
" Mas Farhan." Teriak Nesha. Farhan menoleh kearah suara. Ia segera bangkit dari tubuh Claudia. Farhan menatap Claudia dan Nesha bergantian seperti orang linglung.
" Apa yang kalian lakukan? hah..." Bentak Nesha.
" Sa...sayang ini tidak seperti yang kamu pikirkan." Farhan menghampiri Nesha dengan memegangi kepalanya yang masih pusing.
" Kamu tega Mas sama aku, Kamu mengkhianati cintaku, Jadi benar dugaanku jika selama ini kalian punya hubungan? Pantas saja kamu selalu membelanya." Tanya Nesha sambil mengusap air matanya.
" Tidak sayang aku tidak pernah mengkhianati cinta kita percayalah aku hanya mencintaimu." Jelas Farhan sambil menahan rasa pusing di kepalanya. Ia tidak mau membuat Nesha salah paham lagi.
" Bohong.. Kalau aku tidak memergoki kalian entah apa yang akan terjadi selanjutnya, Kamu jahat Mas...Jahat." Teriak Nesha.
" Nesha maafkan aku, Aku tidak tahu kenapa Kak Farhan menginginkan aku." Lirih Claudia.
" Tutup mulutmu Claudia." Bentak Farhan.
" Kenapa memang benar kan? Dari dulu kamu memang menginginkan aku, Tapi sayang waktu itu aku lebih mengejar karirku hingga kamu mendekati Kakakku untuk memanas manasiku, Tapi hatimu rapuh kamu mudah jatuh cinta dengan orang lain Kak, Tapi sayang Kakakku lebih memilih bersama mantan kekasihnya dari pada dirimu." Jelas Claudia dengan nada tinggi.
Deg..... Nesha memundurkan langkahnya setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Benarkah Farhan masih menginginkan Claudia? yang notabenenya orang yang pernah di cintai Farhan.
" Ja..jadi ini sebabnya kamu mengijinkan dia tinggal di sini Mas? Bahkan tanpa meminta pendapat sedikitpun dariku, Kamu ingin Nathan dekat dengannya agar kamu lebih mudah mendapatkannya." Ucap Nesha.
" Tidak sayang... Semua itu tidak benar aku tidak punya perasaan apa apa padanya. A...aku juga tidak tahu kenapa aku ada di sini, Tadi aku melihat dirimu." Ucap Farhan mencoba menjelaskan kepada Nesha. Kepalanya semakin pusing tapi Ia tetap menahannya.
" Bohong kamu Mas... Aku tidak menyangka kau pandai memainkan sandiwara." Lirih Nesha.
Farhan menghampiri Nesha Ia memegang kedua bahu Nesha.
" Percayalah sayang.. Aku tidak punya perasaan apa apa padanya, Hanya kamu hanya Vanesha Ardiansyah yang selalu ada di hatiku dan di hati Putraku." Lirih Farhan.
" Lepas." Nesha menampik tangan Farhan dari bahunya. Tiba tiba..Brugh.... Farhan terjatuh ke dalam pelukan Nesha dengan tidak sadarkan diri. Nesha melirik Claudia yang sedang tersenyum puas, Sampai di sini Nesha paham kalau ternyata Farhan hanya di jebak saja.
" Mas..Mas..Bangun." Nesha menepuk pelan pipi Farhan. Farhan tidak bergeming.
" Mbak Nadia... Mbak..." Teriak Nesha.
Mbak Nadia segera berlari dengan tergopoh gopoh.
" Iya Non." Sahut Mbak Nadia.
" Mbak tolong bantu saya memapah tuan ke kamar." Titah Nesha.
__ADS_1
" Baik Non." Jawab Mbak Nadia.
Mereka memapah Farhan dengan hati hati menuju kamar. Sedangkan Claudia Ia mengepalkan erat tangannya karna rencananya gagal. Sesampainya di kamar Nesha segera membaringkan tubuh Farhan ke atas ranjang.
" Makasih Mbak." Ucap Nesha.
" Sama sama Non." Sahut Mbak Nadia.
" Oh ya Mbak malam ini Mbak Nadia jagain Nathan ya, Aku mau jagain Tuan dulu." Titah Nesha.
" Baik Non." Sahut Mbak Nadia.
" Mbak, Apa Mbak Nadia tidak pernah melihat tingkah mencurigakan Claudia saat dia ada di rumah?" Tanya Nesha.
" E...e... ." Jawab Mbak Nadia gugup.
" Kenapa Mbak? Katakan saja." Ujar Nesha.
" E..saya lihat Mbak Claudia sering merhatiin Tuan Non, Dan tadi saya lihat Mbak Claudia memasukkan sesuatu ke dalam jus yang di minum Tuan, Maaf Non saya tidak berani menegurnya takut Tuan nggak terima karna saya tidak punya buktinya." Sesal Mbak Nadia.
" Nggak apa Mbak aku yakin Claudia memberikan obat tidur, Karna kalau perangsang harusnya Mas Farhan sudah bereaksi." Ujar Nesha.
" Mungkin Non tapi saya bersyukur Non datang tepat waktu, Baiklah Non saya permisi dulu." Pamit Mbak Nadia.
Setelah kepergian Mbak Nadia, Nesha membuka sepatu dan kaos kaki Farhan, Ia melepas jasnya dengan kesusahan karna Farhan tidak bergerak sama sekali. Setelah itu Nesha segera membaringkan tubuhnya di samping Farhan. Ia tatap wajah tampan suaminya yang selalu membuat terpesona para wanita. Maka tak heran jika banyak para pelakor mengantri di belakangnya. Nesha harus mempersiapkan tameng agar mereka semua mental. Tak berapa lama Nesha tertidur lelap dalam pelukan suaminya.
Suara alarm pada ponsel berbunyi membuat Nesha mengerjapkan matanya. Nesha segera bangun mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat malam. Setelah selesai Ia kembali berbaring di samping suaminya.Ia pandangi wajah tampan di depannya, Tangannya meraba mata pipi dan terakhir pada bibir Farhan.
" Kamu begitu tampan Mas makanya banyak yang suka sepertinya aku harus banyak percaya padamu agar rumah tangga kita selalu utuh." Gumam Nesha.
Nesha memajukan wajahnya, Ia mengecup bibir Farhan. Saat Nesha menjauhkan wajahnya tiba tiba Farhan menindih tubuhnya. Nesha membulatkan matanya karna kaget.
" Maaasss." Ucap Nesha gugup.
" Kenapa hmm." Tanya Farhan mengendus pipi Nesha.
" Bangun Mas berat aku mau kekamar mandi." Ujar Nesha.
" Di sini aja." Sahut Farhan.
Saat Nesha hendak protes Farhan membungkam mulutnya dengan ciumannya, Ia mencecap bibir Nesha dengan lembut. Nesha membuka mulutnya membiarkan Farhan mengekspos setiap inchinya. Ciuman yang semula lembut menjadi panas, Ciuman Farhan turun ke leher Ia memberikan jejak kepemilikan di sana membuat Nesha mendesis membuat Farhan semakin bergairah. Ciuman itu semakin turun ke bawah membuat tubuh Nesha menggelinjang menikmati sensasi yang memabukkan.
__ADS_1
" Sayang... boleh ya?" Nesha hanya mengangguk saja. Farhan segera melancarkan aksinya dengan membuka seluruh pakaian keduanya. Kini keduanya sama sama polos. Farhan kembali mencium bibir Nesha sedang tangannya bermain main pada squishy milik istrinya.
" Sayang cakar punggung Mas karna ini akan sakit." Ujar Farhan, Lagi lagi Nesha hanya menganggukkan kepalanya.
Farhan memulainya dengan doa lalu Ia memulai aksinya. Nesha yang semula merasa kesakitan kini mulai menikmati permainan Farhan yang membuatnya mengeluarkan d****.
Suara cecapan dan ******* memenuhi kamar mereka mengiringi kegiatan panas di pagi hari yang dingin ini. Setelah beberapa lama akhirnya Farhan tumbang di sebelah istrinya.
" Terima kasih sayang telah menjadikan aku yang pertama, Ternyata rasanya luar biasa." Ucap Farhan memeluk Nesha sambil menciumi keningnya.
" Maksud Mas.. Dulu Mas bukan yang pertama?" Selidik Nesha.
" Bukan.... entah aku yang ke berapa aku sendiri tidak tahu bahkan aku hanya menyentuhnya sekali." Ujar Farhan menghela nafasnya.
" Wah top cer juga ya, Baru sekali langsung jadi Hebat." Sanjung Nesha.
" Aku juga berharap kali ini akan langsung jadi." Ucap Farhan menatap Nesha.
" Maaf Mas aku harus mengecewakanmu." Sahut Nesha.
" Lhoh memang kenapa? Apa kamu tidak..." Tanya Farhan menggantung Ia tidak tega melanjutkan kata katanya takut menyakiti hati Nesha.
" Aku subur Mas.. Nggak mandul enak aja." Cebik Nesha.
" Maaf sayang.. Lalu kenapa?" Tanya Farhan.
" Saat ini aku dalam kondisi tidak subur karna beberapa hari lagi masa pms ku." Jelas Nesha.
" Apa tuh pms?" Tanya Farhan.
" E....masa bulanan." Jawab Nesha malu malu.
" Apa lagi itu?" Tanya Farhan lagienggoda Nesha.
" Masa Haid Mas." Jelas Nesha.
" Aku tahu." Sahut Farhan.
" Aaaaa Mas Farhan ngerjain aku ya." Nesha memukul mukul dada Farhan, Farhan memegang tangan Nesha.
" Love U." Ucap Farhan mencium kening Nesha.
__ADS_1
" Love U too." Balas Nesha masuk ke dalam pelukan Farhan. Farhan begitu bahagia Ia berharap rumah tangganya lebih lengkap dengan kehadiran buah hati mereka.
TBC....