Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
53. Keadaan Valeria


__ADS_3

Sudah satu minggu Ria tidak sadarkan diri di rumah sakit. Setelah berbagai pertimbangan dan musyawarah keluarga, akhirnya keluarga Ardiansyah mengijinkan Davian menjaga Ria. Bagaimanapun semua ini adalah tanggung jawab Davian bukan? Apalagi Davian bersikukuh tidak mau menceraikan Ria. Saat ini hanya Davian yang menjaga Ria sendirian di dalam ruang rawatnya.


Ceklek.....


Pintu terbuka, seorang Dokter kandungan masuk ke dalam untuk mengecek kandungan Ria.


" Pagi Pak, saya mau memeriksa kandungan Bu Valeria dulu." Ucap Dokter.


" Silahkan Dok." Sahut Davian.


Dokter memeriksa denyut nadi, posisi janin dan sebagainya.


" Maaf Pak Davian, jika kondisi Bu Valeria seperti ini terus maka dengan terpaksa kami harus menggugurkan kandungannya." Ucap Dokter sedih.


" Apa maksudnya Dokter? Kau akan melenyapkan anakku? Tidak... Aku tidak akan membiarkannya... Ini anak pertamaku Dok dan jangan pernah berpikir untuk melenyapkan anakku atau aku akan berbuat sesuatu pada keluargamu." Ancam Davian.


" Kondisi janinnya sangat lemah Pak, bahkan selama satu minggu ini janin dalam kamdungam Bu Valeria tidak mengalami perkembangan sama sekali, Jika tidak di keluarkan maka akan bahaya untuk kandungan Bu Valeria Pak, kita berdoa saja semoga Bu Valeria segera sadar kalau tidak sadar juga maka dengan terpaksa kita harus melakukannya Pak." Jelas Dokter.


" Aku bilang tidak ya tidak Dok... Lakukan yang terbaik untuk anak dan istriku tapi jangan pernah kau melenyapkan anakku karna aku akan menuntutmu." Tegas Davian.


" Baiklah Pak saya permisi, semoga Bu Valeria segera sadae." Sahut Dokter mengalah.


Dokter keluar ruangan dimana Luci dan Valen sedang berdiri di depan pintu.


" Pagi Dok." Sapa Valen.


" Pagi Nona." Sahut Dokter melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.


" Bagaimana ini Kak? Kasihan Kak Davi." Ucap Luci duduk di kursi tunggu depan ruangan Ria.


Valen dan Luci yang hendak berkunjung menghentikan langkahnya saat Dokter menyarankan untuk menggugurkan kandungan Ria. Keduanya syok dan juga turut prihatin dengan apa yang di alami oleh Ria. Sebenarnya Valen ingin menghancurkan Davian seperti apa yang Ia lakukan kepada orang orang yang berani mengusiknya, tapi kata kata Davian waktu itu mampu menyentuh hatinya.


Kakak ipar.. Kau juga sedang mengandung, bagaimana kalau suatu saat kau di pisahkan dari anak dan suamimu? Apa yang akan kau lakukan? Jika kau mampu menjalani hidup tanpa suami dan anakmu maka aku akan melakukannya, tapi jika kamu tidak sanggup maka jangan paksa aku untuk menjauh apalagi meninggalkan mereka.


" Kak." Panggil Luci menyenggol lengan Valen membuatnya tersadar dalam lamunannya.


" Ah iya... Bersabarlah mungkin ini ujian yang harus di bayar oleh Kakakmu." Sahut Valen.


" Aku tidak mau terjadi apa apa dengan Kak Ria Kak, aku sangat menyayanginya, aku tahu kalau sebenarnya Kak Davi selama ini mencintai Kak Ria hanya saja dia di butakan oleh balas dendamnya." Ujar Luci.


" Kakak tahu Luci, sekarang biarkan Kakakmu bertanggung jawab atas semua ini, biarkan dia menunjukkan cintanya dan rasa penyesalannya kepada Ria." Ujar Valen.


" Iya Kak." Sahut Luci.

__ADS_1


" Ya sudah kita pulang saja, nanti kalau Ria sadar kita kembali lagi." Ucap Valen.


" Iya Kak ayo." Sahut Luci.


Luci dan Valen berjalan meninggalkan ruangan Ria. Mereka hanya memastikan jika Davian dan Ria dalam keadaan baik baik saja.


" Kak waktu itu, saat dua orang membawaku aku sangat takut lhoh Kak, aku pikir Kak Valen bener bener mau menyiksaku seperti yang Kak Valen ucapkan pada Kak Davi, tapi ternyata Kak Valen hanya menggertak Kak Davi saja." Ucap Luci.


" Ya nggak mungkinlah Kakak menyakitimu, kamu kan tidak tahu apa apa, Kakak hanya ingin memberi pelajaran pada Kakakmu saja yang sangat menyebalkan itu." Ujar Valen.


" He he." Ujar Luci nyengir.


Di dalam ruang rawat Ria, Davian menggenggam tangan Ria sambil sesekali menciuminya.


" Sayang bangunlah, maafkan aku yang telah menyakitimu dan membuatmu seperti ini, aku sangat menyesal sayang.... Bangunlah aku ingin mengatakan sesuatu padamu jika aku mencintaimu.... Aku sangat mencintaimu dan tidak ingin kehilanganmu sayang... Aku mencintaimu... Maafkan aku." Ujar Davian.


" Kau tahu? Kedekatan kita selama ini membuat aku jatuh ke dalam pesonamu, tapi hatiku selalu menepisnya karna rasa benci dan dendam yang ada pada jiwaku, aku bodoh... Aku buta... Aku tidak bisa melihat siapa dirimu sebenarnya, kau wanita baik, kau wanita lemah lembut dan kau wanita yang aku cintai... Bangunlah sayang pukul aku, tampar aku, luapkanlah semua kekesalan dan emosimu padaku tapi ku mohon bangunlah demi calon anak kita, kalau kamu tidak mau bangun calon anak kita sebagai taruhannya sayang... Dia tidak bisa bertahan tanpamu." Ucap Davian meneteskan air matanya.


" Aku memang jahat, aku memang tidak punya hati, aku egois dan aku gila.... Bahkan mungkin aku terlalu tempramental dalam bersikap, tidak ada sisi baik dalam diriku, itulah sebabnya aku punya harapan besar kepadamu, bimbing aku dan ajari aku untuk menjadi manusia yang baik Vale.... Bangunlah... Ku mohon Hiks.. Hiks.. Jangan biarkan Dokter mengambil calon anak kita, buah cinta kita sayang.... Ku mohon selamatkanlah anak kita." Ujar Davian mengusap air matanya.


Tiba tiba jari Ria bergerak gerak.


" Sayang kamu mendengarku? Ayo sayang berjuanglah! Buka matamu dan tampar aku." Ucap Davian mencium tangan Ria.


" Alhamdulillah sayang kamu sudah sadar." Ucap Davian dengan mata berbinar.


Davian segera memanggil Dokter yang menangani Ria untuk memeriksa keadaan Ria.


" Gimana Dok?" Tanya Davian.


" Nona Valeria memang sudah sadar Tuan, tapi sepertinya ada yang mengganjal dalam hatinya hingga membuatnya tidak bersemangat hidup, itulah sebabnya Nona Valeria menatap dengan tatapan kosong, semoga esok hari perkembangannya akan lebih baik lagi." Terang Dokter.


" Semoga Dok." Sahut Davian.


" Sayang..." Ucap Davian menggenggam tangan Ria. Ria hanya menatapnya dengan tatapan kosong seperti orang linglung.


" Saya akan memberikan obat yang harus di minum secara teratur Tuan." Ucap Dokter.


" Baik Dok." Sahut Davian.


" Nanti akan ada suster yang mengantar makanan dan obatnya, saya permisi." Ujar Dokter.


" Terima kasih Dok." Ucap Davian.

__ADS_1


Setelah kepergian Dokter, Davian menatap Ria yang sedang menatap langit langit kamarnya.


" Sayang." Ucap Davian mengelus pipi Ria, tapi Ria menepisnya.


" Aku tahu kamu marah padaku, untuk itu aku minta maaf sama kamu, beri aku kesempatan untuk merawat dan menjagamu, aku ingin menebus kesalahanku padamu, sekali lagi maafkan aku, maafkan aku yang sudah berbuat jahat padamu, maafkan aku yang sudah menyianyiakan dirimu sayang... Maafkan aku." Ucap Davian.


Ria membuang mukanya, Ia berbaring miring membelakangi Davian membuat Davian menghela nafasnya.


Tak lama seorang suster datang dengan membawa nampan berisi makanan dan obat di tangannya.


" Selamat Tuan, sekarang Nona Valeria sudah sadar, ini obat yang harus di minumnya sesudah makan." Ucap Suster meletakkan nampan itu di atas nakas.


" Terima kasih Sus." Ucap Davian.


Suster kembali keluar dari ruangan Ria. Davian mengambil semangkuk bubur beserta sayuran ala ala rumah sakit.


" Sayang kamu makan dulu, setelah itu minum obat, sini aku suapi." Ucap Davian.


Ria tidak bergeming, Ia hanya diam saja.


" Sayang ayo bangun dulu donk, makan buburnya mumpung masih hangat, nanti kalau dingin nggak enak lhoh." Bujuk Davian.


Masih sama. Ria sama sekali tidak meresponnya. Davian memutari ranjang menatap wajah Ria.


" Sayang ayo makanlah, biar cepet pulih." Ucap Davian.


Ria beranjak menjadi duduk di atas ranjang membuat Davian tersenyum. Ia berpikir Ria akan menerima suapannya. Ria menatap Davian dengan tatapan kosongnya.


" Ayo A'." Ucap Davian menyodorkan sesendok makanan ke mulut Ria. Tiba tiba....


Prang......


Ria menepis kasar tangan Davian yang sedang memegang mangkuk buburnya membuat makanannya jatuh berserakan di lantai. Davian melongo melihat sikap penolakan yang Ria tunjukkan kepadanya.


Pembalasan untuk Davian sudah di mulai ya...


Mau yang lebih sadis nggak nih??? Tapi kira kira apa ya???


Jangan lupa like dan koment di setiap babnya...


Terima kasih untuk para readers yang selalu mensuport author...


Miss U All...

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2