Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Ngidam


__ADS_3

Pagi hari Sifa bangun dari tidurnya langsung membekap mulutnya dengan tangannya sendiri. Ia berlari menuju kamar mandi.


Huek... Huek...


Sifa memuntahkan semua isi perutnya di dalam wastafel kamar mandi. Ia merasa sangat mual dan kepalanya berdenyut nyeri. Mendengar suara Sifa muntah, Jordan mengerjapkan matanya lalu Ia segera berlari masuk ke dalam kamar mandi.


" Sayang.. Kamu baik baik saja? Mana yang sakit hmm." Ucap Jordan memijat tengkuk Sifa pelan.


Huek Huek


Sifa terus muntah hingga tubuhnya terasa lemas. Sampai tiba tiba...


Brugh....


" Sayang." Pekik Jordan.


Jordan segera membopong tubuh Sifa menuju ranjangnya. Ia merebahkan tubuh istrinya dengan pelan. Jordan segera mengambil ponselnya untuk menelepon Dokter keluarga.


Lima belas menit kemudian Dokter Silvi tiba di rumahnya. Ia langsung memeriksa Sifa.


" Gimana keadaannya Sil?" Tanya Jordan kepada Dokter Silvi yang ternyata temannya. Dokter Silvi menggantikan ayahnya untuk menjadi dokter keluarga Jordan.


" Tekanan darahnya rendah, Dia kekurangan cairan Dan, Apa dia muntah terus?" Tanya Dokter Silvi memastikan.


" Kaya'nya baru kemarin sama hari ini Sil, Soalnya kami baru mengetahui kehadirannya kemarin." Jelas Jordan.


" Hal ini biasa bagi ibu hamil muda, Ini namanya morning sicknes tapi jika terlalu sering muntah itu juga bahaya, Pastikan asupan gizinya terpenuhi dengan baik, Belilah susu khusus mual untuk mengurangi rasa mualnya." Ujar Dokter Silvi.


" Baiklah aku akan membelinya nanti, Apa ada makanan yang di pantang saat hamil?" Tanya Jordan.


" Kalau makanan mayoritas tidak ada yang di pantang selama itu tidak berlebihan, Seperti buah durian, Nanas, Kalau minuman hindari minuman yang bersoda, Alkohol sama kopi itu aja, Pastikan juga suasana hatinya selalu baik karena itu juga berpengaruh pada kehamilannya." Jelas Dokter Silvi.


" Untuk memastikan kondisi janinnya periksakan di bagian obgyn saja, Aku akan membuat janji dengan Dokter Mila untuk jadwal besok pagi gimana?" Ujar Dokter Silvi.


" OK silahkan aku menurut saja, Lakukan yang terbaik untuk istri dan calon anakku." Sahut Jordan.


" Kenapa dia belum sadar sampai sekarang?" Tanya Jordan.


" Tenang saja sebentar lagi dia akan sadar, Mungkin kepalanya masih terasa pusing makanya dia masih betah menutup mata." Sahut Dokter Silvi.


" Baiklah kalau begitu aku pamit dulu, Aku tidak memberikan obat karena besok mau periksa dan aku ucapkan selamat atas kehadiran calon penerus Jordan Pradana, Semoga lancar hingga persalinan." ujar Dokter Silvi.


"Makasih atas doanya Sil, Maaf aku tidak bisa mengantarmu." Sahut Jordan.


" OK." Ucap Dokter Silvi.


Setelah kepergian Dokter Silvi, Jordan berbaring di samping Sifa. Ia mengelus pipi Sifa dengan lembut. Terusik dengan sentuhan Jordan, Sifa mengerjapkan matanya. Ia menoleh ke arah Jordan yang sedang menatapnya.


" Mas.. Aku kenapa?" Tanya Sifa.


" Kamu kecapekan lalu pingsan sayang, Ada yang mau kau jelaskan kepadaku? Tentang kotak itu?" Tanya Jordan memainkan rambut Sifa


Ya memang Sifa belum memberitahu Jordan tentang kehamilannya. Ia pikir Jordan belum membuka kotak itu hingga Ia kembali menyimpannya.


" Kau tahu tentang kotak itu Mas?" Sifa balik bertanya.


" Ya... Sebenarnya aku sudah membukanya, Aku sengaja pura pura tidak tahu, Aku ingin kamu sendiri yang mengatakannya padaku." Ujar Jordan.


" Maaf mas, Sebenarnya itu kejutan ulang tahunmu, Gara gara keegoisanku akhirnya semua kejutan yang aku buat berantakan deh." Ucap Sifa

__ADS_1


" Tidak apa sayang ini bukan salahmu, Ini salahku karena aku yang membohongimu." Sahut Jordan.


" Lalu apa maksud isi dari kotak itu?" Tanya Jordan.


" Kamu pasti sudah tahu kalau aku hamil Mas, Kamu akan menjadi seorang ayah lagi." Ucap Sifa.


" Benarkah?" Tanya Jordan terkejut.


" Nggak usah pura pura terkejut gitu deh, Nggak lucu." Cebik Sifa.


" Baiklah maafkan aku karena aku yang menyebabkan kejutanmu jadi berantakan." Ucap Jordan.


" Nggak pa pa Mas yang penting kamu sudah tahu tentang kehadirannya." Sahut Sifa.


" Aku bahagia banget sayang akhirnya apa yang kita nantikan datang juga, Sayangnya Papa sehat sehat di dalam sana ya, Jadilah anak baik jangan menyusahkan Mamamu Nak, Sudahkan Papa saja." Ucap Jordan mengelus perut Sifa.


" Iya Pa." Sahut Sifa menirukan suara anak kecil.


" Sekarang Mas tahu kenapa kamu kesal dan marah." Sambung Jordan.


" Kenapa?" Tanya Sifa.


" Itu karena hormon kehamilanmu, Katanya suasana orang hamil gampang berubah ubah." Ujar Jordan.


" Mungkin aku juga baru merasakannya." Sahut Sifa.


" Walaupun terlambat aku ucapkan selamat ulang tahun Mas, Semoga panjang umur sehat selalu dan selalu mencintaiku." Ucap Sifa.


Jordan merubah posisinya dengan tengkurap. Ia membelai wajah Sifa dengan lembut.


" Makasih sayang karena kehadiranmu aku menemukan warna dalam hidupku, Aku tidak bisa menjanjikan apapun karena aku takut mengingkarinya, Yang jelas aku akan selalu mencintaimu, Berbahagialah denganku." Ujar Jordan.


Jordan memajukan wajahnya, Tangannya menyusup ke bawah kepala Sifa. Ia mencium bibir Sifa dengan lembut membuat Sifa memejamkan matanya. Jordan menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Sifa mengekspos setiap inchinya. Setelah beberapa lama Jordan melepas pagutannya. Ia mengusap lembut bibir Sifa.


" Istirahatlah aku akan buat sarapan untukmu, Besok jadwal pemeriksaan Dedek bayinya jadi kamu harus banyak istirahat ya." Ujar Jordan.


"Iya Mas." Sahut Sifa walaupun Ia sedikit kecewa karena Ia berharap Jordan mau menyentuhnya.


Jordan keluar kamarnya menuju dapur untuk memasak sesuatu. Setelah hampir setengah jam berkutat Jordan sudah menyelesaikan masakannya. Udang saos tomat, Sop ayam, Gurameh goreng, Ayam goreng bahkan tahu dan tempe goreng juga tidak ketinggalan.


" Sarapan dulu sayang." Ucap Jordan menghampiri Sifa yang sedang berbaring di ranjang.


" Aku nggak mau Mas, Takut mual lagi lemes juga." Sahut Sifa.


" Sedikit aja sayang." Ujar Jordan.


" Nggak mau." Ucap Sifa.


" Kalau kamu nggak makan takut dedeknya nggak sehat Yank." Ujar Jordan.


" Baiklah Mas baiklah... Bawa kemari ya." Ucap Sifa.


" Mau makan pakai apa? Mas masak Sop ayam, Udang saos sama gurameh tempe tahu goreng." Ucap Jordan seperti pelayan restoran.


" Sop aja nasinya dikit." Sahut Sifa.


" Baiklah tunggu sebentar Mas ambilkan dulu." Ucap Jordan.


Jordan turun ke bawah dapur mengambil makanan untuk Sifa, Setelah selesai Ia kembali ke kamarnya untuk menyuapi Sifa.

__ADS_1


" A' sayang." Ucap Jordan menyodorkan sesendok makanan di depan mulut Sifa.


Sifa langsung menutup mulutnya. Belum sampai Ia beranjak dari ranjang tiba tiba...


Huek....


Sifa muntah di atas lantai samping ranjangnya.


" Maaf Mas jadi kotor." Ucap Sifa.


" Nggak pa pa sayang Mas akan membersihkannya." Ujar Jordan.


" Bawa pergi makanan itu Mas aku nggak mau." Ucap Sifa menutup hidungnya.


" Baik sayang." Jordan keluar kamar membawa nampan makanannya.


Jordan memakan sarapannya sebentar setelah itu Ia kembali ke kamarnya.


" Mas aku mau makan apel hijau." Ucap Sifa saat Jordan masuk ke kamarnya.


" Sekarang?" Tanya Jordan.


" Iya." Sahut Sifa.


" Sama apa?" Tanya Jordan.


" Itu aja dulu Mas, Cepet ya." Ucap Sifa.


" Mas online aja ya biar cepet." Ujar Jordan.


" Iya Mas." Sahut Sifa.


Jordan segera menelepon layanan delivery sebuah mall via WA. Lima belas menit kemudian pesanannya sampai.


" Ini sayang apelnya." Ucap Jordan memberikan sepiring apel yang sudah di potong potong.


" Aku nggak mau yang seperti ini Mas, Aku maunya yang utuh mau aku gigit." Ujar Sifa.


" Ah maaf Mas salah ya, Mas ambilin dulu ya." Ucap Jordan.


Jordan kembali mengambil apel yang masih utuh.


" Ini." Ucap Jordan memberikan apelnya kepada Sifa.


Sifa menggigit apel itu dengan rakus sampai habis. Jordan menggelengkan kepalanya.


" Mas mau soto babat." Ucap Sifa.


" Mas pesenin dulu ya." Ujar Jordan menelepon warung soto langganannya.


..." Hah untung saja aku sudah meminta nomer tempat makan langganan Sifa jadi tidak terlalu repot jika dia menginginkan sesuatu, Apalagi anakku mau beli online." Batin Jordan lega....


TBC.....


Author mau fokus ke Sifa dan Jordan dulu ya...


Makasih atas suport yang kalian berikan


Miss U All

__ADS_1


__ADS_2