
Acara resepsi sudah selesai karna hari sudah malam. Nathan beserta keluarga kembali ke rumah. Valen membersihkan diri di dalam kamar mandi. Lima belas menit Ia keluar kamar mandi sudah berpakaian lengkap menggunakan piyamanya. Ia menatap Nathan yang sudah terlihat segar sedang duduk bersandar pada headboard sambil memainkan ponselnya. Mungkin Nathan mandi di kamar tamu pikir Valen. Setelah Valen melakukan ritual sebelum tidur dengan memoles wajahnya, Ia naik ke atas ranjang di samping Nathan.
" Mas... Kenapa sih dari tadi diam aja?" Tanya Valen masih belum peka.
" Seberapa dekat kamu sama Naren?" Tanya Nathan.
" Sangat dekat, dia sahabat sekaligus pelindungku, bahkan kami sering di kira sepasang kekasih." Sahut Valen.
"Apa Naren pernah mengungkapkan perasaannya kepadamu?" Tanya Nathan.
" Tidak, perasaan kami hanya sebatas sahabat saja, kenapa kamu nanya begitu Mas?" Valen balik bertanya sambil menatap Nathan.
" Aku tidak mau kamu terlalu dekat dengannya, sekarang kamu sudah memiliki suami jadi jaga batasanmu dengan pria lain termasuk Naren dan Gama." Tegas Nathan. Valen mengerutkan keningnya.
" Kamu mulai memasuki lingkaran pertemananku Mas, satu... Naren teman aku dia jauh lebih dulu hadir sebelum kamu, kedua.. Gama adik iparku, sekarang aku mau nanya sama kamu Mas." Ucap Valen menatap Nathan.
" Batasan mana yang telah aku lewati?" Tanya Valen.
" Kamu terlalu dekat sama Naren bahkan kamu tidak segan memeluknya di depan suami sendiri." Ketus Nathan kesal karna Valen tidak kunjung peka terhadap perasaannya. Emang Valen cenayang Bang?
" Itu karna aku refleks saja, aku sudah lama tidak bertemu dengannya Mas." Sahut Valen menghela nafasnya. Satu sifat baru yang Valen dapatkan, Nathan pencemburu.
" Baiklah Mas aku minta maaf soal itu, aku janji tidak akan mengulanginya." Sambung Valen mengalah. Ia tidak mau bertengkar hanya karna sahabatnya. Bukankah seorang istri harus menurut pada suami? Apalagi itu hal benar.
" Minta maaf yang benar dan harus tulus." Ujar Nathan.
" Mas Nathan aku minta maaf atas kejadian tadi yang membuat kamu cemburu." Ujar Valen menggenggam tangan Nathan.
" Baiklah aku maafkan tapi jangan di ulangi lagi, aku cemburu melihatnya Yank." Ujar Nathan.
" Iya maaf deh, aku tidak tahu kalau suamiku ini cemburuan." Sahut Valen memeluk Nathan.
" Aku hanya takut kehilanganmu sayang, sekarang tidurlah." Ucap Nathan mencium kening Valen.
" Kamu tidak ingin melakukan itu?" Tanya Valen.
" Tidak sekarang sayang, aku tahu kamu capek jadi sekarang istirahatlah kita bisa melakukannya besok." Jawab Nathan mengerti apa maksud ucapan Valen.
" Iya Mas, makasih atas pengertiannya." Sahut Valen.
" Hmm." Gumam Nathan.
Keduanya tidur sambil berpelukan menuju alam mimpi.
Di kamar Mami Nesha, Ia sedang gelisah memikirkan telepon yang baru saja Ia terima.
" Pi bagaimana ini? Abang baru saja menemukan kebahagiaannya, Mami tidak tega jika harus mengatakan kebenarannya saat ini Pi." Ucap Mami Nesha.
" Mau bagaimana lagi sayang, mungkin sekarang sudah saatnya kita mengatakan kebenaran status kepadanya." Sahut Papi Farhan.
Papa Jordan baru saja menelepon Mami Nesha. Ia mengatakan jika Ia mau kembali ke Indo untuk menemui Nathan dan meminta bantuan Nathan. Papa Jordan mengatakan jika hanya Nathan yang bisa membantunya.
" Memang bantuan apalagi yang Jordan inginkan? Bukankah dia dulu bilang tidak akan mengusik Nathan? Kenapa sekarang dia ingin kembali dan membutuhkan bantuan Nathan?" Sambung Papi Farhan.
" Dia tidak mau bilang di telepon Pi, katanya dia mau bilang sendiri kepada Nathan setelah dia sampai sini." Sahut Mami Nesha.
" Dia kembali bersama keluarganya?" Papi Farhan bertanya lagi.
__ADS_1
" Iya, dia kembali bersama Sifa dan anak keduanya, Kalau Arsya tidak bisa ikut karna baru saja menyelesaikan pengobatannya." Sahut Mami Nesha.
" Jika Arsya sudah menyelesaikan pengobatannya, lalu bantuan apa yang Jordan inginkan dari Nathan?" Ucap Papi Farhan bertanya tanya.
" Itulah Pi yang Mami tidak tahu, Mami juga tidak bisa menebaknya, tapi Mami merasa akan terjadi hal buruk pada keluarga kita." Sahut Mami Nesha.
" Kita berdoa saja semoga semuanya baik baik saja sayang." Ucap Papi Farhan.
" Papi tahu sendiri kan kalau Kak Jordan mendekati keluarga kita itu pasti akan ada kehancuran di dalamnya, Mami benar benar takut Pi, Mami tidak rela jika kabahagiaan Abang di renggut olehnya, Saat Mami mengundang mereka di acara pernikahan Abang Kak Jordan bilang mereka tidak bisa datang, tapi kenapa sekarang mereka kembali?" Ujar Mami Nesha.
" Tenanglah sayang, sekarang tidurlah! Kita istirahat dulu, besok pagi baru kita pikirkan lagi." Ujar Papi Farhan.
" Iya Mas, semoga tidak akan terjadi apa apa kepada keluarga kita." Sahut Mami Nesha.
Keduanya tidur dalam pikiran yang masih bertanya tanya tentang apa yang akan Jordan minta dari Nathan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi hari Valen mengerjapkan matanya. Ia turun dari ranjang menuju kamar mandi. Setelah selesai Ia turun ke bawah menuju dapur untuk membantu Mami Nesha menyiapkan sarapan. Tidak lupa Ia membangunkan Nathan lebih dulu sebelum keluar kamar.
" Pagi Mi." Sapa Valen kepada Mami Nesha yang sedang memotong sayuran.
" Pagi sayang, Abang sudah bangun?" Tanya Mami Nesha.
" Sudah Mi, Mas Nathan lagi mandi." Sahut Valen.
" Aku bantuin apa Mi?" Sambung Valen.
" Kamu urus Abang aja gih, nanti dia kesepian lagi kalau bersiap di kamar sendirian." Ujar Mami Nesha.
" Baiklah, kamu iris dagingnya aja ya." Ujar Mami Nesha.
" Iya Mi." Sahut Valen.
Valen menatap heran ke arah bahan makanan yang hendak di masak oleh Mama mertuanya pasalnya ini lebih banyak dari biasanya.
" Mi apa akan ada tamu? Kenapa masaknya banyak banget gini?" Tanya Valen.
" Iya sayang, Papa sama Mamanya Abang kembali dari luar Negeri setelah bertahun tahun lamanya tidak pulang." Sahut Mami Nesha.
" Papa dan Mamanya?" Gumam Valen.
" Mereka sahabat Mami sayang, sejak kecil Abang memanggilnya Papa Jordan dan Mama Sifa." Terang Mami Nesha.
" Owh..." Guamam Valen.
" Mereka punya dua orang putra, yang pertama namanya Arsya usianya tak jauh dari si kembar, kalau yang kedua namanya Rasya umurnya tujuh tahun lebih muda dari Arsya... Berarti sekitar tujuh belas tahunan lah." Ujar Mami Nesha.
" Oh... Kapan mereka akan sampai Mi?" Tanya Valen.
" Mungkin nanti saat waktu sarapan, mereka sudah tiba." Sahut Mami Nesha.
" Yank pakein dasi donk, masa' suami bersiap malah di tinggal pergi." Ucap Nathan baru datang dengan dasi di tangannya.
" Sebentar Mas aku cuci tangan dulu." Ucap Valen mencuci tangannya di wastafel.
" Manja deh.... Biasanya juga apa apa sendiri." Sahut Mami Nesha.
__ADS_1
" Sekarang kan udah ada Ayank Mi, saatnya bermanja manja sama Ayank tercinta." Sahut Nathan.
" Hmmm Ayank, Kaya' abg aja." Ejek Mami Nesha.
" Biar romantis Mi." Sahut Nathan.
" Mi besok Abang tambah art ya buat bantu Mami." Ucap Nathan.
" Lhoh kenapa nambah lagi? Kan sudah ada Mbak Nadia." Sahut Mami Nesha.
" Biar istri Abang tidak turun ke dapur Mi, kan Abang pengin di manja sama istri kalau mau berangkat sama pulang kerja." Ujar Nathan.
" Kamu ini Bang." Kekeh Mami Nesha.
" Boleh ya?" Tanya Nathan.
" Iya boleh deh." Sahut Mami Nesha.
" Nggak perlu Mas, biar aku aja yang bantuin Mami." Ucap Valen mulai memasang dasi Nathan.
" Kamu jadi bau asap gini pagi pagi Yank, harusnya kamu itu bau wangi apalagi mau melayani suami berangkat kerja." Ejek Nathan.
" Ya ampun Mas lebay banget deh, jangan gitu ah! Harusnya Mami yang istirahat, pekerjaan Mami beralih ke aku sebagai menantu di rumah ini, Mulai besok Mami tidak usah ke dapur ya biar aku aja yang menyiapkan sarapan." Ujar Valen.
" Baiklah sayang mulai besok kamu yang masak, Mami juga ingin memakan masakan menantu Mami." Ujar Mami Nesha.
"Tapi di maafin ya Mi kalau rasanya tidak enak." Ujar Valen.
" Beres sayang." Sahut Mami Nesha.
"Udah Mas." Ucap Valen.
" Makasih sayang." Ucap Nathan mencium kening Valen.
" Masss." Lirih Valen menahan malu karna Nathan menciumnya di depan Maminya.
Mami Nesha tersenyum menatap raut wajah Nathan yang terlihat bahagia.
" Bang nanti kalau Mami telepon kamu harus pulang ya." Ucap Mami Nesha.
" Memang ada apa Mi?" Tanya Nathan.
" Papa dan Mama Abang kembali dari Luar Negeri." Sahut Mami Nesha.
" Apa?....
TBC......
*Kira kira Papa Jordan mau minta bantuan apa ya dari Babang Nathan....
Konflik mulai datang ya guys....
Jangan lupa like dan komentnya...
Terima kasih untuk para readers yang sudah mendukung author..
Miss U All*....
__ADS_1