Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Teman Baru


__ADS_3

Hari ini Nathan berangkat ke sekolah di antar oleh Farhan. Ia turun dari mobil Farhan setelah berpamitan. Tiba tiba ada suara seseorang yang memanggilnya, Seseorang yang sangat di hindarinya.


" Vernathan sayang....." Teriak Meli sambil berlari menghampiri Nathan.


" Hah dia lagi, Dasar Mei Mei kurang kerjaan pagi pagi udah bikin moodku ancur." Gerutu Nathan.


" Siapa Bang?" Tanya Farhan melongok dari kaca mobil.


" Bukan siapa siapa Pi, Abang masuk dulu Pi." Sahut Nathan.


Nathan masuk ke pintu gerbang, Meli masih terus mengejarnya, Kini Meli mengikuti langkah Nathan dari belakang. Mobil Farhan meninggalkan sekolah Nathan.


" Vernathan tunggu." Ucap Meli.


" Kamu itu ngapain sih ngikutin aku, Minggir sana genit banget jadi cewek, Kamu itu masih kecil nggak udah kegenitan gitu aku nggak suka." Ucap Nathan.


" Aku gini karna aku suka sama kamu." Sahut Meli.


" Emangnya kamu tahu suka itu seperti apa?" Tanya Nathan.


" Tidak." Sahut Meli menggelengkan kepalanya.


" Ya udah jangan ganggu aku terus, Aku risih tahu nggak." Ujar Nathan.


" Eh ada apa ini Nathan? Meli?" Tanya Bu Dina guru mereka.


" Ini Bu Vernathan nggak terima kalau Mei Mei suka sama dia, Mei Mei mau Vernathan jadi pacar Mei Mei." Sahut Meli membuat Nathan menepuk jidatnya.


" Tau ah Bu, Aku mau masuk." Sahut Nathan meninggalkan Meli dan gurunya.


" Meli.... Kamu ini masih kecil, Suka sebagai teman tidak apa tapi jangan terus terussan mendekati Nathan apalagi bilang mau jadi pacarnya, Dia nggak nyaman sayang." Ujar Bu Dina.


" Berarti kalau udah besar aku boleh pacaran sama Vernathan ya Bu?" Tanya Meli polos.


" Ya kalau Nathannya mau." Sahut Bu Dina.


" Aku akan buat Vernathan suka sama aku Bu." Sahut Meli dengan semangat.


Bu Dina menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya. Ada ada saja tingkah para muridnya. Tapi dia akui kalau Nathan merupakan muridnya yang sangat jauh berbeda di banding murid lainnya. Dia masih TK besar tapi pemikirannya seperti anak SMP.


" Ya udah ayo masuk kita mulai pelajarannya ya." Ujar Bu Dina.


Di dalam kelas Nathan begitu geram karena Meli selalu saja menganggunya. Ia tidak suka jika ketenangannya terusik. Saat ini Nathan sedang menghafalkan ayat ayat pendek yang di perintahkan oleh bu guru tapi Meli justru mendekatinya sambil nyerocos menceritakan keluarganya.


" Meli." Bentak Nathan.


Meli yang di bentak menatap Nathan dengan mata berkaca kaca. Tak lama Ia mengeluarkan air matanya sambil sesegukan.


" Ada apa Nathan?" Tanya Bu Dina menghampirinya.


" Lhoh Meli kenapa menangis?" Sambung Bu Dina menatap Meli.


" Vernathan jahat! Kamu jahat sudah ngebentak Mei Mei.... Mei Mei berjanji akan membuatmu mengejar ngejar Mei Mei suatu hari nanti, Dan saat itu Mei Mei sudah membencimu." Teriak Meli keluar dari kelasnya.


" Nathan nggak baik sama teman seperti itu, Kasihan kan Melinya jadi nangis, Sekarang kejar Meli dan meminta maaf padanya." Ucap Bu Dina.


" Baik Bu." Sahut Nathan.


Nathan keluar kelas mencari Meli yang ternyata duduk di bawah pohon di depan kelasnya. Nathan menghampiri Meli yang masih menangis.


" Meli maafkan aku ya." Ucap Nathan.


" Ada syaratnya." Sahut Meli.


" Apa?" Tanya Nathan.


" Mulai sekarang kamu harus mau jadi temanku." Sahut Meli.


" Temanmu?" Tanya Nathan memastikan.


" Iya." Sahut Meli.


Menjadi teman Meli? Anak cerewet yang selalu mengganggunya dengan sikap centilnya dan suara cemprengnya. Bukankah jika berteman dengannya telinganya akan menjadi rusak karena setiap hari harus mendengar celotehan Meli. Mending mendengar celotehan Dek Gam kalau gini, Pikir Nathan.


" Vernathan... Aku kesepian, Aku tidak punya teman, Papa sama Mamaku pada sibuk kerja, Aku bosan jika setiap hari harus main sama Mbak Kiki, Aku pengin kamu jadi temenku jadi kapan kapan aku bisa ke rumahmu untuk main sama kamu dan adikmu." Jelas Meli.


Nathan menatap mata Meli yang terlihat sedih. Nathan jadi tidak tega melihatnya, Tidak banyak anak yang seberuntung dirinya. Maminya menghujaninya dengan kasih sayang yang luar biasa berbeda dengan Meli.


" Gimana mau ya jadi temen aku?" Tanya Meli.


" Baiklah." Sahut Nathan.


" Beneran kamu mau jadi temenku?" Tanya Meli memastikan.


" Iya." Sahut Nathan.


" Makasih Vernathan." Ucap Meli.


" Sekarang ayo masuk ke kelas." Ujar Nathan.


" Ayo." Sahut Meli.


Keduanya kembali ke kelas.


Siang hari sepulang sekolah Nathan menghampiri mobil Papinya yang sudah bertengger di depan gerbang. Ia membuka pintu mobilnya.


" Pi temenku mau main ke rumah boleh nggak?" Tanya Nathan.


" Boleh ya Om." Ujar Meli tiba tiba menerobos Nathan.


" Kamu sama siapa?" Tanya Farhan.


" Nanti aku di jemput Mbak Kiki, Tadi Mei udah telepon Mbak Kiki, Boleh ya Om?" Tanya Meli menatap Farhan dengan tatapan memelas.


" Boleh." Sahut Farhan.


" Yei.... Makasih Om." Sorak Meli.


" Ayo." Ajak Farhan.


Setelah Meli dan Nathan masuk ke dalam mobilnya, Farhan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya.


Sesampainya di rumah Nathan segera masuk ke dalam kamarnya untuk mencuci tangannya dan berganti baju. Sedangkan Meli di temani Mbak Nadia menunggunya di ruang tamu.


" Mbak Abang mau makan." Ucap Nathan setelah sampai di ruang tamu.

__ADS_1


" Baik Den Mbak siapkan ya." Sahut Mbak Nadia.


" Ayo Mel kita makan dulu." Ajak Nathan.


" Nggak ah aku nggak mau ngrepotin kamu, Nanti aku makan di rumah aja." Sahut Meli.


" Kalau kamu nggak mau makan besok nggak boleh main lagi ke sini." Ancam Nathan.


" Baiklah." Sahut Meli.


Keduanya makan dengan tenang di temani Mbak Nadia. Setelah selesai Nathan mengajak Meli menemui Maminya.


Tok tok tok


Nathan mengetuk pintu kamar Nesha. Farhan membuka pintunya dari dalam.


" Papi apa Abang bisa menemui Mami? Abang kangen." Ucap Nathan.


"Boleh.... Mami baru selesai makan, Apa kalian sudah makan?" Tanya Farhan.


" Sudah Pi."


" Sudah Om." Sahut Nathan dan Meli bersamaan.


" Silahkan masuk, Papi ke ruang kerja ya kalau ada apa apa panggil Papi" Ujar Farhan.


" Iya Pi." Sahut Nathan.


"Mami." Ucap Nathan pelan karena Gama sedang tidur di samping Nesha.


" Sayang sudah makan?" Tanya Nesha.


" Udah Mi, Mi kenalin ini Meli teman Abang yang pernah Abang ceritain sama Mami." Ucap Nathan.


" Halo Tante... Aku Meli." Sapa Meli.


" Halo sayang.. Tante Nesha Maminya Nathan." Sahut Nesha.


" Tante... Apa tante sedang sakit?" Tanya Meli.


" Mamiku tidak sakit, Mamiku sedang mengandung adikku." Sahut Nathan.


" Kamu mau punya adik lagi?" Tanya Meli.


" Iya." Sahut Nathan.


" Selamat ya... Tante apa kalau nanti Mei hamil Mei juga akan seperti Tante?" Tanya Meli polos.


" Mungkin sayang, Sudah alamiah jika semua ini terjadi." Sahut Nesha.


" Kapan kamu mau hamil? Masih kecil udah mikir ke situ." Ujar Nathan.


" Besoklah kalau aku udah besar lalu kamu nikahin aku, Benar nggak Tan?" Tanya Meli membuat Nesha tersenyum.


" Siapa yang mau nikah sama kamu? Cewek genit cerewet bikin brisik aja." Ujar Nathan.


" Kan sekarang aku masih kecil, Kalau aku udah besar aku nggak cerewet kaya' sekarang Vernathan, Kalau kamu nggak mau nikahin aku ya aku bakal minta Mami kamu buat maksa kamu nikahin aku." Sahut Meli.


Nesha hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Ia merasa punya hiburan tersendiri melihat perdebatan mereka.


" Mami jangan paksa Nathan buat nikahin gadis crewet ini." Ucap Nathan.


" Coba aja kalau bisa, Karna cintaku hanya untuk Mamiku saja tidak akan aku bagi untuk wanita lainnya." Tantang Nathan.


" Kecil, Aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku." Sahut Meli.


" Sudah sudah kalian ini masih juga TK udah ngomongin cinta cintaan, Nggak baik ya sayang sekarang kalian hanya boleh berteman." Ujar Nesha.


" Maaf Tante." Ucap Meli.


" Nggak pa pa sayang." Sahut Nesha.


Hiks.... Hiks.... Hua....


Gama menangis karena merasa tidurnya terganggu. Ia langsung bangun lalu duduk di atas ranjang.


" Kamu sih cerewet banget jadi orang ngomong mulu, Dek Gam jadi bangun kan." Ucap Nathan menyalahkan Meli.


" Maaf." Ucap Meli.


" Dek Gam sini sama Abang." Ucap Nathan menggendong pelan Gama. Ia mendudukkan Gama di atas karpet bulu dekat sofa yang ada di kamar Nesha.


" Duduk sini dulu Abang ambil mainan ya." Ujar Nathan.


" Halo adik siapa namamu?" Tanya Meli.


" Namanya Gama." Sahut Nathan meletakkan mainan ke depan Gama.


" Halo Gama sini main sama Kak Mei Mei yang comel ini." Ucap Meli.


" Comel kagak... Berisik lha iya." Sahut Nathan.


" Kamu mah ngatain mulu, Aku mau main sama Gama aja, Kalau di lihat lihat kamu sama Gama gantengan Gama lhoh" Cebik Mei.


" Ya iyalah aku juga mengakuinya." Sahut Nathan.


Mereka bermain bersama hingga hari menjelang sore.


" Tuan Farhan di depan ada Babby Sister Non Meli mau menjemput Non Meli katanya." Ucap Mbak Nadia.


" Iya Mbak suruh menunggu di ruang tamu sebentar ya." Sahut Farhan.


" Baik Tuan." Sahut Mbak Nadia.


" Meli ayo ke depan, Udah ada yang menjemputmu." Ucap Farhan.


" Baik Om." Sahut Meli.


" Tante Mei pulang dulu ya, Maaf kalau Mei nakal selama di sini." Ucap Meli berpamitan dengan Nesha.


" Iya sayang Mei hati hati ya, Mei nggak nakal kok di sini, Tante malah senang kalau kamu main ke sini." Sahut Nesha.


" Benarkah? Apa lain kali Mei boleh main lagi ke sini Tan?" Tanya Meli.


" Boleh sayang." Sahut Nesha.

__ADS_1


" Makasih ya Tan, Besok besok Mei akan sering main ke sini." Ucap Meli di jawab anggukan kepala oleh Nesha.


" Nggak perlu bisa runtuh rumah ini mendengar suara berisikmu." Sahut Nathan.


" Tan Vernathan nakal." Ucap Meli mengadu.


" Nathan nggak boleh gitu sama teman sayang." Ucap Nesha.


" Maaf Mi." Ucap Nathan.


" Ya sudah ayo kita keluar kasihan Mbaknya udah lama nunggu." Ajak Farhan.


" Mas keluar dulu sayang." Sambung Farhan.


" Iya Mas." Sahut Nesha.


Farhan, Nathan dan Meli berjalan menuju ruang tamu. Di sana seorang wanita sedang duduk menunggu kedatangan Meli.


" Mbak Kiki." Panggil Meli.


Kiki menoleh ke arah suara dan...


Deg....


Jantungnya terasa berhenti berdetak saat matanya bertatapan dengan Farhan.


" Farhan." Ucap Kiki sambil berdiri menatap Farhan.


" Siapa ya?" Tanya Farhan.


" Aku Kiki teman SMP mu dulu, Kamu tidak mengingatku?" Tanya Kiki.


Farhan mengingat ingat nama teman SMP nya.


" Oh aku ingat sih tapi cuma sedikit, Maaf ya." Jawab Farhan.


" Tidak masalah karena memang aku bukan siapa siapa yang harus kamu ingat, Ini putramu?" Tanya Kiki.


" Iya... Putra pertama yang ke dua lagi di kamar sama Maminya." Sahut Farhan.


" Oh udah punya dua putra to." Ujar Kiki tersenyum kecut.


" Maminya Vernathan juga masih hamil lhoh Mbak." Ucap Meli.


" Benarkah?" Tanya Kiki.


" Iya.. Dan kali ini istriku hamil kembar." Sahut Farhan.


" Kalau begitu selamat ya." Ucap Kiki.


" Kalau kamu udah punya anak berapa?" Tanya Farhan.


" Aku bahkan belum menikah Han, Aku sedang menunggu seseorang sejak dulu tapi ternyata orang itu sudah berkeluarga." Sahut Kiki.


" Berarti dia bukan jodohmu, Semoga kau akan mendapat jodoh lainnya." Ujar Farhan.


" Mungkin... Tapi aku tidak mau terlalu berharap karna jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan maka aku akan terpuruk sendiri." Ucap Kiki.


" Kau benar memang jangan pernah berharap pada sesuatu yang tidak mungkin, Karna kau hanya membuang buang waktumu saja." Ucap Nesha tiba tiba menghampiri mereka sambil menggendong Gama.


" Sayang.... Kenapa keluar hm? Di kamar aja istirahat, Sini Gama sama Papi kasihan Mami sama dedeknya." Ujar Farhan mengambil alih gendongan Gama.


" Sini duduk sayang." Sambung Farhan menuntun Nesha duduk di sofa.


" Oh ya kenalin dia Kiki Babby sisternya Meli dan kebetulan dia teman sekelasku waktu SMP dulu sayang." Ucap Farhan.


" Aku Nesha istrinya Mas Farhan, Senang bertemu denganmu Mbak Kiki." Ucap Nesha menatap Kiki dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Kiki, Senang bertemu denganmu Nesha." Sahut Kiki.


Melihat tatapan Nesha yang tidak bersahabat Kiki segera pamit undur diri. Ia juga tidak mau berlama lama di sana.


" Han aku pamit pulang dulu ya, Makasih udah menerima Meli dengan baik." Pamit Kiki.


" Iya Om Mei pulang dulu ya." Sahut Meli.


" Iya hati hati." Sahut Farhan.


" Bye Bye Tante, Gama, Vernathan Mei pulang ya.... Jangan kangen lhoh." Seloroh Meli.


" Nggak akan." Sahut Nathan.


" Aku nggak bilang ke kamu aku bilang ke Tante sama Gama." Ujar Meli menjulurkan lidahnya ke arah Nathan.


Muka Nathan berubah menjadi merah karena saking malunya. Ia segera beranjak dan meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya. Nesha dan Farhan saling melempar senyuman.


" Aku pulang Han, Nesha, Assalamu'alaikum." Ucap Kiki.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Farhan dan Nesha bersamaan.


Kiki menggadeng tangan Meli keluar rumah Farhan. Nesha menatap Farhan yang masih menatap kepergian Kiki.


" Di kejar jangan cuma di pandang doank." Ucap Nesha.


Farhan menoleh ke arah Nesha.


" Apa maksudmu sayang?" Tanya Farhan menatap Nesha.


" Sok nggak tahu maksud aku kamu Mas." Ujar Nesha beranjak menuju kamarnya.


" Sayang... Kamu jangan salah paham gitu donk." Ucap Farhan mengejar Nesha.


" Haduh sayang Papi terkena masalah karena Papi tidak menjaga pandangan Papi." Gumam Farhan.


**TBC....


Ya... ya... ya.... Nesha cemburu nih....


Hayooo siapa yang nggak cemburu melihat suaminya menatap wanita lain? Kalau enggak berarti ada... ada... ada apa ya????


Maaf kemarin tidak up tapi udah author double ya.... Dua ribu kata di bab ini lhoh**....


*Jangan lupa like dan koment vote dan hadiahnya ya buat author...


Makasih

__ADS_1


Miss U All


Baca dan dukung juga donk cerita author yang lain ya... Author tunggu di sana*


__ADS_2