
Hari hari berlalu kini usia kehamilan Nesha memasuki bulan ke sembilan. Ia tinggal menunggu kelahiran sang buah hati beberapa hari lagi. Hari ini Ia sedang menyiapkan pakaian untuk Farhan. Ia mengambil kemeja putih jas hitam dan celana bahan hitam di sertai dasi yang senada.
Ceklekkkkk
Farhan keluar dari kamar mandi, Ia menghampiri Nesha yang sedang membuka kancing kemeja yang akan di kenakannya.
" Sayang.... Biar aku aja, Kamu istirahat kasihan dedeknya entar capek." Ucap Farhan mengambil kemeja di tangan Nesha.
" Nggak pa pa Mas cuma bukain kancing aja kok, Aku bosan kalau hanya diam saja tanpa melakukan apapun." Ucap Nesha mengerucutkan bibirnya.
Cup... Farhan mengecup bibirnya.
" Massss." Protes Nesha.
" Apa sayang..." Sahut Farhan sambil memakai jasnya.
" Dasinya biar aku aja." Ujar Nesha.
" Baiklah." Sahut Farhan mengulurkan dasinya.
Nesha memakaikan dasi pada kerah leher Farhan. Farhan menatap wajah cantik Nesha dengan hati yang bahagia. Tapi entah kenapa rasanya Ia sangat berat untuk meninggalkan Nesha hari ini. Seperti akan terjadi sesuatu buruk dengan istrinya, Tapi Ia segera menepis pikirannya.
" Udah Mas." Ucap Nesha.
" Makasih sayang." Ujar Farhan.
Farhan berlutut di depan Nesha, Ia menciumi perut buncit Nesha. Ia menempelkan telinganya pada perut buncit Nesha.
" Kapan hplnya Yank?" Tanya Farhan.
" Sekitar dua mingguan lagi Mas." Jawab Nesha.
" Hallo Boy... Tinggal nunggu beberapa hari lagi kita akan bertemu, Sehat sehat ya di dalam sana, Kalau mau lahir cari jalan yang lancar ya jangan menyusahkan Mami, Kasihan Maminya kalau harus merasakan sakit yang lama." Ujar Farhan mengelus elus perut Nesha.
" Baik Papi." Sahut Nesha menirukan suara anak kecil.
" Papi mau berangkat kerja dulu, Dedek di rumah main sama Mami sama Bang Nathan, Besok kalau udah besar Papi ajak dedek ke kantor deh." Ujar Farhan mencium perut Nesha sekali lagi.
" Ayo sayang kita ke bawah sarapan dulu, Sepertinya dedeknya udah lapar." Ujar Farhan merangkul pinggang Nesha.
" Nathan ayo kita sarapan." Teriak Farhan.
Mereka menuruni tangga dengan pelan, Mbak Nadia menggendong Nathan mengikuti mereka dari belakang. Sejak kehamilan Nesha membesar Mbak Nadia memang stand by di rumah ini. Ia akan pulang ke rumah di hari Minggu dimana Farhan libur kerja.
Setelah sampai di meja makan, Nesha segera melayani Farhan dengan baik. Sedangkan Nathan di urus oleh Mbak Nadia. Mereka makan dengan khidmat.
" Mas berangkat dulu sayang." Pamit Farhan mencium kening Nesha setelah menghabiskan makanannya.
" Hati hati Mas, Jangan terlalu lelah kerjanya, Kalau capek segera istirahat, Nanti kalau kamu sakit nggak ada yang jagain." Nesha mencium punggung tangan Farhan.
" Kan ada kamu." Ucap Farhan.
" Yang namanya umur kita nggak tahu Mas, Ya kalau aku masih bisa terus mendampingimu kalau tidak gimana?" Tanya Nesha.
" Aku tidak akan pernah mencari penggantimu." Sahut Farhan.
"Ya udah jangan bahas yang tidak tidak, Kamu akan selalu mendampingiku, Sayang Papi berangkat ya, Jangan nakal di rumah, Gantiin Papi buat jagain Mami ya." Ucap Farhan mencium pipi Nathan.
" Siap Papi." Sahut Nathan.
" Assalamu'alaikum." Ucap Farhan.
" Wa'alaikumsallam." Sahut Nesha.
Setelah kepergian Farhan Nesha menemani Nathan bermain. Sedangkan Mbak Nadia beres beres rumah. Hawa orang hamil memang serba salah mau duduk begah, Tiduran bosan, Jalan jalan sakit pinggang. Pokonya nikmat banget lah kalau lagi hamil tua.
__ADS_1
Nathan bermain menendang nendang bola hingga bolanya keluar ruangan, Nathan mengejar bola itu.
" Nathan jangan keluar di dalam saja." Ucap Nesha menghampiri Nathan.
Dugh...... Nathan menendang bolanya lagi hingga menggelinding ke tangga dan jatuh ke bawah. Nathan menuruni tangga sambil berlari kecil, Khawatir Nathan jatuh Nesha menuruni tangga dengan terburu buru.
" Sayang jangan lari pelan pelan saja." Ucap Nesha mengikuti Nathan dari belakang. Nesha sedikit kesusahan karena perutnya yang sudah membesar, Hingga sampai pada anak tangga terakhir tiba tiba
Brugh.....
Nesha terjungkal kedepan, Ia jatuh tengkurap dengan perut terbentur anak tangga. Melihat Maminya jatuh Nathan berteriak memanggil Maminya
" Mamiiiiiiiii." Teriak Nathan menghampiri tubuh Nesha.
" Mami banun... Mami banun Mi Hiks... Hiks..." Isak Nathan menggoyang goyangkan punggung Nesha.
Mendengar teriakan pilu Nathan, Mbak Nadia segera berlari dari ruang laundry, Ia menghampiri Nathan yang sedang duduk di samping tubuh Nesha. Matanya membulat melihat pemandangan tragis di depannya
" Nyonya." Pekik Mbak Nadia menutup mulutnya.
Mbak Nadia segera berlari menghampiri tubuh Nesha, Ia membalikkan tubuh Nesha yang sudah tidak berdaya.
" Nyonya..." Ucap Mbak Nadia.
" Mbak.... Sakit banget..." Ucap Nesha.
" Bertahanlah Nyonya saya akan segera mencari bantuan." Ujar Mbak Nadia.
"Tolong selamatkan anakku." Ucap Nesha memejamkan matanya.
" Nyonya... Nyonya bangun Nyonya....." Ucap Mbak Nadia menepuk pipi Nesha.
" Mami kenapa Mbak.... Haaaa...." Isak Nathan.
Di luar rumah, Sifa baru saja keluar dari mobil. Ia seperti mendengar teriakan orang minta tolong.
" Mas seperti ada yang minta tolong." Ucap Sifa menatap Jordan.
" Iya, Tapi siapa ya.... Atau jangan jangan..." Jordan menggantung ucapannya sambil menatap Sifa.
" Nesha...." Pekik Sifa.
" Ayo Mas kita lihat." Sambung Sifa
Sifa dan Jordan berlari masuk ke dalam rumah.
" Nesha.... Nathan dimana kalian?" Teriak Sifa cemas.
" Non tolong Non.." Teriak Mbak Nadia setelah mendengar suara Sifa.
Sifa dan Jordan menuju ke arah suara dan...
" Nesha....." Teriak Sifa menghampiri Mbak Nadia yang sedang memangku tubuh Nesha.
" Tuan Jordan tolong Nyonya, Seperrinya nyonya jatuh dari tangga, Tolong bawa dia ke rumah sakit." Ucap Mbak Nadia.
" Ayo Mas cepat." Teriak Sifa.
Jordan segera membopong tubuh Nesha yang berlumur darah pada bagian bawah tubuhnya menuju mobil.
" Mbak di rumah aja jaga Nathan ya, Tolong kabari Kak Farhan, Kami akan membawa Nesha ke rumah sakit Kasih Ibu." Ujar Sifa.
" Ba... Baik Non." Sahut Mbak Nadia syok.
Sifa berlari menyusul Farhan menuju mobilnya. Ia memangku kepala Nesha dengan pahanya. Jordan melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata.
__ADS_1
" Nes bertahanlah Nes... Jangan tinggalkan kami... Hiks...Hiks..." Isak Sifa.
" Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu bisa begini? Hiks... Hiks.." Ucap Sifa
Setelah sampai di rumah sakit, Nesha segera di bawa ke ruang ICU untuk di periksa oleh Dokter. Sifa dan Jordan menunggunya di luar ruangan.
" Mas Nesha... Mas.... Aku tidak mau dia kenapa napa Mas....Hiks Hiks." Isak Sifa
" Tenanglah sayang kita doakan semoga semua akan baik baik saja, Nesha dan bayinya akan segera tertolong." Ujar Jordan menenangkan Sifa.
Tap tap tap suara sepatu beradu dengan lantai marmer, Sifa dan Jordan menoleh ke arah Farhan yang sedang berlari menghampirinya.
" Sifa.... Bagaimana istriku?" Tanya Farhan mengatur nafasnya.
Setelah mendapat kabar dari Mbak Nadia, Farhan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pikirannya kalut, Takut dan cemas menjadi satu. Ia bahkan berlari dari lobby rumah sakit menuju ruangan ICU tanpa mempedulikan sekitar, Bahkan Ia sempat beberapa kali menabrak orang.
" Dokter sedang memeriksanya Kak." Sahut Sifa
" Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Farhan memastikan.
" Aku juga nggak tahu Kak, Aku baru datang tiba tiba Mbak Nadia berteriak minta tolong, Sepertinya Nesha jatuh dari tangga Kak." Jelas Sifa.
" Astagaaaa sayangggg, Ini yang aku takutkan, Aku sudah menyuruhnya untuk pindah kamar tapi dia tidak mau...." Sesal Farhan.
" Sabar Han kita doakan saja semoga semua baik baik saja." Ucap Jordan mengelus bahu Farhan.
" Amien terima kasih Dan." Sahut Farhan.
Tak lama Dokter keluar dari ruangan, Farhan segera menghampirinya.
" Bagaimana keadaan anak dan istri saya Dokter?" Tanya Farhan.
" Benturan yang dialami Nona Vanesha cukup keras Pak, Nona Vanesha kritis, Jadi kami harus segera melakukan tindakan operasi, Tapi maaf oprasi ini sangat beresiko, Untuk itu dengan terpaksa kami meminta bapak untuk memilih antara bayi dan ibunya yang harus di selamatkan, Karena kami hanya bisa menyelamatkan salah satunya saja Pak." Jelas Dokter.
" Apa apaan kamu ini!" Bentak Farhan menarik kerah Dokter.
" Kamu bukan Tuhan yang menentukan umur manusia, Lakukan yang terbaik dan selamatkan keduanya, Aku akan bayar berapapun biayanya." Ucap Farhan dengan nada tinggi.
" Maaf Pak ini bukan masalah bayaran tapi hal yang mustahil jika kami bisa menyelamatkan keduanya, Kondisinya benar benar tidak memungkinkan Pak, Untuk itu jangan membuang waktu lebih lama lagi, Anda harus memilih salah satunya karena kondisi pasien semakin kritis." Ujar Dokter.
" Aku tidak bisa memilih salah satunya Dokter.... Hiks... Hiks.... Keduanya sama sama sangat berarti bagiku.... Bagaimana bisa aku harus memilih di antara mereka berdua...Hiks...." Isak Farhan menyugar rambutnya. Ia merasa frustasi karena harus di hadapkan kepada posisi yang sulit.
" Dokter pasien kejang kejang, Detak jantungnya semakin melemah." Ucap Suster menghampiri Dokter.
" Segera putuskan Pak atau kami akan terlambat menyelamatkan keduanya." Tegas Dokter.
" Selamatkan istriku." Ucap Farhan memejamkan matanya.
" Baiklah doakan kami agar kami bisa menyelamatkan keduanya." Ujar Dokter masuk ke dalam ruangan Oprasi.
Tubuh Nesha di geledek menuju ruangan oprasi untuk di lakukan tindakan. Sedangkan Farhan duduk di lantai dengan melipat lututnya sambil menangis.
" Maafkan Papi sayang..... Bukan maksud Papi tidak menyayangimu....Tapi Papi tidak bisa kehilangan Mamimu Nak.... Hukumlah Papi agar Papi bisa menebus rasa bersalah ini Nak... Ya Tuhan tunjukkan keajaibanmu padaku hari ini, Selamatkan anak dan istriku yang sedang berjuang melawan maut.... Lebih baik aku kehilangan nyawaku sendiri dari pada kehilangan mereka...Hiks.... Hiks... Ku mohon Tuhan....Selamatkan mereka." Gumam Farhan.
" Yang sabar Kak, Nesha wanita baik, Nesha wanita kuat, Allah pasti akan menyelamatkan anak dan istrimu, Tenanglah tetaplah berdoa untuk kebaikannya." Ucap Sifa menenangkan Farhan.
" Kami akan selalu mendukungmu Han." Ucap Jordan.
" Terima kasih." Sahut Farhan.
TBC.....
Author akan buat sedikit konflik ya biar nggak monoton, Semoga terhibur... Jangan unfav donk... Biar authornya semangat..
Jangan lupa like koment dan votenya ya... Jika berkenan beri author mawar yang banyak donk... Makasih atas suport yang para reader berikan selama ini... Miss U All...
__ADS_1