Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Menghabiskan waktu berdua


__ADS_3

Malam harinya Nesha sedang berada di kamar Nathan untuk menidurkannya. Ia memeluk Nathan sambil menepuk pelan pantatnya. Pikirannya menerawang bagaimana nasibnya jika keluarga Jo mengambil Nathan darinya. Ia tidak bisa jauh dari Nathan. Ia menciumi pipi Nathan dengan mata berkaca kaca. Nesha selalu berdoa semoga keluarga Vera dan Jo tidak menuntut hak asuh Nathan darinya setelah mengetahui jika Nathan bukan putra Farhan.


"Apa yang harus aku lakukan untuk membuat Nathan tetap di sini bersama kami, Aku harus menemui keluarga Jonathan, Tapi bagaimana caranya aku bahkan tidak mengenal mereka." Gumam Nesha dalam hati.


Nesha berpikir kepada siapa Ia harus meminta bantuan. Ia teringat jika Sifa punya kenalan seorang hacker handal. Ya walau belum resmi sih. Nesha bangun dengan pelan, Ia segera mengambil ponselnya lalu menghubungi Sifa. Nesha kembali ke kamarnya karna takut suaranya akan mengganggu tidur Nathan. Setelah masuk ke kamarnya, Ia membuka pintu balkon dan berdiri di sana menikmati angin malam yang sepoi sepoi.


" Hallo." Sapa Sifa setelah mengangkat panggilan teleponnya.


" Hallo Sif Lo masih punya nomornya Andi?" Tanya Nesha.


" Andi... Andi yang mana? masalahnya Andi ada dua Nes." Ujar Sifa di sebrang sana.


" Andi yang suka nyuri data data waktu sekolah itu lho.. Andi Hacker." Ucap Nesha.


" Hhhhh masih ingat aja Lo, Mau apa minta nomernya? Apa Lo mau ngehack sosmed Pak Farhan nggak usah minta bantuan Andi, Aku bisa." Celoteh Sifa.


" Kalau itu gue juga bisa ogeb, Nggak perlu di hack segala kalau dia macam macam akan aku balas, Aku juga bisa lebih dari tiga macam." Sahut Nesha.


" Apanya?" Tanya Farhan lembut sambil memeluk Nesha dari belakang. Nesha menoleh ke belakang dengan ponsel yang masih menempel pada telinganya, Pipi Nesha otomatis menempel pada bibir Farhan.


" Nes... Nesha..." Teriak Sifa di sebrang sana.


" Eh iya." Nesha menatap depan lagi.


" Lagi apa si di tanyain palah diem aja." Gerutu Sifa.


" Iya tanya apa?." Nesha menahan geli karna Farhan menciumi lehernya.


" Aku nanya ada perlu apa kamu minta nomer Andi." Ulang Sifa.


" Ada deh udah buruan kirim ya aku tunggu, Bye." Nesha menutup panggilannya.


" Sifa?" Tanya Farhan masih dalam posisi yang sama.


" Hmm." Balas Nesha.


" Shhh." Desis Nesha saat Farhan menyesap lehernya.


" Mas geli ih ntar merah lho." Ujar Nesha.


" Biarin biar semua orang tahu kalau kamu milikku." Sahut Farhan.


" Emang orang tahu siapa yang buat? Ya kalau kamu kalau yang lain gimana." Canda Nesha.


" Awas aja kalau berani buat sama pria lain, Aku.." Ucap Farhan.

__ADS_1


" Aku apa..." Tanya Nesha.


" Aku pengin Yank." Jawab Farhan asal. Nesha terkekeh mendengar ucapan Farhan.


" Yank." Panggil Farhan sambil mendusel ke leher Nesha.


" Iya Mas." Jawab Nesha.


" Mau ya?" Ucap Farhan ambigu sambil mengendus pipi Nesha.


" Mau apa?." Tanya Nesha memastikan.


" Mau ini." Ucap Farhan meremas gunung kembar Nesha.


" Sss Mas." Desis Nesha.


" Mau ya sekarang buat ngilangin stres." Ucap Farhan.


" Kalau aku nggak mau gimana?" Tanya Nesha.


" Aku akan memaksa." Sahut Farhan.


" Ih pemaksaan itu namanya, Gak perlu tanya kalau cuma maksa." Cibir Nesha.


" Mau Ya.q." Nesha hanya mengangguk tanda setuju, Mata Farhan berbinar senang.


" Sayang Mas datang ya." Nesha menganggukkan kepalanya. Setelah bertamu terdengar suara suara aneh memenuhi ruang kamar mengiringi permainan keduanya. Keringat menetes menjadi saksi cinta mereka. Keduanya saling menikmati sensasi panas dingin dari permainan yang mereka mainkan. Hingga setelah beberapa lama akhirnya permainan yang mereka mainkan selesai juga.


" Makasih sayang kamu membuatku candu, Love U." Ucap Farhan sambil mencium kening Nesha.


" Hmm." Gumam Nesha.


Nesha mengerjapkan matanya Ia menatap jam pada dinding kamarnya ternyata sudah jam enam pagi. Ternyata Ia kesiangan. Ia segera masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya dari sisa sisa permainan tadi malam. Setelah selesai Nesha segera memakai baju dan menyiapkan baju untuk Farhan.


" Mas..." Nesha mengguncang pelan pundak Farhan.


" Mas bangun udah siang." Ucap Nesha mencoba membangunkan Farhan. Farhan tidak bergeming. Nesha memajukan wajahnya ke depan wajah Farhan.


Cup Nesha mengecup bibi Farhan. Farhan menarik tubuh Nesha hingga terjerembab menindih tubuhnya.


" Mas." Pekik Nesha. Ia menatap wajah Farhan yang sedang tersenyum padanya.


" Udah buruan ah keburu siang juga." Nesha mencoba bangkit tapi di tahan oleh Farhan. Ia justru memeluk punggung Nesha.


" Mas lepas udah siang." Ujar Nesha.

__ADS_1


" Hari ini aku free, Aku mau ngajak kamu sama Nathan jalan." Ucap Farhan.


" Kemana." Tanya Nesha.


" Gimana kalo ke D*f*n." Nesha berpikir sejenak.


" Kebun binatang ajalah Mas sambil ngenalin Nathan hewan hewan juga." Usul Nesha.


" Baiklah memang Mami is the best dalam memilih segala sesuatunya." Sahut Farhan.


" Harus donk, Ya udah buruan lepas aku mau bangunin Nathan dulu." Ucap Nesha.


" Sun sayang dulu donk." Farhan menunjuk bibirnya.


" Hmm." Gumam Nesha.


Nesha mencium bibir Farhan tapi dasar laki laki pasti tidak akan membuang kesempatan, Farhan menahan tengkuk Nesha dan menciumnya. Akhirnya ciuman itu kembali terulang lagi.


Tok tok


" Mami." Panggil Nathan.


Farhan menghentikan kegiatannya. Ia mengusap pelan bibir Nesha dengan jempolnya. Nesha segera beranjak menjauh dari Farhan. Ia merapikan penampilannya. Setelah itu Nesha membuka pintu untuk Nathan.


" Morning sayang." Sapa Nesha sambil membungkuk.


" Molning Mami." Sahut Nathan.


Nesha menggandeng Nathan menghampiri Farhan yang masih bermalas malasan di atas ranjang.


" Papi... Papi belum mandi." Tanya Nathan duduk di samping Farhan.


" Belum, Emang Nathan udah mandi." Farhan menatap Nathan yang sudah rapi.


" Udah Papi, Ayo bangun." Nathan menarik selimut yang di pakai Farhan sampai ke batas perut.


" Kok Papi ndak pake baju, Gelah ya Pi." Tanya Nathan polos.


" Eh....i.. iya Papi gerah." Farhan menarik selimut menutupi dadanya kembali jangan sampai Nathan lihat bagian bawahnya yang telanjang, Pasti Nathan akan memberi pertanyaan yang tidak ada habisnya. Nesha menahan tawa melihat tingkah suaminya.


" Tertawa aja Yank jangan di tahan." Ucap Farhan.


" Hhhhh lucu tahu Mas." Sahut Nesha.


" Tolong bawa nih bocil Yank aku mau ke kamar mandi takut dia lihat." Farhan menunjuk ke bagian bawah tubuhnya membuat Nesha melotot ke arahnya. Ia segera membawa Nathan keluar untuk sarapan.

__ADS_1


TBC....


__ADS_2