Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Keluarga Kecil Bahagia


__ADS_3

Nesha sedang membuat sarapan di dapur, Sedangkan Farhan saat ini sedang memandikan Nathan dan Gama. Farhan dan Nesha selalu berbagi tugas dalam mengurus kedua putranya, Jika Nesha mengurus anak anak maka Farhan yang memasak begitu sebaliknya. Sebenarnya Farhan sudah melarang Nesha untuk tidak turun ke dapur tapi Nesha ingin menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak dan suaminya dengan mengenyangkan perut ketiganya melalui masakannya sendiri.


" Sayang sini Mas bantuin." Ucap Farhan menghampiri Nesha. Tak lupa Ia mengecup kening Nesha.


" Lhoh Gama sama Nathan kok di tinggal Mas." Ujar Nesha.


" Ada Mbak Nadia yang jagain mereka, Mas mau bantu kamu Mas nggak mau kalau kamu sampai kecapekan." Sahut Farhan.


" Ya enggaklah Mas cuma masak doank." Sahut Nesha.


" Pokoknya jangan bantah, Sini Mas yang potong dagingnya." ujar Farhan.


" Baiklah Mas." Sahut Nesha pasrah karena Ia tidak akan menang berdebat melawan Farhan.


Pasangan suami istri itu saling membantu membuat sarapan untuk keluarga kecil mereka. Sekitar tiga puluh menit akhirnya keduanya selesai membuat sarapan dengan menu nasi putih, Sop daging sapi, Tempe goreng, Tahu goreng, Serta ayam goreng dan jangan lupakan bubur ***** halus untuk Babby Gama. Nesha segera menatanya di meja makan.


" Mas aku panggil Nathan sama Gama dulu." Ucap Nesha.


" Biar Mas aja kamu tunggu di sini." Sahut Farhan.


" Baiklah." Sahut Nesha.


Farhan ke kamar kedua putranya, Ia membuka pintunya menghentikan kedua putranya bermain.


" Sayang ayo kita sarapan dulu nanti baru di lanjut mainan lagi." Ucap Farhan menghampiri Gama dan Nathan.


" Baik Pi, Ayo Dek Gam kita makan biar semangat mainnya." Ucap Nathan.


" Ma... ma... ma..." Celoteh Gama yang mungkin mau mengikuti omongan Nathan.


" Iya sayang kita makan." Ucap Farhan menggendong Gama.


" Mbak makan juga gih." Sambung Farhan.


" Iya Tuan terima kasih, Saya nanti aja." Sahut Mbak Nadia.


Farhan membawa kedua putranya menuju meja makan.


" Duduk sini sayang." Ucap Nesha.


" No Mi Athan mau naik sendiri." Tolak Nathan saat Nesha mau membantunya naik ke kursi.


" Baiklah sayang." Sahut Nesha.


Nathan makan sendiri dengan lahap sedangkan Nesha menyuapi Gama.


" A' Sayang." Ucap Farhan menyuapi Nesha.


" Pinter istri Papi." Sambung Farhan.


" Aaaa Mas..." Ujar Nesha dengan suara manjanya.


" Apa Mam?" Goda Farhan.


" Piiiiii." Sahut Nesha.


" Iya Mi..." Balas Farhan.


" Papi Mami lagi ngapain sih?" Tanya Nathan.


" Eh nggak pa pa sayang." Sahut Nesha.


" Sayang bagus lho kalau kamu manggil aku Papi terus aku manggil kamu Mami, Rasanya gimana gitu, Apalagi sekarang kita kan udah nggak muda lagi jadi enakan panggil gitu aja kali ya." Ujar Farhan.

__ADS_1


" Emmmm gimana ya Mas?" Pikir Nesha.


" Kan bagus tuh Papi Mami." Ujar Farhan.


" OK boleh deh tapi kamu jangan panggil Sifa Mama ya, Aku nggak suka." Tegur Nesha.


" Kamu juga jangan panggil Jordan Papa lho, Aku lebih nggak suka." Sahut Farhan.


" Iya deh, Eh bentar tapi kok lucu ya Mas, Papi Farhan dan Mami Nesha ha ha ha." Kekeh Nesha.


" Papi bukan Mas lagi." Protes Farhan.


" Baiklah Papiku sayang." Sahut Nesha.


" Kalau gitu panggil Athan Bang, Bang Athan." Ujar Nathan ikut nimbrung.


" Siap Bang Nathan." Sahut Farhan.


" Mami." Ucap Nathan.


" Baik Bang Nathan." Ujar Nesha.


Selesai sarapan mereka berkumpul di ruang bermain yang ada di ruang keluarga, Farhan sengaja memindahnya karena Ia tidak mau kejadian jatuh dari tangga terulang kembali apalagi kepada kedua putra yang sangat di cintanya.


" Pi Bang Athan mau mewarnai aja, Bosan main robot terus." Ucap Nathan.


" Baiklah Bang ambil di atas meja buku mewarnai sama pewarnanya." Ujar Farhan.


" Baik Pi." Sahut Nathan.


Setelah mengambilnya Nathan mulai membuka buku mewarnainya. Tiba tiba Gama merangkak di depannya lalu merebut bukunya.


" Adek itu buku Abang, Adek main yang lain aja, Adek belum bisa ikut mewarnai seperti Abang." Ucap Nathan.


" Adek sini aja main sama Papi." Ucap Farhan.


Gama menggelengkan kepalanya, Ia menarik narik buku Nathan hingga sobek. Lalu Ia tertawa tawa sendiri sambil tepuk tangan. Sungguh lucu apa yang yang di lakukan Gama di mata Farhan dan Nesha. Nesha tidak pernah menyangka di usianya yang masih muda Ia sudah punya dua orang putra yang lucu.


" Adek bikin Abang gemes deh, Jadi sobek kan buku Abang." Ucap Nathan.


Nathan akan selalu mengalah kepada Gama, Apapun yang di pegang Nathan pasti Gama akan memintanya, Dengan senang hati Nathan akan memberikannya. Ia begitu menyayangi Adiknya. Berulang kali Ia pengin menggendong adiknya tapi baik Nesha maupun Farhan tidak memperbolehkannya, Selain alasan bahaya keduanya khawatir jika perkembangan Nathan akan terganggu.


" Mi kapan Abang boleh gendong Adik sih?" Tanya Nathan menatap Nesha.


" Besok kalau udah besar, Abang nggak mau kan kalau Abang Nathan yang ganteng ini sampai menjadi orang k***** seperti kur**** di negri dongeng itu? Mau jadi orang kur**** di negri nyata?" Tanya Nesha.


" Nggak mau ah Mi, Bang Athan mau jadi orang ganteng kaya' Papi." Sahut Nathan.


" Baiklah makanya jangan tanyakan lagi kapan Abang boleh gendong Adek ya." Ujar Nesha.


" Iya Mi." Sahut Nathan.


" Papi sam Pap lebih gantengan mana?" Tanya Farhan.


" Papi donk.... Kan Papi Papinya Athan." Sahut Nathan. Nesha dan Farhan saling pandang.


" Assalamu'alaikum Abang Nathan tersayang, Mama datang nih bawa kue kesukaan Bang Nathan." Ucap Sifa dari ruang tamu.


" Wa'alaikumsallam Makasih Ma." Sahut Nathan menyalami Sifa dengan takzim.


" Mau di makan sekarang atau nanti?" Tanya Sifa.


" Nanti aja Ma." Sahut Nathan.

__ADS_1


" Baiklah Mama simpan dulu." Sifa meletakkan kardus kue di atas meja.


"Lagi pada mainan apa nih?" Tanya Sifa duduk di sebelah Nathan.


" Abang lagi mau mewarnai tapi Adek recoki." Jawab Nathan.


" Oh Adek Gam banyak akal ya sekarang udah pintar ganggu Abang." Ujar Sifa.


" Udah ada Sifa aku ke ruang kerja dulu Mam." Ucap Farhan membuat Sifa mengerutkan keningnya.


" Iya Pi." Sahut Nesha.


Setelah mencium kening istrinya Farhan berjalan menuju uang kerjanya.


" Sejak kapan panggilan kalian beubah jadi Mam dan Pi?" Selidik Sifa.


" Sejak tadi." Sahut Nesha singkat.


" Sebenarnya sweet sih tapi kenapa telingaku rasanya aneh ya? Seperti di gelitik sama bulu ayam" Cicit Sifa.


" Ya di biasain lah, Masa' udah punya anak dua manggilnya masih Mas aja, Kan nggak elit." Sahut Nesha.


" Ah iya juga ya, Belum lagi nanti saat anak anak udah dewasa, Ah aku udah nggak sabar pengin hamil, Doain aku biar cepet punya Babby donk Nes, Aku kesepian kalau di tinggal Mas Jordan, Apalagi sejak ada Gama si Nathan nggak mau lagi ke rumah." Gerutu Sifa.


" Iya deh aku doakan yang terbaik untuk sohibku ini, Nanti kalau kamu punya Babby pasti gantian Nathan yang tidak mau kesini, Secara kan Gama udah gedhe." Ujar Nesha.


" Yah paling seminggu di sini seminggu lagi si sana." Sahut Sifa.


" Ma besok kalau punya Adek yang perempuan ya." Sela Nathan.


" Kenapa?" Tanya Sifa.


" Bang Athan udah punya Adek Cowok jadi gantian besok Mama beri Adek cewek biar pas." Seloroh Nathan.


" Pas kenapa?" Sifa bertanya lagi.


" Jadi Athan bisa ngerasain di ajak main masak masakan sama Adeknya Mama." Sahut Nathan membuat Sifa dan Nesha tertawa.


" Kamu ini ada ada aja Bang." Ujar Sifa.


" Eh Adek Gamnya ngantuk Mi." Ucap Nathan melihat Gama tengkurap sambil memejamkan mata.


" Ah iya jam berapa sih sekarang?" Tanya Sifa.


" Jam sepuluh pantesan dia ngantuk orang udah jamnya tidur." Ucap Nesha.


Gama tidur siang dua kali sehari jam sepuluh sama jam dua.


" Aku ke kamar ya Sif titip Nathan." Ucap Nesha.


" OK." Sahut Sifa.


Nesha menggendong Gama menuju kamarnya, Ia membersihkan tubuh Gama dan mengganti pakaiannya terlebih dulu supaya fresh dan Gama bisa tidur dengan nyenyak.


TBC....


Sebenarnya kemarin author up visual nathan sama bayinya Gama tapi entah kenapa reviewnya lama banget hampir sehari jadi author hapus. Imajinasi sendiri aja ya...


*Yang suka jangan lupa kasih mawar buat author ya....


Jangan lupa like dan komentnya...


Makasih atas suport yang di berikan kepada author, Miss U All*

__ADS_1


__ADS_2