Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
51. Kedatangan Cia


__ADS_3

Dua bulan berlalu setelah pernikahan Ria dan Davian, usaha Valen memulangkan Cia saat itu gagal karna padatnya jadwal Cia di sana. Akhirnya Valen hanya bisa menunggu sampai hari ini. Hari ini Cia pulang dari luar negeri tapi hanya untuk dua hari saja. Saat ini Cia masih dalam perjalanan dari Bandara menuju rumahnya. Ia tidak memberitahu satu pun keluarganya jika Ia akan pulang karna Ia ingin memberikan kejutan untuk keluarganya.


Semenjak Ria mengetahui jika Davian yang menyebabkan Adrian tiada, Ia mencoba menjauh. Bahkan saat di ajak berhubungan Ria selalu beralasan untuk menolaknya. Sudah satu bulan lebih Ia selalu mencari cari alasan jika Davian menginginkannya. Entah karna apa Davian pun tidak memaksanya tapi Davian masih sering menyiksanya hingga membuatnya tertekan batin. Ria tidak ambil pusing, Ia hanya mencoba untuk bertahan sebentar lagi.


Pagi ini Davian kembali meminta haknya namun lagi lagi Ria menolaknya hingga membuat Davian murka.


" Vale kenapa kau selalu menolak untuk aku sentuh? Jangan menguji kesabaranku Vale karna aku sudah menunggu selama ini." Ucap Davian menindih tubuh Ria.


" Aku mengharamkanmu menyentuh tubuhku karna aku tidak sudi melayani pria brengsek sepertimu." Entah keberanian dari mana Ria mampu mengucapkan kalimat itu.


" Berani sekali kau mengatakan itu padaku Vale, Kau sudah berani melawanku." Ucap Davian mencengkram kuat dagu Ria.


Dengan sekuat tenaga Ria mendorong tubuh Davian hingga Ia berhasil lolos dari kukungannya. Davian menatap nyalang ke arah Ria.


" Kau..." Ucap Ria menunjuk wajah Davian.


" Bukankah kau menikahiku untuk balas dendam atas kepergian ibumu? Kau sudah melakukannya selama dua bulan ini kan? jadi sekarang saatnya aku harus pergi." Ucap Ria.


" Tidak bisa, kau sudah membuat ibuku tiada untuk selamanya jadi kau harus selamanya tetap berada di sini." Ucap Davian.


" Aku sudah membuat ibumu tiada tapi kau juga sudah membuat Adrianku tiada." Teriak Ria.


Deg....


Jantung Davian serasa berhenti berdetak. Tubuhnya terasa kaku dan lidahnya terasa kelu. Ia menatap Ria yang sedang menatapnya dengan tatapan nanar. Siapa yang memberitahu Ria tentang hal ini? Apakah Ria mendengar ucapannya dengan Reno saat itu? Apa ini sebabnya Ria tidak mau lagi Ia dekati? Ria jijik di sentuh oleh seorang pembunuh sepertinya? Tapi bukan Davian yang melakukannya, Ia membayar seseorang untuk menyabotase mobil Adrian kala itu. Pikir Davian.


" Kita sudah impas Davian, nyawa sudah di bayar dengan nyawa lalu apalagi yang kau inginkan dariku Hah?" Teriak Ria.


" Aku tidak mau lagi hidup bersama pria jahat sepertimu, jika aku pembunuh maka kau juga pembunuh." Bentak Ria.


Ria berjalan menuju almari, Ia mengeluarkan kopernya untuk mengemas pakaiannya. Ia sudah tidak sanggup lagi hidup dalam tekanan Davian.


" Apa yang kamu lakukan Vale?" Tanya Davian menghampiri Ria.


" Aku mau pergi dari sini, aku akan menceraikanmu Davian." Ucap Ria membuat emosi Davian memuncak.


Davian menyeret kasar Ria, Ia melemparkan tubuh Ria di ranjang. Ia menindih tubuh Ria dan mengunci tangan Ria di antara kepalanya.


" Jangan harap kau bisa pergi dariku Vale, kau akan tetap menjadi budakku untuk selamanya, tubuhmu candu bagiku sayang." Ucap Davian mencium bibir Ria.


" Hmmptt." Ria menggelengkan bibirnya ke kanan dan ke kiri. Ia tidak mau tubuhnya di sentuh oleh Davian lagi.


Penolakan Ria justru membuat Davian semakin murka. Ia menarik kasar baju yang Ria kenakan.


" Jangan lakukan ini padaku, lepas... Lepaskan aku Davian brengsek." Teriak Ria.


Davian mencium kasar bibir Ria, Ia mulai menyentuh Ria dengan bringas. Ia memaksakan kehendaknya kepada Ria hingga berkali kali. Ria mencoba berteriak berharap ada yang bisa menolongnya tapi semua sia sia karna Davian mengaktifkan peredam suara di kamarnya.

__ADS_1


" Hiks.... Hiks..." Isak Ria tak berdaya.


Pagi itu harga diri Ria kembali di injak injak oleh Davian suaminya. Tubuh Ria terasa lemas tak bertenaga, semua tulang sendinya terasa remuk tanpa sisa. Ia tidak pernah menyangka jika kisah hidupnya begitu tragis setelah pernikahan yang Ia dambakan akan membawa kebahagiaan justru membawa kemalangan untuknya. Setelah puas dengan apa yang Davian lakukan, Ia menghentikan aktifitas panasnya. Ia merebahkan tubuhnya di samping Ria.


" Jangan pernah berani pergi dari hidupku, aku tidak mau kehilanganmu, apalagi sebentar lagi akan ada Davi junior dalam perutmu." Ucap Davian mencium pipi Ria.


" A... Apa maksudmu? Bagaimana bisa ada Davi junior sedangkan aku rutin meminum pil penunda kehamilan." Lirih Ria.


" Yang kau minum bukan pil penunda kehamilan tapi pil penyubur kandungan, aku menukarnya di hari kedua kita melakukan hubungan itu." Sahut Davian.


" Brengsek kau Davian." Teriak Ria.


Davian turun dari ranjang memakai kembali pakaiannya. Ia berjalan menuju almari pakaian Ria. Ia mengambil dress beserta **********. Davian menghampiri Ria lalu mulai memakaikan semuanya. Davian tahu kalau saat ini Ria kehabisan tenaga karna ulahnya. Ria hanya diam saja, tatapannya kosong. Seberapa kuat Ia menahan tekanan batin akhirnya saat ini Ia lemah juga. Ria tidak mampu lagi menerima tekanan dari Davian, apalagi jika Ia harus mengandung benih dari Davian di saat Ia menginginkan perceraian. Ria berperang dengan pikirannya sendiri membuat kepalanya berdenyut nyeri.


Tok tok tok...


Davian berjalan menuju pintu lalu membukanya.


" Ada apa Bi?" Tanya Davian.


" Di bawah ada tamu yang mau menemui Nyonya Tuan." Sahut Bi Asih.


" Siapa Bi?" Tanya Davian.


" Tidak tahu Tuan, tapi wajahnya sangat mirip dengan Nyonya." Ujar Bi Asih.


" Ya sudah saya akan menemuinya." Ucap Davian.


Davian keluar kamar untuk menemui tamunya Ria. Sesampainya di ruang tamu Ia menatap gadis yang sedang duduk membelakanginya.


" Kamu siapa?" Tanya Davian membuat Cia menoleh ke arahnya.


" Hai kenalkan aku Cia, saudara Ria." Ucap Cia mengulurkan tangannya.


Deg....


Jantung Davian berdetak dengan kencang. Ia menatap Cia dengan tatapan menelisik, Ia kenal wajah dan tatapan mata ini.


" Eh bentar bentar." Ucap Cia menurunkan tangannya. Ia berdiri di depan Davian melihat penampilan Davian.


" Kau cowok cupu yang pernah nembak aku kan?" Tanya Cia menunjuk wajah Davian. Ia ingat jelas wajah Davian saat Ia membuka kaca mata Davian saat itu.


Jeduarrrr


Bagai di sambar petir di siang bolong, tubuh Davian menjadi kaku tak dapat di gerakkan. Jadi selama ini yang Ia siksa bukan wanita yang menyebabkan ibunya meninggal?


" Aku tidak menyangka sekarang kau setampan ini, ternyata kau yang menjadi suami adikku... Dulu kau bilang suka padaku tapi sekarang kau malah menikahi adikku, atau jangan jangan kau mengira kalau Ria adalah aku ya.." Ujar Cia menggerakkan bola matanya ke atas.

__ADS_1


" Ka.. Kamu gadis itu? Kamu gadis yang menghadangku di depan apotik?" Tanya Davian memastikan.


" Iya.. Emangnya kenapa?" Tanya Cia heran.


" Vale.." Gumam Davian.


Davian berlari kembali ke kamarnya.


Brak....


Davian membuka pintu dengan kasar dan....


" Valeeee." Teriak Davian.


Mendengar teriakan Davian, Cia berlari menaiki tangga mencari asal suara. Tiba di depan kamar Davian, Cia menghentikan langkahnya.


" Riaaaaa." Teriak Cia menghampiri Ria yang tergeletak di samping ranjang dengan pergelangan tangannya yang mengeluarkan darah. Sepertinya Ria menyayat pergelangan tangannya sendiri.


" Apa yang kau lakukan pada adikku? Kenapa dia bisa melakukan ini?" Bentak Cia menarik kerah Davian. Padahal saat ini Davian sedang memangku Ria.


" Vale... Sayang bangunlah! Jangan tinggalkan aku... Hiks..." Isak Davian menciumi wajah Ria mengabaikan bentakan Cia. Cia menarik kasar rambutnya, Ia panik bukan main.


" Kita bawa ke rumah sakit." Ucap Cia.


Tanpa pikir panjang Davian membopong Ria menuju mobil.


" Mobilku saja biar aku yang nyetir." Ucap Cia.


Davian masuk ke mobil Cia masih memangku tubuh Ria, Cia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat.


" Jika sampai terjadi hal yang buruk kepada Ria, maka aku tidak akan mengampunimu, apalagi Abangku." Ancam Cia.


Davian hanya diam saja, Ia menekan pergelangan tangan Ria agar darahnya berhenti mengalir.


" Vale... Bertahanlah demi aku, maafkan aku yang telah menyakitimu selama ini, jangan tinggalkan aku sayang, beri aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku padamu... Ya Tuhan jika kau mau menghukum, hukumlah aku tapi jangan biarkan terjadi sesuatu kepada istriku, aku mencintainya Ya Tuhan.... Aku mencintainya." Batin Davian.


Nah loh.... Sekarang baru nyesel kan???


Kita akan lihat penderitaan Davian ya....


TBC.....


Jangan lupa like dan koment di setiap babnya...


Terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport author selama ini, semoga sehat selalu....


Miss U All....

__ADS_1


__ADS_2