatu dari dalam diri Nathan Ia berikan kepada orang lain walaupun itu adiknya sendiri, Nathan masih kecil Mas." Jelas Nesha.


" Bukankah dengan menggunakan tali pusar juga bisa? Kenapa mereka ingin mengambil tindakan ini? Harusnya mereka merencanakan program kehamilan enam tahun lagi atau lebih cepat mungkin akan lebih baik bukan? Semisal tiga atau empat tahun lagi." Sambung Nesha.


" Memangnya kapan transplantasi itu akan di lakukan? Bukankah Arsya masih terlalu kecil?" Tanya Farhan.


" Sekitar tujuh tahun lagi Mas, Tapi saat itu Nathan masih berusia dua belas tahun Mas." Ujar Nesha.


" Penyakit apa yang di derita Arsya sayang?" Tanya Farhan.


" Aku juga kurang tahu Mas, Yang jelas tadi Kak Jordan meminta Nathan dari kita saat oprasi itu hendak di lakukan." Sahut Nesha.

__ADS_1


" Mas juga bingung sayang ini menyangkut nyawa seseorang dan..." Sahut Farhan.


" Apa maksudmu Mas? Apa kamu mengijinkan Nathan menjadi pendonornya? Apa kamu tidak memikirkan resikonya untuk Nathan Mas?" Tanya Nesha dengan suara meninggi.


" Sayang dengarkan aku...


" Aku tidak mau mendengar apapun darimu, Jika kau sampai mengijinkannya aku akan pergi membawa anak anak jauh darimu." Ancam Nesha.


" Sayang bukan itu maksudku, Dengarkan aku...


" Aku tidak mau mendengar apapun darimu." Bentak Nesha.


" Aku tahu kalau kau akan bilang Nathan akan menjadi penyelamat untuk adiknya, Harusnya kau bangga dengan semua itu bukan?" Bentak Nesha.


" Biarkan aku menjadi wanita egois kali ini Mas, Aku tidak akan membiarkan mereka ataupun kamu menyakiti putraku, Ku mohon jangan pernah memaksaku untuk membujuk Nathan sekatang ataupun tujuh tahun lagi." Ucap Nesha mengatupkan kedua tangannya dengan air mata yang menetes di pipinya.


" Tidak sayang Mas tidak akan melakukan itu tenanglah." Ucap Farhan.


"Kalau begini ceritanya aku jadi ragu memberitahu Nathan siapa kita sebenarnya Mas, Biarkan Nathan menganggap aku sebagai ibu kandungnya Mas, Biarkan dia mengetahui kalau kita orang tua kandungnya, Jangan pernah katakan pada Nathan jika kita hanya orang tua asuhnya, Aku tidak akan membiarkan Nathan menderita, Dia putraku.... Hiks. Hiks... Aku tidak bisa membayangkan betapa sakitnya Nathan saat di oprasi, Dan sesuatu dari dalam diri Nathan akan berkurang.... Hiks.. Mas... Jangan korbankan Nathan walaupun demi saudaranya, Aku tidak rela Mas... Aku tidak rela." Ujar Nesha dengan terisak.


Bayangan ketakutannya terus membayanginya Ibu mana yang tega melihat penderitaan putranya, Mungkin Sifa juga begitu tapi jika masih ada cara lain kenapa tidak menggunakan cara lainnya? Nesha tidak ingin walaupun Nathan menyelamatkan nyawa adiknya tapi Ia sendiri yang akan menderita. Bukankah oprasi itu beresiko tinggi? Bahkan bisa menyebabkan hal yang fatal. Nesha tidak mau sampai hal itu terjadi pada putra pertamanya. Bagaimanapun caranya Ia akan mempertahankan Nathan.


" Baiklah sayang tenanglah... Maafkan aku, Sekarang istirahatlah kendalikan dirimu jangan sampai semua ini mempengaruhi kehamilanmu ya." Ucap Farhan lembut mengusap air mata Nesha.


" Tidak apa sayang jangan di pikirkan lagi." Sahut Farhan.


Farhan naik ke atas ranjang, Ia duduk bersandar pada headboard dengan kaki berselonjor.


" Sini sayang." Ucap Farhan menepuk pundaknya.


Nesha menyandarkan kepalanya di bahu Farhan, Tangan satunya memeluk perut Farhan.


" Dedeknya pengin makan apa nih hari ini?" Tanya Farhan mengelus perut Nesha. Ia berharap Nesha bisa sedikit melupakan kesedihannya.


" Emmm apa ya???? Coklat aja Pi biar mood Mami kembali baik." Sahut Nesha.


" Baiklah nanti Papi belikan sekalian jemput Abang ya." Ujar Farhan.


" Makasih Papi." Ucap Nesha mencium pipi kanan Farhan.

__ADS_1


" Satunya donk biar imbang." Ucap Farhan menunjuk pipi kirinya.


Cup


Nesha mencium pipi kiri Farhan. Farhan mengukung tubuh Nesha di bawahnya. Ia mengecup bibir Nesha. Nesha memejamkan matanya sambil sedikit membuka mulutnya. Farhan menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Nesha. Farhan mulai melu*** lembut bibir Nesha. Keduanya terbuai saling menikmati ciuman yang memabukkan hanya suara decapan yang terdengar di kamar mereka. Setelah keduanya kehabisan nafas, Farhan melepas pagutannya. Ia mengusap lembut bibir Nesha dengan jempolnya.


" Makasih sayang." Ucap Farhan.


" Hmm." Sahut Nesha.


Di rumah Jordan, Sifa sedang duduk di tepi ranjang menghadap keluar jendela, Saat ini Ia sedang bersedih karena lagi lagi Ia dan sahabatnya harus berseteru. Sifa menghela nafasnya. Jordan yang baru masuk ke kamarnya menghampiri Sifa.


" Sayang jangan bersedih lagi, Kita pasti akan menemukan solusinya, Apapun caranya aku pasti bisa menyelamatkan Arsya dari penyakitnya." Ujar Jordan.


" Bukan itu yang aku pikirkan saat ini Mas, Aku sedang memikirkan sahabatku yang kini semakin jauh dariku, Sesungguhnya aku tidak menginginkan semua ini Mas, Aku ingin hubunganku dengan Nesha seperti dulu lagi." Ujar Sifa.


" Aku akan membantumu sayang." Ucap Jordan memeluk Sifa.


" Mas cari jalan lain supaya kita tidak menyakiti Nathan, Bukankah dengan transfusi darah atau tali pusar kita juga bisa melakukan oprasi itu?" Tanya Sifa.


" Sayang lebih efektif dengan sumsum tulang belakang saudaranya." Ujar Jordan.


" Aku tidak mau mengusik kehidupan Nesha dan keluarganya lagi Mas, Sudahi semua ini jangan membuat Nathan semakin membencimu Mas, Aku tidak sanggup melihatnya." Terang Sifa.


" Baiklah sayang nanti akan aku bicarakan lagi dengan dokter bagaimana baiknya." Ucap Jordan.


Sifa mengingat bagaimana kemarin Dokter mengatakan jika Arsya mengalami sistem kekebalan tubuh yang rusak. Transfusi darah memang membantu tapi hasilnya akan lebih baik jika melakukan transplantasi sumsum tulang belakang. Sifa menatap Arsya yang sedang terlelap di ranjangnya. Rasa kasihan dan tidak tega membuncah di hati Sifa.


Tbc ...


Hari ini sedikit dulu ya... Authornya lagi... lagi... lagi adadeh ....


*Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya....


Makasih udah dukung karya author selama ini...


Jangan lupa juga dukung karya author yang lain ya*...


__ADS_1


*Author tunggu di sana ya...


Miss U All*...


__ADS_2