Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Kerenggangan Jordan dan Nathan


__ADS_3

Enam bulan telah berlalu, Dua hari lalu Nesha berhasil melahirkan kedua putri kembarnya dengan selamat. Saat ini Nesha sudah pulang ke rumahnya. Semua anggota keluarga berkumpul di rumah Nesha. Ada Mama Ranti, Papa Ardi, Mama Rena, Sifa, Jordan serta anak anak mereka. Mereka semua sangat antusias menyambut kehadiran kedua putri Nesha.


" Selamat sayang atas kelahiran Baby twins kalian, Semoga mereka menjadi anak solehah dan berbakti kepada orang tua." Ucap Mama Ranti memeluk Nesha yang sedang duduk bersandar pada sofa.


" Amien, Makasih Ma." Sahut Nesha.


" Selamat sayang untukmu dan keluarga kecilmu." Ucap Mama Rena.


" Makasih banyak Ma, Mama dan Papa udah repot repot menjenguk kami di sini." Sahut Nesha.


" Sama sama sayang." Sahut Mama Rena.


" Selamat Nes akhirnya Nathan punya adek cewek juga, Jadi pas ya cowok dua ceweknya juga dua." Ucap Sifa.


" Makasih Sif, Gimana keadaan Arsya?" Tanya Nesha.


" Dia baik baik saja, Saat ini dia mulai bisa berjalan Nes walau masih sering jatuh." Ujar Sifa.


" Tidak apa Sif nanti lama lama juga kuat sendiri." Sahut Nesha.


" Iya Nes." Sahut Sifa.


" Siapa nama mereka sayang?" Tanya Papa Ardi.


" Babby pertama namanya Valeria dan Babby kedua namanya Valecia Pa." Sahut Farhan.


" Lalu kami harus panggil apa?" Tanya Mama Ranti.


" Leria dan Lecia Oma." Sahut Nathan.


" Wah nama yang bagus, Apa Abang Nathan yang memberinya nama?" Tanya Mama Ranti.


" Iya Oma, Tapi jangan tanya artinya ya karna Abang tidak tahu, Abang hanya suka saja sama nama itu, Semoga Dek Ria dan Cia jadi anak solehah ya Oma." Ujar Nathan.


" Amien." Sahut mereka bersamaan.


" Dek Gam ayo kita main di sana." Ajak Nathan.


Nathan menggandeng Gama menuju karpet yang di gelar oleh Mbak Nadia. Di atasnya terdapat beberapa mainan. Gama dan Nathan bermain main di sana. Arsya mendekati mereka sambil berjalan tertatih tatih.


" A..bang." Ucap Gama.


" Nggak pa pa sayang kita main bareng." Sahut Nathan mengerti maksud Gama.


Ketiganya bermain bersama sama. Sedangkan para orang tua sedang berbincang bincang. Hingga tiba tiba suara Nathan mengagetkan mereka.


" Arsya kamu ini apa apaan sih? Kenapa kamu rebut mainan Dek Gam, Sini balikin." Ucap Nathan ingin merebut kembali mainan Gama.


Arsya berlari menjauh dari Nathan, Saat Nathan hendak mengejarnya, Tiba tiba Arsya jatuh tersungkur.

__ADS_1


" Arsya." Teriak Jordan berlari menghampiri mereka. Jordan membantu Arsya berdiri. Ia menatap tajam ke arah Nathan.


" Nathan apa yang kamu lakukan kepada Arsya?" Tanya Jordan dengan suara meninggi.


" Aku tidak melakukan apa apa, Arsya merebut mainan Dek Gam, Aku hanya memintanya untuk mengembalikannya tapi Arsya berlari dan dia jatuh sendiri." Jelas Nathan.


" Seharusnya kamu mengalah dengan adikmu bukan malah mengejarnya, Jika terjadi sesuatu dengannya gimana Nathan." Ucap Jordan.


" Aku akan mengalah padanya jika dia merebut mainanku tapi aku tidak akan membiarkan dia merebut apapun dari Adikku." Sahut Nathan tidak terima.


" Dia juga Adikmu Nathan." Ujar Jordan.


" Bukan.. Adikku hanya Gama dan si kembar." Sahut Nathan.


" Arsya adikmu Nathan." Debat Jordan.


" Emang siapa sebenarnya Papa ini? Kenapa aku harus memanggilmu Papa dan menganggap Arsya adikku?" Tanya Nathan.


" Tidak perlu bertanya lakukan saja apa yang Papa suruh." Ujar Jordan.


" Aku tidak mau, Kamu bukan Papaku, Aku hanya punya Papi yang selalu menyayangiku." Kukuh Nathan.


" Sayangi Papa dan Arsya juga Nathan." Ujar Jordan..


" Kenapa aku harus menyayangimu dan Arsya?" Tanya Nathan.


" Karna aku....


" Aku ingin berbicara padamu Kak, Kesinilah." Ucap Nesha.


" Ayo Dek Gam kita ke kamar saja." Ujar Nathan menggandeng Gama menuju kamarnya. Nathan paham betul jika Maminya hendak membicarakan sesuatu maka Ia harus masuk ke dalam kamarnya.


Jordan menghampiri Nesha sambil menggendong Arsya. Sifa meminta Arsya dari gendongannya.


" Kamu mau berbicara apa? Kamu ingin membela Nathan dan menyuruhku untuk tidak mengatakan yang sebenarnya?" Tebak Jordan.


" Maaf Kak bukan maksudku seperti itu, Tapi ku mohon sudahi semua ini, Sayangi Nathan seperti kamu menyayangi Arsya Kak, Jangan bedakan mereka, Mereka juga anak kamu Kak, Aku memang belum mau memberitahu Nathan yang sebenarnya karna dia masih kecil Kak, Tunggu dia sampai dewasa maka aku sendiri yang akan mengatakannya." Ujar Nesha.


" Kami membutuhkan Nathan tujuh tahun lagi, Jadi sebelum itu aku ingin Nathan mengetahui yang sebenarnya supaya dia mau membantu adiknya." Ujar Jordan.


" Kamu benar benar egois Kak, Kamu hanya memikirkan Arsya saja." Sahut Nesha.


" Sayang tenanglah jangan bebani pikiranmu dengan masalah ini." Ujar Farhan.


" Jordan Papa Ardi sudah menghubungi Dokter terhebat di Negaranya, Dia mampu menyembuhkan Arsya dengan transfusi darah atau dengan tali pusar adiknya Arsya, Nanti kau bicarakanlah pada Papaku, Dan ku mohon setelah ini jangan usik lagi keluargaku, Anggap saja kamu tidak pernah mempunyai putra yang bernama Nathan." Ujar Farhan.


" Baiklah aku tidak akan mengusik Nathan jika Dokter bisa menolong kesembuhan Arsya tanpa sumsum tulang belakang Nathan, Maafkan aku yang selalu membuat masalah dalam hidup kalian, Aku sangat menyayangi Arsya dan Sifa, Aku benar benar takut kehilangan mereka berdua, Tapi bukan berarti aku tidak menyayangi Nathan, Dia juga putraku tapi kelihatannya dia lebih bahagia bersama kalian." Ujar Jordan.


" Berjanjilah kepada kami semua kalau Arsya bisa di sembuhkan maka kamu akan melupakan jika kamu punya putra yang bernama Nathan." Tekan Papa Ardi.

__ADS_1


Papa Ardi dan Mama Rena sudah mngetahui semuanya dari Nesha. Nesha sengaja meminta bantuan mertuanya untuk mencari Dokter yang mampu menyembuhkan Arsya tanpa melibatkan bagian tubuh Nathan. Dan Papa Ardi berhasil menemukan Dokter itu.


" Baiklah aku berjanji pada kalian semua kalau Arsya bisa di sembuhkan tanpa bagian dari tubuh Nathan, Maka aku akan melupakan Nathan." Ucap Jordan.


" Massss.... Aku tidak menginginkan semua ini darimu." Ujar Sifa meneteskan air matanya. Bagaimana bisa Jordan melupakan putra pertama demi putra kandung mereka. Sifa merasa gagal menjadi ibu untuk kedua putranya. Ia tidak berdaya, Ia tidak bisa berbuat apa apa.


" Sayang maafkan Mas, Mas tidak tahu harus berbuat apa karna kamu dengar sendiri bukan penjelasan Dokter." Ujar Jordan.


" Kita sudah membicarakan semua ini Mas, Maafkan aku Nes aku merasa malu di depanmu, Sekali lagi maafkan aku dan terima kasih karna sudah mau membantuku, Memang benar adanya sebaiknya Nathan jauh jauh dari orang tua seperti kami, Maaf semua aku pamit dulu." Ucap Sifa.


Sifa menggendong Arsya meninggalkan mereka semua. Jordan segera mengejarnya. Di dalam ruang keluarga semua orang hanya bisa saling pandang dan menghela nafasnya hingga suara tangis dari Lecia menyadarkan mereka.


" Sepertinya Cia haus sayang." Ujar Farhan memberikan Cia ke pangkuan Nesha.


" Iya Mas, Uluh anak Mami haus ya." Ujar Nesha.


" Iya Mami." Sahut Farhan.


" Mami...." Panggi Nathan berlari menghampiri Nesha.


" Mami kenapa Dek Cia menangis? Apa dia sakit Mi?" Tanya Nathan cemas.


" Tidak sayang Dedek Cianya cuma haus saja." Sahut Nesha.


" Oh Abang kira Dek Cia kesakitan." Sahut Nathan.


Nesha memakai kain penutup untuk menyusui Cia. Sedangkan Nathan mengelus pelan pipi Ria yang sedang di gendong Mama Ranti.


" Abang, Gama sama siapa?" Tanya Farhan.


" Dek Gam sedang bobok Pi." Sahut Nathan.


" Oh..." Gumam Farhan.


" Pi Abang nungguin Dek Gam ya, Nanti gantian Abang main sama Dedek kembar." Ujar Nathan.


" Iya sayang." Sahut Fathan.


Nathan kembali ke kamarnya menemani Gama yang sedang tertidur pulas.


TBC....


Author sengaja membuat konflik Nathan sama Jordan untuk bahan konflik Nathan dewasa ya... Insya Allah Author akan buat season kedua tentang cerita asmara Nathan... OK...


Oh ya nama anak Jordan di ganti Arsya ya mungkin karna sering sakit sakitan makanya di ganti.


Makasih buat readers yang selalu suport Author semoga di lancarkan rejekinya dan panjang umurnya.


Jangan lupa like dan komentnya ya...

__ADS_1


Miss U All


__ADS_2