Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
33. Kecerdasan Valen


__ADS_3

Valen menuju rumahnya sendiri, Ia langsung masuk ke dalam kamarnya setelah menyapa artnya. Valen menelepon seseorang kepercayaannya untuk meminta bantuannya.


" Halo Non." Sapa Ivan di sebrang sana.


" Selidik wanita bernama Meli, ayahnya Raman memiliki perusahaan di Negara S, hancurkan perusahaannya segera." Titah Valen.


" Saya mendengar kabar kalau Tuan Nathan juga sedang menyelidikinya Nona." Ujar Ivan.


" Tutup semua informasi tentangnya, jangan sampai Nathan mendapat informasi apapun, hanya kita yang bisa mendapatkan informasinya." Ucap Valen.


" Baik Nona, satu hari lagi akan saya sampaikan informasinya." Ujar Ivan.


" Ok." Sahut Valen.


Valen menutup sambungan ponselnya. Ia tersenyum smirk sambil memutar mutar ponselnya.


" Kau tidak tahu kau sedang bermain dengan siapa Nona Meli, aku bisa memastikan kau akan menyesali perbuatanmu, kau akan hancur bersama ayahmu." Monolog Valen.


" Aku mungkin bisa menghentikan pernikahan ini Mas, tapi aku tidak bisa memaafkanmu begitu saja, demi keluarga yang tidak pernah mengharapkanmu kau mengorbankan cinta ini, maka aku juga akan mengorbankan cinta ini demi membalas penghinaan yang kau dan keluarga kandungmu lakukan padaku, mereka sama sekali tidak menghargai perasaanku, bahkan mereka tidak menganggapku ada, aku akan membuatmu bertekuk lutut mengejar cintaku lagi." Ucap Valen tersenyum sinis.


Valen menonaktifkan ponselnya, lalu Ia membaringkan tubuhnya di atas kasur. Ia memejamkan matanya menuju alam mimpi berharap akan ada hal besar yang terjadi saat pernikahan Nathan dan Meli.


Di kantor Nathan nampak sangat cemas pasalnya dari tadi Ia menelepon Valen tapi nomernya tidak aktif.


" Sayang kamu dimana? Kenapa kamu mematikan ponselnya?" Monolog Nathan.


" Dika." Panggil Nathan saat Dika melintas di depan ruangannya.


" Ya, kenapa?" Tanya Dika menghampiri Nathan.


" Apa Valen pergi menemui Naren?" Tanya Nathan.


" Barusan Naren telepon malah menanyakan Valen dimana? Mereka memang ada janji temu tapi sampai sekarang Valen belum datang juga." Sahut Dika.


" Kemana dia..." Gumam Nathan.


" Mungkin dia sedang menenangkan diri." Ujar Dika.


" Aku mengkhawatirkannya Dik, aku takut dia melakukan hal yang tidak aku inginkan." Ujar Nathan.


" Apa kau pikir Valen akan bunuh diri?" Tanya Dika.


" Ya semacam itu." Sahut Nathan.


" Kau percaya diri sekali Bro... Valen tidak akan rugi kehilanganmu karna dia bisa mendapatkan pria yang jauh di atasmu Nathan, sorry jika aku harus mengatakan ini tapi itulah kenyataannya, bahkan adikku yang sudah bertahun tahun mengenalnya tidak berani mengatakan cintanya, karna apa? Karna derajat kami jauh berbeda Than, Naren menyadari itu jadi kau tidak perlu cemas tentang keselamatannya." Ujar Dika menohok hati Nathan.


" Kau benar Dik... Siapa aku hingga aku berani menyakiti hati putri orang nomer satu di kota ini, aku yakin jika Papa Alex tahu maka aku akan kehilangan semuanya termasuk perusahaan yang sedang bergabung dengan perusahaan ini." Sahut Nathan.


" Syukurlah kalau kau sadar diri." Ucap Dika keluar ruangan Nathan.


" Hah bahkan sekarang Dika memusuhiku." Keluh Nathan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursinya.

__ADS_1


Setelah pulang dari kantor, Nathan melajukan mobilnya menuju rumah mertuanya. Ia yakin jika istrinya berada di sana. Setelah menempuh waktu setengah jam Nathan sampai di kediaman Papa Alex. Ia tersenyum saat melihat mobil Valen terparkir di depan rumah.


Nathan turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah.


" Assalamu'alaikum." Ucap Nathan.


" Wa'alaikumsallam, eh Den Nathan silahkan langsung ke meja makan Den, kebetulan Non Valen dan Tuan Alex sedang makan malam." Sahut Bi Susi.


" Iya Bi makasih." Sahut Nathan.


Nathan berjalan menuju meja makan.


" Malam Pa." Sapa Nathan menyalami Papa Alex yang sedang makan.


" Malam." Sahut Papa Alex.


" Malam sayang." Sapa Nathan mencium kening Valen.


" Hmm." Sahut Valen.


Nathan duduk di sebelah Valen, sedangkan Valen meneruskan makannya.


" Ehm ehm." Dehem Papa Alex membuat Valen menatap ke arahnya. Papa Alex memberi kode kepada Valen untuk mengisi piring Nathan. Valen menghela nafasnya, Ia mengisi piring Nathan dengan makanan secukupnya.


" Makasih sayang." Ucap Nathan.


Valen tidak menjawabnya, Ia melanjutkan kegiatannya memghabiskan makannya.


" Lhoh kok ke kamar duluan, suamimu belum selesai makan Len." Ujar Papa Alex.


" Tidak masalah Pa, selesaikan pekerjaanmu dulu Yank nggak usah nunggu aku." Ucap Nathan.


" Syukur deh." Sahut Valen dingin.


Valen meninggalkan Papa Alex dan Nathan di meja makan.


" Apa kalian sedang ada masalah?" Tanya Papa Alex.


" Tidak Pa, kami baik baik saja." Dusta Nathan. Jika Papa Alex bertanya itu tandanya Valen tidak mau Papanya tahu.


Di dalam kamar Valen membersihkan diri sebelum tidur. Ia membaringkan tubuhnya bersandar pada headboard. Ponselnya berdering tanda panggilan masuk.


" Halo Van gimana?" Tanya Valen setelah mengangkat panggilannya.


" Saya sudah mulai mengguncang perusahaan Tuan Raman Non, dan saya juga sudah menutup informasi tentang Nona Meli, ada kabar mengejutkan Non tentang Nona Meli." Ujar Ivan di sebrang sana.


" Simpan kabar mengejutkan itu dan buka satu jam sebelum pernikahan suamiku dengannya." Ucap Valen.


" Baik Non.. Apa Nona tidak mau tahu berita mengejutkan apa yang saya dapatkan?" Tanya Ivan.


" Kirim lewat pesan saja." Sahut Meli.

__ADS_1


" Baik Non." Sahut Ivan mematikan ponselnya.


Ting..


Ponsel Valen berbunyi tanda panggilan masuk. Ia membuka kiriman pesan dari Ivan. Valen tersenyum smirk.


" Ternyata kau sudah merencanakan semuanya tikus kecil, kau menawarkan pernikahan untuk enam bulan saja tapi kau akan menjerat suamiku untuk selamanya, sayang kau tidak lebih pintar dariku." Monolog Valen.


Ceklek....


Nathan membuka pintu lalu masuk ke dalam. Ia menghampiri Valen lalu duduk di tepi ranjang.


" Kenapa tadi siang ponselmu mati Yank?" Tanya Nathan.


" Kehabisan daya." Sahut Valen singkat.


" Sayang.... Ku mohon jangan bersikap dingin denganku, maafkan aku karna aku sudah menyakitimu." Ucap Nathan.


" Apa kamu akan tetap pada keputusanmu?" Tanya Valen.


" Maaf... Tapi aku harus melakukannya." Sahut Nathan.


" Baiklah lakukan apa yang menurutmu benar maka aku juga akan melakukan apa yang menurutku benar tanpa peduli penilaian orang lain." Ujar Valen.


" Apa maksudmu sayang? Apa kamu tetap akan meminta pisah dariku? Cinta kita tidak selemah itu sayang hingga kita harus berpisah." Ucap Nathan menggenggam tangan Valen.


" Tapi cintamu tidak sebesar itu hingga membuat kita tetap bersatu Tuan Nathan." Sahut Valen menarik tangannya dari genggaman Nathan. Nathan menghela nafasnya, benar kata Dika jika Valen memang keras kepala. Ia harus extra sabar dalam memberi pengertian kepadanya.


" Sayang aku mencintaimu, aku...


" Aku sudah tidak mempercayai cintamu lagi, yang aku tahu cinta itu membuat kita bahagia bukan membuat kita tersakiti, jika cinta membuat kita tersakiti maka buang saja cinta itu dan jangan pernah mengambilnya kembali." Ucap Valen memotong ucapan Nathan.


" Sayang....


" Berhenti memanggilku sayang Tuan Vernathan, aku ucapkan selamat untuk pernikahanmu nanti, semoga kau bahagia di atas penderitaanku." Ucap Valen.


" Ah tidak ralat, aku tidak akan menderita walaupun kau meninggalkan aku, karna kau tahu bukan banyak pria yang jauh lebih baik darimu mengantri di belakangmu, mereka siap memungutku dan menjunjung kembali harga diriku yang kau hempaskan ke jurang paling dasar, aku mau tidur selamat malam jika kau mau pulang pulanglah, jika mau menginap di sini tidurlah di kamar tamu." Ucap Valen membuat Nathan terluka.


Valen menutupi seluruh tubuhnya dengan selimutnya. Ia tida peduli jika Nathan akan sakit hati, bukankah Nathan juga tidak peduli tentang perasaannya.


" Kau akan menyesal jika tahu apa yang mereka rahasiakan dari kamu Mas, aku akan menunggu saat itu tiba, maafkan aku jika caraku kejam tapi ini satu satunya cara untuk membuka mata hatimu." Batin Valen.


Hayooo tebak berita mengejutkan apa yang akan Nathan dan keluarganya terima???


Tunggu jawabannya di bab berikutnya....


Jangan lupa like dan komentnya....


Terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport author..


Miss U All...

__ADS_1


__ADS_2