Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Sekerat Rasa


__ADS_3

Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Ternyata Dia Hanya Milikku, di sini dapat lihat: https://share.mangatoon.mobi/contents/fictionsWatch?id\=5839572&\_language\=id&\_app\_id\=2


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi ini Dokter Anton melakukan visit, Kemarin Ia tidak bisa memeriksa Nathan karena ada hal mendesak. Dokter Anton berjalan menghampiri Nathan yang sedang duduk di atas ranjang.


" Halo Boy kamu sendirian?" Tanya Dokter Anton mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan. Sepi....


" Iya Om Dokter, Papi kerja kalau Mami lagi mandi." Sahut Nathan.


" Oh... Siapa namamu?" Tanya Dokter Anton basa basi.


" Athan Om." Sahut Nathan.


" Athan... Kenalkan aku Dokter Anton, Dokter yang hendak memeriksa Athan, Gimana apa ada yang sakit?." Tanya Dokter Anton.


" Ndak ada Om, Apa Athan boleh pulang? Athan kangen sama Dek Gam." Ujar Nathan.


" Siapa nama Adikmu?" Tanya Dokter Anton.


" Gama Sky Om." Jawab Nathan.


" Oh... Bagus ya namanya, Pasti tampan mirip kamu." Ucap Dokter Anton.


" Iya, Lebih tampan Dek Gam." Seperti biasa Nathan akan mengalah. Ia selalu mengunggulkan Gama.


" Pinter." Ujar Dokter Anton mengusap pucuk kepala Nathan.


Ceklek....


Pintu kamar mandi terbuka Nesha keluar dari sana.


" Eh Mas Anton, Mau meriksa Nathan ya maaf aku nggak tahu." Ucap Nesha.


" Nggak pa pa, Lagi ngobrol juga dengan Nathan." Sahut Dokter Anton.


" Sini sayang Om periksa dulu." Ujar Dokter Anton.


Nathan segera berbaring lalu Dokter Anton mulai memeriksanya.


" Apa ada keluhan Van?" Tanya Dokrer Anton.


" Tidak ada Mas, Sepertinya panasnya juga udah turun kan?" Tanya Nesha memastikan.


" Iya... Anak pinter udah sembuh nanti sore udah boleh pulang." Ucap Dokter Anton.


" Makasih Om Dokter tampan." Ucap Nathan.


" Sama sama, Oh ya Van berdasarkan hasil lab kemarin trombosit Nathan udah normal, Jadi dia udah di nyatakan sembuh." Jelas Dokter Anton.


" Alhamdulillah." Ucap Nesha.


" Tapi tetap ada obat yang harus di habiskan." Ujar Dokter Anton.


" Ok Mas, Eh Dokter aja kali ya." Ujar Nesha.


" Mas aja sepeeti dulu biar akrab." Sahut Dokter Anton.

__ADS_1


" Baiklah Mas Anton." Ucap Nesha.


" Ehm ehm." Dehem Farhan yang ternyata sedari tadi berdiri di depan pintu.


" Kamu udah kembali Mas?" Tanya Nesha menoleh ke arah Farhan.


" Udah dari tadi, Saking asyiknya sampai sampai tidak menyadari kedatangan suaminya." Gerutu Farhan duduk di sofa.


" Maaf." Sahut Nesha.


" Baiklah kalau begitu aku pamit Van, Segera urus administrasinya biar bisa cepat pulang." Ujar Dokter Anton.


" Makasih Mas... Eh Dok maksudnya." Ralat Nesha melirik ke arah Farhan.


" Sama sama." Sahut Dokter Anton.


" Aku keluar dulu Boy." Ucap Dokter Anton kepada Nathan.


" OK Om Dokter tampan, Besok main lagi ya." Ujar Nathan membuat Farhan melongo.


" Siap... Tos dulu donk." Dokter Anton mengarahkan tangannya ke depan Nathan.


"Tos." Sahut Nathan.


Mereka bertos ria tanpa mempedulikan Nesha dan Farhan.


" Om tampan pamit dulu, Sehat sehat bye.." Ucap Dokter Anton.


" Bye Bye Om." Sahut Nathan.


Dokter Anton berjalan menuju pintu, Sebelum benar benar keluar Ia sempat menyapa Farhan.


" Kamu yang mengajari Nathan untuk akrab dengannya?" Selidik Farhan setelah kepergian Dokter Anton.


Farhan tidak terima jika putranya dekat dengan orang lain. Apalagi pria yang mempunyai rasa istimewa untuk istrinya. Ia takut Nesha akan berpaling darinya, Secara Dokter Anton masih muda mungkin seumuran dengan Nesha, Pintar, Dan dia seorang Dokter. Pokoknya idaman semua wanita banget.


" Apa maksud ucapanmu Mas?" Nesha mengerutkan keningnya.


" Sayang kamu bobokan dulu." Sambung Nesha membantu Nathan merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ia tidak mungkin ribut dengan Farhan di depan Nathan.


" Baik Mi." Sahut Nathan.


" Anak pintar." Ucap Nesha.


Nesha mencium kening Nathan lalu Ia menghampiri Farhan, Ia duduk di sofa sebelah Farhan.


" Kamu masih cemburu dengan Mas Anton?" Tanya Nesha menatap Farhan.


" Iya aku cemburu dengan kedekatan kalian, Apalagi kamu memanggilnya dengan sebutan Mas, Harusnya panggilan itu hanya untukku bukan orang lain, Di tambah lagi Nathan kelihatan akrab banget dengannya." Sahut Farhan mengeluarkan uneg unegnya.


" Maaf soal itu... Soalnya dulu aku memanggilnya dengan sebutan itu, Tapi yang jelas kamu tidak usah cemburu, Bagaimanapun aku tidak ada perasaan apa apa dengannya, Kalau aku ada rasa padanya setidaknya dari dulu aku sudah menjadi miliknya bukan milikmu." Jelas Nesha. Ia menghela nafasnya.


" Kita sudah tidak muda lagi Mas, Kita sudah punya dua orang anak yang beranjak besar, Perlu kamu tahu aku tidak akan berbuat macam macam yang bisa membuat hubungan kita renggang apalagi mengkhianatimu, Menduakan cintamu itu tidak akan pernah aku lakukan Mas, Tapi jika kamu cemburu begini itu sama saja kamu meragukan cinta yang selama ini aku jaga untukmu, Kamu tidak percaya padaku jika aku mampu menjaga perasaanku." Tegas Nesha.


Farhan menoleh ke arah Nesha. Ia menatap mata yang berkaca kaca terbesit rasa bersalah di dalam hatinya.


" Kamu egois Mas, Di saat aku memikirkan kedua putra kita kamu justru memikirkan perasaanmu sendiri, Aku menjaga Nathan di sini tapi pikiranku di rumah bersama Gama, Ini sangat sulit bagiku Mas di saat aku harus memilih di antara keduanya, Tapi kamu justru apa? Kamu hanya memikirkan kecemburuanmu yang tanpa sebab itu, Aku tidak mengharapkan ini darimu Mas, Bukannya kamu mendukungku tapi kamu justru menyudutkan aku." Sambung Nesha mengusap air matanya.

__ADS_1


Nesha beranjak berdiri, Ia pergi meninggalkan Farhan yang sedang bungkam merenungi ucapan istrinya. Setelah sedikit tenang Farhan hendak mencari Nesha di luar ruangan Nathan, Kebetulan Nathan juga sedang tidur.


Sebelum Ia mencari ke tempat lain Farhan memanggil suster untuk menemani Nathan terlebih dahulu. Ia tidak mungkin meninggalkan Nathan sendirian. Farhan mulai mencari ke kantin, Nihil... Nesha tidak ada di sana. Farhan berjalan lagi hingga sampai di taman Ia melihat Nesha di bangku taman sambil menundukkan wajahnya.


Farhan menghampiri Nesha, Lalu Ia duduk di samping Nesha.


" Maaf sayang... Maafkan aku yang egois, Aku tidak memikirkan perasaanmu, Maafkan aku, Aku belum bisa menjadi ayah dan suami yang baik untukmu, Aku bodoh... Aku takut kehilanganmu hingga aku terlihat tidak berguna di depanmu, Sekali lagi maafkan aku." Ucap Farhan menarik tubuh Nesha ke dalam pelukannya.


" Menangislah jika kamu ingin menangis Yank, Luapkan semua kesedihanmu." Ujar Farhan.


Nesha yang sedari tadi sekuat mungkin menahan air matanya akhirnya pertahananya jebol juga. Ia menangis dalam pelukan suaminya.


" Hiks... Hiks...Hiks..." Isak Nesha.


" Maafkan aku yang selalu merepotkanmu dan selalu membuatmu bersedih seperti ini, Maafkan aku sayang... Sekarang jangan bersedih lagi, Aku siap kamu jadikan pelampiasan amarahmu Yank... Pukul aku Yank." Ujar Farhan.


Nesha melepas pelukannya. Ia menatap ke arah Farhan.


" Jangan menangis lagi." Ucap Farhan menghapus sisa air mata Nesha.


" Kamu mau pukul aku?" Tanya Farhan. Nesha menganggukkan kepalanya.


" Pukullah aku siap menerimanya tapi jangan bersedih lagi." Ucap Farhan.


Nesha mengangkat tangannya, Farhan memejamkan matanya bersiap menerima tamparan Nesha.


Satu dua tiga


Cup....


Farhan membuka matanya sambil melongo. Bukannya menampar Nesha justru mencium pipinya.


" Kok jadi nampar aku Yank? Kok malah di cium?" Tanya Farhan seperti orang bodoh.


" Di tampar pakai bibir kan lebih nikmat." Ujar Nesha.


" Iya kau benar Yank." Ucap Farhan memeluk Nesha.


" Makasih sayang kamu selalu sabar menghadapiku, Maafkan aku." Ucap Farhan menciumi pucuk kepala Nesha.


" Aku sudah memaafkan kesalah kecilmu." Sahut Nesha mengeratkan pelukannya.


Keduanya merasa bahagia setiap ada masalah mampu mengatasinya.


TBC....


*Jangan lupa like da komentnya...


Cerita baru author udah launching ya...


Baca dan dukung juga ya...


Author tunggu lhoh*



*Pemeran utama di karya baru author Insya Allah lebih seru lhoh...

__ADS_1


Cari tahu di " TERNYATA DIA HANYA MILIKKU*"


MISS U ALL


__ADS_2