Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
5. Membawa Kavia ke Rumah


__ADS_3

Malam ini Nathan mengajak Kavia makan malam di rumahnya. Bukan tanpa alasan, Nathan sudah berjanji untuk mengajak jalan Kavia. Tapi sayang Mami Nesha tidak mengijinkannya. Mami Nesha justru meminta Nathan mengenalkan Kavia padanya.


Nathan masuk ke dalam rumah di ikuti Kavia di sampingnya.


" Assalamu'alaikum." Ucap Nathan.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Mami Nesha.


" Kamu sudah datang, Dia...." Mami Nesha menjeda ucapannya.


" Kavia Mi." Sahut Nathan.


" Halo Tante." Sapa Kavia tanpa mau menyalami Mami Nesha. Mami Nesha menghela nafasnya. Inikah anak muda zaman sekarang?


" Silahkan langsung menuju meja makan, Semuanya sudah menunggu sayang." Ujar Mami Nesha.


" Baik Mi, Ayo Kavia kita langsung ke sana." Ucap Nathan.


" Hmm." Gumam Kavia.


Mami Nesha berjalan menuju meja makan, Ia kecewa dengan sikap Kavia. Ia kira wanita yang hendak di kenalkan dengannya adalah wanita sopan dan manis seperti dirinya.


" Silahkan duduk Kavia." Ucap Mami Nesha.


" Iya Tante." Sahut Kavia.


Nathan menatap wajah Maminya, Ia tahu jika sikap Kavia tidak berkenan di hati Maminya.


" Maafkan abang Mi, Abang membuat Mami kecewa." Batin Nathan.


Kavia duduk tanpa menyapa anggota keluarga lainnya.


" Pi, Ria, Cia kenalin ini Kavia teman Abang." Ucap Nathan memperkenalkan Kavia pada keluarganya.


" Hai Kak." Sapa Cia.


" Hai." Sahut Kavia singkat.


" Hanya teman atau lebih dari teman nih Bang?" Tanya Ria.


" Hanya teman." Sahut Nathan membuat Kavia kecewa.


" Sekarang temen besok demen Ria." Goda Cia.


" Hanya teman, Mami belum mengijinkan Abang untuk menjalin hubungan dengan wanita lain, Bukan begitu Mi?" Ujar Nathan menatap Maminya.


" Iya... Jika Abang sudah siap membina rumah tangga bicara pada Mami, Nanti Mami akan memikirkannya." Sahut Mami Nesha. Kavia mengepalkan erat tangannya.


" Sekarang silahkan makan." Sambung Mami Nesha.


" Makasih Mi." Uap Nathan.


" Kak Kavia memang pendiam atau tidak bisa berbicara karna sariawan." Ucap Cia menatap sinis ke arah Kavia.


" Cia...." Panggil Nathan menatap Cia.


" Maaf Bang." Ucap Cia.


" Sekarang makanlah, Kavia silahkan menikmati hidangannya." Ujar Mami Nesha.


" Iya Tan." Sahut Kavia. Lagi lagi Mami Nesha menghela nafasnya.


" Gama mana Mi?" Tanya Nathan.


" Dia sedikit terlambat Bang, Makanlah dulu." Sahut Mami Nesha.


" Baik Mi, Ada yang ingin Abang suapi?" Tanya Nathan menatap ke arah Ria dan Cia.

__ADS_1


" Cia." Sahut Cia.


" Baiklah sini mendekat Abang." Ujar Nathan.


Mereka semua mulai memakan makanannya. Sedangkan Nathan makan sambil menyuapi Cia. Hal itu membuat Kavia ilfell. Ia merasa cemburu dengan kasih sayang Nathan kepada adiknya.


" Maaf aku terlambat." Ucap Gama yang baru saja tiba. Ia duduk di kursinya.


" Tidak masalah." Sahut Nathan.


Deg.....


Jantung Gama berdetak dengan kencang saat tatapannya bertemu dengan Kavia yang duduk tepat di hadapannya. Ada desiran aneh di hatinya.


" Dia siapa Bang?" Tanya Gama.


" Ini Kavia teman Abang." Sahut Nathan.


" Kavia kenalkan aku Gama, Adiknya Abang Nathan." Ucap Gama menatap Kavia.


" Hai." Sapa Kavia.


" Kerja dimana?" Tanya Gama.


" OG di perusahaan Abang." Jujur Nathan.


Uhuk uhuk uhuk...


" Mami." Pekik Nathan menghampiri Mami Nesha dengan segelas air putih di tangannya.


Mami Nesha menatap dua tangan yang menyodorkan minum ke arahnya. Nathan menatap ke arah Papi Farhan.


" Ambil punya Papi aja Mi." Ucap Nathan menarik tangannya dan kembali ke tempatnya.


Mami Nesha meminum segelas air dari Papi Farhan.


" Sudah Pi, Makasih." Sahut Mami Nesha.


" Pelan pelan Mi." Ujar Gama.


" Iya sayang maaf." Sahut Mami Nesha.


Mami Nesha menatap tidak percaya ke arah Nathan membuat yang di tatap menundukkan kepalanya. Bukan karna pekerjaan Kavia yang mungkin bagi sebagian orang rendah, Tapi Mami Nesha berpikir sebagai OG saja udah sombong begitu apalagi jika menjadi pasangan putranya? Mami Nesha harus berpikir dua kali bahkan ratusan kali. Ia tidak mau Nathan mendapat pasangan yang salah.


Mami Nesha bergantian menatap Gama. Ia bisa menangkap ketertarikan Gama di matanya. Mami Nesha menghela nafasnya. Bagaimana bisa Gama juga tertarik dengan Kavia. Sepertinya Ia harus melakukan sesuatu.


Setelah selesai makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga.


" Kavia tinggal di mana?" Tanya Mami Nesha.


" Di jalan mawar putih Tante." Sahut Kavia.


" Punya saudara berapa?" Mami Nesha kembali bertanya.


" Aku tidak punya saudara Tante, Aku tinggal bersama ibu dan ayah angkatku." Jelas Kavia.


" Oh... Kenapa jadi OG? Kenapa tidak melamar jadi Sekretaris Nathan saja? Bukankah jabatan Sekretaris Nathan sedang kosong?" Tanya Mami Nesha. Sebenarnya Mami Nesha ingin menanyakan tamatannya tapi Ia sungkan jika harus to the point.


" A... Aku tidak punya tamatan tinggi Tante, Aku hanya tamatan SMP." Sahut Kavia.


" Oh tidak masalah, Bagi Tante pendidikan nomer dua yang nomer satu adalah akhlaknya." Sahut Nesha.


" Iya Tante." Sahut Kavia.


" Abang hari sudah malam, Sekarang antar Kavia pulang ke rumahnya, Tidak baik membawa anak gadis orang pulang malam malam." Ucap Nesha.


" Baik Mi, Kavia ayo kita pulang." Ajak Nathan.

__ADS_1


" Tante Om aku pulang dulu." Ucap Kavia beranjak.


" Hati hati." Sahut Papi Farhan.


" Bang." Panggil Gama.


" Ya." Sahut Nathan.


" Biar aku yang mengantarnya pulang, Abang di rumah saja." Ujar Gama.


" Baiklah, Hati hati jangan ngebut!" Sahut Nathan.


" Kavia kau di antar Gama ya." Ujar Nathan kepada Kavia.


" Iya." Sahut Kavia. Sebenarnya Ia hendak menolak tapi Ia takut Maminya Nathan semakin tidak suka padanya.


Gama dan Kavia berjalan menuju mobil Gama. Gama mempersilahkan Kavia masuk ke mobilnya.


" Pakai sealtbeltnya." Ucap Gama.


" Hmm." Sahut Kavia.


Gama mulai melajukan mobilnya menuju rumah Kavia. Sedangkan Mami Nesha kembali ke kamarnya di ikuti Papi Farhan.


" Sayang." Panggil Papi Farhan mendekati Mami Nesha yang duduk di tepi ranjang.


" Ada apa Mas?" Tanya Mami Nesha.


" Kenapa kamu sepertinya tidak suka dengan gadis itu? Apa kamu tahu? Tadi kamu seperti sedang mengintrogasinya, Dan seolah olah seperti kamu mempermasalahkan tentang pendidikannya." Ujar Papi Farhan.


" Aku tidak mempermasalahkannya Mas, Entah mengapa aku merasa dia bukan gadis yang baik untuk Nathan, Bukan hanya pendidikannya yang rendah tapi attitudenya juga kurang baik." Sahut Mami Nesha.


" Iya... Mas juga merasa begitu." Sahut Papi Farhan.


" Mas, Aku merasa justru Gama lebih tertarik padanya, Bagaimana jika Gama menyukai Kavia?" Tanya Mami Nesha.


" Sayang Gama dan Nathan sudah besar, Jika mereka menyukai Kavia biarkan saja, Aku yakin dengan kemampuan putra kita, Mereka pasti mampu mengubah hal yang kurang baik menjadi baik sayang." Sahut Papi Farhan.


" Tapi kalau untuk Nathan aku kurang setuju, Kalau Gama nanti akan aku pikirkan." Ucap Nesha.


" Kau masih mengingat perjanjian itu?" Tanya Papi Farhan.


" Iya Mas, Dan sebisa mungkin aku akan menepatinya." Sahut Nesha.


" Jika kamu ingin menepati janji itu, Segera katakan pada Nathan sebelum Ia mencari wanita lain sayang." Ujar Papi Farhan.


" Tapi aku kehilangan kontaknya Mas, Bahkan aku sendiri tidak tahu apakah dia masih hidup atau sudah tiada, Lalu bagaimana caranya aku mencari gadis itu." Ujar Mami Nesha.


" Yang penting kamu bicarakan dulu pada Nathan kalau dia setuju dia pasti akan membantu mencarinya." Sahut Papi Farhan.


" Baiklah Mas, Nanti akan aku bicarakan pada Nathan." Sahut Mami Nesha.


" Sekarang tidurlah." Ucap Papi Farhan.


" Iya Mas." Sahut Mami Nesha.


TBC......


Coba tebak kira kira janji apa ya????


Author ngetiknya Mami sama Papi ya, Mau di ketik namanya saja sepertinya kurang sopan karna season 2 ini menceritakan kehidupan putranya..


Jangan lupa like dan komentnya....


Makasih untuk para readers yang sudah mensuport author....


Apalah author tanpa readers semua...

__ADS_1


Miss U All


__ADS_2