
Malam ini setelah menidurkan Nathan, Nesha segera kembali ke kamarnya. Setelah Nesha masuk Ia segera membersihkan diri di kamar mandi. Sedangkan Farhan Ia sedang duduk bersandar pada headboard ranjang sambil memainkan ponselnya, Biasa main game yang lagi viral... Tak lama Nesha keluar dari kamar mandi, Ia duduk di meja rias sambil menyisir rambutnya dan mengoleskan cream malam pada wajahnya.
" Yank." Nesha menoleh ke arah suaminya.
" Kenapa sih dari tadi diem aja?" Tanya Farhan.
" Sebenarnya ada yang membuat aku penasaran Mas." Jawab Nesha melanjutkan kegiatannya.
" Apa itu hmm?" Farhan mengalung tangannya ke leher Nesha. Ia menatap wajah cantik istrinya melalui pantulan cermin.
" Kenapa panti itu di beri nama Fatika Rahma? Apa Fatika Rahma pemilik panti itu?" Tanya Nesha. Farhan tampak gugup untuk menjawabnya.
" Ya nggak tahu lah Yank, Mungkin pemiliknya suka dengan nama itu." Jawab Farhan. Nesha kecewa dengan jawaban Farhan. Mengapa Farhan tidak jujur padanya?
" Siapa pemilik panti itu Mas?" Pancing Nesha.
" Mas nggak tahu." Sahut Farhan.
Nesha melepas tangan Farhan dari lehernya, Ia berdiri di depan Farhan sambil menatap matanya. Lagi lagi Farhan tidak jujur padanya.
" Kau yakin tidak tahu siapa pemilik panti itu?" Tanya Nesha menatap Farhan. Farhan tidak bergeming.
" Kau yakin tidak mengenal Fatika Rahma?" Farhan membulatkan matanya mendengar pertanyaan Nesha.
" Sampai kapan kamu akan menyembunyikan hal ini dariku Mas? Apakah aku tidak boleh mengetahui masa lalumu? Atau kamu memang mengganggapku tidak sepenting itu?" Tanya Nesha. Ia segera naik ke atas ranjang dan berbaring di sana sambil menutupi tubuhnya dengan selimut hingga batas bahunya.
" Sayang...." Farhan mengikuti Nesha, Ia membaringkan badannya di belakang Nesha.
" Sayang.." Farhan memeluk Nesha dari belakang.
" Maaf bukan maksudku tidak jujur padamu, Tapi Mas pikir untuk apa Mas ngasih tahu hal yang tidak penting." Ujar Farhan.
" Tidak penting?" Nesha membalikkan badannya menghadap Farhan.
" Iya semua itu tidak penting bagiku." Ucap Farhan.
" Lalu apa yang penting bagimu?" Tanya Nesha.
" Dirimu.." Sahut Farhan menatap Nesha, Mata mereka beradu, Farhan merapikan anak rambut yang menutupi wajah Nesha.
" Bagiku Kamulah yang terpenting dalam hidupku, Walaupun jika akhirnya nanti aku harus kehilangan Nathan yang penting aku tidak kehilangan kamu sayang." Ujar Farhan.
" Sini bersandar di bahu Mas, Mas akan menceritakan semuanya tentang Fatika." Farhan kembali bersandar pada head board ranjang, Sedang Nesha bersender pada bahu Farhan. Tangan satunya memeluk perut Farhan.
" Fatika adalah anak teman Papa, Saat pertama masuk SMA kedua orang tuanya kecelakaan, Sebelum meninggal mereka menitipkan Fatika dan Ratna kepada kami." Farhan menghela nafasnya.
" Apa kamu akan percaya jika aku melanjutkan ceritanya?" Tanya Farhan. Nesha hanya mengangguk saja.
" Saat itulah Papa menjodohkan aku dengannya agar ada yang menjaganya, Tapi jujur aku tidak punya perasaan apapun dengannya begitupun dengan Fatika, Dia sudah punya kekasih pujaan hatinya." Ujar Farhan.
__ADS_1
" Lalu?" Tanya Nesha.
" Yah kami bersepakat untuk bekerja sama menjalani hubungan bohongan ini, Sampai tiba pada saatnya nanti kami akan menemukan jodoh masing masing." Jawab Farhan.
" Bukankah kalian hampir menikah?" Nesha mendongak menatap Farhan, Farhan mencium kening Nesha.
" Itulah sebabnya kenapa Fatika kecelakaan dan sampai saat ini tidak di temukan jasadnya." Sahut Farhan.
" Maksudmu Fatika masih hidup?" Tanya Nesha memastikan.
" Ya... Dia pergi bersama kekasihnya dan mereka sudah menikah di sana." Jelas Farhan.
" Apa kamu tahu sekarang dia ada dimana?" Tanya Nesha penasaran.
" Terakhir kontak sih dia berada di S, Tapi kalau sekarang aku nggak tahu Yank." Jawab Farhan.
" Bagaimana jika suatu saat nanti dia kembali dan memintamu menikahinya?" Tanya Nesha.
" Aku tidak mau menikahinya, Karna aku hanya mencintai kamu sayang, Bahkan dengan Vera pun aku tidak pernah merasakan seperti ini, Aku tidak pernah merasakan takut kehilangan seperti perasaanku padamu, Aku mencintaimu, Aku takut kehilanganmu." Farhan mencium kening Nesha lama.
" Lalu soal panti itu? Bukankah kau pemiliknya?" Tanya Nesha.
" Aku memang yang mendirikannya tapi bukan pemiliknya, Karna aku sudah menyerahkan segala urusan panti kepada Bu Wiwik, Dan yang memberi nama itu adalah Ratna, Katanya untuk mengenang Kakaknya." Jelas Farhan.
" Lalu kenapa Ratna ngomong gitu ke aku Mas?" Farhan terkekeh mendengar ucapan polos istrinya.
" Masss." Ucap Nesha.
" Apa sayang..." Sahut Farhan.
" Mas ih sukanya gitu." Cebik Nesha.
" Suka yang mana?" Goda Farhan.
" Tuh kan sukanya goda terus." Sahut Nesha.
" Goda apa sih Yank, Aku nggak godain siapa siapa lho." Kekeh Farhan.
" Tau ah." Kesal Nesha.
" Oh ya kemarin gimana hasilnya saat ke rumah Jo?" Tanya Farhan tiba tiba.
" Orang tuanya lagi ke Luar Negri Mas, Aku ketemu sama si Jordan rese' itu." Ketus Nesha kesal mengingat perlakuan Jordan.
" Maksud kamu rese' gimana?"Tanya Farhan.
" Dia bilang kalau dia yang akan memenangkan kasus ini." Jawab Nesha.
" Iya Yank... Memang berat buat kita menang, Karna sejatinya hak asuh anak yatim piatu jatuh ke tangan Kakek pihak ayahnya." Ucap Farhan pasrah.
__ADS_1
" Iya Mas.. Sedangkan untuk jadi orang tua asuh di butuhkan syarat lima tahun nikah, Sedangkan kita baru beberapa bulan saja." Sahut Nesha dengan mata berkaca kaca.
" Kita pasrah saja Yank apapun yang terjadi pasti itu yang terbaik buat kita." Ujar Farhan.
" Iya Mas aku yakin Allah Maha Adil, Dia tahu apa yang terbaik bagi Hambanya." Sahut Nesha.
" Makasih sayang atas pengertiannya." Balas Farhan.
" Kamu tahu Mas? Kemarin Jordan mengajukan syarat jika aku mau Nathan tetap bersamaku." Ucap Nesha.
" Apa? Apapun syaratnya pasti aku terima." Tegas Farhan.
" Yakin kamu terima?" Tanya Nesha.
" Hmm apapun demi Nathan." Sahut Farhan.
" Dia menginginkan aku Mas, Apa kamu terima syarat itu?" Farhan langsung duduk. Ia menatap Nesha dengan tatapan tidak percaya.
" Serius dia ngomong gitu?" Tanya Farhan memastikan.
" Iya... Dia bilang ceraikan Farhan lalu menikahlah denganku, Dengan begitu aku akan menjadi Maminya Nathan selamanya." Jelas Nesha.
" Kamu menerimanya?" Tanya Farhan.
" Bukankah tadi kamu yang menerimanya? Kamu bilang apapun syaratnya akan kamu penuhi demi Nathan." Cebik Nesha.
" Ya kalau itu syaratnya aku nggak mau, Lebih baik aku menyerahkan Nathan kepadanya dari pada aku harus kehilanganmu." Ujar Farhan.
" Tapi aku berat melepaskan Nathan bersama mereka Mas." Ucap Nesha sedih.
" Aku juga sedih Yank, Tapi mau bagaimana lagi kita tidak berhak atasnya." Sahut Farhan.
" Kita berdoa saja Mas semoga Nathan masih menjadi rejeki yang Allah berikan kepada kita." Ucap Nesha.
" Tentu sayang, Sekarang tidurlah hari sudah malam." Ucap Farhan.
" Iya Mas, Aku tidur." Muah.. Nesha mencium pipi Farhan.
" Good night." Ucap Nesha masuk ke dalam selimutnya.
" Good Night..Love U." Farhan mencium kening Nesha.
Tak berapa lama akhirnya keduanya terlelap bersama.
^^^**TBC.....^^^
Hai readers makasih atas suport yang kalian berikan kepada author amatiran ini. Dukung juga karya author yang lainnya ya**....
__ADS_1