Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Kesembuhan Jordan


__ADS_3

Enam bulan kemudian


Saat ini Sifa sedang menemani Jordan yang sedang menjalani pengobatannya. Sudah enam bulan Jordan menjalani masa pengobatan. Menurut Dokter perkembangan Jordan cukup signifikan terbukti dengan hasil tes kali ini.


"Selamat Tuan Jordan berhasilkan tes kali ini anda telah di nyatakan sembuh, Benih anda sudah cukup kuat untuk di buahkan." Jelas Dokter membacakan hasil test Jordan.


" Alhamdulillah." Ucap Sifa dan Jordan bersamaan.


"Ini luar biasa Tuan Jordan, Anda sembuh dalam waktu kurang dari satu tahun, Sekali lagi selamat Tuan." Ucap Dokter.


" Terima kasih Dok, Terima kasih sudah menemani saya selama pengobatan, Terima kasih atas kerja keras yang Dokter lakukan untuk saya, Saya tidak akan bisa sembuh secepat ini tanpa bantuan anda." Ujar Jordan.


" Itu sudah menjadi tugas saya Tuan, Mulai sekarang anda sudah bisa melepas pengamannya dan semoga anda dan Nona Sifa segera di beri momongan." Sahut Dokter.


" Amien.. Terima kasih sekali lagi Dok." Ucap Sifa.


" Sama sama Nona." Sahut Dokter.


" Selamat Mas akhirnya kamu di nyatakan sembuh." Ucap Sifa memeluk Jordan.


" Makasih Sayang semua ini berkat dukunganmu, Nanti malam langsung kita coba ya siapa tahu langsung jadi Jordan junior, Bibit unggul Jordan segera coming." Ucap Jordan blak blakkan.


" Mas." Gumam Sifa mencubit perut Jordan membuatnya mengaduh.


" Aduh sakit Yank, Kenapa di cubit sih." Ucap Jordan.


" Kamu kebiasaan kalau ngomong nggak ada filternya bikin aku malu tahu nggak, Kamu nggak sadar ada Dokter di sini? Pokoknya nggak ada percobaan apa apa mulai malam ini goanya aku tutup, Titik." Ketus Sifa.


" Jangan donk Yank, Nanti sia sia usaha pengobatanku selama ini." Ujar Jordan.


" Bodo' aku nggak peduli." Sahut Sifa.


"Yank... Sayang." Panggil Jordan.


" Ehm ehm." Dehem Dokter membuat keduanya sadar jika masih ada orang lain di ruangan itu. Keduanya menoleh ke arah Dokter dengan cengengesan.


" Maaf Dok atas ketidak nyamanannya, Kalau begitu kami pamit dulu, Sekali lagi terima kasih atas bantuan anda Dok." Ucap Sifa menyalami Dokter.


" Sama sama Nona, Jika ada keluhan silahkan datang kemari saya siap melayani anda dengan senang hati." Sahut Dokter.


" Baik Dok." Ucap Sifa.


Jordan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Di dalam mobil keduanya sama sama diam, Sifa diam karna masih kesal dengan suaminya, Sedangkan Jordan diam karena takut dengan omelan dan ancaman Sifa. Jordan mencari aman saja.


" Ke rumah Nathan." Titah Sifa.


Tanpa menjawab ucapan Sifa, Jordan segera melajukan mobilnya ke rumah Farhan menuruti titah ratu dalam hatinya. Ia tidak mau sampai Sifa menunda jatahnya. Sesampainya di rumah Farhan Sifa turun dari mobil lalu masuk ke dalam meninggalkan Jordan.


" Assalamu'alaikum Bang Nathan, Dek Gama Mama datang." Teriak Sifa masuk ke dalam rumah Farhan.


" Aish aku lupa bawa oleh oleh untuk Abang, Ckk semua gara gara Mas Jordan aku jadi tidak bawa apa apa." Batin Sifa.


Gama sedang merangkak ke sana kemari mengikuti mainan yang berjalan di depannya, Nathan nampak antusias menemani Gama bermain. Mendengar teriakan Sifa, Nathan segera menyahutnya.

__ADS_1


" Ma... Bang Athan di sini." Sahut Nathan.


" Wah anak Mama udah pandai merangkak ya." Ucap Sifa menghampiri keduanya yang sedang berada di ruang keluarga. Dengan di lapisi karpet lembut Gama merangkak di atasnya.


" Mami kemana Bang?" Tanya Sifa.


" Mami lagi bikin makanan buat Adek Gam." Sahut Nathan.


" Adek udah di kasih makan?" Tanya Sifa.


" Baru mau di coba Ma." Sahut Nathan.


" Eh maaf Non saya barusan dari toilet." Ucap Mbak Nadia merasa bersalah karena meninggalkan mereka sendiri.


" Lain kali jangan di tinggal Mbak, Bahaya." Sahut Jordan yang baru masuk.


" Maaf Den." Sesal Mbak Nadia.


Jordan duduk mendekati Gama yang sedang asyik dengan mainannya.


" Sayangnya Papa udah pinter duduk sendiri nih." Ucap Jordan mencubit pelan pipi Gama.


" Pa...pa...pa." Celoteh Gama.


" Wah bisa panggil Papa juga, Anak Papa hebat ini, Ah rasanya Papa mau bawa pulang adek." Ujar Jordan.


" Ndak boleh, Kalau Papa bawa adek Gam maka Bang Athan harus ikut." Ucap Nathan yang sudah mulai lancar bicara.


" Iya deh besok kalau udah besar ya." Sahut Jordan.


" Barusan aja." Sahut Sifa.


" Sekarang Bang Nathan cuci tangan dulu baru makan ya." Ucap Nesha.


" Iya Mi." Sahut Nathan.


" Ayo Dek Gama juga cuci tangan dulu, Tinggal bentar sif." Ucap Nesha.


" OK." Sahut Sifa.


Setelah kedua putra Nesha mencuci tangannya, Mereka mulai makan dengan khidmat.


" Baru mau di kasih makan ini Nes?" Tanya Sifa.


" Iya sekarang kan udah enam bulan jadi aku kasih mp asi." Sahut Nesha.


" Oh asi ekslusif ya anak Mama biar makin sehat dan pintar." Ujar Sifa.


" Iya donk ikuti anjuran pemerintah buat kebaikan diri sendiri." Sahut Nesha.


" Ajak Kak Jordan makan siang gih, Udah aku siapin di meja makan lhoh." Sambung Nesha.


" Kamu juga belum makan kan? Nanti bareng kamu aja." Sahut Sifa.

__ADS_1


" Kamu tahu sendiri Mas Farhan bagaimana orangnya, Dia akan telepon tiga jam sekali buat ngecek aku makan atau belum, Jadi jam segini aku udah makan hampir tiga kali, Kebayang nggak tuh badanku akan melar segede drim." Ujar Nesha.


" Ha ha ha itu namanya suami perhatian Nes, Ya udah Mas ayo kita makan siang dulu, Marah marah sama kamu bikin aku lapar juga." Ajak Sifa, Jordan segera mengikutinya.


Malam harinya setelah menidurkan Gama dan Nathan, Nesha kembali ke kamarnya. Gama sudah tidak tidur di box lagi, Ia tidur di kasur bersama Nathan.


" Mereka udah tidur?" Tanya Farhan.


" Sudah Mas, Aku membersihkan diri dulu." Sahut Nesha.


Ceklek


Nesha keluar dari kamar mandi, Ia menghampiri Farhan yang sudah berbaring duluan di ranjang. Ia merebahkan tubuhnya dengan bersandar pada lengan Farhan. Farhan memainkan rambut Nesha.


" Capek ya? Sini Mas pijitin." Ucap Farhan.


" Enggaklah Mas, Capekku selalu hilang jika melihat senyum mereka dan senyummu." Sahut Nesha.


" Ah gombal." Cebik Farhan.


" Eh bener ya masa' nggak percaya sih." Ujar Nesha.


" Iya iya aku percaya deh." Sahut Farhan.


" Buka puasa boleh nggak Yank? Udah enam bulan nih mas puasa nggak buka buka." Ujar Farhan.


" Boleh deh tapi pelan ya." Sahut Nesha.


" Siap sayangku." Ucap Farhan penuh semangat.


Farhan menindih tubuh Nesha dengan pelan, Ia mulai mencium bibir Nesha dengan lembut. Nesha hanya pasrah di bawah Farhan. Ia menikmati sensasi aduhai yang di berikan Farhan padanya. Farhan mulai mendatangi istrinya dengan lembut, Ia memacu tubuhnya dengan pelan. Suara desa*** dan erangan memenuhi ruangan itu. Dinginnya ac tidak mampu mendinginkan hawa panas dari tubuh mereka. Setelah beberapa jam lamanya akhirnya Farhan tumbang di sebelah istrinya.


" Makasih sayang." Ucap Farhan.


" Sama sama Mas." Sahut Nesha.


Farhan memeluk tubuh Nesha dengan mesra, Mereka merasuk ke dalam alam mimpi dengan bahagia.


Di dalam kamar lain tepatnya di kamar Jordan, Jordan juga sedang memacu tubuhnya di atas tubuh Sifa. Ia ingin menanam bibit unggulnya agar cepat berbuah. Sifa terus mengeluarkan suara eksotisnya membuat Jordan bertambah semangat, Ia memberikan gigitan gigitan kecil pada tubuh Sifa hingga meninggalkan bekas merah yang lumayan banyak. Sifa begitu menikmati sensasi permainan yang di ciptakan Jordan, Tubuhnya terus menggelinjang merasakan hawa panas dingin. Setelah beberapa lama akhirnya Jordan menyelesaikan permainannya.


" Makasih sayang.... Semoga cepat hadir Jordan junior di sini." Ucap Jordan mengelus perut Sifa.


" Semoga Mas, Aku juga berharap seperti itu." Sahut Sifa.


" Sekarang tidurlah." Ucap Jordan.


" Hmm." Gumam Sifa.


Jordan memeluk tubuh Sifa. Mereka tidur dengan nyenyak berharap usahanya malam ini akan membuahkan hasil.


**Tbc....


Jangan lupa like dan koment serta hadiah mawarnya ya... Makasih...

__ADS_1


Miss U All**


__ADS_2